2424Please respect copyright.PENANA9XZgpGed5dSuasana meja makan kayu jati kami malam ini terasa hangat. Sepiring besar ayam goreng kalasan kesukaanku yang masih mengepul, sambal terasi segar, dan lalapan tersaji di tengah. Ayah makan dengan lahap sambil mendengarkan radio tua yang menyiarkan berita pertanian lokal. Ibu Sri, yang sudah mengganti mukenanya dengan daster batik hijau lengan panjang, duduk di sebelah kiriku, telaten memisahkan daging ayam dari tulangnya lalu menaruhnya di atas piringku.
2424Please respect copyright.PENANAbmjJcHCzBZ
**Ibu Sri**: "Ayo dihabiskan nasinya, Gas. Biar mikir nulis lamaran kerjanya lancar. Ayah lho, kalau kerja kebun ndak makan banyak pasti masuk angin."
2424Please respect copyright.PENANAEa4YnnDSqQ
**Ayah**: *(Mengangguk sambil mengunyah).* "Iya, Gas. Kerjaan di kebun emang lagi banyak yang urus sewa. Kamu fokus aja ke lamaran kerja. Ibu bilang kamu mau coba ngelamar di perusahaan *retail* besar itu?"
2424Please respect copyright.PENANA9bvunfGKNw
**Bagas**: "Iya, Yah. Kemarin dapat info lowongan di kota, gajinya lumayan, posisinya juga pas sama jurusan Bagas. Makanya tadi siang agak ngebut bawa *pick-up*, biar cepat ngetik CV."
2424Please respect copyright.PENANAKZHhEXuPJa
Ibu Sri yang sedang mengambil sambal terasi mendadak menghentikan gerakannya. Dia melirikku dari samping, senyum jahil primadona desa-nya mengembang. Ujung kakinya yang tersembunyi di bawah meja sengaja menyenggol betisku dengan halus.
2424Please respect copyright.PENANAWWzoQjjhha
**Ibu Sri**: *(Menyeringai penuh arti).* "Oh... pantesan toh tadi siang anteng banget di kamar, Gas. Ibu kira ngetik CV... tahunya ngetik sambil cari 'inspirasi' yang meliuk-liuk di HP ya?"
2424Please respect copyright.PENANAjGaSgay3Zi
*Uhuk!*
Aku nyaris tersedak potongan ayam. Ayah menatap heran ke arah kami berdua.
2424Please respect copyright.PENANAcegBCUd9JB
**Ayah**: "Inspirasi meliuk-liuk apanya, Bu?"
2424Please respect copyright.PENANA3G56nDqTkX
**Bagas**: *(Buru-buru menelan minum, wajahku memerah).* "E-Eh, bukan apa-apa, Yah! Itu... maksud Ibu cari referensi desain CV yang banyak gaya meliuk-liuk font-nya! Biar estetik, Yah!"
2424Please respect copyright.PENANAzSLKjpw2Ux
Ibu Sri menutup mulutnya menahan tawa renyah, bahu berisinya berguncang pelan. Dia sangat menikmati momen menjaili anak bujangnya ini di depan Ayah.
2424Please respect copyright.PENANAMnjOdsotI3
---
2424Please respect copyright.PENANAT1IYHOAkNk
**Latar:** Rumah Utama. Pukul 06:30 Pagi (Keesokan Harinya).
2424Please respect copyright.PENANAYuXUf2CHNP
Udara pagi masih sangat dingin saat aku menyalakan mesin *pick-up* di pekarangan. Hari ini Ayah minta diantar lebih pagi ke blok ujung perkebunan untuk mengecek lahan yang akan disewa. Ibu Sri berdiri di teras, mengenakan gamis biru dongker dan hijab senada, tersenyum anggun sambil melambaikan tangan saat *pick-up* yang kukemudikan perlahan meninggalkan rumah.
2424Please respect copyright.PENANAk5iPOYWnqw
Setelah mengantar Ayah dan memastikan beliau aman bersama mandor kebun, aku memutar balik *pick-up* dan langsung tancap gas pulang. Pikiranku cuma satu: *CV harus selesai dikirim pagi ini juga sebelum jam operasional kantor HRD dimulai.*
2424Please respect copyright.PENANAhGWwfc20V0
Pukul 08:00 Pagi, aku sudah duduk tegap di depan laptop di dalam kamar. Jendela kubuka lebar agar angin pagi masuk. Setelah merapikan format, memeriksa *typo*, dan mengecek kelengkapan berkas, aku menarik napas panjang.
2424Please respect copyright.PENANAqdeibV0Lqt
*Klik.*
Email lamaran kerja resmi terkirim.
2424Please respect copyright.PENANAuWY3ua2kF2
**Bagas**: *(Menyandarkan punggung ke kursi, mendesah lega).* "Alhamdulillah... beres juga."
2424Please respect copyright.PENANAiY1NV9Gd8m
Karena beban pikiran sudah hilang, naluri anak muda umur 23 tahun kembali mengambil alih. Tanganku secara otomatis meraih ponsel di samping laptop. Ku buka aplikasi Instagram, dan langsung menuju tab *Explore* dan *Reels*.
2424Please respect copyright.PENANAsxPRBjC85Q
Seolah algoritma HP-ku tahu apa yang kucari kemarin siang, beranda langsung disuguhkan dengan video-video yang jauh lebih spesifik. Kali ini bukan sekadar cewek montok biasa, tapi **cewek-cewek berhijab dengan tubuh berisi (hijabers *thicc*)** yang memakai gamis atau rok lilit agak ketat, sedang asyik berjalan anggun dengan *soundtrack* lagu jedag-jedug yang mengayun.
2424Please respect copyright.PENANAFQTMqpZxqd
**Bagas**: *(Menelan ludah, mataku tak berkedip).* "Wah... gila, ini algoritmanya pinter banget... kok malah jadi versi hijab begini..."
2424Please respect copyright.PENANAghgUDMxTjZ
Asyik menggulir layar, mataku terpaku pada satu video di mana seorang perempuan berhijab sedang memperagakan tren *outfit* daster rumahan. Lekuk tubuh perempuan di video itu, dengan pinggul dan dada yang padat berbalut daster, seketika mengingatkanku pada **pemandangan Ibu Sri di ambang pintu kemarin siang**.
2424Please respect copyright.PENANAtJna5fVkuo
Fantasi liarku mulai bermain. Bayangan tubuh matang Ibu Sri yang basah sehabis mandi menari-nari kuat di kepalaku.
2424Please respect copyright.PENANAE0XHYtzYlW
Tanpa kusadari, pintu kamarku yang memang sedari tadi kubiarkan setengah terbuka, tiba-tiba didorong pelan.
2424Please respect copyright.PENANA8lF71FkRs5
*KLEK...*
2424Please respect copyright.PENANAOzNbP9f4CQ
**Ibu Sri**: *(Suara lembutnya mengalun hangat dari ambang pintu).* "Gas... kamu mau dibikinin kopi ndak? Katanya tadi mau begadang—eh, pagi-pagi udah selesai tah ngetiknya?"
2424Please respect copyright.PENANANpTYE8hmNG
Aku tersentak kaget. Posisi HP masih berada tepat di depan wajahku, menayangkan video cewek berhijab montok yang terus berulang tanpa suara!
2424Please respect copyright.PENANAdr7U73i8PB
Ibu Sri sudah berdiri tepat di samping mejaku, membawa secangkir kopi hitam yang mengepul. Wangi bedak bayi dan aroma kopi langsung menyelimuti kamar. Dan kali ini, tatapan teduhnya langsung tertuju tajam ke layar ponselku.
2424Please respect copyright.PENANAx7Bpoywjc1
---
**Ibu Sri**: *(Mata bulatnya mendadak membelalak, cangkir kopi di tangannya nyaris goyang! Pipi putihnya seketika merona merah padam gara-gara melihat video cewek berhijab montok yang terpampang jelas di layar HP-mu).*
2424Please respect copyright.PENANAhdRbgOUVm4
"Astaghfirullah hal adzim, Bagas! Kamu ini yaaa! Udah Ibu wanti-wanti dari kemarin disuruh berhenti, malah makin jadi-jadi nontonnya! Kamu ini maunya gimana toh, Le?! Dibilangin kok ndak nurut-nurut..." *(Ibu Sri berkacak pinggang dengan tangannya yang bebas, mencoba bersikap tegas dan cerewet, tapi napasnya mulai agak pendek gara-gara kaget dan malu).*
2424Please respect copyright.PENANAOhiglfXh0d
Mendengar omelan manisnya, kamu bukannya takut, malah pelan-pelan meletakkan HP di atas meja. Mata mudamu yang umur 23 tahun itu secara terang-terangan meluncur turun—menatap lekat dari lekuk leher putihnya, menyusuri gamis biru dongker yang membalut dada padatnya, hingga ke paha dan pinggul gembrot khas primadona desa yang ada di depan matamu.
2424Please respect copyright.PENANA6fBQ77pmuw
**Bagas**: *(Menatap tubuh Ibu Sri tanpa berkedip, senyum tipis terpasang di bibirmu).* "Ehh... Bu... ya udah, Bagas berhenti nonton HP-nya. Tapi Bagas izin lihat Ibu aja pliss... Mending lihat yang asli dan jauh lebih cantik di depan mata Bagas begini, daripada lihat di HP..."
2424Please respect copyright.PENANAH0k5o7ZUW6
*DEG.*
2424Please respect copyright.PENANAQPmxeXvy4x
Kalimat nekat dan tatapan tajammu itu bener-bener bikin pertahanan Ibu Sri rubuh seketika!
2424Please respect copyright.PENANASi4YGfZtQv
Ibu Sri membeku di tempat. Tangan kirinya yang berkacak pinggang mendadak turun, jemarinya meremas kain gamisnya sendiri di bagian paha. Bibirnya yang bergincu tipis sedikit terbuka, napasnya terengah halus membuat dadanya yang berbalut gamis naik-turun agak cepat.
2424Please respect copyright.PENANAUSqvjD4cjc
**Ibu Sri**: *(Wajahnya sudah merah merona sampai ke balik hijabnya. Suaranya mendadak berubah dari emak-emak cerewet jadi bergetar halus dan sangat pelan).* "B-Bagas... kamu... kamu ini ngomong apa toh, Le...? Ndak sopan banget godain Ibu sendiri kaya gitu... Nanti kalau ada yang dengar piye...?"
2424Please respect copyright.PENANAoq4OwU1kPn
Meski mulutnya memprotes, Ibu Sri tidak melangkah mundur sama sekali. Dia tetap berdiri anggun tepat di samping meja belajarmu, membiarkan mata bujangmu menikmati lekuk tubuh matangnya di dalam kamar yang sepi itu...
2424Please respect copyright.PENANApSJOul66Fw
**Bagas**: *(Terkekeh pelan, menatap mata teduh Ibu Sri yang sudah meredup dan salah tingkah).* "Bagas beneran mau berhenti nonton kok, Bu. Tapi ya itu... kemarin kan Ibu sendiri yang goyang-goyang tipis pas benerin daster wkwkwk. Tolong lah, Bu... jangan salahin Bagas kalau pikiran Bagas jadi tertuju ke Ibu terus..."
2424Please respect copyright.PENANAsLw00oPEMO
*JRRR...*
2424Please respect copyright.PENANAS3yKrLpE0q
Kata-kata nekatmu itu rasanya seperti menyiram bensin ke wajah Ibu Sri! Pipi putih primadona desa itu mendadak makin merah padam sampai ke lehernya.
2424Please respect copyright.PENANA5yTWki6apc
Mengingat kejadian kemarin siang di mana dia tanpa sadar menggoyangkan pinggul dan dadanya saat benerin daster, Ibu Sri benar-benar merasa tersudut. Dia meletakkan cangkir kopi di atas meja belajarmu dengan tangan yang agak gemetar.
2424Please respect copyright.PENANAMVZG42JfGD
**Ibu Sri**: *(Kedua tangannya refleks menutupi dadanya sendiri yang berbalut gamis biru, matanya membelalak malu-malu).* "A-Astaghfirullah, Bagas! Kamu ini ya... *ihhh*... Kok malah mengungkit-ungkit kejadian kemarin toh, Le?! Ibu kan ndak sengaja... namanya juga benerin daster yang menempel!"
2424Please respect copyright.PENANAuebxrTX3aU
**Bagas**: *(Duduk menyandar, menyilangkan tangan di dada sambil tetap menatap lekuk tubuh matangnya).* "Ya ndak tahu ya, Bu... pokoknya visual Ibu pas goyang tipis kemarin itu membekas banget di kepala Bagas. Makanya Bagas bilang kan, mending izin lihat Ibu aja daripada lihat cewek lain di HP."
2424Please respect copyright.PENANAXCsF0oXzzU
Ibu Sri mengigit bibir bawahnya yang bergincu tipis. Senyum malu, gengsi sebagai seorang ibu, dan kepuasan terselubung karena dipuji cantik oleh anak bujangnya sendiri bercampur aduk di wajahnya.
2424Please respect copyright.PENANApkVZMuvxUk
Dia berdiri terpaku di samping kursimu. Bukannya kabur atau marah besar, Ibu Sri justru menarik napas panjang, mencoba membenahi posisi berdirinya. Tapi karena sangat canggung dan bingung harus berbuat apa, gerakan tubuhnya malah kembali menciptakan guncangan halus yang kelewat memikat!
2424Please respect copyright.PENANAk8RnSD6tN2
**Ibu Sri**: *(Berbisik sangat pelan, suaranya bernada mengomel tapi terdengar sangat mengayun dan pasrah).* "Kamu ini lho... pinter banget membolak-balikkan kata. Dasar anak bujang nakal... Terus sekarang maumu Ibu harus piye, hmmm? Masa Ibu disuruh berdiri di sini cuma buat kamu lihatin terus toh, Le...?"
2424Please respect copyright.PENANADqFUVPJdpI
Ibu Sri meremas jemarinya sendiri di depan perut, menatapmu dari balik bulu matanya yang lentik, menunggu jawaban dari anak bujang berumur 23 tahun yang makin berani ini...
2424Please respect copyright.PENANA7VHU59vzzg
2424Please respect copyright.PENANA29CzDpS1Mr


