1730Please respect copyright.PENANAsBq8esGvc2Bab 3
Bab 3: Semakin Berani
Dalam beberapa minggu terakhir, Ratna merasa hasratnya semakin sulit dikendalikan. Apa yang dulu hanya dilakukan sesekali, kini mulai menjadi kebiasaan yang semakin sering ia lakukan. Ia merasa seperti ada dorongan yang terus mendorongnya untuk melakukan hal-hal yang lebih berani. Rasa takut yang muncul setiap kali ia melakukan aksinya justru membuatnya merasa lebih hidup.
Pagi itu, saat Ratna bersiap untuk berangkat ke sekolah, ia berdiri di depan cermin lebih lama dari biasanya. Ia memandang dirinya yang sudah memakai seragam guru lengkap dengan hijab. Tapi di balik penampilan yang rapi itu, pikirannya sedang memikirkan sesuatu yang berani. Ia ingin melakukan sesuatu yang lebih berisiko hari ini.
Setelah berpikir cukup lama, Ratna akhirnya mengambil keputusan. Ia melepas celana dalam yang sudah ia pakai, lalu memasukkannya kembali ke dalam laci. Hari ini ia kembali memutuskan untuk tidak memakainya. Bahkan ia merasa keputusan ini sudah menjadi hal yang biasa baginya sekarang.
Sepanjang perjalanan ke sekolah, Ratna merasa jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Ia terus memikirkan apa yang akan ia lakukan hari ini. Ada rasa takut yang muncul, tapi di balik rasa takut itu ada kegembiraan yang sulit ia bendung. Ia merasa seperti sedang bermain dengan api, dan api itu justru membuatnya semakin tertarik.
Sesampainya di sekolah, Ratna berjalan menuju ruang guru seperti biasa. Ia tersenyum dan menyapa beberapa guru yang ia temui. Tidak ada yang curiga dengan apa yang sedang ia rencanakan. Di ruang guru, ia duduk di mejanya dan membuka buku pelajaran, tapi pikirannya tidak sepenuhnya berada di situ. Ia terus memikirkan rencananya untuk hari ini.
Saat jam istirahat pertama, Ratna sengaja pergi ke perpustakaan sekolah. Perpustakaan itu biasanya sepi di pagi hari karena kebanyakan siswa lebih memilih berada di kantin atau lapangan. Ratna berjalan pelan di antara rak buku, seolah sedang mencari buku. Setelah memastikan tidak ada orang di sekitarnya, ia berhenti di salah satu rak yang agak tersembunyi.
Dengan tangan yang sedikit gemetar, Ratna membuka dua kancing teratas kemejanya. Ia berdiri di dekat rak buku dan membiarkan dadanya sedikit terbuka. Ia berdiri di situ selama beberapa menit, merasakan angin dari AC menyentuh kulit dadanya. Setiap kali ada suara langkah kaki dari kejauhan, ia langsung menutup kancing bajunya dengan cepat. Tapi setelah merasa aman, ia membukanya kembali.
Ratna merasa jantungnya berdetak sangat kencang. Ada rasa takut yang sangat besar jika ada siswa atau guru yang tiba-tiba muncul, tapi justru karena rasa takut itu ia merasa semakin bergairah. Ia berdiri di perpustakaan cukup lama, membiarkan dadanya terbuka di tempat yang seharusnya tidak ia lakukan. Perasaan itu membuatnya merasa excited dan sedikit pusing.
Setelah merasa cukup, Ratna menutup kancing bajunya dan berjalan keluar dari perpustakaan dengan langkah yang agak cepat. Ia kembali ke ruang guru dan duduk di mejanya. Tubuhnya terasa sedikit panas. Ia menghela napas pelan sambil meminum air dari botolnya. Di dalam hatinya, ia merasa bersalah, tapi ia juga merasa tidak bisa berhenti.
Sore harinya, setelah jam pelajaran terakhir selesai, Ratna tidak langsung pulang. Ia berpura-pura ada pekerjaan yang harus diselesaikan di sekolah. Setelah hampir semua guru dan siswa pulang, sekolah mulai terasa sepi. Ratna bangun dari mejanya dan berjalan menuju area parkir motor guru yang biasanya sudah sepi di sore hari.
Area parkir itu cukup luas dan hanya ada beberapa motor yang tersisa. Ratna berjalan pelan di antara motor-motor tersebut. Setelah memastikan tidak ada orang di sekitar, ia berhenti di belakang sebuah mobil yang parkir di pojok. Ia berdiri di situ dan membuka kancing kemejanya hingga ke dada. Angin sore menyentuh kulitnya yang terbuka.
Ratna berdiri di belakang mobil itu cukup lama. Ia merasa sangat gugup, tapi juga merasa sangat bergairah. Setiap kali ada suara motor lewat di jalan depan sekolah, ia langsung menutup kancing bajunya. Tapi setelah suara itu menjauh, ia membukanya kembali. Ia merasa seperti sedang bermain petak umpet dengan risiko yang sangat besar.
Saat ia sedang berdiri di situ, tiba-tiba ada suara langkah kaki dari arah belakang. Ratna langsung menutup kancing bajunya dengan cepat dan berpura-pura sedang melihat ponselnya. Ternyata hanya tukang kebun yang sedang membersihkan halaman. Ratna menghela napas lega, tapi jantungnya masih berdetak sangat kencang.
Setelah tukang kebun pergi, Ratna berdiri di situ beberapa menit lagi sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang. Sepanjang perjalanan pulang, ia terus memikirkan apa yang baru saja ia lakukan. Ia merasa sangat bersalah karena telah melakukan hal seperti itu di lingkungan sekolah, tapi di saat yang sama ia juga merasa ada kepuasan yang sulit ia jelaskan.
Malam harinya, Ratna kembali ke kamar lebih awal setelah sholat Isya. Ia mengunci pintu dari dalam dan duduk di tempat tidurnya. Ia mengeluarkan ponsel dan membuka album tersembunyi yang berisi foto-foto yang pernah ia ambil sebelumnya. Ia menatap fotonya sendiri dengan perasaan yang campur aduk.
Ratna merasa bahwa dirinya semakin berani. Dulu ia hanya berani melakukan hal-hal kecil. Tapi sekarang ia sudah berani membuka baju di perpustakaan dan di area parkir sekolah. Ia tahu ini sudah melewati batas, tapi ia juga merasa tidak bisa berhenti. Setiap kali ia berhasil melakukan aksinya tanpa ketahuan, ia merasa semakin ingin melakukan hal yang lebih berani lagi.
Ia meletakkan ponselnya dan berbaring di tempat tidur. Ia menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang masih berputar. Ratna menyadari bahwa hasratnya sudah semakin besar. Rasa takut yang ia rasakan setiap kali melakukan aksinya justru membuatnya semakin bergairah. Ia merasa seperti sedang kecanduan dengan perasaan itu.
Ratna menutup mata. Di dalam hatinya, ia tahu bahwa ia sedang berada di jalan yang berbahaya. Tapi ia juga tahu, ia sudah mulai tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Dan ia juga mulai bertanya-tanya, sampai seberapa jauh ia akan terus melangkah.1730Please respect copyright.PENANAA1z2kcmXpn


