Bab 3: Missionary yang Membuka Gerbang
564Please respect copyright.PENANAne7BAWX1ZQ
Pagi berikutnya Laras bergerak seperti robot di seluruh rumah. Setiap langkah membuat memeknya yang tidak memakai celana dalam terasa angin sejuk menyapu, mengingatkannya pada perintah Rio semalam. Payudaranya terasa berat di balik seragam, puting-putingnya masih sensitif bekas remasan. Ia membersihkan ruang tamu dengan tangan gemetar, pikirannya terus kembali ke rasa sperma Rio yang asin di tenggorokannya.
564Please respect copyright.PENANAJTsKZM8LWH
Sore harinya, saat Pak Budi masih di kantor, Rio pulang lebih awal. Ia langsung memanggil Laras ke kamarnya dengan pesan singkat di ponsel: “Kamar aku. Sekarang.”
564Please respect copyright.PENANAYP17CAxt2s
Laras berdiri di depan pintu kamar Rio dengan jantung berdegup kencang. Ia tahu hari ini tidak akan berhenti di mulut saja. Tubuhnya sudah basah sejak pagi, memeknya berdenyut setiap mengingat kontol tebal pemuda itu.
564Please respect copyright.PENANAvmtmxvDrkb
“Masuk,” suara Rio terdengar dari dalam.
564Please respect copyright.PENANAvll12ZUX31
Laras membuka pintu dan mengunci seperti perintah. Rio sudah telanjang dada, otot perutnya terpahat jelas. Celananya masih dipakai, tapi tonjolan besar sudah terlihat. “Buka seragammu. Semua.”
564Please respect copyright.PENANAJpJyim4zlZ
Dengan tangan gemetar, Laras membuka kancing satu per satu. Payudara J-cup montoknya melompat bebas, bokong monster-nya bergoyang saat rok jatuh ke lantai. Ia berdiri telanjang bulat di hadapan majikannya yang muda. Kulit sawo matang mengkilap keringat tipis, memeknya sudah basah mengilat.
564Please respect copyright.PENANAjz4JesNT5F
Rio mendekat, tangannya langsung meremas payudara besar itu kasar. “Besok aku suruh Ayah pasang collar di lehermu. Tapi hari ini… aku mau nikmati memekmu yang rapat.”
564Please respect copyright.PENANA6d8g7Glbf0
Ia mendorong Laras ke tempat tidur. Pembantu itu terbaring telentang, kakinya terbuka lebar secara otomatis. Rio mengangkat kedua kaki Laras ke bahunya, posisi missionary yang dalam. kontolnya yang sudah keras maksimal menepuk-nepuk memek basah Laras.
564Please respect copyright.PENANAaMEesm6lpC
“Mas… pelan-pelan ya… ini pertama kali setelah lama,” pinta Laras dengan suara parau, air mata malu kembali menggenang.
564Please respect copyright.PENANAaG2WhJz1mw
Rio tersenyum dominan. “Kamu sudah basah banget. memekmu lapar kontol besar, kan?”
564Please respect copyright.PENANAaOtZ65VCmb
Ia menggosokkan kepala kontolnya di celah memek Laras, membasahi seluruh batang dengan cairan orgasme bening yang melimpah. Setiap gesekan membuat ceri Laras berdenyut hebat. Laras menggigit bibir, pinggulnya tanpa sadar terangkat minta lebih.
564Please respect copyright.PENANAJld8p0Lfr8
“Masuk…” desahnya pelan, hampir tak terdengar.
564Please respect copyright.PENANAjlSPiUx6Eb
Dengan satu tekanan pelan tapi kuat, kepala kontol Rio mendorong masuk ke pintu memek Laras. “Aahhh!” Laras menjerit kecil. Sensasi robek yang nikmat menyakitkan membuat dinding memeknya meregang lebar. kontol Rio tebal, jauh lebih besar dari jari-jarinya sendiri. Tekanan penuh terasa sampai ke perut.
564Please respect copyright.PENANAzts9erjCr8
“Ngghh… ketat sekali,” erang Rio. Ia mendorong lebih dalam, setengah batang kontolnya tenggelam di dalam memek panas dan basah Laras. Dinding-dinding rapat itu memeluk kontolnya kuat, berdenyut-denyut.
564Please respect copyright.PENANAVszPF2eQaR
Laras menangis, kakinya di bahu Rio gemetar hebat. “Penuh… Mas… kontol Mas terlalu besar… perut saya terasa penuh…” Napasnya tersengal. Rasa terisi total membuat otaknya berkabut. Sakit di awal, tapi nikmat yang dalam mulai menyebar.
564Please respect copyright.PENANAubu1C4Gjpa
Rio berhenti sebentar, memberi waktu Laras menyesuaikan. Lalu ia mendorong lagi hingga pangkal. Seluruh kontolnya tenggelam habis di dalam memek Laras. “Plok!” suara basah menyatu terdengar.
564Please respect copyright.PENANAVKpqcbNfTG
“Aaahhh…!!” Laras menjerit, punggungnya melengkung. Air matanya mengalir deras. memeknya terasa robek, diregang maksimal, tapi getaran nikmat dari cerinya membuat cairan orgasmenya squirt sedikit keluar di sekitar pangkal kontol Rio.
564Please respect copyright.PENANAB7eLIxWWOv
Rio mulai bergerak. Keluar masuk pelan dulu, lalu semakin cepat. Setiap hentakan dalam membuat payudara Laras bergoyang liar. Suara “plok-plok-plok” basah memenuhi kamar. Bau nafsu keduanya bercampur, manis dan maskulin.
564Please respect copyright.PENANA4W2srxn8PA
“Enak… memekmu mengisap kontolku kuat sekali,” desah Rio sambil menatap wajah Laras yang sudah ahegao ringan mata setengah melotot, lidah sedikit terjulur.
564Please respect copyright.PENANAh1ikMPiCj1
Laras hanya bisa erang-erang tak jelas. “Mas… lebih dalam… hancurkan saya… hhnnngg!!” Nafsunya sudah meledak. Setiap kali kontol Rio masuk hingga pangkal, kepalanya menekan titik sensitif di dalam memeknya. Sensasi panas, penuh, dan berdenyut membuat kakinya kram di bahu Rio.
564Please respect copyright.PENANAZtRgWUMexs
Rio semakin ganas. Pinggulnya menghantam bokong monster Laras dengan ritme cepat. Tangannya meremas payudara besar itu, mencubit puting hingga Laras menjerit kenikmatan. Keringat keduanya bercampur, tubuh sawo matang Laras mengkilap indah.
564Please respect copyright.PENANABB9WYomE7u
“Keluar… Mas… saya mau keluar lagi!” Laras menangis, tubuhnya mengejang hebat. memeknya berdenyut kuat menggenggam kontol Rio.
564Please respect copyright.PENANASzTmKqPNkR
“Keluarlah. Squirt di kontolku,” perintah Rio serak.
564Please respect copyright.PENANAnMYXyGJ3Dr
Orgasme Laras datang seperti gelombang tsunami. cairan orgasme beningnya menyembur kuat di sekitar kontol Rio, membasahi perut pemuda itu. Tubuhnya kejang-kejang, kaki gemetar di bahu Rio, air mata mengalir deras. memeknya berdenyut-denyut hebat, memijat kontol Rio dari dalam.
564Please respect copyright.PENANAHwHE9NqbAm
Rio tidak tahan lama. “Aku juga… mau isi memekmu!”
564Please respect copyright.PENANAEJlgbcDxT6
Dengan beberapa hentakan dalam terakhir, ia mendorong kontolnya hingga paling dalam. sperma panas kental menyembur deras ke dalam rahim Laras. Laras merasakan setiap denyutan, setiap semprotan sperma yang panas memenuhi perutnya. Sensasi penuh dan hangat membuat perutnya sedikit kembung.
564Please respect copyright.PENANABRXjRiaUd4
“Mmmhh… penuh… sperma Mas banyak sekali…” erang Laras lemah, matanya berkaca-kaca kenikmatan.
564Please respect copyright.PENANAsYfZIxVTVL
Rio tetap di dalam beberapa saat, membiarkan spermanya meresap. Lalu ia menarik kontolnya keluar pelan. memek Laras yang tadinya rapat kini agak terbuka, mengeluarkan campuran sperma dan cairan orgasme bening yang kental, menetes ke seprai.
564Please respect copyright.PENANA5TiG3GK3N0
Laras terbaring lemas, napas tersengal, tubuh berkeringat. Emosinya campur aduk malu karena sudah menyerah sepenuhnya, tapi juga ketagihan luar biasa pada sensasi kontol besar yang meregang memeknya.
564Please respect copyright.PENANAOwex7vmR70
Rio mencium keningnya lembut, tapi matanya masih penuh nafsu dominan. “Bagus sekali, budak kecil. Besok Ayah ikut main. Kamu siap double penetration kan?”
564Please respect copyright.PENANAUQn6twWGGF
Laras hanya bisa mengangguk lemah. Tubuhnya sudah rusak sedikit demi sedikit, tapi nafsunya semakin gila.
564Please respect copyright.PENANA3Dq0oWh7It
Malam itu, di kamar pembantu kecilnya, Laras menyentuh memek yang masih mengeluarkan sperma Rio. Ia tahu, perjalanan sebagai mainan ayah dan anak baru saja dimulai.
564Please respect copyright.PENANAaIgXZADmVr


