Bab 3: Missionary yang Membuka Gerbang
558Please respect copyright.PENANAhsDCvVW5tt
Pagi berikutnya Laras bergerak seperti robot di seluruh rumah. Setiap langkah membuat memeknya yang tidak memakai celana dalam terasa angin sejuk menyapu, mengingatkannya pada perintah Rio semalam. Payudaranya terasa berat di balik seragam, puting-putingnya masih sensitif bekas remasan. Ia membersihkan ruang tamu dengan tangan gemetar, pikirannya terus kembali ke rasa sperma Rio yang asin di tenggorokannya.
558Please respect copyright.PENANA3rnaCj5mwW
Sore harinya, saat Pak Budi masih di kantor, Rio pulang lebih awal. Ia langsung memanggil Laras ke kamarnya dengan pesan singkat di ponsel: “Kamar aku. Sekarang.”
558Please respect copyright.PENANAObIjvUC9nL
Laras berdiri di depan pintu kamar Rio dengan jantung berdegup kencang. Ia tahu hari ini tidak akan berhenti di mulut saja. Tubuhnya sudah basah sejak pagi, memeknya berdenyut setiap mengingat kontol tebal pemuda itu.
558Please respect copyright.PENANA1WlbS35Ora
“Masuk,” suara Rio terdengar dari dalam.
558Please respect copyright.PENANAKZEut4figU
Laras membuka pintu dan mengunci seperti perintah. Rio sudah telanjang dada, otot perutnya terpahat jelas. Celananya masih dipakai, tapi tonjolan besar sudah terlihat. “Buka seragammu. Semua.”
558Please respect copyright.PENANA1ZSxTFTBN1
Dengan tangan gemetar, Laras membuka kancing satu per satu. Payudara J-cup montoknya melompat bebas, bokong monster-nya bergoyang saat rok jatuh ke lantai. Ia berdiri telanjang bulat di hadapan majikannya yang muda. Kulit sawo matang mengkilap keringat tipis, memeknya sudah basah mengilat.
558Please respect copyright.PENANA8ZJGpSYhbJ
Rio mendekat, tangannya langsung meremas payudara besar itu kasar. “Besok aku suruh Ayah pasang collar di lehermu. Tapi hari ini… aku mau nikmati memekmu yang rapat.”
558Please respect copyright.PENANAU2HDvMDgPC
Ia mendorong Laras ke tempat tidur. Pembantu itu terbaring telentang, kakinya terbuka lebar secara otomatis. Rio mengangkat kedua kaki Laras ke bahunya, posisi missionary yang dalam. kontolnya yang sudah keras maksimal menepuk-nepuk memek basah Laras.
558Please respect copyright.PENANAi2IeBvn2KI
“Mas… pelan-pelan ya… ini pertama kali setelah lama,” pinta Laras dengan suara parau, air mata malu kembali menggenang.
558Please respect copyright.PENANAjtIrGtbS7G
Rio tersenyum dominan. “Kamu sudah basah banget. memekmu lapar kontol besar, kan?”
558Please respect copyright.PENANAerIDnsnyah
Ia menggosokkan kepala kontolnya di celah memek Laras, membasahi seluruh batang dengan cairan orgasme bening yang melimpah. Setiap gesekan membuat ceri Laras berdenyut hebat. Laras menggigit bibir, pinggulnya tanpa sadar terangkat minta lebih.
558Please respect copyright.PENANAyMgdN88hWB
“Masuk…” desahnya pelan, hampir tak terdengar.
558Please respect copyright.PENANABzvNLd8JlB
Dengan satu tekanan pelan tapi kuat, kepala kontol Rio mendorong masuk ke pintu memek Laras. “Aahhh!” Laras menjerit kecil. Sensasi robek yang nikmat menyakitkan membuat dinding memeknya meregang lebar. kontol Rio tebal, jauh lebih besar dari jari-jarinya sendiri. Tekanan penuh terasa sampai ke perut.
558Please respect copyright.PENANAwEbgvoaxHe
“Ngghh… ketat sekali,” erang Rio. Ia mendorong lebih dalam, setengah batang kontolnya tenggelam di dalam memek panas dan basah Laras. Dinding-dinding rapat itu memeluk kontolnya kuat, berdenyut-denyut.
558Please respect copyright.PENANAjgKmz4knFe
Laras menangis, kakinya di bahu Rio gemetar hebat. “Penuh… Mas… kontol Mas terlalu besar… perut saya terasa penuh…” Napasnya tersengal. Rasa terisi total membuat otaknya berkabut. Sakit di awal, tapi nikmat yang dalam mulai menyebar.
558Please respect copyright.PENANA812WkUdmpv
Rio berhenti sebentar, memberi waktu Laras menyesuaikan. Lalu ia mendorong lagi hingga pangkal. Seluruh kontolnya tenggelam habis di dalam memek Laras. “Plok!” suara basah menyatu terdengar.
558Please respect copyright.PENANAw6suainmI7
“Aaahhh…!!” Laras menjerit, punggungnya melengkung. Air matanya mengalir deras. memeknya terasa robek, diregang maksimal, tapi getaran nikmat dari cerinya membuat cairan orgasmenya squirt sedikit keluar di sekitar pangkal kontol Rio.
558Please respect copyright.PENANAIKl7sQre64
Rio mulai bergerak. Keluar masuk pelan dulu, lalu semakin cepat. Setiap hentakan dalam membuat payudara Laras bergoyang liar. Suara “plok-plok-plok” basah memenuhi kamar. Bau nafsu keduanya bercampur, manis dan maskulin.
558Please respect copyright.PENANAlfAn3ji8ec
“Enak… memekmu mengisap kontolku kuat sekali,” desah Rio sambil menatap wajah Laras yang sudah ahegao ringan mata setengah melotot, lidah sedikit terjulur.
558Please respect copyright.PENANAzFTQ2pnk06
Laras hanya bisa erang-erang tak jelas. “Mas… lebih dalam… hancurkan saya… hhnnngg!!” Nafsunya sudah meledak. Setiap kali kontol Rio masuk hingga pangkal, kepalanya menekan titik sensitif di dalam memeknya. Sensasi panas, penuh, dan berdenyut membuat kakinya kram di bahu Rio.
558Please respect copyright.PENANA3X0q1t3MQv
Rio semakin ganas. Pinggulnya menghantam bokong monster Laras dengan ritme cepat. Tangannya meremas payudara besar itu, mencubit puting hingga Laras menjerit kenikmatan. Keringat keduanya bercampur, tubuh sawo matang Laras mengkilap indah.
558Please respect copyright.PENANAWPdrFeVmTX
“Keluar… Mas… saya mau keluar lagi!” Laras menangis, tubuhnya mengejang hebat. memeknya berdenyut kuat menggenggam kontol Rio.
558Please respect copyright.PENANAXoFZFFc8zO
“Keluarlah. Squirt di kontolku,” perintah Rio serak.
558Please respect copyright.PENANAyLABUz5aRJ
Orgasme Laras datang seperti gelombang tsunami. cairan orgasme beningnya menyembur kuat di sekitar kontol Rio, membasahi perut pemuda itu. Tubuhnya kejang-kejang, kaki gemetar di bahu Rio, air mata mengalir deras. memeknya berdenyut-denyut hebat, memijat kontol Rio dari dalam.
558Please respect copyright.PENANAhZns4fFmNb
Rio tidak tahan lama. “Aku juga… mau isi memekmu!”
558Please respect copyright.PENANAOE6tZyoa8d
Dengan beberapa hentakan dalam terakhir, ia mendorong kontolnya hingga paling dalam. sperma panas kental menyembur deras ke dalam rahim Laras. Laras merasakan setiap denyutan, setiap semprotan sperma yang panas memenuhi perutnya. Sensasi penuh dan hangat membuat perutnya sedikit kembung.
558Please respect copyright.PENANAkJkbAulcvX
“Mmmhh… penuh… sperma Mas banyak sekali…” erang Laras lemah, matanya berkaca-kaca kenikmatan.
558Please respect copyright.PENANAka7KLLwyH4
Rio tetap di dalam beberapa saat, membiarkan spermanya meresap. Lalu ia menarik kontolnya keluar pelan. memek Laras yang tadinya rapat kini agak terbuka, mengeluarkan campuran sperma dan cairan orgasme bening yang kental, menetes ke seprai.
558Please respect copyright.PENANAInYcL2i1ZT
Laras terbaring lemas, napas tersengal, tubuh berkeringat. Emosinya campur aduk malu karena sudah menyerah sepenuhnya, tapi juga ketagihan luar biasa pada sensasi kontol besar yang meregang memeknya.
558Please respect copyright.PENANA4UfxseoWcN
Rio mencium keningnya lembut, tapi matanya masih penuh nafsu dominan. “Bagus sekali, budak kecil. Besok Ayah ikut main. Kamu siap double penetration kan?”
558Please respect copyright.PENANAFQCrQNUhDZ
Laras hanya bisa mengangguk lemah. Tubuhnya sudah rusak sedikit demi sedikit, tapi nafsunya semakin gila.
558Please respect copyright.PENANA1sfrx9xoaM
Malam itu, di kamar pembantu kecilnya, Laras menyentuh memek yang masih mengeluarkan sperma Rio. Ia tahu, perjalanan sebagai mainan ayah dan anak baru saja dimulai.
558Please respect copyright.PENANAqnaoviwOwr


