Bab 4: Gelombang yang Tak Terbendung
1353Please respect copyright.PENANAYPPzyfF1xE
Hari keempat tanpa Andi dimulai dengan cahaya matahari yang terasa lebih menyengat bagi Rina. Ia terbangun dengan tubuh yang sudah basah keringat meski AC menyala maksimal. Seprai di bawahnya lembab lagi, bukti dari malam yang penuh gelisah. memeknya terasa bengkak dan sangat sensitif, setiap gerakan kecil membuat dinding-dindingnya berdenyut minta perhatian. Puncak putingnya mengeras sejak bangun, nyeri manja setiap kali bergesek kain bra. Rina duduk di tepi tempat tidur, napasnya pendek-pendek.
1353Please respect copyright.PENANAyVGFxwGBNh
"Ya Allah... apa yang terjadi denganku? Ini sudah hari keempat, kenapa semakin parah?" gumamnya dengan suara bergetar. Air mata malu mengalir pelan di pipi putih mulusnya. Ia merasa telah mengkhianati Andi hanya karena pikiran dan sensasi tubuhnya sendiri. Tapi obat yang sudah terkumpul di tubuhnya membuat akal sehatnya kabur. Ia berusaha sholat Dhuha, tapi saat sujud, tekanan di memeknya membuat ia menggigit bibir keras hingga hampir berdarah.
1353Please respect copyright.PENANAF9puZ4Eikn
Pak Hadi sudah menunggu di dapur seperti biasa. Hari ini ia memakai kaos ketat yang memperlihatkan otot dada dan lengan yang masih kuat untuk usia 55 tahun. kontolnya sudah setengah tegang sejak pagi, membayangkan malam ini adalah waktunya. Dosis obat penuh sudah disiapkan dalam bentuk sirup manis yang akan ia campur ke dalam minuman Rina sepanjang hari.
1353Please respect copyright.PENANA7IbjcDzL8h
"Selamat pagi, Nak Rina. Kamu terlihat semakin cantik hari ini," sapa Pak Hadi dengan suara dalam yang hangat. Matanya menatap hijab putih Rina, lalu turun ke lekuk dada yang meski tertutup tetap menonjol indah.
1353Please respect copyright.PENANANv48v5OAoo
Rina tersipu, tapi wajahnya sudah merah alami karena efek obat. "Pagi, Pak. Maaf kalau saya kurang enak badan akhir-akhir ini."
1353Please respect copyright.PENANAzYjrj29Sqd
Mereka sarapan bersama. Pak Hadi menyajikan bubur ayam spesial dengan tambahan sirup obat yang tak berbau. Rina makan pelan, tapi setiap suap membuat panas di perutnya semakin menyebar. Setelah sarapan, Pak Hadi menyodorkan segelas air dingin yang sudah dicampur dosis tambahan.
1353Please respect copyright.PENANAMmaLoqcR07
"Minum banyak ya, Nak. Biar tubuh segar," katanya sambil tersenyum.
1353Please respect copyright.PENANAReMHDpWxPX
Sepanjang pagi, Rina mencoba membersihkan rumah seperti biasa. Tapi tubuhnya bereaksi berlebihan. Saat menyapu lantai ruang tamu, setiap kali membungkuk, bokong monster-nya terasa penuh dan sensitif. Gesekan rok panjang di paha dalam membuat cairan cairan orgasme keluar lebih banyak, membasahi celana dalamnya hingga ia khawatir ada bau yang tercium. putingnya begitu keras hingga terasa sakit nikmat.
1353Please respect copyright.PENANACYGFXyiT1B
Pak Hadi mengawasi dari dekat. Ia membantu membersihkan rak tinggi, sengaja berdiri di belakang Rina. Tubuhnya hampir menempel. Rina bisa merasakan kehangatan tubuh mertuanya dan sesuatu yang besar, keras, dan panas menyentuh punggung bawahnya sekilas.
1353Please respect copyright.PENANADYmNUFHdG3
"Pak... tolong jangan terlalu dekat," pinta Rina dengan suara lemah.
1353Please respect copyright.PENANArcKCBdzNMS
"Tidak apa-apa, Nak. Bapak hanya membantu," jawab Pak Hadi sambil tangannya "tak sengaja" menyentuh pinggang ramping Rina, lalu naik sedikit ke sisi payudara montoknya. Sentuhan itu membuat Rina hampir jatuh berlutut karena gelombang kenikmatan yang menyerang memeknya.
1353Please respect copyright.PENANA5K2gGrqMrM
Siang hari, panas semakin tak tertahankan. Rina ke kamar mandi untuk mandi air dingin. Air mengalir deras di kulit putih mulusnya, tapi malah membuat sensasi semakin kuat. Saat sabun menyentuh puting dan kristoris , ia harus menahan erangan. "Ahh... tidak boleh... ini dosa besar..." Tapi tangannya bergerak sendiri, mengusap pelan memek yang sudah banjir. Hanya beberapa detik, orgasme kecil datang, membuat kakinya gemetar dan cairan orgasme bening menyembur pelan. Rina menangis di bawah shower, merasa hancur karena kelemahannya.
1353Please respect copyright.PENANAr3vCeqeFrI
Pak Hadi menonton semuanya lewat kamera yang baru dipasang. kontolnya sudah sangat tegang, berdenyut minta dilepaskan. Ia mengusapnya pelan sambil berbisik, "Besok malam itu milik Bapak, Rina. memek rapatmu akan robek oleh kontol besar Bapak."
1353Please respect copyright.PENANAfLBuSepecY
Sore harinya, Rina duduk di ruang tamu mencoba membaca Al-Quran untuk menenangkan hati. Tapi huruf-huruf seolah menari, pikirannya penuh bayangan tangan kuat Pak Hadi. Mertuanya datang lagi dengan teh hangat dosis tinggi.
1353Please respect copyright.PENANACWEQY41ac2
"Minumlah, Nak. Bapak lihat kamu gelisah terus. Ini teh spesial dari Bapak," kata Pak Hadi sambil duduk sangat dekat.
1353Please respect copyright.PENANAfTIVTFJxMf
Rina minum banyak karena tenggorokannya kering. Efeknya langsung menyambar. memeknya berdenyut kuat, seperti ada yang menggelitik dari dalam. Ia menggeser duduknya, bokong monster-nya terasa panas dan penuh. Pak Hadi meletakkan tangan di paha Rina di atas rok, "Kamu tegang sekali di sini. Biarkan Bapak pijit paha mu biar rileks."
1353Please respect copyright.PENANA9SMhQIRMeN
Tangan besar itu memijat paha Rina dengan gerakan naik turun yang semakin dekat ke memek. Rina gemetar hebat, napasnya tersengal. "Pak Hadi... hentikan... saya istri Andi..."
1353Please respect copyright.PENANAB3R4AWUKy1
"Tapi Andi tidak di sini, Nak. Tubuhmu butuh sentuhan. Lihat, kamu sudah basah kan?" bisik Pak Hadi semakin berani. Jarinya menyentuh bagian dalam paha, sangat dekat dengan memek yang banjir.
1353Please respect copyright.PENANAgdbrsRFH7T
Rina bangkit dengan sisa tenaga, berlari ke kamar dan mengunci pintu. Ia jatuh di lantai, tangan langsung menyentuh memeknya sendiri. Kali ini ia tak bisa menahan lagi. Jari-jarinya mengusap kristoris dengan cepat, membayangkan sesuatu yang besar dan tebal memasukinya. Orgasme datang keras, cairan orgasme menyembur ke lantai, kakinya kejang, air mata mengalir deras. "Maafkan aku... Mas Andi... ahhh!"
1353Please respect copyright.PENANAkFpCoWTQth
Pak Hadi di luar kamar tersenyum puas. Rekaman lengkap. Malam ini adalah malam terakhir Rina sebagai istri saleha yang utuh. Besok ia akan mulai langkah nyata.
1353Please respect copyright.PENANAEz7EF6rjrS
Malam semakin larut. Rina berbaring lemas di tempat tidur, tubuhnya masih bergetar sisa orgasme. Ia merasa sudah rusak, tapi ketagihan aneh mulai muncul di hatinya. Pak Hadi di kamarnya mempersiapkan segala alat: tali sutra, pelumas, obat tidur ringan, dan kamera utama. kontol besarnya berdenyut penuh antisipasi.
1353Please respect copyright.PENANASe76ji81pp
"Besok, Rina. Besok memekmu akan penuh sperma Bapak," katanya sambil tertawa pelan dalam kegelapan.
1353Please respect copyright.PENANAlsicVZz18O
Rumah besar itu masih diam di permukaan, tapi di dalamnya, api tabu sudah siap membakar segala kesalehan yang tersisa.
1353Please respect copyright.PENANAyQgBhQvBPb


