Bab 5: Malam Pertama yang Terlarang
1729Please respect copyright.PENANAkCjfr3KvZf
Malam itu gelap dan hening di rumah besar Pak Hadi. Jam menunjukkan pukul sebelas malam ketika Rina masih terbaring gelisah di tempat tidur kamarnya. Tubuhnya sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Efek obat perangsang yang terkumpul selama empat hari membuat setiap inci kulit putih mulusnya terasa seperti terbakar oleh api kenikmatan yang menyiksa. memek di antara pahanya basah sekali, cairan orgasme bening terus mengalir pelan membasahi seprai. Puncak puting di payudara I-cupnya mengeras seperti batu, nyeri dan minta dihisap. kristoris kecilnya berdenyut-denyut tanpa henti, membuat Rina menggeliat kesakitan nikmat.
1729Please respect copyright.PENANANOGDiN5DwG
Ia mencoba bangkit untuk berwudhu, tapi kakinya lemas. "Mas Andi... tolong aku... aku tidak kuat lagi," bisiknya dengan suara pecah. Air mata mengalir deras di pipinya. Kesalehan yang ia jaga bertahun-tahun mulai retak parah. Tubuh sensitifnya sudah menyerah pada gelombang panas yang datang tanpa henti.
1729Please respect copyright.PENANAvq4JD7StDy
Tiba-tiba terdengar ketukan pelan di pintu kamar. "Nak Rina... Bapak dengar kamu gelisah. Bapak masuk ya?" Suara Pak Hadi terdengar lembut, tapi ada nada kuasa yang tak bisa ditolak.
1729Please respect copyright.PENANAZPWmio21VC
Rina ingin menjawab "jangan", tapi obat membuat lidahnya berat. Pintu terbuka pelan. Pak Hadi masuk dengan membawa gelas susu hangat yang sudah dicampur obat perangsang dosis penuh dan sedikit obat tidur ringan. Tubuh tegapnya hanya mengenakan kaos dan celana pendek longgar. Tonjolan besar di selangkangan sudah terlihat jelas.
1729Please respect copyright.PENANAMGZ9RGSgkX
"Bapak... keluar... ini tidak boleh," protes Rina lemah sambil mencoba menarik selimut menutupi tubuhnya yang hanya memakai baju tidur tipis.
1729Please respect copyright.PENANAcfRJeNjAQj
Pak Hadi duduk di tepi tempat tidur, tersenyum tenang. "Kamu sakit, Nak. Minum ini dulu. Bapak akan rawat kamu malam ini." Ia memegang kepala Rina pelan tapi tegas, memaksa gelas susu itu ke bibirnya. Rina mencoba melawan, tapi cairan hangat itu masuk ke tenggorokannya. Rasa manis menutupi obat yang kuat. Dalam hitungan menit, panas di tubuh Rina meledak. memeknya berkontraksi kuat, cairan orgasme mengalir deras.
1729Please respect copyright.PENANAjdJb4RqoS5
Pak Hadi meletakkan gelas kosong, lalu tangannya mulai menyentuh hijab Rina. "Hijab ini... tidak perlu lagi malam ini." Dengan gerakan perlahan, ia membuka hijab putih itu, membiarkan rambut hitam panjang Rina tergerai indah. Tangan besarnya menyusuri leher putih mulus, lalu turun ke dada.
1729Please respect copyright.PENANAiA3Z4Sxclx
"Jangan... Pak... saya istri Andi... ini dosa besar..." Rina menangis, tapi tubuhnya justru mendekat saat jari Pak Hadi menyentuh puncak puting melalui kain tipis.
1729Please respect copyright.PENANAwnJw6c2og5
"Shhh... tubuhmu sudah bilang lain, Nak. Lihat, putingmu sudah mengeras minta dihisap Bapak." Pak Hadi menarik baju tidur Rina ke atas, memperlihatkan payudara montok I-cup yang sempurna. Dua buah puting merah besar berdiri tegak, menggoda. Lidah Pak Hadi langsung menjilat salah satunya, lalu menghisap kuat.
1729Please respect copyright.PENANAflM8ZgFsLR
"Ahhh!" Rina mengerang keras. Sensasi panas dan basah lidah mertuanya membuat seluruh tubuhnya kejang. Pak Hadi menghisap bergantian, gigit pelan, hisap lagi sambil tangan kirinya meremas payudara yang satunya. Bau tubuh Rina yang manis bercampur keringat dan cairan orgasme memek memenuhi ruangan. Suara "slurp... slurp" dari mulut Pak Hadi terdengar mesum di telinga Rina.
1729Please respect copyright.PENANAEOTPxsFClu
Rina mencoba mendorong kepala Pak Hadi, tapi tenaganya lemah. "Sakit... enak... jangan... ahh!" Emosinya kacau: malu, takut, marah, tapi kenikmatan yang belum pernah ia rasakan ini membuat otaknya blank.
1729Please respect copyright.PENANA0VAi7Ge8OX
Pak Hadi terus menurunkan cumbuannya. Lidahnya menelusuri perut rata Rina yang mulus, lalu sampai ke paha dalam yang gemetar. Ia membuka lebar kedua paha Rina, memperlihatkan memek yang sudah banjir. Bibir memek itu merah mengkilap, kristoris kecilnya bengkak dan menonjol.
1729Please respect copyright.PENANA8q9HAEg2yK
"memekmu sangat cantik, Nak. Sudah basah sekali untuk kontol Bapak." Pak Hadi meniup pelan ke kristoris itu, membuat Rina menggelinjang hebat. Kemudian lidahnya menjilat panjang dari bawah memek sampai ke kristoris menghisap cairan cairan orgasme yang keluar dengan rakus. Rasa asin-manis Rina membuat Pak Hadi semakin liar.
1729Please respect copyright.PENANA7bypT7y8vt
"Uhkk... ahhh! Pak... jangan di sana... itu kotor!" jerit Rina. Tapi pinggulnya justru terangkat ke atas, menekan memeknya ke mulut mertua. Pak Hadi memasukkan dua jari tebalnya ke dalam memek yang rapat, mengaduk-aduk sambil menghisap kristoris kuat. Suara "squish... squish" cairan cairan orgasme terdengar jelas. Jari-jarinya membuka dinding memek, menemukan titik sensitif di dalam yang membuat Rina squirt kecil pertama.
1729Please respect copyright.PENANADbl8pLVQOe
cairan orgasme bening menyembur ke wajah Pak Hadi. Rina menjerit, tubuhnya kejang hebat, kaki gemetar tak terkendali. "Aku... keluar... maafkan aku..."
1729Please respect copyright.PENANAuFyZwCb3xS
Pak Hadi bangkit, wajahnya basah. Ia melepas bajunya sendiri, memperlihatkan kontol besar tebal yang sudah berdiri tegak, urat-uratnya menonjol, kepala kontol mengkilap cairan awal. Ukuran itu jauh lebih besar dari milik Andi.
1729Please respect copyright.PENANAKIcLgWI9Ai
"Lihat ini, Nak Rina. Ini yang akan merobek memekmu malam ini. Kamu akan jadi budak Bapak mulai sekarang."
1729Please respect copyright.PENANA8lGUdfbDqG
Rina menatap kontol itu dengan mata lebar penuh ketakutan dan hasrat yang dipaksa obat. "Tidak... terlalu besar... akan robek..."
1729Please respect copyright.PENANAaOdVAVNQlu
Pak Hadi naik ke atas tempat tidur, menindih tubuh Rina yang setengah sadar. Ia mencium bibir Rina paksa, lidahnya menari di dalam mulut menantunya sambil tangannya terus memainkan kristoris dan memasukkan tiga jari ke memek. Foreplay berlangsung lama, penuh suara erangan, isapan, dan jari yang mengaduk tanpa henti.
1729Please respect copyright.PENANAus9ifmxTk9
Rina sudah broken sebagian. Air matanya terus mengalir, tapi pinggulnya kini bergerak mengikuti irama jari Pak Hadi. "Pak... hentikan... tapi... enak sekali... tubuhku panas..."
1729Please respect copyright.PENANAt3SFtBYCVS
Pak Hadi tertawa pelan di telinga Rina. "Besok kamu akan minta sendiri, Nak. Malam ini Bapak mulai melatihmu jadi budak memek."
1729Please respect copyright.PENANAqArlNzfRHV
Foreplay semakin intens. Pak Hadi membalik tubuh Rina ke posisi tengkurap, menarik bokong monster-nya ke atas. Lidahnya menjilat anal kecil di belakang, mempersiapkan segalanya. Rina hanya bisa mengerang dan menangis, tubuh sensitifnya sudah sepenuhnya dikuasai mertua yang obsesif.
1729Please respect copyright.PENANA4aon1dKzVI


