Setelah pulang dari rumah Muti. Sudah banyak notif di Telegram dari tiga selir Gw itu yang dikirim saat Gw sedang bersyahwat dengan Muti.
174Please respect copyright.PENANAIm6kmDq1UY
Kak Sinta :
"Jak, ceritain sekarang."
174Please respect copyright.PENANA1jmx1i0bk6
Bu Nisa :
"Bu Lena belum tau ya?"
174Please respect copyright.PENANAscq1bYovDD
Bu Lena :
"Ada apa?"
174Please respect copyright.PENANAOsOg4svlmb
Bu Nisa :
"Jaka abis dapetin orang baru."
174Please respect copyright.PENANAWMedUNYqCC
Bu Lena :
"Hah? Siapa?"
174Please respect copyright.PENANAvtn9l5O685
Kak Sinta :
"Bu Ros, Bu."
"Makanya ini aku tanyain, pokoknya Jaka harus cerita disini."
174Please respect copyright.PENANAhl85EcP0NY
Melihat isi chat itu, Gw langsung saja meladeni pertanyaan mereka.
174Please respect copyright.PENANAxsRPBYFAAl
Jaka :
"Bukan cuma sama Bu Ros. Hahaha."
174Please respect copyright.PENANAxy945aAmfY
Bu Nisa :
"Jakaaa. Siapa lagi ya ampun."
174Please respect copyright.PENANADlwlFunzhQ
Kak Sinta :
"Gak kuat di aku kalo punya pacar kayak kamu, Jak."
174Please respect copyright.PENANAXAZ2jm1raH
Jaka
"Muti. Hahahaha."
174Please respect copyright.PENANAYqPlIms3Hj
Kak Sinta :
"Ya ampun Jaka. Kok bisaaa."
174Please respect copyright.PENANArOkjnFeGPI
Bu Lena :
"Haduhh Jakaaa."
174Please respect copyright.PENANAaA6qke8vU5
Jaka :
"Mau tau cerita yang mana dulu nih?"
174Please respect copyright.PENANAEbQf0vTyUL
Bu Nisa :
"Muti dulu Jak. Aku penasaran kok Muti bisa."
174Please respect copyright.PENANAsKiKHh7aRQ
Jaka :
"Ya karena Muti nyaman sama saya gituu."
174Please respect copyright.PENANAtCkiX3ykCp
Kak Sinta :
"Tadi kamu main sama Muti??!!"
174Please respect copyright.PENANAXwnX2kYOly
Jaka :
"Main, tapi enggak ML. Cuma blowjob doang."
174Please respect copyright.PENANAvkMGrC59jc
Bu Nisa :
"Terus kalo Bu Ros?"
174Please respect copyright.PENANACpMIdblQHe
Jaka :
"Dianya yang goda-godain saya. Ya saya ajak ke kamar Bang Sani. Hehehe."
174Please respect copyright.PENANAB2q45M2Lph
Bu Nisa :
"Tuh kan Bu Lena, kamar Bang Sani emang bisa bermanfaat."
174Please respect copyright.PENANA7ZGewmgBS8
Bu Lena :
"Iya. Bermanfaat buat Jaka. Saya mah jarang ditengokin."
174Please respect copyright.PENANA0F37VIg0By
Bu Nisa :
"Ibu mah masih kemarin. Saya udah berapa lama ini."
174Please respect copyright.PENANAliUtME3KDZ
Jaka :
"Main bertiga yuk Buu."
174Please respect copyright.PENANAToh0OjHnpG
Bu Nisa :
"Sama siapa?"
174Please respect copyright.PENANAztjHefgCZ0
Jaka :
"Saya, Bu Nisa sama Bu Lena. Di rumah Bu Lena."
174Please respect copyright.PENANA5DUpmOsDRA
Kak Sinta :
"Ahh, parah. Aku gak di ajak."
174Please respect copyright.PENANAFUC9MOp0lb
Bu Lena :
"Yang muda nanti dulu yaa. Ngalah dulu sama yang udah nikah."
"Yuk, Jak. Kapan?"
174Please respect copyright.PENANADk3a3uQpST
Jaka :
"Lusa aja, Bu. Kan malam minggu. Sekalian kita nginep."
"Aku mau tidur bareng Bu Nisa sama Bu Lena.
174Please respect copyright.PENANA2ew6yz6H7W
Bu Nisa :
"Ayukkk. Aku udah kangen kontolnya Jaka."
174Please respect copyright.PENANA5DiHbFgMrc
Kak Sinta :
"Parah ihh. Lawan aku ibu-ibu semua. Mana nambah Bu Ros lagi."
174Please respect copyright.PENANA6hzN33yRDf
Bu Nisa :
"Eh iya, Jak. Itu Bu Ros gimana bisa dia mainnya. Ceritanya belum kelar tadi."
174Please respect copyright.PENANAQsUoZ7Amss
Jaka :
"Ya tadi gitu kan. Di goda-godain terus saya ajak main di kamar Bang Sani. Terus abis main abis Bu Ros keluar kamar, tiba-tiba Bu Nia masuk padahal saya masih bugil."
"Dia marah-marah dibilang saya perusak rumah tangga orang."
"Terus juga Bu Nia bilang kalo Bu Ros kemarinnya abis main sama Rudi."
174Please respect copyright.PENANAUO2a9F0VJf
Bu Lena :
"Hah?? Serius??"
174Please respect copyright.PENANAvxM5uqCb7s
Jaka :
"Iyaa. Pokoknya kalian jangan nanya-nanya sama Rudi ya. Ini rahasia kita-kita aja."
174Please respect copyright.PENANAVQq5o5c5Nn
Bu Nisa :
"Tapi kamunya udah nanya Bu Ros?"
174Please respect copyright.PENANAvT3zmWnkX8
Jaka :
"Belum."
174Please respect copyright.PENANAVr9luzGBYl
Bu Nisa :
"Coba kamu tanya, Jak."
174Please respect copyright.PENANAUU3Q9Ecbgg
Jaka :
"Oke deh, coba saya WA."
174Please respect copyright.PENANAtHkRtqRAet
Setelah diberikan arahan oleh Bu Nisa, Gw pun mencoba untuk menanyakan kepada Bu Ros perihal yang tadi sore via WA.
174Please respect copyright.PENANAq7ITvfCDyA
Jaka :
"Assalamualaikum, Bu Ros."
174Please respect copyright.PENANAxb6UNME39t
Tidak ada jawaban
174Please respect copyright.PENANAXuWPcmXrCQ
Jaka :
"Bu?"
174Please respect copyright.PENANA3FT6M9Wbd3
Setelah menunggu 15 menit. Barulah muncul balasan dari Bu Ros.
174Please respect copyright.PENANA9QdURvkZxE
Bu Ros :
"Iya, Jak. Kenapa?"
174Please respect copyright.PENANAqLR4i3jjTA
Jaka :
"Lagi sibuk gak?"
174Please respect copyright.PENANA35iy9Bh7wb
Bu Ros :
"Iya nih, Jak. Lagi bantuin anak saya ngerjain PR. Kenapa?"
174Please respect copyright.PENANAmMKuZzr6uW
Jaka :
"Mau bahas yang tadi, Bu."
174Please respect copyright.PENANAipTEwCuuf6
Bu Ros :
"Jangan di WA yaa."
174Please respect copyright.PENANARHCihFQmmo
Jaka :
"Oke deh."
174Please respect copyright.PENANAOre13rECSq
Yah. Bu Ros enggak mau bahas itu lewat WA. Dan juga kalo Gw ajak ngobrol besok di sekolah, takut diliat Bu Nia nanti dia mikir macem-macem lagi.
174Please respect copyright.PENANAMojFiVma91
_____-----_____
174Please respect copyright.PENANA6UDRC8PCvU
Esoknya di sekolah, Gw mencoba untuk berbicara dengan Bu Ros. Tapi setiap kali Gw mencoba untuk menemuinya, selalu saja ada Bu Nia yang mencoba untuk menjauhkan Gw dengan Bu Ros. Sampai akhirnya Gw menyerah dan meminta bantuan Bu Nisa.
174Please respect copyright.PENANAStJFu0ejkP
"Bu." panggil Gw ke Bu Nisa yang sedang berada di kelasnya setelah selesai mengajar dan anak-anak baru saja pulang.
174Please respect copyright.PENANAbVBeXnVpdE
"Ehh, Jak. Enggak siap-siap buat sholat Jum'at?" tanyanya.
174Please respect copyright.PENANAoJecYCWr8j
"Iya ini mau. Tapi saya mau minta tolong."
174Please respect copyright.PENANAtj8ujGYpK5
"Minta tolong apa sihh. Sini saya bantuin kalo buat kamu mah." ucapnya.
174Please respect copyright.PENANAhsr3zdNLbm
"Saya mau nanya ke Bu Ros tentang yang kemarin. Tapi tiap saya mau nemuin Bu Ros, Bu Nia selalu aja ngeliatin saya." jelas Gw.
174Please respect copyright.PENANA1vLFuoLj0b
"Jadi saya harus gimana?" tanyanya.
174Please respect copyright.PENANAaHot4QDlWd
"Ibu tawarin aja ke Bu Nia, udah siapin buat acara ultah anaknya belum. Kalo belum ajakin Bu Nia buat Bu Nisa temenin belanja, gituu." ucap Gw.
174Please respect copyright.PENANAvjltUvkWQ2
"Bilang aja ibu tau toko yang murah buat beli alat-alat pesta ultah gitu." lanjut Gw.
174Please respect copyright.PENANAolWV9klOUL
Gw pun lalu berangkat ke masjid terdekat bersama Rudi dan Pak Rizki serta Bang Sani. Sepulangnya dari masjid, Gw menengok ke kelas Bu Ros melihatnya sedang membersihkan kelasnya.
174Please respect copyright.PENANAmA9teTfli2
"Bu Ros." sapa Gw.
174Please respect copyright.PENANA7gEdh62SzW
"Iya, Jakk." sautnya.
174Please respect copyright.PENANA0c9CXImGew
"Sendirian aja. Enggak sama Bu Nia?" tanya Gw.
174Please respect copyright.PENANAYsx549WbpA
"Iya nih sendiri. Bu Nianya lagi sama Bu Nisa beli buat persiapan besok anaknya ultah Jak. Sini dong bantuin saya." ajaknya.
174Please respect copyright.PENANAOHvus4bgNU
"Bantuin apa, Bu?"
174Please respect copyright.PENANA2YER9i2V2C
"Ini, bantuin beresin kelas. Kalo kelas bawah kan anaknya masih pada kecil, jadi pada belum bisa piket. Jadinya harus gurunya yang beresin." keluhnya.
174Please respect copyright.PENANAX7btZQ44DR
Setelah beberapa lama Gw membantu Bu Ros membersihkan kelas, disaat kami sedang beristirahat di kelasnya. Bu Ros bertanya dengan maksud Gw semalam.
174Please respect copyright.PENANAPM91duROBR
"Eh, Jak. Semalem kamu ngechat saya, mau ngomong apa?" tanya Bu Ros.
174Please respect copyright.PENANAiEWuEZrGEe
"Iya ini saya mau nanya."
174Please respect copyright.PENANAtxrXdRYWe4
"Nanya apa, Jak?"
174Please respect copyright.PENANArcoBoPS03X
"Ibu tau gak sih, kalo abis kita main di kamar Bang Sani. Tiba-tiba aja Bu Nia nyamperin aku padahal aku masih telanjang." jelas Gw.
174Please respect copyright.PENANAi1hfVNuevL
"Ahh, yang bener??!!"
174Please respect copyright.PENANAEZyll6L3qC
"Iyaa. Terus saya diomelin. Dibilang saya perusak rumah tangga Bu Ros." lanjut Gw.
174Please respect copyright.PENANA8xN17sU5NV
"Terus juga saya mau nanya ini. Bu Nia bilang kalo sebelum saya, Bu Ros pernah main sama Rudi. Emang bener, Bu?" tanya Gw.
174Please respect copyright.PENANATkNJjMJpsU
Bu Ros kaget. Tatapannya kosong entah kemana. Mungkin ia bingung harus menjawab apa.
174Please respect copyright.PENANAUvIBYW8ob8
"Gapapa, Bu. Cerita aja. Saya bisa jaga rahasia kok."
174Please respect copyright.PENANAvZeCBDJKYv
"Saya juga bingung ceritanya, Jak."
174Please respect copyright.PENANAxAUul8PBxX
"Sebisanya ibu aja." ucap Gw ajar Bu Ros nyaman dalam bercerita.
174Please respect copyright.PENANAVX9uAdQ0rQ
"Biar sekedar kamu tau aja. Suami saya itu usianya terpaut jauh sama saya. Dua puluh tahun, Jak. Dan saya dulu nikah di kampung saya, bisa dibilang pernikahan dini, Jak."
174Please respect copyright.PENANAQ2Rne2Ac8L
Gw yang mendengar hal itu merasa kaget.
174Please respect copyright.PENANAI3fpK4aYKP
"Dan akhir-akhir ini entah kenapa saya kayak penasaran gitu gimana rasanya ML sama yang seumuran. Apalagi berondong. Makanya awalnya saya goda-godain Rudi waktu dia ngajar olahraga kelas saya. Sampai akhirnya kami ML tapi ternyata punya dia kecil, dan dia enggak ngerti apa-apa tentang seks." jelasnya.
174Please respect copyright.PENANAtZ8nVbPmFC
"Sampai akhirnya aku main sama kamu, dan itu baru aku ngerasain kepuasan dalam berhubungan seks. Beda banget sama suami saya ataupun sama Rudi." lanjutnya.
174Please respect copyright.PENANAY3IKa2gDhT
"Enak, Bu?" tanya Gw menggoda Bu Ros.
174Please respect copyright.PENANADUcai7ZgkT
"Gilaa, Jak. Enak bangettt."
174Please respect copyright.PENANAYWTrBdYP7B
"Mau nyobain lagi gaa??" tanya Gw.
174Please respect copyright.PENANAJKFFkLp5Mg
"Mau doongg. Yukk, ke kamar Bang Sani lagi?"
174Please respect copyright.PENANAZp4gI0ONb0
"Jangan ah, kemarin kan udah minjem kamarnya. Gak enak kalo minjem lagi. Apalagi sekarang kan lagi ada orangnya."
174Please respect copyright.PENANAc6rRc8N95N
"Terus mau dimana? Hotel?"
174Please respect copyright.PENANAgJwTgYZWRq
"Enggak ahh." tolak Gw.
174Please respect copyright.PENANAApT9JCxP7V
"Terus dimana doonggg."
174Please respect copyright.PENANAxMEm0EF0Zw
"Apa besok aja di rumah Bu Nia?"
174Please respect copyright.PENANAPpGCP4stgv
"Gila kamu, ngomel pasti dia."
174Please respect copyright.PENANA1rzUClACoO
"Tapi ibu sering ke rumah Bu Nia kan? Pasti tau dong tempat buat kita ngumpet?"
174Please respect copyright.PENANA4AVmdkI2lr
"Hmm. Iya sihh."
174Please respect copyright.PENANAxplpU9YSmR
"Yaudah, Bu. Besok ajaa."
174Please respect copyright.PENANATbvK4J6Muk
Tak lama setelah itu, Bu Nia dan Bu Nisa pulang dari belanjanya. Melihat hal itu Gw langsung buru-buru pergi ke ruang guru agar terhindar dari omelan Bu Nia.
174Please respect copyright.PENANArlC9sakSVO
_____-----_____
174Please respect copyright.PENANA4nXyXS5FAA
Esoknya, pada hari Sabtu kami semua berkumpul bersama di rumah Bu Nia yang kini baru Gw ketahui bahwa rumahnya berada di apartemen yang lumayan bagus. Hanya guru-guru saja yang hadir karena memang acaranya hanya makan-makan para guru saja.
174Please respect copyright.PENANAe1Exk7ZMdP
Tidak semuanya hadir. Hanya ada beberapa guru yaitu Gw yang datang bersama Bu Nisa, Bu Putri yang datang bersama Pak Rizki, Muti yang datang sendiri, Bu Lena yang datang bersama Suaminya, Bu Ros yang sudah sedari pagi membantu Bu Nia menyiapkan semuanya dan Bu Hanna yang datang bersama Kak Sinta.
174Please respect copyright.PENANAOiOPzHUCsn
Pak Sulai dan Pak Bashir tidak bisa hadir karena ada keperluan. Farhah tidak datang karena harus mengajar di pengajiannya. Rudi ada jadwal bermain basket dengan teman-temannya dan Bang Sani masih harus menjaga sekolah.
174Please respect copyright.PENANAh74tDoPNgk
"Makasih yaa semuanya udah bisa hadir kesini. Emang sengaja saya buat untuk guru-guru aja karena besok baru pesta anak saya rumah neneknya khusus anak-anak." ucap Bu Nia menyambut kami semua.
174Please respect copyright.PENANAqB5O25aCX1
"Gapapa kok, Bu. Asal kenyang." ucap Muti.
174Please respect copyright.PENANAihtOZsNI5c
"Awas kamu nanti jadi gemuk gak bisa nyari suami." ledek Bu Nisa.
174Please respect copyright.PENANAJPtSWmGG3w
"Biarin aja. Biar saya bisa menemukan cinta sejati yang mencintai saya apa adanya." ucap Muti sambil mengunyah tempe.
174Please respect copyright.PENANAG1ryS58nh7
"Telen dulu ihh baru ngomong." kata Bu Putri.
174Please respect copyright.PENANAIXhIaU6kWP
"Gapapa, asal enggak *Hockkkk!! " ucap Muti yang terhenti karena tersedak. Sontak saja semua orang pada menertawai tingkahnya.
174Please respect copyright.PENANAEfLI1qhwao
Gw, Pak Rizki dan Suami Bu Nisa hanya bisa terdiam melihat dari tempat kami yang berjarak beberapa langkah dari perkumpulan para wanita itu. Berbagai macam topik kami bicarakan sambil melihat apa yang terjadi diantara wanita-wanita di depan kami.
174Please respect copyright.PENANAqgFFNBwRQZ
Setelah acara santap makan, para guru bebas melakukan sesukanya. Ada yang menonton Netflix di ruang keluarga. Ada yang masih mengobrol di tempat kami makan tadi. Dan ada pula yang bercanda dengan anak Bu Nia.
174Please respect copyright.PENANAamSm4Fuo6N
Tiba-tiba ada notif masuk dari HP Gw yang tak lain adalah Bu Ros.
174Please respect copyright.PENANAGjbjjb9ppq
Bu Ros :
"Jadi gaa."
174Please respect copyright.PENANAd83Wr41qFJ
Jaka :
"Katanya gak boleh lewat WA."
174Please respect copyright.PENANA3RwWYqOTBf
Bu Ros :
"Asal jangan kamu duluan aja yang WA, takutnya saya enggak baca terus suami saya yang liat."
174Please respect copyright.PENANACoDYczXsoF
Jaka :
"Hmmm, gituu."
"Jadi apa?"
174Please respect copyright.PENANAQqGINceRWq
Bu Ros :
"Itu loohh."
174Please respect copyright.PENANAZ1iqKZplhY
Jaka :
"Itu apaaa."
174Please respect copyright.PENANApw1PJLCMIQ
Bu Ros :
"Ena-ena yukk."
174Please respect copyright.PENANAyJXvhu6kKS
Jaka :
"Dimana, orang lagi rame gini."
174Please respect copyright.PENANACNeUWyAA14
Bu Ros :
"Coba kamu keluar dari tempat Bu Nia. Terus kamu ke kiri cari pintu 220. Skip satu pintu dari tempat Bu Nia."
174Please respect copyright.PENANARYekN1S9qd
"Tunggu di pintunya nanti saya nyusul."
174Please respect copyright.PENANAUIFOVB2kAH
Gw pun mengikuti perintah Bu Ros. Gw tunggu di depan pintu 220 sambil melihat keadaan sekitar. Tak lama Bu Ros keluar lalu menghampiri Gw. Dibukanya pintu itu lalu kami berdua masuk.
174Please respect copyright.PENANAt3OiMwkHvF
"Ini punya siapa, Bu?" tanya Gw.
174Please respect copyright.PENANAf29euKxHlF
"Dulu saudaranya Bu Nia pernah tinggal disini, cuma baru aja pindah tapi kuncinya belum dibalikin, lagi dipegang sama Bu Nia. Makanya aku ambil aja tadi buat kita ngumpet. Hehehe."
174Please respect copyright.PENANAPNkLPc6R0R
"Enggak serem nih, Bu?" tanya Gw.
174Please respect copyright.PENANAZRB7SfMtVL
"Enggak kok, cuma kosong aja. Abis mau gimana lagi mumpung adanya yang ini." kata Bu Ros yang sedang melingkarkan tangannya di pundak Gw.
174Please respect copyright.PENANAW0OcbfVkw7
"Udah kangen yaa?" tanya Gw.
174Please respect copyright.PENANAo7bEQ3Jq50
"Bangettt." jawabnya sambil menggigit bibir bawahnya.
174Please respect copyright.PENANACviODfpJec
*Cuppss cupppsss slurrppp
174Please respect copyright.PENANAkISFFqegX8
Bu Ros sangat liar mencium bibir Gw hingga Gw merasa kesulitan untuk mengimbanginya. Hingga Gw hanya bisa membuka mulut Gw agar Bu Ros bisa menjamah mulut Gw lebih dalam.
174Please respect copyright.PENANAH1FviO5Lqi
*Slurrppp shupph muachhh
174Please respect copyright.PENANAbASajZlneD
Bu Ros menjamah mulut Gw hingga seluruh bibir Gw basah oleh liurnya. Beberapa kali lidah Gw dihisap lembut lalu dimainkan seperti sedang menyepongnya.
174Please respect copyright.PENANAp8Wc8nEAVr
Kini ciumannya berpindah ke dagu lalu leher Gw. Sambil dibukanya kancing Gw satu persatu lalu dibuangnya baju Gw ke sembarang tempat. Dada Gw yang baru terekspos langsung disambarnya, dengan sedikit menunduk dia menjilati puting Gw sambil membuka gesper Gw.
174Please respect copyright.PENANAoHo49LopSM
*Blessss
174Please respect copyright.PENANAvprsmfOlvK
Kontol Gw mengacung keras saat Bu Ros memelorotkan celana luar dan celana dalam Gw sekaligus.
174Please respect copyright.PENANAArpJNcukZt
"Kenapa kamu enak banget siii." ucap Bu Ros sambil melihat Gw kontol Gw.
174Please respect copyright.PENANAVeBqGjHxvi
Dilahapnya kontol Gw lalu disepongnya dengan liar.
174Please respect copyright.PENANAQgw5BDcFEh
"Awas Bu nanti kena gigi." ucap Gw.
174Please respect copyright.PENANALpPOTx2MB5
"Tenang aja sama yang ahli." jawabnya sambil mengocok kontol Gw.
174Please respect copyright.PENANAbYtpKr6GOy
*Slock slockkk slockkk
174Please respect copyright.PENANA5ZrmTWsnvn
Dilanjutkannya lagi sepongannya pada kontol Gw dengan ganas sehingga beberapa kali Gw merasakan kontol Gw menyentuh tenggorokannya.
174Please respect copyright.PENANAyxLa4AKjDl
Biji Gw tak lupa dia eksekusi. Kini sambil menatap Gw dan mengocok kontol Gw, dia menjilati buah zakar Gw lalu disedotnya
174Please respect copyright.PENANAucABEV6hcf
*Slurrppp slurrppp
174Please respect copyright.PENANAn3B13npvJv
Terkadang dia masukkan biji Gw ke dalam mulutnya lalu dimainkannya seperti sebuah permen besar bergantian kiri dan kanan.
174Please respect copyright.PENANAkwIQjq4gvy
Lalu Bu Ros bangun.
174Please respect copyright.PENANA4a6xZKJlq8
"Puasin aku lagi yaa." ucapnya.
174Please respect copyright.PENANABuqESgREZz
Kini giliran Gw yang memuaskan dia. Gw ciumi lehernya sambil membuka satu persatu pakaiannya hingga dia kini topless. Buah dadanya yang mengacung seakan menantang untuk segera dinikmati.
174Please respect copyright.PENANAq7PzkpZc0G
Ciuman Gw berpindah dari leher menuju ke toketnya. Gw pun menyusu seperti bayi yang baru saja hadir ke dunia ini. Sesekali Gw gigit pelan putingnya yang membuat pemilik dari toket itu mendesah.
174Please respect copyright.PENANA2EEzdlVvzj
"Aahhhhh."
174Please respect copyright.PENANAGwzPqC3KLG
*Slurrpp slurrpp slurrppp
174Please respect copyright.PENANAExLzezWHsi
Sambil menikmati toketnya, Gw buka celananya hingga kini bugil lah dia.
174Please respect copyright.PENANAtpcplYqCOs
Lalu Gw berjongkok. Gw angkat kakinya sebelah lalu Gw taruh agar menggantung di pundak Gw. Kini Gw bisa melihat memek indah yang tertutupi jembut halus itu. Gw jilatinya hingga sang pemilik kembali mengeluarkan desahan.
174Please respect copyright.PENANARiQg4v6R2y
"Aaahhhh, Jaakk."
174Please respect copyright.PENANAwKFHHNR9fk
Gw buka lebar memeknya agar bisa menemukan klitorisnya seperti halnya yang Gw lakukan terhadap Muti. Saat sudah ditemukan, Gw mainkan lidah Gw pada klitorisnya hingga kembali dia mendesah hebat.
174Please respect copyright.PENANAiGd5bXAZWl
"Aaahhh, uhhhhh. Enakkk, Jakkk. Aku geli sampai ke kepalaaa."
174Please respect copyright.PENANALZQ6OXIu1M
*Slurrppppp
174Please respect copyright.PENANAV5infv5Lq1
Kadang sesekali Gw sedot permukaan memeknya, sesekali juga Gw mencoba untuk memasukkan lidah Gw ke dalam memeknya.
174Please respect copyright.PENANAEmCONdiSp7
"Ayuk, Jakk. Langsung main ajaa." perintahnya.
174Please respect copyright.PENANAMduuvB1CGg
Gw bangun dari jongkok, lalu Gw putar tubuh Bu Ros menghadap ke dinding. Dengan cermat Gw arahkan kontol Gw menuju ke memek Bu Ros yang sudah sangat basah. Lalu seketika
174Please respect copyright.PENANArbr0w7X8CT
*Blessss
174Please respect copyright.PENANAWt6Vx9MlrL
Gw sodok memek Bu Ros dengan kontol Gw yang sudah mengacung keras. Hingga bunyi yang disebabkan oleh bertemunya paha Gw dan paha Bu Ros pun tak dapat dihindari.
174Please respect copyright.PENANALT5qqq9qww
*Plokk plokk plokk plokk
174Please respect copyright.PENANAWFp0vswzEt
"Enak banget kontol kamu, Jak." racaunya.
174Please respect copyright.PENANARJt3oYmOL5
"Ohh ya jelas, gini-gini bisa bikin ketagihan." kata Gw sambil menyodok-nyodok memek Bu Ros dengan kontol Gw.
174Please respect copyright.PENANAxr5yAhNCNR
"Sering-sering Jak ngentotin saya." ucapnya dengan menggunakan bahasa kasar.
174Please respect copyright.PENANAx2QYifap7p
Gw raih toketnya dari belakang lalu memegangnya dengan kedua tangan Gw.
174Please respect copyright.PENANAJlFCVOGMIp
"Jangan, nanti suami ibu enggak kebagian." jawab Gw.
174Please respect copyright.PENANAhe1iXOODP0
Kini tangan Bu Ros menggenggam tangan Gw yang sedang meremas toketnya dari belakang.
174Please respect copyright.PENANAxLzxbv53qW
"Suami kayak dia mah enggak pantes dapet memek enak kayak gini." racaunya.
174Please respect copyright.PENANAqQ8wGJqpAt
Gw menghentikan sodokan kontol Gw dalam memeknya. Lalu Gw posisikan tubuh Bu Ros menyamping dan Gw angkat kakinya dengan lengan Gw lalu dia bertumpu dengan tangannya ke tembok.
174Please respect copyright.PENANA7ljr3cqNqg
Dengan posisi ini, Gw bisa membenarkan kontol Gw lebih dalam dan memudahkan Gw untuk menggenjotnya lebih cepat.
174Please respect copyright.PENANACOVvSTwxb6
*Srett srettt srettt
174Please respect copyright.PENANAPSiCQhmI3W
Laju kontol Gw semakin mudah karena terbantu oleh pelumas alami yang berada dalam memek Bu Ros.
174Please respect copyright.PENANAyrYNdSAJSl
"Kasian banget punya suami enggak bisa nikmatin memek enak istrinya." ucap Gw.
174Please respect copyright.PENANAz760mip5NJ
Bu Ros hanya bisa memejamkan matanya merasakan hantaman dari kontol Gw.
174Please respect copyright.PENANA5YqR4kVmv6
"Biar tau rasa. Kontol tua yang lemes bakal kalah sama kontol berondong yang masih keker. Aaahhh, aaahhhh." racaunya.
174Please respect copyright.PENANATz0kqZD9DS
*Plakkkk
174Please respect copyright.PENANAovtaT5U3rp
Gw layangkan sebuah tamparan ringan ke arah pantatnya.
174Please respect copyright.PENANA5oYaXMwPl3
"Jadi istri kok jahat sama suaminya."
174Please respect copyright.PENANAZYyNYeqOcz
"Makanya kalo udah tua jangan nikah sama yang masih muda. Aaahhh, aahhh. Uhhhh." ucapnya sambil menikmati genjotan kontol Gw.
174Please respect copyright.PENANAawNUQhHcN7
"Nanti kalo udah loyo padahal istrinya sange, istrinya malah ngentot sama kontol lain. Aaahhhhhhh." racaunya lagi.
174Please respect copyright.PENANAIHZr3d0l1v
Gw sudahi dulu genjotan Gw. Gw pindahkan lagi posisi Bu Ros ajar duduk di meja. Gw arahkan agar kedua kakinya terangkat dan kedua tangannya di belakang menopang tubuhnya.
174Please respect copyright.PENANAQrRYFXyPF6
*Clockk clockk clockkkk
174Please respect copyright.PENANAkEaHZSDrai
Gw kembali memulai genjotan kontol Gw yang saat ini bisa melihat wajah Bu Ros.
174Please respect copyright.PENANAdE9hhDseYu
"Kalo masih ada kontol lain, ini terakhir kalinya kita main ya." ucap Gw meledek sambil menyodok memeknya.
174Please respect copyright.PENANAjH7uALYC0H
"Enggaaakkk. Aaaahhhh. Cuma kontol Jakaaa." ucapnya.
174Please respect copyright.PENANAEswUTUcN5b
"Cuma kontol enak Jaka yang boleh masuk ke memek ini. Aaahhh, aahhhhh. racaunya lagi.
174Please respect copyright.PENANAl0cTyfqfYH
Sebuah ide muncul di otak Gw. Gw mengarah kepala Gw ke toketnya, lalu Gw gigit-gigit kecil agar muncul tanda cupang merah di toket Bu Ros.
174Please respect copyright.PENANAAzCroSO5hx
"Saya udah bikin cupang biar enggak kalo diliat suami ibu nanti dia curiga." kata Gw sambil terus menyodok kontol Gw ke memek Bu Ros.
174Please respect copyright.PENANA4IiFr9wXKx
"Aaahhhh. Aku ghakk akan kasih suami aku ngentot. Aahhhhh." racaunya lagi.
174Please respect copyright.PENANAHGmjh7crzZ
"Memeknya buat siapaaa."
174Please respect copyright.PENANAL7jWFylffY
"Buat Jakaaaa." kata Bu Ros yang membuat Gw semakin merasa ingin keluar.
174Please respect copyright.PENANAjTC7gx10U3
"Saya mau keluar nih. Keluarin dimana." tanya Gw.
174Please respect copyright.PENANAt0ZCSWuhFn
"Samaa. Di dalem aja, Jakkk. Ahhhh ahhh ahhhh."
174Please respect copyright.PENANA2NI6SP25GT
"Di dalem apaaa."
174Please respect copyright.PENANAvLzeQOAq4H
"Di dalemm memekk Jaaak."
174Please respect copyright.PENANAEAq7kAKWB2
"Memeknya punya siapa."
174Please respect copyright.PENANAffPWMuckCg
"Memeknya punya Jakaaaa."
174Please respect copyright.PENANAbXx1z5B8YG
*Crooottt croott croooottt
*Brukkk
174Please respect copyright.PENANAiYlq47FKBq
Tubuh Gw ambruk terkapar di atas tubuh Bu Ros yang juga terkapar di atas meja.
ns216.73.217.54da2


