"Huaahhhh." Bu Ros mengatur nafasnya.
179Please respect copyright.PENANA0MsoqYNdKU
"Capek, Bu." ucap Gw yang sudah terkapar di atas tubuh bugilnya.
179Please respect copyright.PENANAs1mjE5lh2x
"Hebatt kamu, Jaakk." ucapnya sambil memeluk tubuh Gw.
179Please respect copyright.PENANAWfB6k7byot
"Masih lemes, Bu?" tanya Gw.
179Please respect copyright.PENANAQYWb0G9b04
"Lemes banget aku, Jak. Sendi-sendi aku kayak udah lepas semua."
179Please respect copyright.PENANAB9VXSDcS8i
*Brakkk
179Please respect copyright.PENANAs9tNYC6ZGa
Pintu apartemen kosong itu terbuka.
179Please respect copyright.PENANAk0bRLadZq3
Seseorang masuk dengan langkah yang terburu-buru mengagetkan kami berdua.
179Please respect copyright.PENANAI2Kcd8HEan
"Bagus kalian ya." ucap seseorang itu yang ternyata adalah Bu Nia.
179Please respect copyright.PENANASt9PiAxMRq
"Udah saya bilang ke kamu ya jangan manfaatin Ros tapi malah tetep aja." kata Bu Nia sambil melemparkan baju Bu Ros kepadanya.
179Please respect copyright.PENANAzR1Hw2NghP
"Pake, cepetan!!." perintahnya.
179Please respect copyright.PENANAdn0fsFrlsS
"Nanti, capek banget aku. Lemes banget aku main sama Jaka." jawab Bu Ros.
179Please respect copyright.PENANAID5CoccEmu
"Kamu juga samanya. Inget, kamu tuh punya anak, punya suami. Apa yang bakal mereka pikirin kalo tau ternyata perbuatan kamu begini." omel Bu Nia.
179Please respect copyright.PENANApsi0uVFOGG
"Salah sendiri, kenapa suami aku enggak bisa muasin aku kayak Jaka. Lagipula pasti anakku bahagia kalo ibunya bahagia." jawabnya.
179Please respect copyright.PENANAzX9zQlpsLW
"Kamu dipelet pake apa sih sama Jaka. Heran."
179Please respect copyright.PENANAxg7GlZzq5l
"Pake kontolnya. Enak loh. Kalo kamu cobain nanti pasti ketagihan kayak aku." jawabnya.
179Please respect copyright.PENANAeZvNwaAS0m
*Plakkkk
179Please respect copyright.PENANA14Uct1Wrp1
Sebuah tamparan mendarat di pipi Bu Ros.
179Please respect copyright.PENANAazfy4gKQLP
"Kamu tuh ya, Ros. Udah lah, aku gak mau ikut campur lagi urusan kalian." ucap Bu Nia yang lalu meninggalkan kami berdua.
179Please respect copyright.PENANAMEkWcNrBpN
"Sakit, Bu?" tanya Gw sambil mengelus-elus pipinya yang tadi baru saja ditampar Bu Nia.
179Please respect copyright.PENANAucuoDTJgQj
"Enggak kok. Cuma heran aja kok dia begitu sama aku." jawabnya.
179Please respect copyright.PENANAVmNbAQtXMh
"Biasanya kita tuh apa-apa bareng. Satu hobi, satu kesukaan." lanjutnya.
179Please respect copyright.PENANAw3c2D29B85
"Mungkin karena belum ngerasain kontol saya aja kali ya, Bu."
179Please respect copyright.PENANAhjqLQJSZ7w
"Iya kali ya. Kapan-kapan coba kamu godain Bu Nia." sarannya.
179Please respect copyright.PENANADBTiJEkZYb
"Ahh, mana bisa saya goda-godain Bu Nia kayak Bu Ros godain saya. Yang ada malah saya ditampar nanti sama dia." jawab Gw.
179Please respect copyright.PENANAk32Yfw2wWL
"Tapi kan saya mau gitu punya temen satu dosa. Hehehe." ucapnya.
179Please respect copyright.PENANAq7y8wjYiPd
"Cariin dong makanyaa." pinta Gw.
179Please respect copyright.PENANAPFBB062RDf
"Kamu mau tau gak? " tanyanya.
179Please respect copyright.PENANA0zUWpOvMGj
"Apa, Bu?"
179Please respect copyright.PENANANu8ZUthewr
"Beberapa bulan yang lalu Hanna cerita sama aku. Dia diperkosa sama pacarnya sama temen-temen pacarnya juga." ceritanya.
179Please respect copyright.PENANAJ1PtQX4fBR
"Beneran??" tanya Gw kaget.
179Please respect copyright.PENANAoSYwtWrZ2Q
"Iya. Dan saat itu dia masih perawan. Gila enggak tuh diperawaninnya langsung diperkosa begitu." ucapnya.
179Please respect copyright.PENANAYkcQ0N1GCJ
"Kenapa enggak dilaporin ke polisi, Bu?" tanya Gw.
179Please respect copyright.PENANAnJoB1BpgDK
"Makanya setelah dia mikir panjang, dia berani cerita ke aku agar aku bisa tanya ke suami aku yang polisi." jelasnya.
179Please respect copyright.PENANAfViWXKubYe
"Tapi jawaban dari suami aku enggak mengenakkan. Dia bilang sulit soalnya enggak ada bukti. Dan juga udah enggak bisa di visum kan. Apalagi pacarnya sama temen-temennya itu kata Hanna orang tajir, mereka bisa nyewa pengacara bagus buat ngalahin Hanna nantinya." lanjutnya.
179Please respect copyright.PENANAxhWexDEvAU
"Tega banget ya, Bu. Kok ada orang yang sekejam itu." komen Gw.
179Please respect copyright.PENANAqhsgQE9io3
"Nah, setelah itu Hanna mulai sering cerita ke aku. Dia itu malah menanya-nanyakan apa bener berhubungan seks sesakit itu. Dan akhirnya dia mencoba untuk masturbasi, dan sekarang dia ketagihan hal itu." ucapnya.
179Please respect copyright.PENANAIX4QhbJdXZ
"Bahkan dia cerita, kalo dia main live chat untuk menyalurkan syahwatnya itu." tambahnya.
179Please respect copyright.PENANAPeZcQjgiuj
"Apa enggak ketauan mukanya itu, Bu?" tanya Gw.
179Please respect copyright.PENANAf4VRDwulId
"Enggak. Dulu juga aku tanyain terus dia kasih unjuk salah satu screenshotnya dia. Cuma leher kebawah aja." jawab Bu Ros.
179Please respect copyright.PENANAoB6PkWMFu7
"Nah, coba Jak kamu ajak dia. Tapi jangan to the point. Main halus aja gituu." perintahnya.
179Please respect copyright.PENANAulVQbSGXgi
"Gimana tuh Bu? Saya enggak bisa kalo gitu-gitu." jawab Gw.
179Please respect copyright.PENANAx9M9F5G5lh
"Coba kamu main live chat yang sama kayak dia, nanti aku kirimin link download aplikasinya. Abis itu tinggal kamu cari dia sampe ketemu, kamu pamerin deh tuh kontol kamu. Sampe dia suka, terus kamu bilang kalo sebenernya kamu kenal dia dan dia kenal kamu gitu. Nanti sisanya aku deh yang ngebujuk." perintahnya lagi.
179Please respect copyright.PENANAC7yesWOnLA
"Lah, cara nemuinnya gimana Bu. Kan saya enggak bisa ngeliat mukanya." tanya Gw.
179Please respect copyright.PENANAbNAviWOuqE
"Dia tuh punya tanda lahir di deket pusarnya. Mirip kayak pulau Kalimantan gitu." jelasnya.
179Please respect copyright.PENANAM74mUomoX1
"Sebegitunya banget ya Buuu." protes Gw.
179Please respect copyright.PENANAJCeTaJ66qT
"Biar saya ada temen, Jak. Lagipula kan malah untung di kamu, jadi dapet memek baru." jawabnya.
179Please respect copyright.PENANA2jNLR8h0Gg
"Yaudah dehh. Apa sih yang enggak buat Bu Ros."
179Please respect copyright.PENANAZGk75z0njs
Setelah itu kami kembali mengenakan pakaian yang tergeletak berantakan di lantai. Kami kembali ke apartemen Bu Nia sendiri sendiri. Bu Ros lebih dulu kembali ke apartemen Bu Nisa, beberapa menit setelahnya baru lah Gw masuk yang saat ditanya habis kemana Gw menjawab habis mencari tempat merokok.
179Please respect copyright.PENANAnmydBb8AT4
"Ahh parah Jaka enggak ngajak-ngajak." protes Suami Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAcT96zTVaoK
"Au nih, parah nih. Enaknya sendirian aja." timpal Pak Rizki.
179Please respect copyright.PENANAB9yf3ScVvY
"Hehh, katanya mau berhenti." omel Bu Putri.
179Please respect copyright.PENANAplNYgOzXee
"Ya mau, tapi belum bisa. Hehehe." jawab Pak Rizki.
179Please respect copyright.PENANADK2b4lAmcg
"Kalo mau berhenti mah jangan dipaksa, Put. Biarin Rizki sendiri aja yang berjuang nahannya." kata Suami Bu Lena menasihati Bu Putri.
179Please respect copyright.PENANAgo7U9upidD
"Tuh, Mi. Jangan kamu cukup mendukung aku aja yaa." ucap Pak Rizki yang disusul lemparan bantal dari Bu Putri.
179Please respect copyright.PENANAYVqancwRXv
"Umi, Umi. Emang aku Umi kamu." omelnya yang membuat kami semua menertawainya.
179Please respect copyright.PENANAbLy1PRiNLZ
"Bapak sama Bu Lena kesini anak-anak enggak kenapa-kenapa, Pak?" tanya Gw ke suami Bu Lena setelah Gw duduk mendekat kepadanya.
179Please respect copyright.PENANAOrtJKgZJSf
"Lagi saya titip di rumah mertua saya kok, Jak. Nanti malem kan saya ada acara." jawabnya.
179Please respect copyright.PENANATU8AD3isMr
"Ohh, mau pergi ya? Sibuk mulu nih Sang Pengusaha." tanya Gw.
179Please respect copyright.PENANAs970kqNEJo
"Iya nih, sayanya yang pergi. Tapi istri saya tetep di rumah. Lagi mau me time ditemenin sama Bu Nisa." ucapnya sambil tersenyum kepada Gw yang Gw paham bahwa maksudnya adalah rumah sudah siap untuk Gw lakukan aktivitas kencrot mengencrot nanti malam bersama Bu Lena dan Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAXnP2kOtkXk
"Mau kemana emangnya, Pak?" tanya Gw kepo.
179Please respect copyright.PENANAxwXyBBXUYW
"Mau ke Pekalongan, Jak. Temen-temen saya mau ngajak ngeliat produksi batik disana. Mudah-mudahan aja nemu relasi buat nambah usaha." jawabnya.
179Please respect copyright.PENANAptboIzWKED
"Duhhh, ngobrol sama pengusaha mah susah ya. Bisnis terus." jawab Gw.
179Please respect copyright.PENANAeYeiAncsc2
"Yaa namanya hidup, Jak. Selama darah masih mengalir uang juga harus tetap mengalir." jelasnya.
179Please respect copyright.PENANAH5AHnLCjBe
"Kapan pak berangkatnya?" tanya Gw.
179Please respect copyright.PENANAfzcscUWjzj
"Nih nanti setelah nganter ibu pulang saya langsung berangkat." jawabnya.
179Please respect copyright.PENANA46fedutQWA
Benar saja. Setelah kamu semua pamit pulang ke rumah masing-masing, seperti biasa Gw membonceng Bu Nisa istri pertama Gw.
179Please respect copyright.PENANAZyUpuA86IK
"Jak, kita langsung ke rumah Bu Lena ya." perintah Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAXTE1o7Ioeq
"Iya, Bu. Tadi saya udah ngobrol sama Suami Bu Lena. Saya udah tau plannya." jawab Gw.
179Please respect copyright.PENANAmhNjyGtWxL
"Enak banget kamu. Suaminya Bu Lena Ampe ngalah istrinya mau ditidurin orang lain." ucap Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANArKdcbVPRVU
"Kan yang lebih enak itu Bu Lena sama Bu Nisa. Hehehehe." jawab Gw.
179Please respect copyright.PENANAlTuWbsNCDk
Sesampainya di rumah Bu Lena, suasanya begitu sepi. Bahkan security yang biasa menjaga pintu tidak berada di tempat biasanya.
179Please respect copyright.PENANAU9ZWW74jsV
"Sepi banget, Bu." ucap Gw ke Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAzkpEUX95H4
"Emang. Tadi Bu Lena bilang kalo semuanya diliburin biar kita bebas." jawabnya.
179Please respect copyright.PENANA2y9ijTvsqR
"Masuk, Nis, Jak." teriak Bu Lena dari pintu rumahnya.
179Please respect copyright.PENANAGYLlmbhIBf
Bu Nisa pun membukakan gerbang sehingga Gw bisa memasukkan motor Gw lalu memarkirkannya di garasi rumah Bu Lena. Saat Gw masuk ke rumahnya, Bu Lena terlihat sedang asik menonton TV.
179Please respect copyright.PENANANpDbJhLmfz
"Udah sepi aja, Bu." ucap Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAztYjjQHf23
"Iya doong. Suami saya baru aja berangkat. Jadi kita bisa bebas. Hihihi." jawabnya.
179Please respect copyright.PENANApGlrrQA622
"Kalian bebas, sayanya enggak." ucap Gw.
179Please respect copyright.PENANAs3pyOxocUK
"Masa sih, kamu enggak mau sama ini." ucap Bu Lena yang sudah mengangkangkan kakinya lalu mengusap memeknya dari luar celananya.
179Please respect copyright.PENANAvtcDVTEsjG
"Saya masih capek tau, Bu. Tadi baru aja ngentot sama Bu Ros." keluh Gw.
179Please respect copyright.PENANACVbf77yrCg
"Kok bisa main lagi, Jak. Gimana ceritanya?" tanya Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAixghDhpEbz
"Kan kemarin waktu Bu Nisa sama Bu Nia belanja, saya ngobrol sama Bu Ros nanya tentang pertanyaan yang di grup itu." jelas Gw.
179Please respect copyright.PENANARbeLiwO8VW
"Nah abis itu, Bu Ros bilang ketagihan sama kontol saya. Tapi saya enggak enak sama Bang Sani kalo make kamarnya lagi. Akhirnya kami main waktu tadi kita lagi di apartemen B Nia. Di sebelahnya ada apartemen kosong bekas saudaranya Bu Nia jadi kami pake." lanjut Gw.
179Please respect copyright.PENANADjFLILmlk8
"Tuh kan feeling saya bener. Untung aja saya udah siapin. Tuh Jak minum jamu di dapur. Udah saya bikinin khusus buat kamu." ucap Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANA1p2qJ7YrKw
"Jamu apa, Bu?" tanya Gw sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil jamu khusus buatan Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAVzBRazezpE
"Jamu kuat, Jak. Biar kita bisa main sampai pagi."
179Please respect copyright.PENANA5GKdwGnbEI
"Baunya kok enggak enak, Bu." kata Gw sambil membawa segelas jamu itu ke depan TV tempat Bu Lena dan Bu Nisa berada.
179Please respect copyright.PENANAlgjrXwMKdw
"Bau sama rasanya emang enggak enak. Tapi efeknyaaa." ucap Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAnxCoVXAJU4
"Kenapa Bu efeknya?" tanya Gw.
179Please respect copyright.PENANAZrQDYJxlIu
"Coba aja kamu minum dulu."
179Please respect copyright.PENANABbgBz2ND78
*Glekk glekk glekk
179Please respect copyright.PENANAlkNO1bhUsr
Gw meminum jamu itu sambil menjepit hidung.
179Please respect copyright.PENANAHn5yyqDaGp
"Pait bangettt. Amiss. Sepett." ucap Gw.
179Please respect copyright.PENANAM0U1PLVf8S
"Enggak ada manisannya, Bu?" tanya Gw ke Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAd6ZDGqPxgQ
"Nihh." ucap Bu Nisa yang mengangkat baju dan BH nya sehingga menampakkan sebelah toketnya.
179Please respect copyright.PENANA8BbrhdavRB
"Hahahaha. Bu Lena hanya bisa tertawa melihat tingkah Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAYkokuvNnK9
"Enggak enak beneran iniii." ucap Gw lalu berlari menuju kulkas untuk mencari minuman.
179Please respect copyright.PENANAgaTQisqcUK
"Itu jamu bikinan kamu, Bu?" tanya Bu Nisa ke Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANA37vVuu5mlv
"Iya, aku dulu pernah diajarin bikin jamu-jamuan buat suami saya. Tapi enggak ada hasil, padahal kalo ke orang normal efeknya bagus banget." jawabnya.
179Please respect copyright.PENANAoPiWThQAFu
"Udah ngaceng, Jak?" tanya Bu Nisa ke Gw.
179Please respect copyright.PENANAxFwpT60BWS
"Belom ini." jawab Gw lalu duduk di sofa bersama Bu Nisa dan Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAHyVSwWFFqC
"Ya belom lah. Efeknya nanti muncul setelah dua jam minum jamunya." ucap Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANARMT7ATLGHw
"Kok lama banget, Bu?" tanya Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAz9M3KP3cOL
"Iya, emang. Tapi nanti daya tahan efeknya juga lama. Seharian bisa. Makanya aku liburin semua orang di rumah ini." jelas Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANA4CLsFZLfJ0
Bu Nisa lalu membuka pakaiannya satu persatu hingga telanjang sepenuhnya.
179Please respect copyright.PENANA1arrCGsxij
"Ngaceng gak, Jak?" tanya Bu Nisa sambil memainkan toketnya.
179Please respect copyright.PENANA2yj01BZnWL
"Belum, Bu." jawab Gw.
179Please respect copyright.PENANAnJgJWCQ4sN
"Coba Bu Lena telanjang juga." suruh Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANA2KWRKRDYVf
Bu Lena pun bangun lalu ikut membuka seluruh pakaiannya satu persatu hingga ikut bertelanjang juga seperti halnya Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAfoVAp84lCu
"Kamu buka juga dong, Jak." suruh Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAv8yegKnbHG
Gw pun mengikuti perintah Bu Nisa lalu setelah kami bertiga telah bertelanjang badan. Kami hanya duduk terdiam menikmati suasana itu.
179Please respect copyright.PENANAnTvFFfByX9
"Enak gak main sama Bu Ros, Jak?" tanya Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANABdqlQA6tCg
"Hahaha. Parah tadi mainnya beringas." seru Gw.
179Please respect copyright.PENANAYaoaUVsqiz
"Enakan mana mainnya ama saya?" tanya Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAPSo1ppmZGu
"Semua orang ada kelebihannya masing-masing kok, Bu." jawab Gw lalu merebahkan tubuh Gw ke pangkuan Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAIQDuYVFXyy
"Tapi saya tetep suka yang ini." lanjut Gw sambil meremas toket Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANATLs0MczDuY
"Apalagi ini." tambah Gw sambil menyentuh toket Bu Nisa dengan kaki Gw.
179Please respect copyright.PENANA3IJVqrWJXj
"Ihh kok enggak bangun-bangun sih." ucap Bu Nisa yang lalu menjilati kontol Gw.
179Please respect copyright.PENANAL6zX0KskLn
"Sabar, Nis. Butuh kesabaran untuk mendapatkan kepuasan." kata Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAKLLYcp28WW
Bu Nisa menjilati kontol Gw yang masih layu itu. Dimainkannya seperti sebuah permen batangan di dalam mulutnya.
179Please respect copyright.PENANA9WSoGLbCfr
Gw pun mencoba untuk menyusu kepada Bu Lena. Dan Bu Lena memeluk Gw seperti menggendong seorang bayi besar.
179Please respect copyright.PENANApHjeB98pKc
"Sinta pasti cemburu nih kalo ngeliat kita. Hahahaha." ucap Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANADndNJaMvzP
"Ehh, iya. Sekalian foto-foto yuk." kata Bu Nisa menghentikan permainannya pada kontol Gw.
179Please respect copyright.PENANA8n54IjuE7m
Bu Nisa lalu mengambil HP nya dan memotret Gw yang sedang menyusu kepada Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANArHJGzHhiEC
"Bu, kita main berdua yuk." ajak Bu Nisa kepada Bu Lena untuk bermain F&F berdua menunggu syahwat Gw yang masih layu.
179Please respect copyright.PENANAcNG9FynmuM
"Ayuk, kita pindah ke kamar aja sekalian." ucapnya.
179Please respect copyright.PENANAUJTu4ng7Pn
Lalu kami pindah ke kamar Bu Lena yang cukup besar. Tak lupa kami membawa pakaian masing-masing yang telah kami lepaskan tadi.
179Please respect copyright.PENANAjUGP6KczMi
"Kamu rebahan aja dulu, Jak. Ngeliatin kita main." suruh Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAMQQTXhfBwD
Gw pun naik ke atas kasur, diikuti Bu Lena dan Bu Nisa. Gw ambil bantal agar bisa nyaman dengan posisi yang pas untuk menonton permainan mereka berdua.
179Please respect copyright.PENANA8ohY2ITURB
Bu Nisa lalu memegang pundak Bu Lena, lalu diciumnya bibir Bu Lena yang masih berlapis lipstik itu. Bu Lena tidak tinggal diam, dia raih toket Bu Nisa lalu dimainkannya. Gw sambil menikmati tontonan itu hanya menyaksikan sambil beberapa kali mengambil foto untuk kenang-kenangan kami. Dan juga untuk membuat Kak Sinta cemburu.
179Please respect copyright.PENANAWrICF6WGDp
"Kan yang terakhir kali dientotin Jaka itu aku, biar aku duluan yang bikin kamu puas, Nis." ucap Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAQrJySuCUVk
Kini Bu Lena menciumi leher Bu Nisa hingga Bu Nisa hanya bisa terdangak ke atas. Tangan Bu Lena mengelus-elus memek Bu Nisa yang tertutupi jembut tipis itu.
179Please respect copyright.PENANAMY3mnUfk4h
Kini ciuman dan jilatan diluncurkan Bu Lena sehingga terlihat leher Bu Nisa basah terkena air liur Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANA6uZUwrDN8m
"Aaahhhh. Enak banget, Bu." desah Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANArIUs6vrjIX
Ciuman Bu Lena turun menuju kedua toket Bu Nisa. Bergantian kanan dan kiri dijilatinya hingga Bu Nisa hanya bisa terpejam sambil sesekali mengeluarkan desahan.
179Please respect copyright.PENANAWLYfMgUZM1
"Sshhhhh. Ahhhh. Enakk, Buuuu."
179Please respect copyright.PENANA3bj99bae0E
Bu Lena mendorong pelan tubuh Bu Nisa agar tertidur dekat dengan Gw. Jilatannya kini bergerak menuju perut Bu Nisa lalu menuju pahanya. Dibukanya paha Bu Nisa lebar-lebar agar Bu Lena mudah untuk menjilati memeknya.
179Please respect copyright.PENANAuR3IvxMgLx
*Slurrpp slurrppp
179Please respect copyright.PENANAJ5dtBS9XfB
Dijilatinya memek Bu Nisa sehingga Bu Nisa mendesah semakin keras di hadapan Gw sambil terpejam.
179Please respect copyright.PENANACu8Xpu8KaU
"Aahhhh, aahhhhh. Uhhhhh." desahnya sambil meremas keras bed cover kasur yang kami gunakan.
179Please respect copyright.PENANAvs7wBEwgkJ
"Enam sembilan aja, Bu." saran Gw ke Bu Lena sehingga Bu Lena merubah posisinya.
179Please respect copyright.PENANAxIrDM3tegx
Kini Bu Lena pindah agar memeknya bisa dijilati Bu Nisa. Bu Lena membokongi Gw sehingga Gw bisa melihat lubang memek juga lubang pantatnya.
179Please respect copyright.PENANAR64YZhfO5k
Bu Nisa kini mulai menjilati memek Bu Lena sehingga membuat suasana di ruangan itu semakin panas. Tak lupa Gw memotret mereka yang sedang 69 itu untuk kenang-kenangan kami.
179Please respect copyright.PENANAIzk6VrOw8i
*Slurrpp slurrppp
179Please respect copyright.PENANAguDPPT6ClS
Terlihat kini selain menjilati memek Bu Nisa, Bu Lena juga memasukkan jarinya ke memek Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAREnPu7YkRA
"Hmmmpp. Hmmpppp." desah Bu Nisa yang tidak terdengar karena mulutnya penuh dengan memek Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANArvKMspf5tO
*Slurp slurp slurp slurp slurp
179Please respect copyright.PENANAvFUbvtz4sb
Semakin cepat terdengar suara sedotan Bu Lena dalam memeknya Bu Nisa sehingga membuat Bu Nisa gelinjang keenakan.
179Please respect copyright.PENANAe5bUCcYoPt
"Aaahhh, Buuuuuu. Aku keluaaarrrr." racau Bu Nisa menikmati orgasmenya.
179Please respect copyright.PENANAhBrLGg4jvK
Lalu Bu Lena menempatkan memeknya di mulut Bu Nisa agar kembali dijilatinya. Bu Nisa langsung menjilati memek Bu Lena agar Bu Lena juga merasakan kenikmatan yang baru saja Bu Nisa dapatkan.
179Please respect copyright.PENANAt8oYjh8oP1
Untuk membantunya, Gw basahkan telunjuk Gw dengan ludah Gw lalu menusukkannya ke anus Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAQbgcHwGb6U
"Aaahhhh." desah Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAgRFGQBIT6Y
*Slurp slurp slurp slurp slurp
179Please respect copyright.PENANAsX2AAeBFHd
Bu Nisa mempercepat jilatannya di memek Bu Lena seperti halnya yang dilakukan Bu Lena tadi. Gw pun juga semakin cepat mengeluar masukkan telunjuk Gw dalam anus Bu Lena. Lalu,
179Please respect copyright.PENANAae65StsfsM
*Seeerrrrrr
179Please respect copyright.PENANAYn7yKwtHNO
Cairan orgasme Bu Lena mengucur membasahi wajah Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAziHAoctESu
*Brukkk
179Please respect copyright.PENANAwg0JENZegk
Tubuh Bu Lena tergeletak di samping tubuh telanjang Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAuH62nQHQHP
Gw pun mengikuti mereka dengan menempatkan tubuh bugil Gw diantara Bu Nisa dan Bu Lena. Melihat hal itu, Bu Lena bangun agar kepalanya berada sama dengan kepala Gw dan Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAqgdblrqqRD
Bu Nisa kini memeluk Gw begitu pun Bu Lena.
179Please respect copyright.PENANAnUqgHGO8ak
"Udah bangun, Jak?" tanya Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAC7PgZCvLSi
"Belum. Orang baru sejam." jawab Gw.
179Please respect copyright.PENANApMDV7P5l0A
"Enak juga ya bertiga dan sebebas ini." ucap Bu Lena yang tangannya mencoba menggapai Bu Nisa agar bisa dipeluknya.
179Please respect copyright.PENANASAHycV7ktU
"Udah kayak poligami. Hihihi." saut Bu Nisa.
179Please respect copyright.PENANAdx5vxuParD
179Please respect copyright.PENANAUfq9DGBrX8


