Setelah selesai menginput nilai, kami berempat pulang. Muti minta diantar Gw untuk mengambil motornya di bengkel. Bu Nisa dan Kak Sinta seperti biasa pulang menggunakan ojol. Selama diperjalanan Gw mencoba bertanya ke Muti tentang hal yang tadi dia obrolin bersama Kak Sinta.
183Please respect copyright.PENANAzxJIRCyK10
"Jadi gimana? Ngobrol apa aja sama Kak Sinta tadi?" tanya Gw.
183Please respect copyright.PENANAal65jBOYG3
"Maaf ya, Jak. Aku su'uzhon sama kamu." jawab Muti.
183Please respect copyright.PENANAKE5AQDxnP1
"Iyaa, gapapa."
183Please respect copyright.PENANAd10QNYP6FT
"Dan ternyata bener kata Kak Sinta. Kamu emang baik ya."
183Please respect copyright.PENANAbiyjh0xxDV
"Baik gimana tuhhh??" tanya Gw meledek.
183Please respect copyright.PENANAbIkXnZm0bv
"Dihh, jadi males muji kalo orangnya pede banget gini."
183Please respect copyright.PENANAZJDYH0sMIV
"Biarin, yang penting baik hati wleee."
183Please respect copyright.PENANATpoeS9xkZX
"Tapi, emang tadi kalian ngobrolin apa aja?" tanya Gw.
183Please respect copyright.PENANAiboJlulhBg
"Nanti aja di rumah aku ceritain. Sekarang intinya, kamu baikkkk." jawab Muti yang langsung memeluk Gw dari belakang saat Gw bonceng. Ya, kita bagaikan dua orang yang sedang berpacaran.
183Please respect copyright.PENANA4MAb512iJ1
"Jadi berapa, Pak?" tanya Muti ke kasir bengkel.
183Please respect copyright.PENANA2C2cwtKBT5
"Ini semua rinciannya."
183Please respect copyright.PENANAmj5VmOsNFR
"Mahal banget ya." kata Muti.
183Please respect copyright.PENANAiQeBwlNb4g
"Makanya, rawat yang bener biar enggak mahal kalo di service." omel Gw.
183Please respect copyright.PENANAvjCol4qMzz
"Iyaa, iya." jawabnya.
183Please respect copyright.PENANAA4nkAGenQa
"Ini, Pak." ucap dia saat memberikan sejumlah uang yang diminta oleh kasir bengkel tersebut.
183Please respect copyright.PENANAo4PeFfvJ3Z
"Ciee, motornya udah sehat." ledek Gw.
183Please respect copyright.PENANACD0ZoRJdfn
"Au ahhh." balasnya.
183Please respect copyright.PENANApeSDn6rjzU
"Kamu abis ini jadi kan ke rumah aku?." tanya Muti.
183Please respect copyright.PENANA19sp2G8eP1
"Jadi dooong."
183Please respect copyright.PENANAN4s7oPa5Ye
"Ayukk. Nanti aku ceritain." ajak Muti.
183Please respect copyright.PENANAxdPCuWxfji
Lalu kami berangkat ke rumah Muti menggunakan motor masing-masing. Sesampainya di rumah Muti, Muti langsung mengajak Gw ke kamarnya.
183Please respect copyright.PENANAbUH4IpzZ72
"Di kamar aku aja, ya. Gapapa kan?" tanyanya.
183Please respect copyright.PENANARH8mWOxv0r
"Takutnya pas kita cerita ibu pulang, terus ibu denger." tambah Muti.
183Please respect copyright.PENANAMLGVIWWMhO
Gw hanya bisa mengikuti perintahnya aja. Selama itu tidak memberatkan Gw. Apalagi ini diajak ke kamarnya. Hahahaha.
183Please respect copyright.PENANADtp3nDYj0W
"Jadi gimana?" tanya Gw setelah menaruh tas lalu duduk di kasurnya.
183Please respect copyright.PENANARSFvbMWGTS
"Ya gitu." jawab Muti untuk mengawali ceritanya.
183Please respect copyright.PENANAtLuWErUVmr
Muti pun menceritakan obrolan apa saya yang terjadi ketika tadi ia bersama Kak Sinta di ruang TU. Mulai dari Gw pergoki Kak Sinta, hingga Gw membatu Kak Sinta keluar dari kekangan Pak Hendra.
183Please respect copyright.PENANAYOBoxufIr9
"Jadi, sekarang gimana? Masih kesel?" tanya Gw.
183Please respect copyright.PENANAlb3D087Xb6
"Enggak doong." jawabnya.
183Please respect copyright.PENANAZsXlB2xDAW
"Awas ajaa kalo su'uzhon lagii." ucap Gw.
183Please respect copyright.PENANAaJkj3BHQS7
"Emang kenapa kalo su'uzhon lagi, wleee." ledeknya.
183Please respect copyright.PENANAwr8Ei59mAw
"Aku kelitikin kayak gini." ucap Gw yang langsung Gw menggelitiknya pinggangnya.
183Please respect copyright.PENANAPEoGZvNXZD
"Ihh, Jakaaa. Geliiii. Hahahaha." katanya yang langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur.
183Please respect copyright.PENANAmVYAlFltd8
"Biarin. Biar tau rasa." canda Gw.
183Please respect copyright.PENANAPyGGLdrf67
"Jakaaa, stop ihh. Aku gelian tauu. Aaahhhhahahaha."
183Please respect copyright.PENANAXzPaimeiQB
"Ini adalah hukuman buat Muti yang udah su'uzhon." ucap Gw sambil masih menggelitiknya.
183Please respect copyright.PENANAhvKRWPLxIe
"Iiiiihh. Aku bilangin ibu aku nihh anaknya disiksaaa."
183Please respect copyright.PENANA81qUFx0ZM2
"Ohh, mau ngadu nihhh. Okee aku tambahin nih hukumannya." kata Gw yang langsung memasukan tangan Gw ke dalam bajunya lalu mengelitiknya langsung ke pinggangnya.
183Please respect copyright.PENANATwNQSCvNax
"Jakaaaa, geliii tauuuuu." kayanya sambil sedikit berontak.
183Please respect copyright.PENANAHa5arcuWZ9
"Hahaha. Emang enakk."
183Please respect copyright.PENANApcEOUDeQOB
"Udah ihh, capek ketawaaa. Hahahaha." katanya meminta untuk menghentikan hal itu.
183Please respect copyright.PENANAehy2hJYo03
"Iya ihh capek." ucap Gw yang ikut merasa capek karena menggelitiknya.
183Please respect copyright.PENANAGPHIEH9a63
Tanpa mengeluarkan tangan Gw yang masih berada di dalam bajunya.
183Please respect copyright.PENANA9dFB1nZ6A3
"Haa huu haa huu." Muti menarik nafas lalu mengeluarkannya seperti seperti orang yang mau melahirkan sambil menatap ke langit-langit kamarnya.
183Please respect copyright.PENANA78bxX1gxbH
"Kenapa, Mut?" tanya Gw mengangkat kepala dan menatap Muti dengan posisi menyamping bertumpu dengan lengan Gw yang satunya lagi.
183Please respect copyright.PENANAQfTJsGS8jE
"Rahang aku pegel nihh, ketawa mulu." protesnya sambil masih melakukan hal itu.
183Please respect copyright.PENANA4bRcLCtI00
"Makanyaaa, jangan su'uzhon sama akuu."
183Please respect copyright.PENANA2IlM0l62uT
"Enggak su'uzhon kokk." ucapnya tetapi seakan menahan kalimat terakhirnya.
183Please respect copyright.PENANAAHvUERC9IB
"Tapi???" tanya Gw.
183Please respect copyright.PENANA0KhwL1wDnY
"Berburuk sangkaaaa. Hahaha."
183Please respect copyright.PENANAflTtCJQMji
"Sama ajaa."
183Please respect copyright.PENANAxm8qVHiQ78
Lalu suasana menghening.
183Please respect copyright.PENANAi6Yiu9Odgm
"Udah lama aku enggak ketawa se lepas ini." ucap Muti di kala hening.
183Please respect copyright.PENANARLeOpkijYa
"Enggak enak yaa jadi orang yang bikin orang lain ketawa mulu padahal dirinya juga pengen ketawa." ucap Gw.
183Please respect copyright.PENANAI8kvtCDJXj
"Nah, kamu tauu."
183Please respect copyright.PENANAKrTABm2UmH
"Tau doong."
183Please respect copyright.PENANAq7PhDMfWYj
"Makasih yaa." ucap Muti yang kini matanya menatap ke arah Gw sambil tersenyum.
183Please respect copyright.PENANAV3vLqoVugh
*Cuppsss
183Please respect copyright.PENANAsoOT8wmrvh
Gw cium bibir indah Muti. Senyumnya semakin lebar.
183Please respect copyright.PENANAyHZ99SzcUk
*Cuppsss
183Please respect copyright.PENANAthVvkUDdkf
Gw cium kembali bibir Muti. Kini dia membuka mulutnya agar Gw bisa mengeksplorasi lebih dalam. Muti juga mengikuti permainan lidah Gw sehingga kami bergumul dalam permainan lidah kami berdua.
183Please respect copyright.PENANAMb2z67kmL7
Disaat itu juga Gw merasa bahwa ini adalah momennya. Sebuah momen yang sudah ditunjukkan lampu hijau olehnya. Sebuah momen yang jika tidak dimulai maka Gw akan menyesal nantinya.
183Please respect copyright.PENANADRfKCjkJ3Y
1...
183Please respect copyright.PENANAfuCgiJLaQH
2...
183Please respect copyright.PENANAlq6p5sHADP
3...
183Please respect copyright.PENANAmAisjQCaXA
Gw pindahkan tangan yang masih berada di dalam baju Muti menuju ke payudaranya ynag yang masih terbungkus BH nya. Muti terkaget, permainan lidahnya terhenti.
183Please respect copyright.PENANAvAXF7fNwiV
Gw yang mengetahui hal itu hanya melanjutkan saja permainan lidah Gw begitu juga dengan tangan Gw. Gw remas-remas perlahan bukit yang masih terbungkus BH itu. Tangan Muti kini menggenggam tangan Gw tapi tidak mencoba untuk menghentikan Gw.
183Please respect copyright.PENANACiFkpybG7O
Lalu Gw mencoba untuk memasukkan tangan Gw ke dalam BH nya. Lidah Gw masih bermain dengan lidahnya. Gw remas-remas dari dalam, Gw merasakan puting Muti yang kini sangat terasa keras.
183Please respect copyright.PENANAhTrKy1slyg
Gw tarik tangan Gw keluar dari baju Muti. Gw tarik lengan Muti untuk memposisikan tubuhnya menyamping menghadap Gw. Lalu tangan Gw masuk kembali ke belakang baju Muti, mencari pengait BH nya lalu membukanya.
183Please respect copyright.PENANAxw4Puc0rlQ
*Settt
183Please respect copyright.PENANAgw9fRRwAps
Kini BH Muti sudah kendor tanpa pengait. Langsung saja Gw sikap BH nya ke atas agar bisa leluasa tangan Gw memainkan payudaranya yang sudah tidak terbungkus BH di dalam bajunya.
183Please respect copyright.PENANAEeWcTDKgUY
Muti mulai memainkan perannya. Bibirnya kini semakin beringas menciumi bibir Gw. Bahkan beberapa kali mulutnya menyedot lidah Gw hingga Gw tak bisa berbuat apa-apa selain memainkan toketnya.
183Please respect copyright.PENANAEaXKguWzfr
Merasa sudah cukup memainkan toketnya dengan tangan, Gw tarik bajunya hingga tersingkap ke atas. Gw hentikan ciuman kami. Muti menatap Gw.
183Please respect copyright.PENANAnDkb7UD6zG
"Nakalll." ucapnya.
183Please respect copyright.PENANAwJDjgohUNH
Gw hanya bisa tersenyum.
183Please respect copyright.PENANAUk7A8Qq6yX
Kini Gw memulai untuk menjilati toketnya. Gw turunkan posisi tidur Gw agar kepala Gw sejajar dengan toketnya.
183Please respect copyright.PENANA6DiG6jWwVb
*Lickk
183Please respect copyright.PENANALGQcShJwLm
Gw jilat putingnya sekali.
183Please respect copyright.PENANA5kS5psxoK2
"Ssshhh." desah Muti.
183Please respect copyright.PENANALDCQeFnOCy
Gw mainkan pentilnya dengan lidah Gw. Lalu Gw menyusu bagaikan seorang bayi yang sedang haus akan susu ibunya.
183Please respect copyright.PENANAAEkO0arqza
Gw gerakkan lidah Gw ke atas dan ke bawah pada puting Muti. Dia pun merasa kegelian akan hal itu.
183Please respect copyright.PENANAvIUH9gzVjg
"Ihhh, gelii tauu." ucapnya.
183Please respect copyright.PENANA6TyzLICdcb
Gw kembali menyusu pada toketnya, tapi tangan Gw tidak tinggal diam. Gw buka kancing celananya lalu Gw pelorotkan perlahan celananya. Tangan Gw gerayangan di pantat Muti. Gw remasnya lalu pindah ke bagian depan.
183Please respect copyright.PENANA9RZzMuxPt8
"Tangannya ihhh." ucapnya.
183Please respect copyright.PENANAMm48LkvnAJ
Gw masukkan tangan Gw ke celana dalamnya. Terasa beberapa rambut halus kemaluannya menggesek tangan Gw. Kini jari jemari Gw sudah di permukaan liang senggamanya.
183Please respect copyright.PENANAWtamdVMyeE
"Jaakkk." teriaknya lalu menjambak Gw agar melepaskan aktivitas menyusu Gw.
183Please respect copyright.PENANAIQHGWgKc0Q
"Aku masih perawan, Jak." ucapnya. Benar ternyata tebakan Gw.
183Please respect copyright.PENANAAdE9HHQ0Cd
"Iya aku tauu." jawab Gw.
183Please respect copyright.PENANAGcqb246RXm
"Jangan mainin itunya." ucap Muti.
183Please respect copyright.PENANAZwVbqufhV9
"Kalo di elus-elus doang masih perawan kok, Mut. Asal enggak dimasukin aja." ucap Gw agar Muti percaya.
183Please respect copyright.PENANA9Zh7w0oaJr
Gw lanjutkan aktivitas menyusu sambil menggesek-gesekkan jari Gw di sekitar permukaan memek Muti. Kini memeknya sudah terasa basah.
183Please respect copyright.PENANAfniKvReN4s
Gw buka bibir vaginanya agar bisa gw temukan klitorisnya. Gw celupkan sedikit jari Gw agar basah lalu Gw gesek klitorisnya hingga kaki Muti bergerak gelisah.
183Please respect copyright.PENANAKZNqlVi0Fe
Tangan Muti kini memeluk Gw, Gw masih saja menyusu sambil menggesek jari Gw di permukaan memek Muti. Kakinya tidak bisa diam, merasa kegelian yang tidak pernah dia rasakan.
183Please respect copyright.PENANA638Q8Ldail
"Aku buka aja ya, Mut." tanya Gw.
183Please respect copyright.PENANAPqrLLRJqAh
Muti hanya mengangguk dengan mata terpejam.
183Please respect copyright.PENANAdDADdpKhh0
Gw lucuti pakaiannya satu persatu hingga hanya tersisa jilbabnya. Saat sudah telanjang sepenuhnya, Gw lanjutkan menyusu padanya lalu Gw buka pahanya agar bisa dengan mudah Gw mainkan memeknya.
183Please respect copyright.PENANAGP0TRJVpkZ
"Sshhhh. Aahhhhh." desahannya diikuti gerakan kakinya yang tidak karuan.
183Please respect copyright.PENANAdNHSfultkj
Setelah beberapa menit, Gw hentikan permainan Gw pada toketnya. Gw bangun lalu memposisikan tubuh duduk di depan memeknya. Gw buka pahanya lebar, lalu kepala Gw turun menuju memeknya.
183Please respect copyright.PENANAYZNLlcgd4R
Lidah Gw yang awalnya bermain dengan lidahnya, lalu toketnya, kini bermain dengan memeknya. Gw jilati perlahan memeknya, kadang bermain dengan klitorisnya seperti Gw menjilati pentilnya.
183Please respect copyright.PENANAJejnY0fHM3
"Jakk. Sshhhh. Kok enakkk." ucapnya.
183Please respect copyright.PENANAorBgsl17Mg
Gw mempercepat gerakan lidah Gw memainkan memeknya, bergerak ke atas lalu ke bawah.
183Please respect copyright.PENANAaa60QzYDRe
"Jaakk, kok aku ngerasa aneehhhhh." racaunya.
183Please respect copyright.PENANAuGiu4I3QHK
Gw semakin mempercepat permainan lidah Gw di memeknya, hingga Muti merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan.
183Please respect copyright.PENANAazCTyrmjWR
"Jaakkk, aku mau pipisss."
183Please respect copyright.PENANAMik2PJe5wW
Dan benas saja, tak berapa lama setelah itu keluar cairan cinta dari liang senggama Muti diikuti dengan kakinya yang menendang-nendang tak karuan.
183Please respect copyright.PENANATt54IYj5L5
Lelah setelah membuat Muti orgasme, Gw rebahkan tubuh Gw di samping Muti. Gw peluk Muti yang masih terkulai lemas tanpa benang sehelai pun di tubuhnya. Hanya jilbabnya saja yang masih menutupi rambutnya.
183Please respect copyright.PENANAjA7q7NWxKO
"Kamu, kok... " ucap Muti yang tidak melanjutkan kalimatnya.
183Please respect copyright.PENANASFTOzpPjax
"Kenapa?" tanya Gw takut bila Muti marah.
183Please respect copyright.PENANAs4j50qYKW1
"Gapapa." ucap Muti tersenyum lalu mencubit pipi Gw.
183Please respect copyright.PENANA36hSW4Somg
Muti memeluk Gw, lalu diciumnya bibir Gw.
183Please respect copyright.PENANAhtVmNrgAzn
"Ihh, bau." kata Muti.
183Please respect copyright.PENANAfACQc1CJvu
"Kan itu punya kamu. Hahahaha."
183Please respect copyright.PENANAkd2AFqUxiz
Lalu Muti mengambil bajunya dan mengelap mulut Gw. Dilemparkan bajunya entah kemana lalu kembali memeluk Gw.
183Please respect copyright.PENANAswdVIlPya0
Gw ikut memeluk Muti, bahkan Gw angkat kaki Gw lalu menaruhnya di atas pahanya dan menjadikan Muti seperti sebuah guling. Dengan posisi seperti itu, wajar saja bila kontol Gw yang tegak berdiri menusuk perutnya.
183Please respect copyright.PENANAJnzjntia9t
"Ihh, kena ininya." ucap Muti.
183Please respect copyright.PENANAPaYsyOAIlH
Muti yang penasaran mengelus kontol Gw yang masih terbungkus celana. Dia remas-remasnya tidak tahu mesti berbuat apa.
183Please respect copyright.PENANAvUScKJUjN4
Karena sangat penasaran, dia membuka kancing celana Gw lalu diturunkannya sedikit. Diturunkannya celana dalam Gw lalu terpampanglah kontol Gw yang tegak mengacung.
183Please respect copyright.PENANAdItaqXlsJf
"Ini penis kamu, Jak?" tanyanya.
183Please respect copyright.PENANA6tMcu871St
Dia peganglah kontol Gw seperti memegang gagang sapu. Dijepitnya kepala kontol Gw dengan menggunakan jempolnya. Lalu dia kocok kontol Gw perlahan dengan tempo yang berantakan.
183Please respect copyright.PENANAgkY4G1zONV
"Kamu mau apain, Mut?" tanya Gw.
183Please respect copyright.PENANANTnyVMuyza
"Gak tau aku juga." jawabnya.
183Please respect copyright.PENANAFbLGAxpdpp
"Mau aku kasih tau gak?" tanya Gw.
183Please respect copyright.PENANAZzBcCwvtWY
"Apa?"
183Please respect copyright.PENANA6XBwXBNK9Z
"Lakuin hal yang sama seperti yang aku lakuin ke kamu tadi aja." Gw bilang.
183Please respect copyright.PENANA7dHV0An9FE
"Hmmmm." Muti berfikir apa dia bisa melakukan hal itu atau tidak.
183Please respect copyright.PENANAC2nD9nRdAk
Lalu Muti bangun dan duduk di antara kedua paha Gw. Lebih tepatnya, di depan kontol Gw. Dia masih memegang kontol Gw sambil mengocoknya perlahan.
183Please respect copyright.PENANACc2lv58p5z
"Cobain aja, Mut. Kayak aku tadi ke kamu." ucap Gw.
183Please respect copyright.PENANAogthr18vP0
Muti mulai menurunkan kepalanya menuju kontol Gw. Dijilatnya kontol Gw perlahan. Melihat hal itu Gw pun berpura-pura mendesah keenakan sepertinya halnya dia tadi.
183Please respect copyright.PENANAhciBfYuV2c
"Sshhhhh." Gw mendesis.
183Please respect copyright.PENANAq24DikXJtI
"Kamu kenapa?" tanyanya.
183Please respect copyright.PENANAOIxUaulAkF
"Gapapa, geli."
183Please respect copyright.PENANA5k0Ygd6nqv
"Kayak aku tadi ya?"
183Please respect copyright.PENANARAU5sKvAaF
Gw hanya mengangguk.
183Please respect copyright.PENANABmQMKGQacz
Dijilatnya lagi kepala kontol Gw, Gw hanya bisa memejamkan mata seperti yang dilakukannya tadi. Dia mulai memasukkan kepala kontol dia ke mulutnya. Di lumatnya perlahan hingga kepala kontol Gw basah.
183Please respect copyright.PENANAUy0vjzVZtp
Sesekali dia sedot kepala kontol Gw, kadang dia mainkan lubang pipis Gw dengan lidahnya. Kini dia mulai memasukkan kontol Gw perlahan, sebisanya. Sekali masuk, dua kali masuk, tiga kali masuk. Dia ulangi terus menerus hingga 1/3 kepala kontol Gw sudah basah dengan liurnya.
183Please respect copyright.PENANANktOeuZLuR
Tak ingin dia bosan karena harus melakukan hal itu terus menerus dan peju Gw lama keluar, Gw pasrahkan saja tanpa Gw tahan agar tidak lama keluar. Semakin lama Muti bermain dengan kontol Gw, semakin dalamnya dia bisa memasukkan kontol Gw ke dalam mulutnya. Hingga dia bisa memasukkan setengah dari panjang kontol Gw.
183Please respect copyright.PENANA4Vq8DGBm6Y
"Mut, dikit lagi mau keluar." ucap Gw ketika merasakan bahwa peju Gw akan menyemprot keluar.
183Please respect copyright.PENANA4hsD9lnC5w
"Keluar apa?" tanya Muti.
183Please respect copyright.PENANAmVqtJEWcOS
"Sperma aku." jawab Gw.
183Please respect copyright.PENANALx7mOSNP2a
"Oohhh."
183Please respect copyright.PENANAhK3747XoBm
"Mau dikeluarin di tangan kamu atau mulut kamu, Mut?" tanya Gw.
183Please respect copyright.PENANAOprR5gCG2c
"Ihh, masa di mulut. Jorok."
183Please respect copyright.PENANAmWpXiJRKQr
"Enggak, enggak jorok. Sperma kan beda sama pipis. Malah mengandung banyak protein dari artikel yang aku baca."
183Please respect copyright.PENANAGKJg0sqlNO
"Beneran?" tanya Muti.
183Please respect copyright.PENANAn0cx66LLnU
"Iya, coba aja deh."
183Please respect copyright.PENANARltyE5fffQ
Lalu Muti melanjutkan sepongannya terhadap kontol Gw. Dia mulai mempercepat gerakan kepalanya naik turun dan mulai sambil menyedotnya.
183Please respect copyright.PENANAQZJ2mqdxiu
"Muuttt." ucap Gw menandakan bahwa peju Gw akan keluar.
183Please respect copyright.PENANA2QyiGATwY4
*Croottt croottt crott
183Please respect copyright.PENANAdeEZHUgytz
Muti memejamkan matanya, menerima semua peju yang menyembur di dalam mulutnya.
183Please respect copyright.PENANAsj2XXOSU4i
Diangkatlah kepalanya tanpa membuka mulutnya. Mulutnya seakan-akan menyimpan sesuatu di dalamnya.
183Please respect copyright.PENANAljlz9EXAsU
"Coba liat dong, Mut."
183Please respect copyright.PENANAOJqNKFRU78
Muti membuka mulutnya, terlihat cairan putih menggenang di dalam mulutnya.
183Please respect copyright.PENANAngIjmeMUvk
"Telan aja, Mut. Gapapa."
183Please respect copyright.PENANANow5DNEnCs
*Glukkk
183Please respect copyright.PENANAv8ZU0xxC4d
"Asinnn." komentarnya.
183Please respect copyright.PENANArTnvrQzPcJ
"Rada pait." lanjutnya.
183Please respect copyright.PENANAglOdNoUoVU
"Gitu-gitu bisa menghasilkan anak loh." ucap Gw sambil menarik lengan Muti agar merebahkan tubuhnya di atas tubuh Gw.
183Please respect copyright.PENANA3jYZc6pcfe
"Kalo belum terbukti, berarti belum valid." ucapnya.
183Please respect copyright.PENANAuQ0M6COtR4
"Nanti kalo kita udah nikah aku buktiin dehh." kata Gw yang lalu memeluk tubuh telanjang Muti.
183Please respect copyright.PENANAoD2H8Rl6T2
"Pintu kamar enggak dikunci, nanti ibu masuk apa enggak bahaya Mut?" tanya Gw.
183Please respect copyright.PENANA1Ycfjy7puI
"Ehh, iya. Sebentar aku kunci dulu."
183Please respect copyright.PENANAh09l3f0NyJ
Muti bangun dari tubuh Gw. Dia berjalan dengan tubuh bugilnya menunjukkan pantat dan pinggulnya yang berlenggak-lenggok menuju ke arah pintu lalu menutup dan menguncinya.
183Please respect copyright.PENANAoZEIgUBi0p
Lalu dia kembali ke arah Gw. Direbahkannya lagi tubuhnya di atas tubuh Gw. Dia memeluk Gw, menikmati momen yang indah itu.
183Please respect copyright.PENANAtlxT7PorTh
"Suka gak, Mut?" tanya Gw.
183Please respect copyright.PENANAGYAdh3hqw3
"He'eh. Kamu?" tanyanya balik.
183Please respect copyright.PENANAya3nT6By42
"Iya." jawab Gw singkat.
183Please respect copyright.PENANAcTeyxEHLii
Kami menikmati momen itu bersama. Cuddle mesra di waktu senja, terkulai lemas setelah syahwat terlepas. Lalu dalam keheningan itu Muti bertanya.
183Please respect copyright.PENANAKpfAZkPv8a
"ML itu enak gak sih, Jak?"
183Please respect copyright.PENANAIRnHkGPliZ
"Hahh??" ucap Gw yang kaget akan pertanyaan Muti.
183Please respect copyright.PENANA38XAFTl4Ud
"Kok kaget?" tanya Muti heran.
183Please respect copyright.PENANAg9djmwYQsH
"Ya kaget lah."
183Please respect copyright.PENANANAd7Xp3TUR
"Ihh, aku nanya doang. Bukan mau ngajak. Geer ajaa." jawabnya.
183Please respect copyright.PENANALlIFT5AUK2
"Aku penasaran, kayak kok Sinta mau gitu ML sama pacarnya. Temen-temen aku juga ada yang cerita, dia begitu." jelasnya.
183Please respect copyright.PENANA5qNyTNgvSp
"Ya tadi kamu ngerasain sendiri kan enaknya gimana?" tanya Gw.
183Please respect copyright.PENANAa4gKriOgL4
"Emang rasanya ML begitu?" tanya Muti.
183Please respect copyright.PENANASb5X5Oo43q
"Lebih dari itu malah." jawab Gw.
183Please respect copyright.PENANANHCJMRFCeN
"Hmm, aku masih belum siap tapi." ucapnya.
183Please respect copyright.PENANAKJ6knVqXps
"Yaa yang nyuruh juga siapa. Enggak ada yang maksa kamu kan."
183Please respect copyright.PENANAVjB1dK5LxW
"Kali kamu kepengen gitu. Akunya belum siap." ucap Muti.
183Please respect copyright.PENANAHbqmXjsagV
"Aku mah tergantung kamunya aja, Mut. Aku juga enggak ngerti caranya gimana. Jadi gatau." kata Gw berbohong.
183Please respect copyright.PENANAbfqXpXtmcO
"Lagipula, kayak gini juga aku udah suka. Bisa berduaan sama kamu. Ini adalah sore yang paling indah yang akan selalu aku inget." ucap Gw.
183Please respect copyright.PENANAS75Z8RlD69
"Makasih, Jakk." ucap Muti yang lalu mengencangkan pelukannya.183Please respect copyright.PENANA2cU8Oi3SEH


