602Please respect copyright.PENANAYC2NYWGk12
Mereka berdua masih tergeletak di sofa ruang tamu, tubuh telanjang saling menempel, berkeringat dan basah oleh cairan percintaan. Napas Angga masih tersengal, sementara Endang merebahkan kepalanya di dada Angga, jarinya menggambar lingkaran-lingkaran kecil di perut pria muda itu. Mani Angga masih menetes pelan dari memek Endang yang bengkak dan merah.
602Please respect copyright.PENANAtn44WY7Gtd
Endang tersenyum tipis, matanya masih berkabut kenikmatan. Ia mengangkat wajahnya dan mencium dada Angga pelan.
602Please respect copyright.PENANA69IdoUEVXi
“Angga… kamu hebat,” bisiknya lembut, suaranya masih serak. “Baru pertama kali, tapi sudah bikin aku keluar dua kali. Suamiku jarang banget bikin aku begini.”
602Please respect copyright.PENANAF2X9bV3tM9
Angga tertawa kecil sambil mengusap rambut panjang Endang yang acak-acakan. “Kamu yang binal banget, Endang. Dari luar kelihatan anggun, istri baik-baik… eh, ternyata di ranjang ngomongnya ‘fuck istri tetangga kamu lebih keras’. Aku hampir nggak tahan denger itu.”
602Please respect copyright.PENANA1no30uPKJ2
Endang terkikik genit. Ia menggesekkan pahanya yang licin ke paha Angga, merasakan kontol pria itu yang mulai setengah tegang lagi.
602Please respect copyright.PENANAoAGUMCBpJ4
“Kenapa? Kamu suka istri tetangga yang binal kayak aku?” tanyanya sambil menatap Angga dengan mata nakal. “Aku sudah bosan banget, Angga. Suamiku tiap pulang cuma kerjaan kantor yang dia ceritain, terus tidur. Sudah hampir setahun lebih aku nggak dapet yang beneran. Tiap malam cuma main sendiri sambil bayangin cowok muda kayak kamu.”
602Please respect copyright.PENANAgmCJ9HhuiF
Angga meremas pinggul Endang pelan. “Terus kenapa baru sekarang? Padahal aku pindah dua minggu lalu. Tiap pagi aku liat kamu jemur baju, pake tanktop ketat… susah banget nahan nafsu.”
602Please respect copyright.PENANABzgT6mpk3w
Endang tersenyum lebar, tangannya turun meremas kontol Angga yang mulai mengeras lagi. “Karena aku nunggu momen yang pas. Malam hujan gini, lampu mati, suami jauh di Singapura… dan kamu sendirian. Aku sengaja keluar pakai daster tipis itu, tahu kamu bakal ngeliatin.”
602Please respect copyright.PENANAmYwSxXEAfc
“Kamu memang sudah rencana dari awal ya?” tanya Angga sambil mencubit puting Endang pelan, membuat wanita itu mendesah kecil.
602Please respect copyright.PENANAHniCLfe2n6
“Iya… aku sudah sering ngintip kamu dari jendela. Badan kamu bagus, masih muda, kontolnya pasti enak,” jawab Endang tanpa malu. “Dan ternyata benar. Masih nggak percaya mani kamu banyak banget tadi. Masih keluar dari memekku nih…”
602Please respect copyright.PENANAI7ke0EaCKG
Endang mengambil sedikit cairan yang menetes di jarinya, lalu menjilatnya sambil memandang Angga dengan tatapan menggoda.
“Enak rasanya?” goda Angga.
602Please respect copyright.PENANAMQPvNjYC12
“Enak. Rasa muda. Beda sama suamiku yang sudah asem,” katanya sambil tertawa. Lalu wajahnya mendekat, bibirnya hampir menyentuh bibir Angga. “Angga… besok malam kamu mau lagi nggak? Aku bisa ke sini, atau kamu yang ke rumahku. Aku punya kamar utama yang besar, tempat tidurnya empuk banget. Bisa kita coba di sana.”
602Please respect copyright.PENANAMoVUyluKfm
Angga mengangguk, tangannya merayap ke bokong Endang yang montok. “Mau banget. Tapi risikonya? Kalau ada tetangga yang curiga?”
602Please respect copyright.PENANATCJMRl365z
Endang menggigit bibirnya. “Justru itu yang bikin tambah panas, kan? Aku suka yang berbahaya. Kadang aku bayangin suamiku tiba-tiba pulang dan liat aku lagi digenjot tetangga muda di ranjang kami. Pasti dia syok… tapi memekku langsung basah tiap bayangin itu.”
602Please respect copyright.PENANANJAAi7yAfZ
“Kamu emang gila,” gumam Angga sambil tertawa, tapi kontolnya sudah kembali keras sepenuhnya karena kata-kata Endang.
602Please respect copyright.PENANAcGsQegM9Vv
Endang naik ke atas tubuh Angga, duduk di pangkuannya. Memeknya yang masih licin bergesekan pelan di batang kontol Angga.
602Please respect copyright.PENANAu8KPJbo5Hy
“Gila karena kelamaan nggak diladenin. Sekarang aku punya kamu,” bisiknya sambil menggoyang pinggulnya perlahan. “Besok aku mau kamu ajarin doggy di teras belakang. Aku suka digenjot sambil liat hujan. Atau di dapur, sambil aku masak buat kamu. Mau?”
602Please respect copyright.PENANAf2BxwFuHFt
Angga memegang pinggul Endang, membantu gerakannya. “Mau semua. Asal kamu janji tetap binal kayak tadi.”
602Please respect copyright.PENANAHtMMezLgO8
Endang tersenyum lebar, matanya penuh api lagi. Ia membungkuk, mencium Angga dalam-dalam sambil berbisik di sela ciuman:
602Please respect copyright.PENANAtygr8Jkmcv
“Aku janji… tiap malam suamiku nggak ada, memek ini milik kamu sepenuhnya. Kamu boleh isi kapan saja, di mana saja. Bahkan kalau dia telepon, aku bisa angkat sambil kamu ngentot aku dari belakang… mau coba sekarang ronde kedua?”
602Please respect copyright.PENANAKuihKBN6EQ
“Anak muda memang beda. Suamiku paling cuma sekali langsung lemes. Kamu… aku mau yang kedua kali ini lebih kasar.”
602Please respect copyright.PENANAxlAq3LmxCD
Angga memegang pinggul Endang yang montok dengan kedua tangan, meremasnya kuat. “Kamu minta kasar? Siap, Endang. Bangun dulu.”
602Please respect copyright.PENANA7Ke9FUN14v
Endang berdiri, tapi Angga langsung membalik tubuhnya menghadap sofa. Ia mendorong punggung Endang hingga wanita itu membungkuk, kedua tangannya bertumpu di sandaran sofa. Posisi doggy yang sempurna.
602Please respect copyright.PENANAwZICc8OXWC
Bokong Endang yang bulat dan putih terpampang indah di depan mata Angga, memeknya yang masih merah dan licin terbuka sedikit, meneteskan campuran cairan mereka.
602Please respect copyright.PENANAQX8uIx95Op
“Wah… suka banget posisi ini,” desah Endang sambil menggoyang bokongnya menggoda. “Genjot istri tetangga dari belakang, Angga… keras-keras ya.”
602Please respect copyright.PENANAYA8BAMuF8c
Angga tak menunggu lama. Ia mengusap kepala kontolnya di celah memek Endang beberapa kali, lalu mendorong masuk dalam satu hantaman kuat hingga pangkal.
602Please respect copyright.PENANAJNmXd0jF8W
“Aaahhh! Besar banget…!!” jerit Endang, tubuhnya maju sedikit karena hantaman itu. “Dalem… enak sekali…!”
602Please respect copyright.PENANAg5AliKb023
Angga langsung menggenjot dengan ritme cepat dan kuat. Suara “plak plak plak” benturan paha dan bokong Endang memenuhi ruangan. Setiap hantaman membuat payudara Endang bergoyang liar di bawah kaos oversize yang sudah naik ke atas punggungnya. Angga menarik kaos itu lebih tinggi, lalu meraih payudara Endang dari belakang, meremasnya kasar sambil terus mengentot.
602Please respect copyright.PENANAE1yA8vIyVT
“Enak nggak, Endang? Kontol tetangga muda ini lebih enak dari suami kamu?” tanya Angga sambil menampar bokong Endang pelan.
602Please respect copyright.PENANAlt4LBiZboA
“Enak… enak banget! Lebih gede, lebih keras… ahh! Suamiku nggak pernah bikin aku begini… Fuck aku lebih keras, Angga! Jadikan aku pelacur kamu malam ini!” erang Endang tanpa malu. Suaranya semakin kencang, semakin binal.
602Please respect copyright.PENANAyVGYyZB1hy
Angga semakin bersemangat. Ia mencengkeram pinggul Endang dan menghantam lebih dalam, lebih cepat. Sesekali ia menarik rambut Endang ke belakang, membuat punggung wanita itu melengkung indah. Endang menjerit kenikmatan, memeknya semakin licin dan berkedut-kedut mencengkeram kontol Angga.
602Please respect copyright.PENANAhbeJxmI1CZ
Mereka berpindah posisi. Angga duduk di sofa, Endang naik ke pangkuannya menghadapnya (cowgirl). Ia memegang bahu Angga dan menggoyang pinggulnya liar, naik turun dengan cepat.
602Please respect copyright.PENANAnFuS7swF7V
Payudaranya yang besar bergoyang tepat di depan wajah Angga. Angga menghisap putingnya bergantian, menggigit pelan, membuat Endang semakin gila.
602Please respect copyright.PENANAqgcm1GQ0nQ
“Iya… hisap putingku… gigit… ahh! Aku suka kasar… Kamu boleh tinggalkan bekas di tubuhku, asal suamiku nggak liat,” katanya sambil tertawa nakal di sela erangan.
602Please respect copyright.PENANAcZJ8NpBZHq
Endang mempercepat goyangannya, memeknya menelan kontol Angga hingga pangkal setiap kali. Bunyi basah “slup slup” terdengar jelas. Keringat mereka bercampur, aroma seks memenuhi ruangan.
602Please respect copyright.PENANAkqWIBq2YpB
“Angga… aku mau keluar lagi… bareng ya… isi aku lagi… penuhin memek istri tetangga ini!” pintanya sambil mencium Angga dalam-dalam, lidah mereka saling menjilat.
602Please respect copyright.PENANAFjqmncoV9g
Angga memegang bokong Endang dan membantu mengangkat turun tubuhnya dengan kuat. Beberapa hantaman terakhir yang dalam dan cepat membuat mereka berdua mencapai puncak lagi.
602Please respect copyright.PENANAXwQSyegUJn
Endang menjerit panjang, tubuhnya kejang hebat, memeknya menyemprot cairan hangat. Angga menyemburkan mani panasnya yang kedua kali jauh ke dalam rahim Endang, memenuhinya hingga penuh.
602Please respect copyright.PENANA7urrJhiPEr
Mereka berpelukan erat, napas tersengal-sengal. Endang masih menggoyang pinggulnya pelan, seolah tak mau melepaskan kontol Angga yang masih di dalamnya.602Please respect copyright.PENANAJ5AHsr89qH


