Dengan alasan ibunya sedang sibuk mengurus bisnis di luar kota dan dia ingin belajar membuat kue tradisional, Sila mengetuk pintu rumah tengah mereka.
233Please respect copyright.PENANAmSvlajr253
Sumi yang tidak pernah dikaruniai anak perempuan menyambut kehadiran gadis muda yang ramah dan sopan itu dengan tangan terbuka.
233Please respect copyright.PENANA1iKKSB3YL8
Sore itu, dapur rumah Hermawan yang biasanya sepi mendadak terasa hidup. Aroma mentega dan pandan memenuhi ruangan, bercampur dengan tawa renyah Sila yang bersahut-sahutan dengan suara Sumi yang mendadak terdengar lebih ceria daripada biasanya.
233Please respect copyright.PENANAcLNvPD9pdt
Hermawan berdiri kaku di balik pintu penghubung toko, memperhatikan mereka berdua.
233Please respect copyright.PENANAdc53q5e2Rx
"Nah, Neng Sila, mengaduk adonannya harus searah ya, supaya kuenya tidak bantat," ujar Sumi sabar, tangannya yang kasar menuntun tangan lentik Sila di atas wadah plastik besar.
233Please respect copyright.PENANAqQqJ3GqzC2
"Oh, begitu ya, Bu Sumi? Pantas saja kemarin aku coba sendiri di rumah selalu gagal," sahut Sila lembut. Dia menyeka dahi mulusnya dengan punggung tangan, meninggalkan sedikit noda tepung di pipinya yang merona karena hawa panas kompor.
233Please respect copyright.PENANA1qKaAJ2C8q
Hermawan berjalan masuk ke dapur dengan dalih ingin mengambil segelas air dingin dari kulkas. Langkah kakinya yang tegap sengaja diperberat agar mereka tahu kehadirannya.
233Please respect copyright.PENANAiKXhk0IvYW
"Eh, Akang. Ini lihat, Neng Sila pintar sekali belajar bikin kue cucur," puji Sumi tulus, menoleh ke arah suaminya. "Tolong ambilkan saringan santan di rak bawah dekat tempatmu berdiri itu, Kang."
233Please respect copyright.PENANATar0NIFxoK
"Iya," jawab Hermawan pendek. Tubuh tegapnya membungkuk, membuka rak bawah yang letaknya tepat di sebelah tempat Sila berdiri.
233Please respect copyright.PENANA3fJIVlNPbX
Sumi berbalik memunggungi mereka, berjalan menuju wastafel untuk mencuci beberapa peralatan yang kotor. Suara gemercik air yang deras langsung terdengar.
233Please respect copyright.PENANAI8PRk0K5Jq
Di balik punggung Sumi, dalam titik yang sangat sempit, Sila bergerak.
233Please respect copyright.PENANA5OfT8ksoxM
Gadis 19 tahun itu sengaja menurunkan tubuhnya, berpura-pura mengambil wadah gula yang diletakkan di dekat kaki Hermawan. Saat tubuh mereka sejajar di bawah meja dapur, Sila mendongak. Matanya yang jernih menatap langsung ke manik mata Hermawan yang menegang.
233Please respect copyright.PENANAAosI7Q1pyB
Tanpa ragu, telapak tangan Sila yang hangat dan sedikit berlumur tepung merayap naik, mencengkeram paha tegap Hermawan di balik celana kainnya, lalu meremas intinya dengan pelan namun penuh tekanan yang berani.
233Please respect copyright.PENANAa6USnrNJ1F
Hermawan tercekat, napasnya tertahan di tenggorokan. Seluruh otot tubuhnya menegang. Jantungnya berdentum begitu keras hingga dia takut Sumi bisa mendengarnya di antara suara air wastafel. Dari jarak sedekat ini, aroma manis vanilla Sila yang bercampur aroma pandan seolah mencekik akal sehatnya.
233Please respect copyright.PENANACopEqiQS8B
Sila tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh kemenangan yang teramat seksi, sebelum menarik tangannya kembali dan berdiri tegak seolah tidak terjadi apa-apa tepat saat Sumi mematikan keran air.
233Please respect copyright.PENANAVYXxGRQInf
"Ini saringannya," kata Hermawan.
233Please respect copyright.PENANAX0KYELoQ6l
"Akang kenapa? Kok mukanya merah begitu? Kena hawa kompor ya?" tanya Sumi heran melihat pelipis suaminya yang mendadak dibanjiri keringat dingin.
233Please respect copyright.PENANALGYGrkcVvn
"A-ah, iya. Agak gerah di dalam sini. Akang kembali ke depan dulu," sahut Hermawan buru-buru berbalik, melangkah cepat kembali ke tokonya dengan sisa debaran gila yang membakar seluruh urat nadinya.
233Please respect copyright.PENANAbg4wx3D8Tg
Di belakangnya, dia bisa mendengar tawa kecil Sila yang terdengar begitu polos di telinga Sumi, namun terdengar seperti undangan terlarang di telinganya sendiri.
233Please respect copyright.PENANAt5s5hywe1m
Lanjutan di Lynk lebih vulgar Add Part 07 | @redcamellia
https://lynk.id/redcamellia
Baca cerita lainnya di wp @redcamie
233Please respect copyright.PENANAmfEzox1lfC
233Please respect copyright.PENANAA5BGQ09gtv


