Keheningan di dapur itu menyisakan suara detak jam dinding mewah yang seolah berpacu dengan debaran jantung mereka.
348Please respect copyright.PENANAuADikGUSfs
Jarak di antara keduanya terkikis habis. Hermawan bisa merasakan kehangatan dari tubuh Sila merambat melalui pakaian mereka, sementara Sila bisa menghirup aroma maskulin yang matang-campuran aroma sabun sederhana, keringat tipis, dan tembakau-yang terasa begitu mendominasi.
348Please respect copyright.PENANA0MHjsAxS4F
Akal sehat Hermawan seolah lumpuh. Tatapannya tertuju pada bibir Sila yang sedikit terbuka, mengembuskan napas pendek-pendek yang terasa hangat di dagunya.
348Please respect copyright.PENANAgd2H6qJgv1
"Pak..."
348Please respect copyright.PENANA99J0SmMnIb
Tangan Hermawan yang besar dan kasar perlahan naik. Jemarinya yang gemetar menyentuh ceruk leher Sila yang basah oleh percikan air tadi. Kulit gadis itu begitu dingin dan halus, sangat kontras dengan telapak tangannya yang kapalan.
348Please respect copyright.PENANAFp8gutH2tp
Sila sedikit berjengit saat kulit kasarnya bersentuhan dengan kulit sensitifnya, namun bukannya menjauh, Sila justru memejamkan mata, membiarkan sentuhan pria tua itu menuntunnya.
348Please respect copyright.PENANAhtT4tlYBBE
Hermawan menggeser ibu jarinya ke atas, menangkup rahang mungil Sila dengan sangat hati-hati. Sentuhan itu perlahan berubah menjadi cengkeraman yang posesif ketika Hermawan menundukkan wajahnya.
348Please respect copyright.PENANADF7QjxCB4I
Ketika bibir mereka akhirnya bertemu, segalanya terasa berbeda.
348Please respect copyright.PENANAkXfielCANP
Ciuman pertama itu dimulai dengan keraguan, namun dalam hitungan detik, gairah yang tertahan selama belasan tahun dalam pernikahan hambar Hermawan tumpah tanpa sisa. Hermawan melumat bibir manis Sila dengan intensitas yang mengejutkan, menuntut, dan penuh rasa lapar.
348Please respect copyright.PENANAGsnaOOyZIu
Sila terengah, tangannya yang semula hanya mencengkeram kemeja Hermawan kini merambat naik, melingkari leher kokoh pria paruh baya itu untuk menopang tubuhnya yang kian lemas.
348Please respect copyright.PENANA5WByPz1m1Z
Sila terbuai. Sentuhan dan ciuman pria sedewasa Hermawan terasa begitu berbeda-begitu menuntut namun pelindung, sangat jauh dari bayangan pemuda-pemuda sebayanya di kampus.
348Please respect copyright.PENANASKkDLkdKDF
Sila membiarkan Hermawan menguasai rongga mulutnya, ikut terhanyut dalam permainan panas yang mendadak meruntuhkan seluruh moralitas mereka.
348Please respect copyright.PENANAQl2SptE9o0
Sambil terus mencium Sila, tangan Hermawan yang lain berpindah ke pinggang ramping Sila, menarik tubuh sintal gadis itu agar semakin merapat pada dada bidangnya yang tegap. Tubuh mereka menempel sempurna. Kaos putih tipis Sila yang basah tidak lagi menjadi penghalang bagi kehangatan kulit mereka yang saling mencari.
348Please respect copyright.PENANAjZNIlKoqhy
Hermawan melepaskan pautan bibir mereka sejenak untuk meraup udara, beralih menciumi rahang Sila hingga turun ke leher jenjangnya. Sila mendongak, mencengkeram rambut Hermawan yang mulai memutih di bagian belakang, sementara desahan-desahan halus mulai lolos dari bibir indahnya.
348Please respect copyright.PENANAleC8LWCsAu
"Ah... Pak Hermawan..."
348Please respect copyright.PENANAyuy56zjwlU
Suara desahan Sila yang memanggil namanya bagaikan bahan bakar yang menyiram api.
348Please respect copyright.PENANAsVn2YUML7p
Hermawan mengangkat tubuh Sila dengan mudah, mendudukkan gadis itu di atas meja marmer dapur.
348Please respect copyright.PENANAybAYI4dwJn
Sila membuka paha rampingnya, membiarkan Hermawan berdiri di selangkangannya, mengunci pergerakannya sepenuhnya.
348Please respect copyright.PENANAsO08GgKYzF
Dengan pakaian yang mulai berantakan, mereka melangkah lebih jauh.
348Please respect copyright.PENANAL9V45jMPDR
Apalagi keadaan sekarang mendukung, toko tadi sempat sudah dikunci, dan pintu rumah ini menutup rapat dan hanya menyisahkan mereka berdua saja di dalamnya.
348Please respect copyright.PENANAKJL8N5K717
"Mau dilanjutkan, Neng?" tanya Pak Hermawan memastikan.
348Please respect copyright.PENANAB7gdmDIm6y
Sila terdiam sejenak nampak sedang berpikir, tapi pesona pria matang ini tak sanggup ia tolak. "Lanjutkan, Pak. Sila mau," ujarnya malu-malu.
348Please respect copyright.PENANAPRh2Ep6D87
Lanjutan di Lynk lebih vulgar Add Part 03 | @redcamellia
348Please respect copyright.PENANAdMcXTNVQiZ
https://lynk.id/redcamellia
348Please respect copyright.PENANA2JGutrjCva
Baca cerita lainnya di wp @redcamie
348Please respect copyright.PENANAu5bmMfWo5o
348Please respect copyright.PENANARBtT71cq6z


