Tanpa memikirkannya, Ara lanjut menyerang beberapa dari mereka yang siap bertarung dengannya. Pedang naganya dengan mudah mengenai setiap anggota tubuh lawannya. Mulai dari kaki, tangan, perut, dada, dan leher. Pasukan berpakaian hijau lumut menghilang semua setelah terkena pedang naganya. Tidak ada darah setetes pun dari tubuh mereka. Hanya menghilang seperti bayangan hitam. Itu lebih memudahkan Ara untuk membasminya.
Mereka bukan manusia.
Kim Young yang melihatnya juga ikut terkejut. Ternyata selama ini, semua anak buah A Young yang tidak terlihat tidur, tidak makan, tidak berbicara, dan selalu patuh itu karena mereka bukanlah manusia.
Pedang Hyun Tak berhasil mengenai lengan tangan Pengawal Soo Ho. Darahnya keluar begitu saja. Pengawal Soo Ho berusaha menahannya dan terus bertarung. Hyun Tak yang penuh amarah tidak terkendalikan. Penyerangannya begitu cepat dan hampir membuat Pengawal Soo Ho kewalahan.
Ara baru saja selesai membasmi pasukan berpakaian hijau lumut, Kim Young sudah menyerang kembali. Kim Young mengangkat pedangnya sambil berlari menuju tempat Ara berdiri. Saat itu, Ara sempat melihat A Young yang berada jauh di belakang Kim Young sedang menggerakkan jemari tangannya dengan kemarahan di wajahnya.
Jelas saja A Young marah, karena Ara mampu membasmi anak buahnya yang tidak pernah terkalahkan oleh siapa pun sebelumnya. Anak buah yang dihidupkannya dari para arwah dan darahnya kini lenyap seketika hanya karena seseorang yang tidak bisa di terawangnya. Ara menundukkan badan hampir jongkok menghindari pedang Kim Young lalu menggeser tubuhnya menjauh.
Sementara itu, Pangeran Yi Joon dan Hyuk bersamaan bergerak menuju tempat Ara dengan pedang yang sudah dikeluarkan dari sarungnya tanpa bisa berbicara atau menolak melakukannya. Tubuh keduanya dikendalikan oleh A Young.
Ara yang sedang berhadapan dengan Kim Young bisa merasakan dan mendengar suara langkah kaki mendekatinya. Dia tahu, itu sudah berada di belakangnya. Setelah menangkis pedang Kim Young, Ara membalikkan badan dengan cepat. Dia pun menangkis kedua pedang milik Pangeran Yi Joon dan Hyuk secara bersamaan dengan usaha kuat lalu menendang dada Hyuk yang akhirnya tersungkur jatuh ke tanah.
Salah satu dari mereka lebih kuat dari si bajingan...
Batin Ara yang mengarah pada Kim Young.
Ara marah dikeroyok orang-orang hebat tersebut. Amarah yang memuncak membuat dia bertindak lebih dulu. Dia menyerang Kim Young dengan pedang naganya lebih cepat saat Kim Young masih berusaha untuk menyeimbangkan posisi berdirinya. Pedang naganya menyayat perut Kim Young yang langsung tersungkur jatuh ke tanah. Detik berikutnya, Ara sudah sibuk dengan Pangeran Yi Joon dan Hyuk.
Ji Soo menjerit saat melihat Kim Young tersungkur jatuh.
Hyun Tak kehilangan fokusnya hingga membuat Pengawal Soo Ho bisa melukainya tepat mengenai dada. Luka di dada Hyun Tak tidak dalam, dia masih bisa menahannya. Namun, melihat Kim Young yang tersungkur di tanah dengan banyak darah membuatnya harus berhenti melawan Pengawal Soo Ho. Tanpa berpikir panjang lagi, Hyun Tak berlari sambil menahan sakitnya menuju Kim Young.
Di lain sisi, Ara kebingungan berhadapan dengan Pangeran Yi Joon.
Pangeran Yi Joon menyerangnya tetapi tampak melawan dirinya sendiri untuk tidak melawannya. Melihat tingkah aneh Pangeran Yi Joon, Ara meninju perut Pangeran Yi Joon dengan keras hingga membuat Pangeran Yi Joon membungkukkan tubuh merintih kesakitan. Itu dimanfaatkan Ara untuk menendang tulang kering kaki Pangeran Yi Joon yang sontak terjatuh ke tanah.
Pengawal Soo Ho kewalahan melawan pasukan berpakaian hijau lumut yang ada di sekitar tempat Selir Choi dan Dayang Hye Won berada. Mereka berdatangan lagi satu demi satu. Melihat itu, Ara menoleh ke arah A Young yang sibuk menggerakkan jemari tangannya dengan mulut yang ikut berkomat-kamit.
Apa harus gua bunuh dia dulu?
Batin Ara untuk sesaat lalu kembali sibuk membantu Pengawal Soo Ho membasmi pasukan berpakaian hijau lumut tersebut.
A Young semakin marah di tempatnya melihat semua anak buahnya satu persatu menghilang. Anggota perguruan pakaian hitam juga sudah tewas, bahkan sang pemimpin dan pemiliknya ikut terluka parah. Dia memperhatikan suasana di sana dengan teliti. Matanya berbinar saat menyadari Ara yang selalu melindungi Selir Choi meskipun harus sibuk ke sana-sini melawan siapa saja yang mendekat.
Aku menemukan kelemahanmu.
Kata A Young dalam hati.
15Please respect copyright.PENANAv2gVooDPku
^ ^ ^
15Please respect copyright.PENANAlxxqd8phD7
Belum selesai membasmi pasukan berpakaian hijau lumut, Ara kembali melawan Hyuk yang terus berdiri lagi menyerangnya setiap kali dirobohkannya. Ara menyadari bahwa Hyuk dan Pangeran Yi Joon dikuasai oleh A Young. Ara melintir tangan Hyuk hingga membuat Hyuk menjatuhkan pedangnya lalu membanting tubuh laki-laki itu dengan keras ke tanah. Hyuk pun terkapar kesakitan.
Ketika itu, Ara melihat dari ujung manik matanya ada sebilah belati kecil terbang menuju Selir Choi. Ara berlari secepatnya mencegah belati kecil itu agar tidak mengenai sasarannya. Belati kecil itu hampir mengenai sasarannya dan berhenti pada jarak satu inci dari kening Selir Choi. Tangan Ara berhasil menggenggam erat belati kecil itu untuk menghentikannya.15Please respect copyright.PENANARaQxBlsjBL
Selir Choi menahan napasnya sambil menatap tegang tangan Ara yang menggenggam belati kecil itu sudah berlumuran darah. Ara semakin menggenggam erat belati kecil itu karena benda tersebut bergerak ingin lepas dari genggaman telapak tangan Ara. Kemudian, Ara menoleh melihat A Young yang mengeluarkan darah di hidungnya.
Dia...?
Batin A Young dengan napas memburu.
A Young memaksakan diri untuk mengeluarkan semua kemampuannya untuk melawan Ara yang ternyata bisa menghentikan belati miliknya dan membuatnya kali pertama merasakan ada yang mampu mengalahkan kemampuannya. Dia mencoba mempertahankannya sambil bergerak menuju tempat Ara dengan jemari tangannya yang terus bergerak.
Dia menatap Ara dengan lekat saat Ara semakin erat menggenggam belati kecil tersebut. Darah Ara pun bercucuran menetes ke tanah.
"Jangan berusaha melawannya, aku jadi merasa tertantang." Ucap A Young pada Ara.
Dayang Hye Won menarik Selir Choi mundur beberapa langkah ke belakang. Tiba-tiba Selir Choi dan Dayang Hye Won tidak bisa bergerak ataupun bersuara. Pengawal Soo Ho juga merasakan hal yang sama. begitu juga dengan Pangeran Yi Joon dan Hyuk.
Bertepatan dengan itu, Ji Soo yang menghampiri Kim Young sedang meratapi putranya yang terluka. Hyun Tak juga berada di samping Kim Young dalam diam. Keduanya mencuri lihat menoleh ke arah A Young yang mulai mengambil tindakan sendiri.
"Pasukan susulan hampir tiba. Kita bisa membawa Tuan Muda saat mereka tiba. Jangan khawatir, Nyonya." Bisik Hyun Tak memberitahu Ji Soo.
Kepala Ji Soo terangguk satu kali.
Ara melihat situasi sekelilingnya lewat pandangan saat tidak ada dari mereka semua yang bergerak. Semuanya diam mematung di tempat masing-masing. Dia bahkan melihat Pengawal Soo Ho yang berusaha mengatakan sesuatu dengan susah payah tetapi gagal. Begitu juga dengan Selir Choi dan Dayang Hye Won.
Nenek sihir ini mengendalikan semua orang?15Please respect copyright.PENANA9TBfBh2N0s
Sialan!15Please respect copyright.PENANAaZX701bXv1
Tapi, kenapa cuman gua yang nggak?15Please respect copyright.PENANA9sO6HKVtsE
Mata Ara kembali melihat depan, tepat pada A Young yang semakin mendekati tempatnya. Bahu tangan kanannya yang kembali terasa kaku membuatnya perlahan berusaha menggerakkan tangan kanannya yang memegang pedang naganya. Dia memastikan bahu tangan kanannya itu masih bisa difungsikan jika A Young tiba-tiba melakukan sesuatu yang buruk padanya.
"Energimu benar-benar menggiurkan, Putri Yi Ara. Lebih menggiurkan dari pada milik Pangeran Yi Joon." Kata A Young.
Ah, ngeselin!15Please respect copyright.PENANANI680jX9oB
Gua emang Yiara, tapi bukan Putri Yi Ara yang lo kenal, Nenek Sihir.15Please respect copyright.PENANABt14wskeVm
Ara tetap bergeming di tempatnya tanpa melakukan pergerakan.
"Sepertinya aku harus mengubah rencanaku. Ini adalah tempat yang cocok untuk membinasakanmu dan adikmu. Aku ambil energi kalian lalu aku bisa gunakan selir raja itu untuk masuk istana." A Young tampak senang dengan ide barunya.
A Young menoleh ke arah Ji Soo.
"Ji Soo, karena aku mengubah rencanaku, sepertinya aku juga harus melakukan hal yang sama denganmu dan orang-orangmu. Selamat tinggal." A Young memamerkan senyum bahagianya.
Di mana-mana yang namanya Nenek Sihir emang jahat.15Please respect copyright.PENANAVmtQojaZVA
Yang kayak begini yang harus dibasmi.15Please respect copyright.PENANAzcxl45JIdt
15Please respect copyright.PENANASKJJ4fHs57
^ ^ ^
15Please respect copyright.PENANAwQ6ZEZW8qy
Ara mulai menggenggam erat pedang naganya tanpa kentara.
A Young kembali melihat Ara dengan senyum liciknya. Kakinya berhenti tepat di hadapan Ara yang berjarak cukup dekat. Jemari tangannya mulai bergerak kembali. Datang lah pasukan berpakaian hijau lumut secara tiba-tiba. Mereka datang mendekat.
Sedangkan Ara, dia menarik napasnya lalu dihembuskan nya perlahan. Dia sudah siap.
"Selamat tinggal, Putri Yi Ara." A Young tampak puas. Dia tidak tahan menanti untuk mengambil energi Ara yang akan membuatnya semakin kuat dan tidak terkalahkan.
Ara melepas belati kecil di genggaman tangannya begitu saja. Belati kecil itu jatuh ke tanah yang berlumuran darahnya. Mata A Young terbelalak lebar, terkejut melihatnya. Dia tidak mengira jika Ara mampu melepaskan diri dari kendalinya. Dia bahkan tidak tahu bahwa Ara seorang yang sejak awal memang tidak merasa dikendalikan olehnya. Ara berhasil mempermainkan A Young. Kemarahan yang tertahan membuat Ara melakukan sesuatu lebih dulu.
Tangan Ara mengangkat pedang naganya dengan cepat lalu menghunuskan nya tepat di jantung A Young. Darah pun keluar dari mulut A Young. Di waktu yang sama, semua yang dikendalikan oleh kemampuan A Young kembali bisa bergerak dan bersuara. Pasukan berpakaian hijau lumut pun langsung menghilang dengan sendirinya.
A Young terhuyung ke belakang.
"Kau...!" A Young kesulitan mengeluarkan suara dengan darah yang banyak keluar dari mulutnya.
"Kau tidak akan pernah bisa mengendalikan ku, apalagi membunuhku. Semua kemampuanmu tidak berfungsi padaku. Aku bukan orang yang bisa kau bunuh di negeri ini. Selamat tinggal." Kata Ara ringan.
Saat Ara ingin menarik pedang naganya yang menancap di jantung A Young, ditahan oleh tangan A Young yang mulai melemah.
"Aku, A Young, mengutukmu. Kemampuanku akan berpindah ke tanganmu. Jika aku tidak bisa membunuhmu dengan tanganku, maka kemampuanku yang akan melakukannya. Tidak perduli siapa pun kau, di mana pun kau hidup, kemampuanku akan menyertaimu bahkan di kehidupanmu yang selanjutnya. Kita lihat saja, apa kau mampu menanggungnya." Ucap A Young dengan sisa tenaganya.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh disertai kilat.
Semua yang ada di sana terkejut bersamaan. begitu juga dengan Ara yang hampir saja berjingkat di tempatnya.
"Ya, kita lihat saja," balas Ara dengan tenang.
Tangan Ara langsung menarik pedang naganya keluar dari jantung A Young. Tubuh A Young seketika roboh ke tanah tanpa nyawa. Ara merinding melihat perubahan pada wajah A Young yang berkeriput.
Iiih, beneran nenek-nenek.
Ara bergidik lalu mundur ke belakang untuk menjauh.
15Please respect copyright.PENANAHSaQIXjOOf
15Please respect copyright.PENANAxfIck33lFC
15Please respect copyright.PENANATz8Hv5veOf
Bersambung...
15Please respect copyright.PENANAw9hB01wgu7
15Please respect copyright.PENANA8pHhAgqCYT
15Please respect copyright.PENANAxBdtvMWgMI
15Please respect copyright.PENANAGHC135Z8Hj


