"Aku tanya, siapa kalian?!" Selir Choi mengulangi pertanyaannya.
A Young melangkah maju, tepat di samping Kim Young. Tangannya menyentuh lengan Kim Young. Seketika Kim Young tidak bisa bergerak dan bersuara.
"Melihat pakaianmu, kau dari istana. Kau bukan orang biasa." Seru A Young yang tersenyum indah.
Ara melihat hal aneh di sekitar A Young. Itu itu auranya atau apa, yang pasti itu tampak seperti dimensi. Itu terlihat sama persis seperti sesuatu yang mengelilingi kobaran api. Udara di sekitarnya pun tampak mengambang.
"Tapi, di mana para pengawal dan dayangmu? Ah, mereka semua sudah mati. Sepertinya perjalananmu untuk sampai di sini mengorbankan banyak nyawa." A Young melanjutkan nya dengan senyum indahnya. Kecantikannya terpancar jelas.
Selir Choi mundur dengan gemetaran. Dayang Hye Won segera memegangi tangan Selir Choi dengan erat.
"Kita tidak boleh menyakitinya, karena janin yang dikandungnya, kelak akan menjadi penguasa tahta terlama di negeri ini." Kata A Young sambil menggerakkan jemari tangannya.
Semua yang ada di sana bungkam mendengarnya.
"Sayangnya, kau tidak bisa menyaksikannya." A Young tersenyum lebar dengan mengerikan.
Pengawal Soo Ho semakin marah.
"Tutup mulutmu!" bentak Pengawal Soo Ho penuh emosi.
A Young membalas dengan senyuman mautnya. Kemudian, dia maju satu langkah ke depan. Matanya memandangi sosok Ara dari tempatnya berdiri dengan lekat. Dia kembali menggerakkan jemari tangannya. Namun, mimik wajahnya menunjukkan tidak puas lalu berhenti menggerakkan jemari tangannya.
"Kau siapa? Kenapa aku tidak bisa menerawang mu?" tanya A Young pada Ara yang tidak bersuara.
Nggak bisa?23Please respect copyright.PENANAZmKMJ2FnFa
Kenapa?23Please respect copyright.PENANA1M6RvnpolG
Apa karena gua bukan rakyat negeri sini?23Please respect copyright.PENANAyWMBdKwmqm
"Aku bisa merasakan energi yang kuat dari dalam dirimu, sama seperti energi Putri Yi Ara saat aku bertemu dengannya sewaktu dia masih kecil." A Young berusaha memancing Ara untuk berbicara.
Dia pernah ketemu Putri Yi Ara?23Please respect copyright.PENANAynXcEGpkOq
Memangnya dia siapa?23Please respect copyright.PENANA6nRVTjmDr6
Ara masih diam di tempatnya dan hanya membatin dalam hati.
Semua orang mulai memandangi Ara. Begitu juga dengan Selir Choi, Dayang Hye Won, dan Pengawal Soo Ho.
"Melihat dari pakaianmu, kau jelas laki-laki. Tetapi di balik kain penutup wajah dan kepalamu, benarkah kau seorang laki-laki?" A Young terus berusaha memancing Ara agar mengeluarkan suara.
Kebanyakan bacot.
Ara tetap tidak merespon.
A Young tersenyum.
Aku bisa merasakan aura seorang perempuan di dalam dirinya. Tetapi aku sama sekali tidak bisa melihat apa pun. Kenapa?
Batin A Young.
Tangan A Young terangkat ke atas. Jari tengahnya bergerak ke depan. Di waktu yang sama, Pangeran Yi Joon berjalan ke depan menuju tempatnya.
"Putri Yi Ara, tunjukkan dirimu." Kata A Yong dengan lantang.
23Please respect copyright.PENANATV20C068Ao
^ ^ ^
23Please respect copyright.PENANALZgZP2eJHk
"Itu tidak mungkin," sanggah Selir Choi cepat. Dia tidak percaya jika Putri Yi Ara masih hidup. Dia masih ingat dengan jelas saat istana mengumumkan mangkatnya sang putri.
Apanya yang ditunjukin?23Please respect copyright.PENANAayTrID9NkI
Putri Yi Ara, kan, udah meninggal.23Please respect copyright.PENANAiPfM9DfaMe
"Perkenalkan, Pangeran Yi Joon, adik dari Putri Yi Ara. Tunjukkan dirimu, Tuan Putri, sebelum aku melakukan sesuatu pada adikmu." Ancam A Young yang mulai kehabisan kesabaran.
"Apa lagi ini?! Sungguh tidak masuk akal. Adik dari Putri Yi Ara itu seorang perempuan," bantah Selir Choi lagi.
"Yang Mulia... Selir Choi... Kau sebaiknya diam. Jangan sampai aku yang membuatmu diam." A Young benar-benar kehilangan kesabarannya. 23Please respect copyright.PENANAlXPHZLPMnC
Senyum indah di wajah A Young pun ikut memudar.
"Putri Yi Ara..." panggil A Young yang mulai menggerakkan jemari tangannya lagi.
Tiba-tiba wajah Pangeran Yi Joon memerah. Perlahan mulutnya terbuka tetapi tidak mengeluarkan suara, dia tampak kesakitan. Sedangkan Hyuk yang berada di belakang, meronta sekuat tenaga ingin membantu Pangeran Yi Joon tetapi gagal. Rontaannya bahkan tidak bisa dilihat orang. Dia bagaikan terkunci di dalam dirinya sendiri, tidak bisa bergerak ataupun berbicara.
Selir Choi dan Dayang Hye Won terkejut melihat hal itu. Keduanya mulai ketakutan. Pengawal Soo Ho bahkan merasa ngeri sendiri dan berusaha tetap bersikap biasa.
Darah mulai keluar dari hidung Pangeran Yi Joon.
Ara hanya bergeming di tempatnya.
Gua percaya adanya dukun.23Please respect copyright.PENANAY7qYn3UThw
Dede pertama juga meninggal karena di guna-guna sama dukun.23Please respect copyright.PENANAH0CRRs6c3y
Gua nggak bisa lihat ada yang mati lagi di depan gua cuma karena gara-gara ulahnya dukun.23Please respect copyright.PENANAGx4FCa6ItA
Lo harus mati di tangan gua hari ini juga!23Please respect copyright.PENANAihcs1sZvI4
Ara menggertakkan gigi-giginya karena terlalu menahan amarah melihat apa yang sedang dilakukan oleh A Young.
"CUKUP!!!" 23Please respect copyright.PENANAl6aMjx4LJc
Selir Choi menjerit keras saat Ara akan menggerakkan tangannya untuk mencabut pedang naganya yang berada di punggungnya. Ara pun membatalkan niatnya.
A Young tersenyum puas.
23Please respect copyright.PENANAndwgPzqI1o
^ ^ ^
23Please respect copyright.PENANAUzuP0CLVmh
Tanpa menunggu lebih lama lagi, A Young berhenti menggerakkan jemari tangannya dan Pangeran Yi Joon tampak diam tidak terlihat kesakitan lagi. Setelah itu, A Young menyentuh lengan Kim Young. Detik selanjutnya, Kim Young bisa bergerak kembali seperti semula.
"Giliranmu," kata A Young sambil memamerkan senyumnya.
Kim Young menganggukkan kepala patuh.
A Young melihat ke arah Selir Choi dalam diam.
Jika dia memang bukan Putri Yi Ara, tidak masalah. Aku masih bisa menggunakanmu untuk memasuki istana setelah membinasakan Pangeran Yi Joon dan siapa pun dia yang ada di balik penutup wajah itu.
Batin A Young sambil melihat Selir Choi dengan lekat.
Selir Choi yang menyadari tatapan itu hanya mampu bungkam di tempatnya.
Kim Young memberi tanda dengan tangannya lalu semua pasukan berpakaian hitam bergerak bersamaan menuju tepat Ara bersama Selir Choi, Dayang Hye Won, dan Pengawal Soo Ho. Ara siaga di tempatnya sambil menyapu sekelilingnya dengan pandangan. Pengawal Soo Ho sudah siap memegang pedangnya dengan kuat. Bersamaan dengan itu, Kim Young dan Hyun Tak ikut bergerak.
Ara menghitung lewat ujung matanya.
23...23Please respect copyright.PENANA3bQtbwjMZc
Ada 23 orang.23Please respect copyright.PENANAelg4wPhYop
Gua yakin, masih ada banyak lagi.23Please respect copyright.PENANA8k5HNeTj9b
Ara mengatur napasnya sambil menggerakkan jari-jari tangan kanannya untuk memastikan bahwa dia sudah bisa menggunakannya lagi, meskipun belum maksimal. Di depannya sudah ada dua orang lawan yang menyerang bersamaan. Tangan kirinya mencabut pedang naga yang ada di punggungnya lalu mengayunkan nya ke leher lawan pertama dan menebas dada lawan kedua.
Kemudian, Ara menggeser ke samping tepat di belakang Selir Choi untuk menebas dada dan tangan lawan yang menyerang. Detik berikutnya, pedang naganya menembus jantung lawan yang menunggu giliran. Pedang naga Ara terus melayang mengenai tiga lawan setelahnya.
Ketika Pengawal Soo Ho sudah membasmi 5 orang lawannya, dia mulai kewalahan saat beberapa lawan selanjutnya menyerangnya secara bersamaan. Ara melesat cepat membantu Pengawal Soo Ho. Kerja sama keduanya membuat formasi mengelilingi selir Choi dan Dayang Hye Won berhasil melumpuhkan lawan dengan waktu singkat.
Kim Young dan Hyun Tak turun tangan.
A Young juga memberikan perintah pada anak buahnya sendiri.
Hyun Tak menyerang Pengawal Soo Ho yang berada paling depan. Dia segera mengayunkan pedangnya dengan kuat dan berhasil ditangkis Pengawal Soo Ho yang bisa merasakan lawannya kali ini tidak mudah. Sedangkan Kim Young yang mendekat membuat Ara menggeser Selir Choi dan Dayang Hye Won untuk menjauh. Pedang Kim Young melayang ke arah Ara dengan cepat. Ara tidak kalah cepatnya juga langsung menangkisnya.23Please respect copyright.PENANA5qZYV1QTZW
Wah, boleh juga dia.
Ada kemarahan di setiap gerakan penyerangan yang dilakukan oleh Kim Young. Ara menyadari hal tersebut. Itu bisa menjadi titik lemah yang bisa dimanfaatkan Ara. Kim Young terus melayangkan pedangnya layaknya seseorang yang handal. Ara dengan tenang tidak menangkisnya, karena jika melakukannya, itu hanya akan membuatnya kelelahan. Kim Young memang berniat begitu lalu menyerang saat Ara melemah. Jelas Ara tidak terkecoh.
Fokus Ara teralihkan saat ujung matanya menangkap sosok pasukan yang berpakaian hijau lumut mendekati tempat Selir Choi dan Dayang Hye Won. Dia melihat sekilas Pengawal Soo Ho yang tengah bertarung serius dengan Hyun Tak. Sepertinya Pengawal Soo Ho juga berhadapan dengan lawan yang seimbang.
Ara tidak bisa meneruskan permainannya. Saat Kim Young menerjang menuju arahnya, Ara juga melakukan hal yang sama. Tangan kanan Ara mengambil alih pedang naganya dan diputarnya bilah pedang naganya dengan cepat tanpa disadari oleh Kim Young. Dia mengarahkan pedang naganya pada lengan Kim Young. Itu mengenai lengan Kim Young yang langsung mengucurkan darah.
Jelas Ara tersenyum puas. Saat itu juga, dia berlari menuju tempat Selir Choi dan Dayang Hye Won yang sudah dikepung pasukan berpakaian hijau lumut. Ara mengayunkan pedang naganya dengan cepat mengenai tiga orang lawannya yang membelakanginya sekaligus. Tubuh Ara sempat membeku sesaat saat melihat ketiga orang lawannya itu hilang seperti bayangan hitam setelah dibunuhnya.
Apa-apaan???
Selir Choi dan Dayang Hye Won menjerit ketakutan.
23Please respect copyright.PENANA4ZMysSbEYY
23Please respect copyright.PENANAXcebHPQEAR
23Please respect copyright.PENANApXZUMDWdat
Bersambung...
23Please respect copyright.PENANA8IAmgfH6Bz
23Please respect copyright.PENANAKNSIppPUok
23Please respect copyright.PENANAobAv7xV7lr
23Please respect copyright.PENANANLD1qAwVgD


