Setelah melakukan semua kegiatannya, raja menuju taman yang ada jembatan penghubung menuju istana kediaman Permaisuri Jang. Dia ditemani seorang kasim dan melarang siapa pun mengganggunya. Dia berdiri menghadap istana kediaman Permaisuri Jang dari balik pohon dengan semak dedaunan yang menutupinya. Matanya fokus melihat Permaisuri Jang bersama putranya dan dayang-dayangnya.
Raja tersenyum saat melihat Permaisuri Jang yang tersenyum lebar berbicara pada putranya yang masih bayi. Ada kebahagiaan yang terpancar jelas di wajah raja. Kasim yang menemaninya hanya bisa memperhatikan dalam diam. Bagi kasim, kebahagiaan Yang Mulia Raja-nya adalah kebahagiaannya juga.
Ketika itu, datang Kepala Dayang Song menghadap.
Raja memiringkan badan dengan pandangan yang masih melihat sosok Permaisuri Jang di kejauhan.
"Ada apa?" tanya raja pada Kepala Dayang Song.
"Ada seseorang utusan Yang Mulia Selir Choi datang ingin langsung bertemu Anda, Yang Mulia Raja." Jawab Kepala Dayang Song.
"Suruh dia menunggu," perintah raja yang masih fokus pada Permaisuri Jang di kejauhan.
Kepala Dayang Song mencari ide agar bisa mengalihkan perhatian.
"Ada kabar tidak baik tentang Yang Mulia Selir Choi, Yang Mulia Raja."24Please respect copyright.PENANAyu80dNQvHc
Raja seketika menoleh, melihat Kepala Dayang Song.
"Terjadi sesuatu dengannya?" tanya raja langsung dengan nada khawatir.
Kepala Dayang Song yang tertunduk menarik ujung bibirnya. Dia senang karena berhasil membuat raja teralihkan.
"Rombongan Yang Mulia Selir Choi dibunuh Klan Jang di perjalanan. Kini, tersisa hanya Pengawal Soo Ho dan Dayang Hye Won. Mereka terpaksa menginap di sebuah penginapan karena kondisi kesehatan Yang Mulia Selir Choi menurun," jelas Kepala Dayang Song.
"Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang!" raja mendesis marah.
Kepala Dayang Song yang tetap tertunduk semakin bersorak dalam hati.
"Bawa dia kembali," lanjut raja memberi perintah.
"Mohon batalkan perintah Anda, Yang Mulia Raja. Jika ada yang tahu keberadaan Yang Mulia Selir Choi tidak sedang berada di dalam istana, situasinya akan memburuk," buru-buru Kepala Dayang Song memohon.
"Itu benar, Yang Mulia Raja. Lebih baik dilakukan secara diam-diam. Saya akan mengirim bantuan ke sana tanpa ada yang mengetahuinya." Kasim ikut bersuara.
"Jangan terlalu khawatir, Yang Mulia Raja. Utusan tersebut mengatakan bahwa kondisi kesehatan Yang Mulia Selir Choi sudah membaik dan melanjutkan perjalanan. Ada seseorang juga yang membantu mereka." Kepala Dayang Song menambahkan.
"Di mana utusannya itu? Aku harus menemuinya secara langsung." Raja siap bergerak meninggalkan tempatnya.
"Mari saya antar, Yang Mulia Raja." Kata Kepala Dayang Song merasa senang.
Raja segera berjalan sambil diikuti kasim.
Kepala Dayang Song melihat Permaisuri Jang di kejauhan sesaat lalu ikut melangkah pergi mengekori raja.
24Please respect copyright.PENANALFnEohSfk5
^ ^ ^
24Please respect copyright.PENANA2bd4HhiE6X
A Young sedang menikmati makan malamnya di dalam kamarnya yang sudah disediakan oleh pihak perguruan milik Ji Soo. Meja di depannya penuh dengan beragam jenis makanan. Dituangkannya arak ke dalam gelas terlebih dahulu. Dipandanginya arak itu dalam diam.
"Keluarlah," katanya memberi perintah.
Bayangan hitam muncul dari ujung ruangan. Bayangan itu mendekat. Saat cahaya mengenai bayangan tersebut, ada sosok perempuan cantik yang kecantikannya tidak kalah dengan A Young. Perempuan cantik itu berambut coklat. Dia tersenyum indah lalu ikut duduk di depan A Young.
"Makanlah," lanjut A Young memerintahkan.
Perempuan cantik berambut coklat itu pun memakan makanan pembuka yang rasanya manis. Cara makannya sama persis seperti A Young. Pelan dan tampak beretika.
"Makanlah yang banyak. Tubuhmu mulai melemah," seru A Young.
Anggukan kepala menjadi jawaban perempuan cantik berambut coklat tersebut.
"Kita sudah sampai di pertengahan, bersabarlah." A Young memberikan semangat.
"Aku akan menunggunya, Kak. Jangan khawatir." Perempuan cantik berambut coklat mengumbar senyumnya.
A Young juga ikut tersenyum.
"Energi di tubuh Pangeran Yi Joon sangat menggoda," ujar perempuan cantik berambut coklat setelah menelan kue manis pertamanya.
"Tahan," sambung A Young.
Perempuan cantik berambut coklat tersenyum miring.
Jari telunjuk tangan A Young menyentuh permukaan gelas lalu dimainkannya memutar sambil menerawang jauh.
"Aku bisa merasakan energi Putri Yi Ara semakin kuat. Tapi, aku juga merasakan ada sesuatu yang aneh." A Young memberitahu.
"Tentu saja Kakak merasakan energinya yang semakin kuat, karena sebentar lagi kita akan bertemu dengannya." Respon perempuan cantik berambut coklat sambil tersenyum menyeringai.
"Ya," balas A Young pendek.
"Tapi apa yang Kakak maksud dengan sesuatu yang aneh?" tanya perempuan cantik berambut coklat.
"Entahlah," jawab A Young yang belum menemukan jawaban pastinya.
"Tenanglah, Kak, jangan khawatir. Lagipula kita sudah mendapatkan Pangeran Yi Joon. Aku berjanji akan menjaganya hingga kita tiba di istana. Kita akan memulainya lagi di dalam istana." Kata perempuan cantik berambut coklat mencoba menenangkan A Young.
A Young tersenyum lalu menganggukkan kepala.
24Please respect copyright.PENANA5C7Y0ypLqC
24Please respect copyright.PENANA3oOKhI9Pl4
24Please respect copyright.PENANAujcP92KoPe
Bersambung...
24Please respect copyright.PENANAYgM0uDx0oL
24Please respect copyright.PENANAZFkS0jzV9M
24Please respect copyright.PENANAx7uykGguk3
24Please respect copyright.PENANA5TgnZej15q


