Hyun Tak berdiri di deretan para petinggi perguruan di dekat pintu masuk aula utama perguruan yang biasa digunakan untuk bermusyawarah. Di tengah-tengah ruangan aula tersebut, terdapat Kim Young, Ji Soo - sang ibu, perempuan cantik yang memiliki kemampuan sangat langka, serta dua laki-laki yang terikat tidak sadarkan diri.
"Jadi, maksudmu pemuda itu adalah adik dari Putri Yi Ara?" ulang Kim Young pada perempuan cantik yang menatap Kim Young sambil tersenyum.
Kecantikan perempuan cantik itu cukup mengganggu perhatian Kim Young.
"Iya, dan Ibumu sudah memastikan nya." Jawab perempuan cantik itu.
Kim Young melihat ke arah ibunya.
Ji Soo menganggukkan kepala membenarkan.31Please respect copyright.PENANAZPsiGNK0mj
Kim Young kembali melihat ke arah perempuan cantik itu.
"Kamu sendiri siapa? Kenapa kamu bisa tahu tentang itu?" tanya kim Young langsung dengan berani seperti biasa.
Ji Soo mulai khawatir dengan sikap Kim Young, takut jika membuat perempuan cantik itu tersinggung dan marah.
"Aku? A Young." Perempuan cantik itu menyebutkan namanya. "Tentu saja aku tahu, karena aku tahu segalanya. Aku bahkan tahu tentang dirimu, Kim Young." Jelasnya ringan sambil menampilkan kecantikan wajahnya yang mampu menjungkirbalikkan hati laki-laki.
A Young menatap manik mata Kim Young lekat.
"Berusaha menjadi anak yang baik untuk ibunya. Berusaha menjadi kakak yang baik juga untuk adiknya. Pasti melelahkan, bukan?" A Young menarik ujung bibirnya untuk tersenyum tipis lalu menoleh ke arah Hyun Tak yang hanya diam di tempatnya.
Ji Soo berkeringat menahan ketegangannya. Dia takut melihat A Young, karena perempuan cantik itu mulai menggerakkan jemari tangannya perlahan.
"Kau menginginkan kebenaran. Kebenaran atas kejadian hari itu. Hari di mana kau kehilangan seorang ayah, untuk selamanya." Kata A Young yang mampu menghancurkan pertahanan Kim Young.
"Cukup," seru Ji Soo berhasil mengumpulkan keberaniannya.
Kepala A Young menoleh ke arah Ji Soo.
"Ji Soo, bukan hanya kau yang merasa kehilangan. Putramu yang tampan ini juga merasakan hal yang sama. Bahkan ada yang tersakiti." Sambar A Young lembut sambil mengubah pandangannya menuju Hyun Tak.
Ji Soo semakin menegang di tempatnya.
Hyun Tak berusaha kuat menahan perasaannya yang tersenggol. Dia menundukkan pandangan saat merasa ada air mata di pelupuk matanya. dia tidak ingin terlihat lemah.
Sedangkan Kim Young memandangi Hyun Tak dalam diam.
"Bagaimana? Apakah kau masih ingin mempertanyakan jati diriku? Jika iya, aku dengan senang hati menunjukkan pertunjukannya lagi." A Young tersenyum indah sambil menatap Ji Soo yang tampak mulai ketakutan.
Ji Soo buru-buru menghampiri Kim Young.
"Percayalah pada ibu, Young. Dia mengatakan yang sebenarnya. Dia akan membantu kita untuk menemukan Putri Yi Ara." Kata Ji Soo berusaha meyakinkan Kim Young.
"Jika memang benar begitu, kenapa kita tidak membunuhnya di sini?" tanya Kim Young langsung.
"Maksudmu membunuh Pangeran Yi Joon?" sambar A Young cepat.
Kepala Kim Young terangguk.
"Jika kau membunuh Pangeran Yi Joon di sini, aku tidak akan sudi membantumu menemukan Putri Yi Ara. Pangeran Yi Joon adalah kunci ku untuk membuka gerbang istana setelah kau melenyapkan Putri Yi Ara. Saat gerbang istana terbuka, kau bisa membunuh Pangeran Yi Joon langsung." A Young memberikan penawaran.
Kim Young tersenyum menyeringai.
"Ternyata, Putri Yi Ara juga menjadi penghalangmu." Ucap Kim Young menyadari sesuatu.
31Please respect copyright.PENANA4JejmTT6Fr
^ ^ ^
31Please respect copyright.PENANAbs65gC0k3U
A Young tersenyum.
"Pintar," gumam A Young.
Kim Young dan A Young saling tatap satu sama lain. Suasana menjadi semakin menegangkan.
"Aku akan membantu kalian menemukan Putri Yi Ara lalu kalian bisa langsung melenyapkan nya. Setelah itu, kalian ikut denganku menuju Hanyang. Pangeran Yi Joon akan membukakan gerbang istana untukku, lalu kalian bisa melenyapkan nya juga setelahnya. Aku mendapatkan apa yang aku inginkan, begitu juga dengan kalian. Adil, bukan?"
Tentu Ji Soo setuju dengan penawaran tersebut. Namun, Kim Young meragukannya.
"Apa yang akan terjadi saat kami melenyapkan Pangeran Yi Joon di Hanyang? Aku tidak bodoh." Kim Young memiliki pemikiran lain.
A Young tersenyum lebar.
"Jangan khawatir, Yang Mulia Raja tidak akan bisa melakukan sesuatu tentang itu, karena cara yang aku pakai untuk masuk ke dalam istana juga akan kalian pakai untuk bebas setelah melenyapkan Pangeran Yi Joon. Cinta Yang Mulia Raja pada Pangeran Yi Joon yang sudah dianggap mati sejak kecil tidak akan pernah mampu menandingi cinta Yang Mulia Raja padanya." Jelas A Young penuh misteri.
Padanya?
Kim Young bertanya-tanya dalam hati.
"Setuju?" tanya A Young menunggu keputusan Kim Young.
Kim Young melihat ibunya yang mendukungnya lewat pandangan. Lalu dia menoleh pada Hyun Tak. Wajah tanpa ekspresi yang ditunjukkan oleh Hyun Tak sudah cukup membantunya dalam menyimpulkan keputusannya. Setelah itu, dia menatap A Young yang juga menatapnya balik.
Senyum A Young pun mengembang indah.
31Please respect copyright.PENANAzOKKRN9NY3
31Please respect copyright.PENANAbw8KTJuFet
31Please respect copyright.PENANAmPdl0dvtG7
Bersambung...
31Please respect copyright.PENANAGSrOzn0VER
31Please respect copyright.PENANA0755PJ1UD9
31Please respect copyright.PENANARSXy5xXQwp
31Please respect copyright.PENANAodZDio406t


