Ji Soo mengikuti langkah perempuan cantik yang memimpin jalan bersama anak buahnya yang membawa pengawalnya dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tiba di sebuah pondokan kecil di dalam hutan yang tidak jauh dari tempat makam suaminya, dia memasuki pondokan itu hanya bersama perempuan cantik tersebut.
Tidak ada perabotan yang terlihat di dalam sana. Cahaya matahari yang mulai menampakkan diri masuk melewati lubang-lubang di sekitar pondokan itu. Saat itu lah mata Ji Soo bisa melihat dua orang laki-laki yang tidak sadarkan diri diikat di dua buah tiang saling bersebelahan. Ji Soo memperhatikan kedua laki-laki itu dan dia yakin tidak mengenalnya.36Please respect copyright.PENANAY9eV4wXfji
"Ada apa ini? Nasib baik seperti apa yang kamu maksud?" tanya Ji Soo sambil mengarahkan pandangannya dari kedua laki-laki yang diikat menuju perempuan cantik yang membawanya ke sana.
Perempuan cantik itu berjalan mendekati laki-laki yang berpakaian bangsawan, yang sedang diikat tidak sadarkan diri. Tangan kanannya mengangkat wajah laki-laki itu yang tertunduk. Dengan begitu, Ji Soo dapat melihat wajah laki-laki itu dengan jelas. Paras wajahnya begitu tampan. Wajahnya bersih tanpa noda. Kulitnya putih bagaikan salju. Bibirnya pun merah bagaikan bunga mawar.
Dia siapa?
Tanya Ji Soo dalam hati.
"Tampan, bukan?" tanya perempuan cantik tersebut sambil melepas tangannya yang memegangi wajah laki-laki itu yang kembali tertunduk lemas.
Ji Soo hanya menganggukkan kepala.
"Dia yang akan membawaku masuk ke dalam istana dengan bantuanmu," ucap perempuan cantik tersebut memberitahu.
"Apa?" Ji Soo kebingungan dengan pemberitahuan tersebut.
"Kau tidak mengenalnya?" tanya perempuan cantik tersebut memandangi Ji Soo.
Ji Soo menggelengkan kepala.
Perempuan cantik tersebut tersenyum mengejek.
"Ji Soo, Ji Soo."
Ji Soo menggenggam tangannya sendiri dengan erat, menahan ketakutannya yang memuncak melihat perempuan cantik tersebut berjalan menuju tempatnya. Dia berusaha keras mengatur napasnya yang mulai memburu.
Perempuan cantik tersebut memandangi Ji Soo dari jarak dekat. Dia bisa merasakan ketakutan Ji Soo. Itu membuatnya merasa senang. Sudah lama dia tidak merasakan ketakutan orang lain. Hal yang sangat dirindukannya, yaitu mencium aroma ketakutan. Itu membangunkan semua kemampuan ajaibnya hingga ke dasar. Kemampuan unik yang tidak bisa dimiliki orang biasa.
"Kau bahkan tidak mengenalinya, Ji Soo." Perempuan cantik tersebut menatap Ji Soo yang memandang ke arah lain. "Putri Yi Ara," lanjutnya menyebutkan satu nama dengan jelas.
Seketika Ji Soo menoleh ke arah perempuan cantik tersebut.
Hal itu membuat perempuan cantik tersebut tersenyum menang.
"Bagaimana kamu tahu nama itu?" tanya Ji Soo cepat.
"Aku sudah pernah memberitahumu siapa diriku, Ji Soo. Seharusnya kau tidak perlu terkejut karena aku mengetahui nama itu. Kau hanya tahu satu nama dan tidak tahu nama yang lainnya," jawab perempuan cantik tersebut penuh kemenangan.
36Please respect copyright.PENANALhj89rRGyJ
^ ^ ^
36Please respect copyright.PENANA8s3rBGxMME
Ji Soo menatap perempuan cantik tersebut dalam diam.
"Yi Ara. Yi Joon." Sebut perempuan cantik tersebut dengan tenang.
"Yi Joon?" ulang Ji Soo.
Perempuan cantik tersebut menganggukkan kepala lalu menoleh melihat ke arah laki-laki yang diikat dan masih tidak sadarkan diri yang mengenakan pakaian bangsawan.
Ji Soo ikut melihat ke arah laki-laki yang dimaksud.
"Jadi, mereka berdua bukan sama-sama perempuan?" tanya Ji Soo dengan putus asa.
"Ya," jawab perempuan cantik tersebut.
Ji Soo tidak bisa percaya begitu saja dengan apa yang didengarnya dan dilihatnya. Kemudian, dia melihat ke arah perempuan cantik tersebut.
"Jangan tanya dari mana aku bisa tahu tentang itu, Ji Soo." Perempuan cantik tersebut memperingatkan.
"Buktikan," pinta Ji Soo cepat.
Perempuan cantik tersebut tersenyum puas. Dia menggerakkan jemari tangannya perlahan lalu pintu terbuka. Masuklah beberapa anak buahnya sambil membawa pengawalnya Ji Soo yang masih belum sadarkan diri. Kakinya melangkah mendekati pengawalnya Ji Soo. Dia berjongkok lalu jari tengahnya menyentuh kening pengawalnya Ji Soo. Detik berikutnya, Pengawalnya Ji Soo terbangun. Pengawalnya Ji Soo berniat akan menarik pedangnya tetapi tiba-tiba tidak bisa bergerak.
"Diamlah di tempatmu jika tidak ingin tersakiti," perempuan cantik tersebut mengingatkan.
Ji Soo membeku diam di tempatnya melihat apa yang terjadi.
36Please respect copyright.PENANAA6NzJJS4MI
^ ^ ^
36Please respect copyright.PENANAdlNF6bcxer
Perempuan cantik tersebut berjalan menuju laki-laki yang diikat yang berpakaian layaknya bangsawan. Tangannya bergerak seperti sebelumnya lalu laki-laki bangsawan bangun. Dilakukannya hal yang sama pada laki-laki yang ada di sampingnya laki-laki bangsawan, terlihat seperti pengawalnya laki-laki bangsawan itu. Laki-laki bangsawan terkejut melihat apa yang dilakukan perempuan cantik tersebut pada pengawalnya. Tangan dan kakinya yang terikat membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Pangeran Yi Joon, kau sudah bangun?" sambut perempuan cantik tersebut yang tersenyum indah memamerkan gigi-gigi putihnya.
"Apa maksudmu?" respon laki-laki bangsawan itu yang dikenal sebagai Han Joon dengan tenang.
Pengawal di sampingnya menegang dan tampak memaksakan diri untuk tenang saat mendengar perempuan cantik tersebut memanggil majikannya dengan sebutan Pangeran Yi Joon.
Perempuan cantik tersebut memandangi Han Joon yang tetap tenang.
"Kau tidak suka aku memanggilmu Pangeran Yi Joon? Atau mau aku panggil Tuan Muda Han Joon saja?" Perempuan cantik tersebut menawarkan.
"Han?" sambar Ji Soo.
Perempuan cantik tersebut menoleh ke arah Ji Soo.
"Benar, Han. Komandan Han Gi Sung. Kamu mengenalnya, kan? Dia yang bertanggung jawab atas kedua nyawa keponakannya yang dianggap telah mangkat saat masih kecil. Bukankah begitu, Pangeran Yi Joon? Oh, maksudku, Tuan Muda Han Joon." Jelas perempuan cantik tersebut yang kembali menoleh menghadap Han Joon.
Han Joon tetap tenang dan tidak bereaksi.36Please respect copyright.PENANA88mFQwjmiJ
Namun, pengawalnya yang bereaksi. Ketegangan menjalari seluruh tubuhnya.36Please respect copyright.PENANATZLRPjIq8r
"Bagaimana denganmu, Prajurit Hyuk?" lanjut perempuan cantik tersebut mengarah pada pengawalnya Han Joon.
Pengawalnya Han Joon - Hyuk, berusaha menatap perempuan cantik tersebut dengan berani.
"Kamu bisa saja tahu banyak tapi tidak tahu segalanya," kata Hyuk mulai mengeluarkan suara.
Perempuan cantik tersebut mendekatkan wajahnya pada wajah Hyuk sambil tersenyum tipis. Jemari tangannya menyentuh pipi Hyuk perlahan. Hyuk berusaha menghindar tetapi gagal karena dia sendiri tidak bisa menggerakkan sekujur tubuhnya. Bukan hanya Hyuk yang menegang, Han Joon juga ikut menegang. Dia takut jika perempuan cantik tersebut melakukan sesuatu pada Hyuk.
"Kamu salah, aku justru tahu segalanya." Balas Perempuan cantik tersebut dengan lembut tetapi bagi Hyuk kata-kata itu mematikan seluruh saraf di tubuhnya.
Melihat Hyuk yang tidak bisa bergerak, membuat Han Joon marah.
"Apa pun yang kau lakukan, hentikan." Seru Han Joon dingin. Dia tidak lagi menggunakan bahasa sopan.
Perempuan cantik tersebut langsung tahu kelemahan Han Joon. Kesempatan itu digunakannya tanpa membuang waktu lebih lama. Dia bergerak menjauhkan wajahnya dari Hyuk dan tetap berdiri di depannya. Akan tetapi, jemari tangannya terus bergerak perlahan. Hyuk yang berada di tempatnya tiba-tiba merasakan ada aliran panas yang menjalari tubuhnya. Dia berusaha menahannya.
Ji Soo yang mematung di tepatnya hanya bisa melihat perempuan cantik tersebut menggerakkan jemari tangannya dan Hyuk yang menghembuskan napas keras, menahan apa pun yang sedang menyiksanya.
"Hentikan!" suara Han Joon naik satu oktaf.
Perempuan cantik tersebut menatap Han Joon lekat.
"Aku akan melakukannya, jika kau mengakui jati dirimu padanya," jawab perempuan cantik tersebut melihat ke arah Ji Soo.
Sedangkan Ji Soo, dia hanya bungkam di tempatnya.
36Please respect copyright.PENANAACAgHQXU6F
^ ^ ^
36Please respect copyright.PENANA7nMY1Z0t8j
Han Joon mengubah pandangannya menuju Ji Soo.
"Aku tidak mengenalmu. Apa pun yang kamu inginkan dariku, suruh perempuan itu menghentikan apa pun yang dia lakukan terlebih dahulu!" Han Joon menekankan setiap kata-katanya sambil menahan amarahnya.
"Katakan," pinta Ji Soo sambil menahan kelu di lidahnya.
Han Joon menelan ludahnya sendiri dengan kesulitan dan mulai panik.
"Tuan Muda, jangan." Bisik Hyuk melarang Han Joon untuk bicara.
Ji Soo menunggu sambil berusaha untuk tenang.
"Han Joon, itu adalah nama yang sandang sejak lahir. Apa pun yang kamu harapkan, aku tidak bisa memberikannya padamu." Jelas Han Joon dengan berat.
Perempuan cantik tersebut menyentuh dada Hyuk, menggantung beberapa inci dan tidak menempelkan jemari tangannya tepat pada dada Hyuk. Matanya terbuka berbinar. Senyum puas terpapar jelas di bibirnya. Sedangkan Hyuk, dia menjerit kesakitan.
Han Joon semakin panik.36Please respect copyright.PENANA1pKTjEw1P7
Ketenangannya pun mulai hancur.36Please respect copyright.PENANAqCNMRzyKqr
"Hentikan!!!" bentak Han Joon keras.
Perempuan cantik tersebut tidak mengindahkan bentakan Han Joon.
Hyuk pun semakin histeris menjerit kesakitan.
"Apa pun yang kau lakukan, lakukan padaku! Berhenti menyakitinya!" Han Joon marah pada perempuan cantik tersebut.
Seumur hidup Han Joon hanya ada Hyuk di sisinya, bahkan saat Hyuk kehilangan istri dan anaknya yang sedang dikandung sang istri, Hyuk tetap berada di sisinya. Dia tidak bisa kehilangan Hyuk apa pun alasannya. Dia berani mempertaruhkan nyawanya sendiri demi Hyuk. Jika orang lain menganggap Hyuk hanya seorang pengawal kasta rendah, tetapi baginya, Hyuk adalah teman, kakak, dan orang tuanya.
Melihat perempuan cantik tersebut tidak mengindahkan perkataannya, Han Joon beralih melihat ke arah Ji Soo lagi.
"Ku mohon! Suruh dia menghentikannya! Hentikan!"
Tanpa bisa dipungkiri, Ji Soo juga ketakutan melihat apa yang sedang terjadi dengan Hyuk. Akan tetapi, dia menunggu jawaban atas kebenarannya. Dia harus tahu fakta yang sebenarnya. Jika benar yang ada di depannya adalah cucu terakhir Klan Han yang selama ini disembunyikan identitasnya dari dunia agar istana tenang, maka dia akan melenyapkan nya.
Ini adalah usahanya yang terakhir. Hanya tersisa Yi Ara dan adiknya. Dia tidak boleh goyah.
Han Joon meronta di tempatnya melawan tali yang mengikat tangan dan kakinya. Dia sendiri bahkan tidak menyadari bahwa tangan dan kakinya mulai berdarah tergores gesekan tali yang mengikatnya sangat kuat.
Hyuk mulai kehilangan suaranya dan matanya memerah.
"HENTIKAN!!!" jerit Han Joon semaki keras.
Hyuk mulai mengeluarkan darah di kedua hidungnya. Wajahnya pucat pasi. Jelas Han Joon tersiksa melihat kondisi Hyuk. Sedangkan Hyuk melihat ke arah Han Joon dengan sisa tenaganya. Ditariknya bibirnya untuk tersenyum.
Jangan katakan apa pun, Pangeran Yi Joon.
Batin Hyuk.
Perempuan cantik tersebut mulai menggerakkan tangannya seperti menggenggam sesuatu lalu berusaha untuk mencengkeramnya. Hyuk kesulitan bernapas dan tersiksa dengan rasa sakit yang sedang dirasakannya.
"AKU AKAN MENGATAKANNYA!!!"
Han Joon mencapai akhir dari pertahanannya.
Perempuan cantik tersebut melemaskan jemari tangannya. Hyuk pun kembali bernapas dengan kondisinya yang lemah. Detik berikutnya, kepalanya tertunduk dan tidak sadarkan diri. Melihat kondisi Hyuk, Han Joon menelan semua kelu nya. Perempuan cantik tersebut berjalan mendekati tempat Han Joon.
"Katakan," perintah perempuan cantik tersebut yang tetap tersenyum indah.
Han Joon menatap perempuan cantik tersebut dengan penuh kemarahan lalu mengubah pandangannya menuju Ji Soo.
"Benar, aku adalah Pangeran Yi Joon. Anak kedua dari ratu pertama Raja Sukjong yang dianggap sudah mangkat. Adik dari Putri Yi Ara yang sudah dianggap mangkat juga, tentunya." Jawab Han Joon dengan jelas.
Mendengar itu, Ji Soo luruh ke lantai.36Please respect copyright.PENANAriOwq6K26D
Kakinya tidak mampu menopang beban tubuhnya sendiri. Keterkejutan itu membuatnya lemah. Pengawalnya yang masih tetap tidak bisa bergerak, hanya bisa melihat dengan iba. Sedangkan perempuan cantik tersebut tersenyum lebar, rasa puasnya terpenuhi.36Please respect copyright.PENANAaOeXL1GLaK
36Please respect copyright.PENANAdiZ8t8sTH3
36Please respect copyright.PENANAIG87U8CTew
36Please respect copyright.PENANAju3qcJrvUD
Bersambung...
36Please respect copyright.PENANAVrF2hWLnUn
36Please respect copyright.PENANAgDPkxfXhjb
36Please respect copyright.PENANAJtS2ziDvb6
36Please respect copyright.PENANAvdbaCiAxHk


