Bab 2: Kedatangan Sang Penakluk
298Please respect copyright.PENANAB2ySxcmgOo
Malam berikutnya tiba lebih cepat dari yang Clarissa bayangkan. Penthouse-nya yang biasanya sunyi kini terasa penuh ketegangan. Jam menunjukkan pukul 21.45 WIB. Clarissa sudah berdiri di depan cermin besar kamar utama, memeriksa penampilannya untuk kesekian kalinya. Ia mengenakan gaun hitam panjang sederhana tanpa pakaian dalam seperti yang diminta. Kain sutra tipis itu menempel sempurna di tubuhnya, menonjolkan payudara D-cup yang penuh, pinggul lebar, dan bokong kencang yang sudah mulai terasa panas karena antisipasi.
298Please respect copyright.PENANAJbRtYlzV5R
Jantungnya berdegup kencang. Tangan putih mulusnya sedikit berkeringat dingin. Sudah bertahun-tahun ia memimpin perusahaan dengan tangan besi, tapi malam ini ia merasa seperti remaja yang ketakutan sekaligus bergairah.
298Please respect copyright.PENANAY1ujMXS05z
Bel pintu berbunyi.
298Please respect copyright.PENANAHpBxQU80IV
Clarissa menarik napas dalam-dalam sebelum berjalan ke pintu masuk. Saat ia membuka, dua sosok pemuda berdiri di depannya dengan senyum yang langsung membuat lututnya lemas.
298Please respect copyright.PENANAk2wxPLiIl1
Kevin, 23 tahun, berdiri paling depan. Tubuhnya atletis, bahu lebar, dan senyumnya penuh percaya diri. Matanya tajam, memindai tubuh Clarissa dari atas ke bawah seperti predator. Di sampingnya Marco, 21 tahun, lebih kekar dengan otot yang terlihat jelas di balik kaos hitam ketatnya. Wajahnya lebih kasar, tatapannya lebih sadis.
298Please respect copyright.PENANAN338HCWq90
"Malam, Bu CEO," sapa Kevin dengan suara rendah yang dalam. "Kami datang sesuai janji. Siap jadi mainan malam ini?"
298Please respect copyright.PENANA6Jra0tikQZ
Clarissa menggigit bibir bawahnya, suaranya hampir hilang. "Masuklah..."
298Please respect copyright.PENANA6YhqNRNVUe
Begitu pintu tertutup, suasana langsung berubah. Kevin melangkah mendekat hingga tubuhnya hampir menempel. Ia mengangkat dagu Clarissa dengan satu jari, memaksa wanita itu menatap matanya.
298Please respect copyright.PENANAQQH1igLbT0
"Kamu tahu aturannya kan? Malam ini kamu bukan lagi Clarissa Putri Wijaya, CEO kaya raya. Kamu cuma pelacur bayaran kami. Mengerti?"
298Please respect copyright.PENANAsV21k9eScm
Clarissa mengangguk pelan, pipinya memerah. Rasa malu yang membara justru membuat memek nya semakin basah.
298Please respect copyright.PENANAaGSd2YN8hx
Marco tertawa pelan dari belakang. "Lihat nih, Marco. Badan mahal ini ternyata haus banget ya? Payudaranya sudah keras dari tadi."
298Please respect copyright.PENANAKdMUbPwaYX
Kevin tersenyum lebar. Tangan besarnya langsung meremas puitng kiri Clarissa melalui kain gaun. Remasan itu kuat, membuat Clarissa mengeluarkan erangan kecil. Sensasi panas langsung menjalar ke seluruh tubuhnya.
298Please respect copyright.PENANAvJQFWAcZ8c
"Mari kita ke basement sekarang," perintah Kevin tegas.
298Please respect copyright.PENANAqvrcmUbf4c
Clarissa memimpin mereka menuruni tangga rahasia menuju ruangan bawah tanah yang ia siapkan khusus. Ruangan itu dingin, dindingnya dilapisi soundproof hitam, ada tempat tidur bondage, rantai, dan berbagai alat tergantung rapi. Lampu redup memberi nuansa gelap yang mencekam.
298Please respect copyright.PENANAxLQOWkM5np
Sesampainya di bawah, Kevin langsung merobek gaun Clarissa dengan kasar. *Krrreeek!* Kain mahal itu sobek hingga jatuh ke lantai, meninggalkan tubuh sempurna Clarissa telanjang bulat di hadapan dua pemuda yang jauh lebih muda.
298Please respect copyright.PENANAHdT6DxhD6Z
"Wow, barangnya bagus," ujar Marco sambil menjilat bibir. Ia mendekat dan menampar pelan payudara kanan Clarissa. *Plak!* Suara tamparan itu menggema kecil.
298Please respect copyright.PENANAffNyYumOfv
Clarissa terkesiap. Rasa panas dan perih bercampur dengan kenikmatan aneh.
298Please respect copyright.PENANAdB72YqskZt
Kevin mengambil tali bondage dari dinding. Dengan gerakan ahli, ia menarik kedua tangan Clarissa ke belakang dan mengikatnya erat. Tali itu menggigit kulit putihnya, meninggalkan jejak merah. Marco mendorong Clarissa hingga berlutut di lantai dingin.
298Please respect copyright.PENANAmgVpb3NuRn
"Kamu bayar kami mahal, Bu. Jadi malam ini kami akan main pelan dulu. Tapi ingat kamu tidak boleh orgasme sampai kami izinkan. Mengerti?"
298Please respect copyright.PENANAMGTmIqfBVh
"Iya... Tuan," jawab Clarissa dengan suara gemetar, sudah mulai masuk ke peran.
298Please respect copyright.PENANAx9HUpxyE6g
Kevin membuka celananya. kontol nya yang panjang dan tebal langsung melompat keluar, sudah setengah mengeras. Marco juga melakukan hal yang sama. Dua kontol muda yang besar dan berdenyut berdiri tegak di depan wajah Clarissa.
298Please respect copyright.PENANADM5hPclDOp
"Hisap," perintah Kevin pendek.
298Please respect copyright.PENANAfbAcHII2le
Clarissa membuka mulutnya dengan patuh. Kevin memasukkan kontol nya perlahan ke dalam mulut hangat Clarissa. Rasa asin dan maskulin langsung memenuhi lidahnya. Ia mulai mengisap dengan rakus, lidahnya berputar di kepala kontol itu sambil mendengar erangan puas Kevin.
298Please respect copyright.PENANAqHgO9NhdFB
"Bagus... CEO sombong bisa ngisap kontol juga ternyata," ejek Kevin sambil memegang rambut panjang Clarissa dan mendorong lebih dalam hingga menyentuh tenggorokannya.
298Please respect copyright.PENANAtjEb06Ptux
Marco tidak tinggal diam. Ia berdiri di samping, menampar pipi Clarissa pelan sambil menggosokkan kontol nya ke wajah wanita itu. Bau maskulin yang kuat memenuhi hidung Clarissa. Air liurnya mulai menetes-netes ke lantai.
298Please respect copyright.PENANA8sMTM6v6bv
Setelah beberapa menit oral yang intens, Kevin menarik Clarissa berdiri. Mereka membawanya ke meja bondage dan membaringkannya telentang. Kaki Clarissa dibuka lebar dan diikat ke dua tiang, memperlihatkan memek nya yang sudah banjir cairan bening.
298Please respect copyright.PENANAnT86cvwnQ3
Marco mengambil sebuah anal plug berukuran sedang dari meja alat. Ia melumurinya dengan cairan orgasme lalu perlahan mendorongnya ke anal Clarissa.
298Please respect copyright.PENANAP9uAmBrDLq
"Aaahh!" Clarissa mengerang keras. Sensasi penuh dan meregang di belakang membuat tubuhnya menggelinjang. Plug itu masuk perlahan hingga terkunci, meninggalkan perasaan penuh yang menyiksa.
298Please respect copyright.PENANAo466myQFDM
Kevin mengambil vibrator kecil dan menempelkannya tepat di ceri Clarissa yang sudah bengkak. Getaran rendah langsung membuat pinggul wanita itu terangkat.
298Please respect copyright.PENANAC85rX5nWH6
"Nggak boleh cum ya," bisik Kevin di telinga Clarissa sambil menjilat puitng nya. "Kamu harus tahan berjam-jam malam ini."
298Please respect copyright.PENANAzE8RrEN9ZW
Vibrator itu berputar semakin cepat. Jari Marco memainkan plug di anal nya, mendorong keluar-masuk pelan. Clarissa merasakan gelombang kenikmatan yang semakin besar, perutnya menegang, kakinya gemetar hebat. Cairan beningnya mengalir deras membasahi meja.
298Please respect copyright.PENANAjaotqRMDLS
"Tolong... aku mau... please..." Clarissa mulai memohon dengan air mata mulai menggenang di sudut matanya.
298Please respect copyright.PENANAKxHtB8DtMv
Kevin hanya tertawa dan mematikan vibrator tepat saat Clarissa hampir mencapai puncak. Denial pertama itu terasa seperti api yang membakar dari dalam. memek nya berdenyut-denyut menyakitkan, tapi tidak ada pelepasan.
298Please respect copyright.PENANA9wleIewEGI
"Belum boleh, pelacur. Malam masih panjang," kata Marco sambil menampar ringan memek Clarissa yang basah. *Plak!*
298Please respect copyright.PENANArbZfQj4fej
Clarissa menangis kecil, tubuhnya menggelinjang frustrasi. Tapi di balik air mata itu, ada kepuasan aneh yang mulai tumbuh. Rasa direndahkan oleh dua pemuda yang jauh lebih muda ini justru membuatnya semakin ketagihan.
298Please respect copyright.PENANAa148nSxfQm
Kevin mendekatkan wajahnya dan berbisik kasar, "Ini baru pemanasan, Bu CEO. Besok kami bawa Dylan dan Rian. Siap-siap dihancurkan total."
298Please respect copyright.PENANA1BJPNQGZM3
Clarissa hanya bisa mengangguk lemah, tubuhnya masih bergetar karena denial yang menyiksa, sementara plug di anal nya terus mengingatkannya pada posisi barunya sebagai budak.
298Please respect copyright.PENANAfaYhokZQoe
Malam itu baru saja dimulai.
298Please respect copyright.PENANAl6Q919MOrd


