Sialan! Aku harus mengubah topik pembicaraan sebelum dia semakin curiga!
81Please respect copyright.PENANAc45T66yPWO
Umpatan frustrasi itu bergema kencang di dalam kepala si kasir saat melihat rencananya tertahan. Ia buru-buru membetulkan posisi duduknya di atas kursi plastik, menatap lekat pada kemeja putih bersih dan terusan ungu ketat milik Judy demi mengalihkan fokus suasana.
81Please respect copyright.PENANAXCPIJrg57U
"Jadi kau belum pernah bekerja di net cafe ya..." ucap si kasir, memulai kembali obrolan dengan nada suara yang sengaja dibuat serendah mungkin. "Banyak yang harus dipelajari, jadi aku biasanya membayar lebih sedikit pada minggu pertama kerja mereka...." sambungnya, mencoba mengajukan ketentuan sepihak sembari mengusap dagunya yang berlemak dengan jemari tangan kanan.
81Please respect copyright.PENANAedSoU3a5ig
"Apa?! Itu gak masuk akal! Kalau gitu aku gak mau kerja di—"
81Please respect copyright.PENANADqbore7Dqj
Seruan ketus langsung memotong kalimat si kasir. Judy tersentak kaku di atas kursinya, melipat kedua lengan rampingnya rapat-rapat di depan dada hingga gundukan payudaranya yang bulat padat tampak menonjol kencang dari balik gaun rajut ungunya. Wajah ranumnya seketika mengencang dengan sepasang alis yang menukik tajam karena merasa tersinggung.
81Please respect copyright.PENANAgRAYN7cuAY
"Oh, itu peraturannya, tentu saja aku takkan melakukan itu kepadamu, haha..." Si kasir buru-buru memotong dengan kekehan canggung, mengangkat kedua tangannya ke udara seolah menyerah demi menenangkan luapan kemarahan wanita di hadapannya.
81Please respect copyright.PENANAIrHip2SH4S
Tentu saja aku takkan melakukannya! Mumpung ada cewek cakep mau kerja di sini, aku takkan melewatkan kesempatan emas tersebut! Pikiran kotor itu bergolak liar di dalam benak si kasir seiring dengan sudut bibirnya yang bergerak membentuk seringai tipis yang menjijikkan.
81Please respect copyright.PENANAXHtkLXkyZw
Di seberang meja, Judy perlahan mengendurkan lipatan lengannya. Ia menggerakkan telapak tangan kanannya untuk meraih ponsel pintar dari balik tas selempang krem, menundukkan kepala hitamnya yang dikuncir tinggi demi memeriksa deretan pesan masuk tanpa memedulikan tatapan lapar pria di depannya.
81Please respect copyright.PENANAyDp7W2NXob
"Jadi kapan kau bisa mulai bekerja?" tanya si kasir tambun lagi, mencondongkan seluruh bagian atas tubuhnya maju melewati batas meja staf seiring dengan sebutir peluh yang meluncur di sela pipinya.
81Please respect copyright.PENANAQqnfNpytKA
"Kapan pun, tapi aku diterima kerja gak?" Judy menyahut pelan sembari mendongakkan wajah, menatap lurus ke arah sepasang pupil mata si kasir dengan raut bimbang yang samar.
81Please respect copyright.PENANAOk64N7FtG3
"Haha yah, aku berharap banyak padamu," balas pemuda itu dengan tawa yang dipaksakan mengalir natural di tengah kesunyian ruang staf yang remang. "Gimana kalau kita hari ini latihan sedikit sambil mengatur jadwalmu?" gumam si kasir dengan sudut bibir yang kembali melengkung penuh kelicikan, menatap lekat pada sela bibir merah muda Judy yang basah mengilap tipis.
81Please respect copyright.PENANAaIVDhyUm9N
Beberapa menit kemudian, atmosfer interview berubah menjadi dinamika pergerakan di dalam area gudang penyimpanan logistik warnet yang sempit. Sinar lampu ruangan memantulkan deretan rak besi yang dipenuhi kardus mi instan dan tumpukan botol minuman.
81Please respect copyright.PENANAixIdLjm4Ua
"Itu harusnya di sana..."
81Please respect copyright.PENANAtSIvkcLxNt
"Kau yakin di sini?"
81Please respect copyright.PENANAevu8xBaYWe
Suara Judy terdengar agak bergema memecah kesunyian dari atas sebuah tangga besi lipat. Kaki kanannya yang dibungkus pantofel kulit hitam dan stocking hitam transparan tampak menumpu kaku di atas anak tangga, menegang seiring posisi tubuhnya yang merenggang tinggi ke atas demi menjangkau celah rak bagian atas.
81Please respect copyright.PENANA12UfArdpPm
"Aku gak lihat apa pun..." gumam Judy canggung sembari meraba tepian rak kayu dengan jemari tangan kirinya yang lentik.
81Please respect copyright.PENANA3FCzOZVPY5
Rok span gelapnya mendadak tersingkap naik akibat perubahan posisi tubuhnya yang condong maju, mengekspos seutuhnya lekukan pinggul dan bokongnya yang bulat padat dibalut stocking hitam tipis tepat di hadapan pandangan mata si kasir.
81Please respect copyright.PENANAo5FeTg6s7F
"Lihat baik-baik, aku yakin di situ," sahut pemuda tambun itu dengan suara parau yang teramat serak.
81Please respect copyright.PENANANItBwHJmLH
Dari posisi bawah, sepasang kelopak mata si kasir yang dilingkupi kabur gairah terbelalak nanar menatap langsung ke arah selangkangan dan belahan bokong Judy yang terekspos sensual dari balik kain roknya yang terangkat.
81Please respect copyright.PENANA9LxYBd4lcY
Hehe... aku suka nih. Seringai mesum seketika meledak hebat di sela wajah gempal si kasir seiring dengan hawa panas tubuhnya yang kian menguar pekat, menikmati kepasrahan bentuk tubuh molek Judy yang sama sekali tidak menyadari bahaya yang sedang mengintipnya dari arah belakang bawah tangga.
81Please respect copyright.PENANAwUcSjOVIs5
"Aku beneran gak lihat apa pun di sini—" gumam Judy frustrasi sembari terus meraba tumpukan kardus mi instan di bagian rak yang paling atas.
81Please respect copyright.PENANAUGyuXhE2ph
Tubuhnya kian condong ke depan tangga besi, membuat kain terusan rajut ungunya kian tertarik memendek. Stocking hitam transparan yang membalut ketat bokong padatnya memantulkan kilau jernih lampu gudang, mengekspos bentuk pangkal paha dan celana dalam katunnya secara gamblang tepat beberapa senti di depan batang hidung si kasir tambun.
81Please respect copyright.PENANAnHPkqzYc4m
Lihat itu bokongnya! Satu jeritan gairah batin meledak gila di dalam kepala pemuda tambun itu seiring sepasang mataknya yang melotot lebar tanpa berkedip. Fokus pandangannya seutuhnya terkunci pasrah pada lekukan erotis yang terpampang nyata di atas kepalanya.
81Please respect copyright.PENANAa4cZF50ZPr
Mendingar nada bicara Judy yang mulai menaruh curiga, sebuah suara deburan pendek terdengar saat si kasir refleks menjatuhkan tumpuan lututnya ke atas ubin keramik abu-abu, berlutut canggung sembari memegangi kaki tangga besi yang bergetar samar.
81Please respect copyright.PENANAYV6yMjG78f
"Ow, aku kayaknya udah mulai tua deh... lututku jadi sakit..." ucap si kasir melemparkan keluhan palsu, berusaha keras menutupi napasnya yang mendadak memburu kencang setelah puas mengintip ke dalam rok wanita di atasnya.
81Please respect copyright.PENANAtvJxgYCZHW
Huh...? Apa dia barusan ngintip rokku? Judy menundukkan wajah ranumnya sedikit, melayangkan pandangan mata yang dilingkupi rasa bimbang sekaligus cemas. Pipinya memancarkan semburat merah padam yang samar, menyadari gerak-gerik janggal pria bertubuh gempal tersebut dari atas ketinggian tangga.
81Please respect copyright.PENANABljlNPYNVg
"Kurasa kami kehabisan stok, haha..." Si kasir buru-buru menyahut dengan tawa ceking yang dipaksakan sembari tangan kanannya menggaruk tengkuk leher katun hijaunya yang basah oleh keringat dingin. "Aku akan beli lagi, kau bisa turun sekarang..." katanya seraya mendongak pasrah, mengontrol kembali ekspresi wajahnya agar atmosfer kaku di antara mereka tidak kian mengencang.
81Please respect copyright.PENANAZielQetP4l
Judy perlahan melangkah turun dari anak tangga besi, menapakkan kembali kedua ujung sepatu pantofel hitamnya ke atas lantai ubin gudang yang dingin.
81Please respect copyright.PENANAYalviyWthT
"Maaf ya kau melakukan hal seperti itu karena aku," ucap si kasir ramah seraya menjulurkan telapak tangan kanannya, mendaratkan sentuhan lambat di atas permukaan bahu kemeja putih Judy dengan gerak yang disengaja.
81Please respect copyright.PENANAIQTnBO1lZc
"Umm... bisakah kau singkirkan tanganmu?" Judy menyahut ketus dengan nada suara yang merendah.
81Please respect copyright.PENANA61n6b4LDyJ
Ia sedikit memiringkan posisi lehernya, menatap lurus ke arah jemari si kasir dengan gurat wajah yang mengencang menahan rasa jijik yang luar biasa besar di dalam dada.
81Please respect copyright.PENANAKZpieLk17I
"Oh, upss maaf..." Si kasir buru-buru menarik telapak tangan menjauh ke belakang udara, menyunggingkan seringai tipis yang canggung demi meredakan gejolak rasa bersalah yang tertangkap basah. "Aku akan ajarin yang lain, kemarilah," sambung pria tambun itu lagi seraya memutar tumit kakinya, melangkah konstan memandu gerakan menuju lorong meja komputer pengunjung di luar area gudang.
81Please respect copyright.PENANATjsyIz9iAv
Judy membuntuti pergerakannya dari belakang dengan langkah yang teramat lambat. Tatapan mata indahnya meredup lesu, dilingkupi tekanan batin yang berkecamuk hebat di dalam kepala.
81Please respect copyright.PENANA06g2F9ApUS
Ugh.. karena aku tak punya uang aku jadi berhutang pada Sean, haruskah aku cari kerja yang lain aja...? Keluhan psikologis itu bergolak bimbang di dalam hatinya seiring dengan tetesan peluh dingin yang meluncur lambat melewati rahang rampingnya. Ingatan akan gumpalan sperma panas milikku yang melumuri penuh rongga mulutnya tadi malam mendadak kembali memicu debaran jantungnya berdegup kaku.
81Please respect copyright.PENANAuSJArmpewM
"Aku tak melihat ada colokan di sini," gumam Judy beberapa menit kemudian saat posisi tubuhnya telah berpindah merendah di bawah kolong meja kayu panjang komputer.
81Please respect copyright.PENANAjz0VErvjKJ
Lekukan bokong dan pinggulnya yang seutuhnya dibungkus stocking hitam tipis kembali tercetak sensual saat dia menunduk kaku, merangkak lambat menyusuri ubin keramik abu-abu dengan kedua telapak tangan lentik menumpu lantai. Kain rok span gelapnya melorot pasrah ke atas, memperlihatkan siluet sepasang pahanya yang bersih berkilau sensual.
81Please respect copyright.PENANAZAQ4EBqDLd
"Aku beneran gak lihat..." ucap Judy lagi dengan napas yang memburu canggung dari balik kegelapan kolong meja.
81Please respect copyright.PENANAtbnZtPpKWO
"Itu aneh, harusnya ada di sekitar sini!" Si kasir tambun menyahut sembari buru-buru mengambil posisi berjongkok tepat di samping jalur merangkak Judy. Sepasang pupil matanya melebar sempurna dilingkupi kabur gairah, menatap lekat pada belahan bokong dan sela selangkangan wanita di hadapannya dari jarak sedekat ini.
81Please respect copyright.PENANABiQ0EFynbw
Apa yang harus kulakukan, obat tidurku gagal... Bisik batin penuh kelicikan meledak frustrasi di dalam kepala si kasir seiring dengan hawa panas tubuhnya yang kian menguar pekat, mencari celah gerakan fisik agresif berikutnya untuk mengunci kepatuhan mutlak atas tubuh molek Judy di balik bilik warnet yang sepi pagi ini.
81Please respect copyright.PENANA6HItoNPLLS
Aku merasa ada yang aneh... Firasat buruk itu mendadak menyengat telak ke dalam dada Judy. Gerakan tubuh moleknya terhenti kaku di bawah kolong meja yang sempit.
81Please respect copyright.PENANAYDB4MF6cAx
Sambil merangkak dengan tumpuan kedua lututnya yang bergetar samar, sepasang pupil matanya melirik tajam ke arah samping bawah, tempat si kasir tambun sedang berjongkok dengan napas memburu kencang dilingkupi kabur gairah.
81Please respect copyright.PENANAcK4GgIq81t
Satu gerakan sentakan refleks yang cepat membuat Judy segera menarik mundur seluruh tubuhnya keluar dari kolong meja kayu panjang tersebut. Dia menegakkan tumpuan pinggulnya, merapikan letak rok span gelapnya yang sempat melorot naik ke paha.
81Please respect copyright.PENANAswQvG7Iauy
Kupikir lebih baik aku mencari pekerjaan yang lain.... Jeritan kekhawatiran itu bergolak bimbang di dalam benak Judy seiring dengan debaran jantungnya yang kian berdentum kaku menahan gejolak rasa takut.
81Please respect copyright.PENANAvaLDSNwINw
"Haha, kupikir ada di sini..." Si kasir tambun mencoba menetralisir keadaan, menyahut dengan kekehan canggung sembari melempar senyuman ceking yang dipaksakan.
81Please respect copyright.PENANAbSDVkoE4Cs
Judy tidak merespons taktik bualannya. Ia melayangkan tatapan mata yang teramat dingin bercampur tajam, menatap lurus ke arah wajah gempal pria di hadapannya hingga butiran peluh dingin merembes deras membasahi sela kemeja putih bersihnya.
81Please respect copyright.PENANAuPVntEWT3M
"Kupikir pekerjaan ini tidak cocok untukku," ucap Judy tegas dengan sela bibir merah muda yang mengatup rapat.
81Please respect copyright.PENANAQAu9zzok5L
Ia buru-buru memutar tumit kakinya, melangkah konstan meninggalkan koridor bilik warnet menuju pintu keluar tanpa memedulikan gelas jus jeruk yang masih utuh di meja staf.
81Please respect copyright.PENANAeliBlisTNp
"A-apa...?" Si kasir tersentak kaku di tempatnya, menatap lesu ke arah punggung ramping Judy yang kian menjauh ke sela lorong remang.
81Please respect copyright.PENANArc1sDXY3GB
T-tidak...! Aku bahkan belum merasakannya! Aku tak bisa membiarkannya pergi begitu saja! Badai kepanikan yang teramat dahsyat seketika berkecamuk hebat di dalam kepala pemuda tambun itu. Pandangan matanya menatap nanar melintasi batas pinggiran rok terusan rajut ungu Judy yang meliuk erotis membungkus sepasang paha mulusnya berbalut stocking hitam transparan, meratapi kegagalan rencana obat perangsangnya yang kini sirna sepenuhnya.
81Please respect copyright.PENANAY4cRNljEfl
Hawa hangat mentari senja mulai meredup di sepanjang deretan pertokoan kota yang ramai. Di seberang jalan, papan nama bertuliskan Net Cafe yang terpampang di lantai dua bangunan bata merah perlahan mulai menyalakan lampu neon jernihnya, menyambut atmosfer malam yang kembali merayap sepi.
81Please respect copyright.PENANA12rANCdzLE
Sebuah suara notifikasi pendek bergaung nyaring dari balik saku tas selempang kulit krem pucatnya membuat langkah sepatu pantofel kulit hitam Judy mendadak terhenti tepat di sela anak tangga semen luar gedung warnet. Jemari lentik halusnya perlahan bergerak menarik keluar sebuah ponsel pintar berpelindung emas jernih.
81Please respect copyright.PENANAwjLH8wXjLV
Ini Sean... gumamnya lirih seiring dengan kelopak matanya yang berkedip samar melihat sebentuk pesan pop-up yang menyembul terang di atas permukaan layar monitor ponsel datar.
81Please respect copyright.PENANA6pChSQiJ32
Judy menggeser ibu jari kanannya di atas kaca jernih, membuka kolom obrolan pribadi kami yang menampilkan rentetan baris kalimat teks yang meluncur lambat.
81Please respect copyright.PENANAg2XdeheaXs
"Kapan kau pulang?" tulisku di sana.
81Please respect copyright.PENANATxpEfhjSrP
"Ni mau otw," balas Judy dengan ketikan jemari yang cepat.
81Please respect copyright.PENANAebvU6nEeTe
"Interview kerja apa?" tanyaku lagi, mencoba mencari tahu batas pergerakannya sejak pagi tadi.
81Please respect copyright.PENANA0NmMySwx70
"Net cafe, tapi gak jadi," sahutnya pendek sembari menghela napas cemas melintasi keheningan koridor tangga.
81Please respect copyright.PENANA9HpN4kCACa
Aku terdim sesaat di seberang jaringan sebelum akhirnya meloloskan baris kalimat respons terakhir yang membuat jalinan otot wajah wanita itu mendadak tersentak kaku.
81Please respect copyright.PENANAkHfKzyJeFs
"Oke, hati2 dijalan... ❤️"
81Please respect copyright.PENANA9nC9WwIyh5
Judy terbelalak kecil. Rona merah padam yang teramat pekat seketika meledak hebat memenuhi seluruh permukaan pipinya yang ranum seiring debaran jantung yang berdegup luar biasa kencang di dalam rongga dada.
81Please respect copyright.PENANAQz2tUZLr7d
"Apa—"
81Please respect copyright.PENANAgRChKUw7q8
"Apa-apaan emotnya ini...?" gerutu Judy frustrasi dengan sudut bibir yang bergerak mengerucut canggung, meratapi luapan rasa salah tingkah yang mendadak menyerang isi kepalanya di bawah kepungan atmosfer langit sore perkotaan.
81Please respect copyright.PENANAwLavXVTGOW
Dia akan segera tiba...
81Please respect copyright.PENANAd5xtdVoTgH
Aku bergumam pelan di dalam dapur kecil apartemen kami yang remang. Sinar kekuningan dari lampu ruangan memantulkan kilau jernih di atas permukaan meja makan keramik abu-abu. Di atasnya, sebotol anggur merah dan sepasang gelas berkaki tinggi telah tertata rapi, mendampingi dua piring berisi daging panggang yang aromanya menguar gurih membelah keheningan sepi.
81Please respect copyright.PENANA83v27dpvot
"Bagus, semuanya udah siap," bisikku sembari menurunkan ponsel pintar ke samping paha celana katun pendek hijauku dengan satu gerakan tangan yang dinamis.
81Please respect copyright.PENANA5XGFxfmCM9
Langkah kakiku yang bertelanjang di atas lantai ubin keramik abu-abu terasa ringan seiring dengan senyuman tipis yang melengkung di sudut bibir. Aku bisa memberinya kenyamanan, karena dia tak mendapat pekerjaan dan bisa menuntunku ke hal yang lain... hehe... ahhh... mnghh... Lamunan liar seketika melintas di dalam kepalaku, menampilkan bayangan sensual sosok Judy yang terkapar pasrah di atas kasur. Kemeja putih bersihnya tampak sengaja terbuka berantakan hingga mengekspos belahan payudaranya yang bulat ranum tanpa bra. Sepasang paha mulusnya yang seutuhnya dibungkus stocking hitam transparan tipis meliuk pasrah seolah siap menyerahkan sela vaginanya yang becek memanas untuk kululut habis sepanjang malam.81Please respect copyright.PENANAaopGyiEyEN


