Bab 3: Pertama Kali Rusak di Ruang Ganti
518Please respect copyright.PENANAoi49CzweJn
Sinta tidak bisa tidur nyenyak semalaman. Tubuhnya masih bergelenyar mengingat sentuhan kasar Budi di ruang ganti kemarin. memeknya terasa nyeri manis setiap kali ia menggeser kaki. Meski Budi melarang, ia tetap menyentuh dirinya dua kali, membayangkan kontol tebal pria itu memasukinya. Rasa bersalah membakar dada, tapi kenikmatan yang didapat jauh lebih kuat. Pagi harinya, dengan hati berdebar, ia kembali ke gym yang sama. Sport bra hitam ketat dan legging abu-abu yang lebih tipis kali ini, rambut bergelombang terikat tinggi, kulit kuning langsatnya sudah sedikit memerah karena gugup.
518Please respect copyright.PENANAkPnUKnjRih
Begitu masuk, Budi sudah menunggu di depan pintu dengan senyum ganas. Tubuh kekarnya terbalut tank top hitam yang basah keringat, otot-otot lengannya menggembung. “Lo datang juga, pelacur kecil. Gue tahu lo nggak bisa tahan,” katanya kasar sambil langsung merangkul pinggang Sinta dan menariknya ke belakang.
518Please respect copyright.PENANAm4gAskgWsL
“Pak Budi… orang-orang bisa lihat,” bisik Sinta malu, tapi pinggulnya malah mendekat ke tubuh pria itu.
518Please respect copyright.PENANACTYzW9Grex
Budi tertawa rendah. “Biarin. Lo milik gue hari ini.” Ia membawa Sinta langsung ke ruang ganti staff di belakang gym yang sudah dikuncinya rapat-rapat. Ruangan itu cukup luas, ada bangku panjang, lemari besi, dan sebuah rak kecil berisi perlengkapan “khusus” yang Budi simpan untuk sesi pribadi seperti ini.
518Please respect copyright.PENANA4MfRmqMduy
Begitu pintu tertutup, Budi mendorong Sinta ke dinding dengan kasar. Bibirnya langsung menyerbu bibir Sinta, lidahnya masuk dalam, menjilat dan mengisap dengan rakus. Suara kecupan basah *chup chup* memenuhi ruangan. Tangan besarnya meremas payudara Sinta dari atas sport bra, jari-jarinya mencubit puting yang sudah mengeras sejak tadi.
518Please respect copyright.PENANAMZrNepWQAE
“Ahh… sakit tapi enak…” desah Sinta di sela ciuman. Air liur mereka bercampur, rasa asin keringat Budi terasa di lidahnya.
518Please respect copyright.PENANAXLs0HiFrXB
Budi menarik sport bra ke atas dengan satu tarikan kasar, melepaskan payudara indah Sinta yang bergoyang. “Lihat nih puting lo udah pada ngaceng minta dihisap.” Ia menunduk, mulutnya menghisap puting kiri dengan kuat. *Slurp… slurp…* Suara hisapan basah dan rakus terdengar jelas. Lidahnya berputar cepat, sesekali menggigit pelan hingga Sinta menjerit kecil dan kakinya gemetar.
518Please respect copyright.PENANA8L1apMe5LN
Tangan kanan Budi menyusup ke legging Sinta, langsung menemukan memek yang sudah banjir cairan orgasme. “Basah banget, anjing. memek lo kayak lagi nunggu kontol gue dari kemarin.” Dua jari tebalnya masuk sekaligus, bergerak kasar keluar-masuk dengan suara *plok plok plok* yang mesum. Ibu jarinya menekan kristoris yang membengkak, memutarnya cepat.
518Please respect copyright.PENANAWRcNzrNMG6
Sinta menangis pelan, air mata malu mengalir di pipinya yang merah. “Saya… malu sekali… tapi memek saya berdenyut minta lebih…” Tubuhnya melengkung, payudaranya semakin didorong ke mulut Budi. cairan orgasmenya mengalir deras membasahi jari dan paha dalamnya.
518Please respect copyright.PENANAnyOxWn4BRp
Budi menambah satu jari lagi, meregangkan memek Sinta yang sempit. “Lo emang sensitif banget. Cuma jari aja udah mau muncrat.” Ia mempercepat gerakan, jari-jarinya melengkung mencari titik sensitif di dalam. Sinta orgasme pertama datang cepat. Tubuhnya kejang hebat, kakinya gemetar tak kuasa menopang, cairan orgasmenya menyembur membasahi tangan Budi hingga lantai.
518Please respect copyright.PENANAaQpz2O0ars
“Bagus… orgasme pertama hari ini,” kata Budi puas. Ia menarik jari-jarinya yang licin, memasukkan ke mulut Sinta. “Jilat bersih, rasain cairan orgasme lo sendiri yang manis itu.”
518Please respect copyright.PENANA68Vy6X7ZIs
Sinta patuh, lidahnya menjilat jari Budi dengan mata setengah terpejam karena malu dan nafsu. Setelah itu, Budi membalik tubuh Sinta menghadap dinding, menurunkan legging dan celana dalamnya hingga mata kaki. Bokong kencang Sinta terpapar sempurna.
518Please respect copyright.PENANAqE5ig2AOJv
Budi mengambil sesuatu dari rak—sebuah anal plug kecil berukuran sedang dengan ekor getar. “Hari ini gue mau isi anal lo juga. Biar penuh di dua lubang.” Ia melumuri plug dengan cairan orgasme Sinta sendiri, lalu menggesekkan ujungnya di lubang anal yang sempit.
518Please respect copyright.PENANAmfd3fjbSck
“Jangan… itu tempat kotor…” protes Sinta lemah, tapi pinggulnya malah mendorong ke belakang sedikit.
518Please respect copyright.PENANAExaPi3uC4o
“Tutup mulut,” bentak Budi sambil menampar bokong Sinta *PLAK!* keras. Sensasi panas dan perih menyebar. Ia mendorong plug perlahan masuk. “Rileks… rasain yang meregang ini.” anal Sinta meregang pelan, sensasi penuh dan dingin dari plug membuatnya mendesah panjang. Getaran kecil dinyalakan, membuat seluruh memek dan analnya bergetar.
518Please respect copyright.PENANAk50ik3Aooa
Sinta menangis lebih keras, kaki gemetar hebat. “Penuh… anal saya penuh… ahh!” Getaran itu membuat kristoris berdenyut lebih kuat.
518Please respect copyright.PENANAIIUbhQju4J
Budi berlutut di belakang, membuka celah memek Sinta dengan jari, lalu lidahnya menjilat dari kristoris hingga lubang memek dengan rakus. *Slurp slurp* suara basah lidahnya memakan cairan orgasme Sinta. Bau harum nafsu wanita itu membuatnya semakin ganas. Ia menghisap kristoris kuat, lidahnya menari di dalam lipatan memek.
518Please respect copyright.PENANAQy0f3kSp4t
Sinta hampir ambruk. Orgasme kedua datang saat lidah Budi masuk dalam-dalam. cairan orgasmenya menyembur ke wajah Budi. “Saya… mati… enak sekali…”
518Please respect copyright.PENANAngfu11kkEN
Budi berdiri, melepaskan celana pendeknya. kontolnya sudah sangat keras, tebal, panjang, dengan kepala mengkilap cairan bening. Ia mengambil dildo besar dari rak—ukuran ekstra besar, berurat, hampir sebesar lengan bawah. “Sebelum kontol gue, lo harus latihan dulu sama ini.”
518Please respect copyright.PENANA7EpHEzolJh
Ia dudukkan Sinta di bangku, membuka kakinya lebar-lebar. Plug di anal masih bergetar. Budi menggesekkan kepala dildo di memek Sinta yang sudah banjir, lalu mendorong masuk perlahan. “Lihat… memek lo meregang lebar buat mainan ini.”
518Please respect copyright.PENANAtfO3iHsLlT
Sensasi meregang yang luar biasa membuat Sinta menjerit. “Terlalu besar… memek saya mau robek… ahhhh!” Tapi tubuhnya merespons, cairan orgasmenya melumuri dildo semakin banyak. Budi memompa dildo itu keluar-masuk dengan ritme lambat dulu, lalu semakin cepat. Setiap dorongan dalam, ujung dildo menyentuh dinding dalam memek Sinta.
518Please respect copyright.PENANAtZrUfYA7wm
Sambil memompa dildo, Budi menghisap puting Sinta bergantian, tangan satunya memainkan kristoris Sinta orgasme ketiga, keempat, tubuhnya kejang berulang, air mata mengalir deras, suara jeritannya tertahan di tenggorokan.
518Please respect copyright.PENANAabeGRvgTnW
“Gue nggak tahan lagi,” kata Budi akhirnya. Ia mencabut dildo dengan suara *plop* basah, lalu mencabut anal plug perlahan, membuat Sinta mendesah panjang karena sensasi kosong yang tiba-tiba.
518Please respect copyright.PENANAzFxO8dWlCf
Budi mengangkat Sinta, membaringkannya di bangku dengan kaki di bahunya. Ia menggesekkan kepala kontolnya yang panas di celah memek yang sudah sangat longgar dan licin. “Minta… bilang lo mau kontol gue hancurkan memek lo.”
518Please respect copyright.PENANAUZxitit8V2
Sinta menatap Budi dengan mata berkaca-kaca, suaranya pecah karena nafsu. “Masukkan… kontol Pak Budi… rusak memek saya… saya milik Bapak hari ini…”
518Please respect copyright.PENANAu3MGoid6JI
Dengan satu dorongan kuat, kontol Budi masuk setengah panjang. Sensasi penuh, panas, dan berdenyut membuat Sinta menjerit keras. “Besar… terlalu besar… perut saya terasa penuh!”
518Please respect copyright.PENANAa9ffwkgwHJ
Budi tidak memberi ampun. Ia mendorong masuk sepenuhnya hingga pangkal, lalu mulai memompa ganas. Suara *plak plak plak* pinggul bertemu bokong memenuhi ruangan, bercampur suara basah cairan cairan orgasme yang muncrat setiap kali kontol keluar masuk.
518Please respect copyright.PENANASbcmaksbRt
“Enak banget memek lo… sempit, panas, dan nyedot kontol gue,” desis Budi sambil meremas payudara Sinta kuat-kuat. Ia mempercepat, setiap dorongan dalam menyentuh dasar memek. Plug anal tadi membuat analnya masih sensitif, menambah sensasi penuh di dua lubang.
518Please respect copyright.PENANAE8nypDb7ti
Sinta orgasme lagi dan lagi. Tubuhnya kejang hebat, kakinya menendang-nendang di udara, cairan orgasmenya menyembur deras membasahi perut Budi. “Saya… keluar lagi… ahh! sperma… kasih sperma di dalam!”
518Please respect copyright.PENANAKD9gHKegLU
Budi mengerang ganas. Setelah hampir 20 menit memompa tanpa henti, ia mendorong dalam-dalam dan melepaskan sperma panasnya ke dalam memek Sinta. Gelombang demi gelombang sperma tebal memenuhi rongga dalam, membuat perut Sinta sedikit kembung terasa. Sensasi hangat dan penuh itu membuat Sinta orgasme terakhir yang paling kuat, tubuhnya kejang lama, air mata mengalir, suara isakannya bercampur desahan.
518Please respect copyright.PENANADA1uOb44s9
Mereka berdua ambruk di bangku, napas tersengal. kontol Budi masih di dalam, meneteskan sisa sperma. Sinta meraba perutnya yang sedikit membuncit karena creampie, rasa malu dan kepuasan bercampur aduk.
518Please respect copyright.PENANAb7zcW29NRC
“Ini baru awal, Sayang,” bisik Budi sambil menampar pelan memek Sinta yang masih berdenyut. “Besok gue mau bawa lo ke tempat yang lebih gelap.”
518Please respect copyright.PENANAI49foyRZIN
Sinta hanya bisa mengangguk lemah. Tubuhnya rusak total, tapi jiwa kecilnya sudah mulai ketagihan rasa diperlakukan kasar ini. Ia tidak tahu bahwa Alex sedang menunggu di luar sana, dan persaingan akan segera meledak.
518Please respect copyright.PENANAt6YclC5M6r
Saat Sinta pulang dengan kaki lemas dan memek masih menetes sperma Budi, ia merasa dirinya sudah tidak sama lagi.
518Please respect copyright.PENANADN6l9M3wjr


