Bab 3: Godaan Pertama di Apartemen Mewah
318Please respect copyright.PENANAhgvoYKjYh2
Malam itu, ponsel Sinta bergetar di atas meja rias. Nomor tak dikenal, tapi ia sudah tahu siapa yang menelepon. Jantungnya langsung berdegup kencang sejak tadi siang setelah pertemuan dengan Budi. Kini, suara dingin dan penuh kendali itu kembali terdengar.
318Please respect copyright.PENANAKVN98SzbgK
“Malam, Sinta. Apartemenku di Sudirman. Lantai 38. Aku kirim alamatnya sekarang. Datang jam 8 tepat. Jangan pakai celana dalam.”
318Please respect copyright.PENANAnc3frHVPVd
Klik. Telepon ditutup tanpa menunggu jawaban.
318Please respect copyright.PENANA52ZOiykkzb
Sinta duduk di tepi ranjang, tangannya gemetar. “Ini gila… aku bahkan nggak kenal dia benar-benar,” bisiknya. Tapi memeknya sudah bereaksi. Hanya mendengar suara Alex, cairan hangat mulai merembes lagi. Ia mandi lama, menggosok tubuh sawo matangnya dengan sabun wangi, membayangkan apa yang akan terjadi. Payudara D-cupnya terasa berat, puting-putingnya sudah mengeras meski hanya disentuh air hangat.
318Please respect copyright.PENANAEoXLVoN49D
Pukul 7.50 ia sudah berdiri di depan pintu apartemen Alex. Dress merah gelap ketat membalut tubuh rampingnya, roknya pendek hingga pertengahan paha. Tanpa celana dalam seperti perintah. Angin malam Jakarta membuatnya merasa telanjang di bawah sana.
318Please respect copyright.PENANA70YsKfk2j3
Pintu terbuka. Alex berdiri di sana, mengenakan kemeja hitam longgar dan celana training. Tubuh tingginya terlihat semakin berotot di bawah cahaya lampu temaram. Senyum tipisnya muncul.
318Please respect copyright.PENANAJpvhBQoF2c
“Masuk.”
318Please respect copyright.PENANAwNXmhljwrr
Apartemennya luas, minimalis mewah dengan lantai marmer hitam dan dinding kaca menghadap kota Jakarta yang berkelap-kelip. Bau parfum mahal Alex memenuhi ruangan. Ia menggenggam tangan Sinta dan menariknya masuk tanpa kata.
318Please respect copyright.PENANAHJkk5lVPE0
“Malam ini kamu milikku dulu,” kata Alex pelan sambil menatap mata Sinta dalam-dalam. “Aku tahu Budi sudah menggodamu. Tapi di sini, aku yang atur semuanya.”
318Please respect copyright.PENANAbqRCwGZ13h
Sinta mengangguk pelan, malu bercampur gugup. Alex membawanya ke ruang tengah yang luas, sofa kulit hitam besar menghadap jendela kota. Ia duduk dan menarik Sinta ke pangkuannya hingga wanita itu duduk mengangkang di atas pahanya.
318Please respect copyright.PENANAnvPrgljg5Z
Tangan besar Alex langsung merayap ke bawah dress, menyentuh paha dalam Sinta yang halus. Jari-jarinya naik perlahan, semakin dekat ke memek yang sudah basah.
318Please respect copyright.PENANA7eOlJ3wTyi
“Basah sekali,” bisik Alex di telinga Sinta. “Kamu nggak pakai celana dalam seperti perintahku. Bagus. memek kecilmu ini sudah lapar ya?”
318Please respect copyright.PENANApL6rtaI7d6
Sinta menggigit bibir, wajahnya memerah hebat. “Pak Alex… ini terlalu cepat… aku—”
318Please respect copyright.PENANAQnFFJEJrS6
“Shhh.” Alex menekan jari tengahnya ke celah memek Sinta yang licin. Gerakan memutar lambat di sekitar kristoris yang membengkak. “Kamu sudah basah dari kemarin malam, kan? Bayangin kontolku masuk ke sini. Tebal. Panas. Aku akan isi sampai penuh.”
318Please respect copyright.PENANAf25ueb1hjX
Sinta mendesah pelan. Tubuhnya bergetar. Alex terus memainkan jarinya dengan ahli, kadang menekan kristoris kuat, kadang hanya mengelus pelan hingga Sinta menggelinjang minta lebih. Bau manis cairan Sinta mulai tercium di udara.
318Please respect copyright.PENANA0fGPqZvApg
Alex menarik dress Sinta ke atas hingga payudaranya terbebas. puting-puting cokelat gelap sudah keras tegak. Ia menunduk, lidahnya menjilat pelan salah satu puting, lalu mengisap kuat.
318Please respect copyright.PENANAMSwmhuXVio
“Ahh!” Sinta melengkungkan punggung. Sensasi panas dan basah dari mulut Alex membuatnya pusing. Alex bergantian mengisap kedua puting, gigitannya ringan tapi cukup untuk membuat Sinta merintih. Tangan kirinya tetap bermain di memek, kini dua jari masuk perlahan, merasakan dinding dalam yang panas dan berdenyut.
318Please respect copyright.PENANA6qZ5u6yUPM
“Kencang sekali di dalam,” gumam Alex sambil mengangkat wajahnya. “memekmu ini seperti mengisap jariku. Kamu lahir untuk jadi budak kenikmatan, Sinta.”
318Please respect copyright.PENANAhPzRiWZSF5
Ia membawa Sinta ke kamar tidur utama yang gelap mewah. Lampu redup menyala. Alex membaringkan Sinta di ranjang king-size, lalu membuka kakinya lebar-lebar. Posisi itu membuat Sinta merasa sangat rentan. memeknya terbuka sepenuhnya di depan mata Alex.
318Please respect copyright.PENANAu88AdCBlSP
Alex berlutut di antara kaki Sinta. Napas hangatnya menyapu memek yang basah sebelum lidahnya menyentuh. Ia menjilat pelan dari bawah ke atas, menikmati rasa manis cairan Sinta yang keluar deras.
318Please respect copyright.PENANA7PPV9Unoiz
“Enak… manis banget,” kata Alex dengan suara serak. Lidahnya berputar di sekitar kristoris mengisap pelan, lalu menyelip masuk ke dalam memek. Suara kecupan basah dan desahan Sinta memenuhi kamar.
318Please respect copyright.PENANAuaXaTHbnDG
Sinta mencengkeram seprai. “Ahh… Pak… enak… tapi malu… jangan dilihat seperti itu…”
318Please respect copyright.PENANAYxBbRxt3eI
Alex tertawa pelan di antara paha Sinta. “Makin malu, makin basah. Aku suka.” Ia menambah kecepatan, lidahnya menari liar di kristoris sementara dua jari masuk keluar dari memek dengan ritme mantap. Bunyi *slosh* *slosh* cairan terdengar jelas.
318Please respect copyright.PENANAfT36JjWPku
Sinta merasa klimaks mendekat. Kakinya gemetar hebat, perutnya menegang. Tapi Alex berhenti tepat sebelum ia meledak.
318Please respect copyright.PENANA805TpO0ron
“Belum boleh keluar,” kata Alex dingin. “Kamu baru boleh orgasme kalau kontolku sudah di dalam.”
318Please respect copyright.PENANAy2zFp2POVu
Ia berdiri, melepas kemeja dan celana. kontol Alex muncul, tebal, panjang, dengan urat-urat menonjol dan kepala yang sudah mengkilap. Sinta menelan ludah melihatnya.
318Please respect copyright.PENANAFmOkDJ9JgT
Alex naik ke ranjang, menggesekkan kontolnya di celah memek Sinta tanpa memasukkan. Gerusan panas itu membuat Sinta menggelinjang gila.
318Please respect copyright.PENANA5XbbqNm1kw
“Rasakan dulu,” bisik Alex. “Ini yang akan merobek memekmu nanti.”
318Please respect copyright.PENANAZQhRaNgPCA
Ia terus menggoda selama hampir dua puluh menit. Kadang memasukkan hanya kepala kontol, lalu menarik keluar. Kadang menekan kristoris dengan kepala kontol sambil mencium leher Sinta. Tubuh Sinta sudah berkeringat, cairannya mengalir deras membasahi seprai.
318Please respect copyright.PENANAlju4JFewOP
“Mohon… Pak Alex… masukkan… aku nggak tahan…” akhirnya Sinta memohon dengan suara pecah, air mata malu mengalir di pipinya.
318Please respect copyright.PENANA4iTikuu1dP
Alex tersenyum puas. Ia memegang pinggul Sinta dan mendorong kontolnya masuk perlahan. Inchi demi inchi, meregangkan dinding memek Sinta yang sempit.
318Please respect copyright.PENANABEBURNwOY6
“Arghh… besar sekali… penuh…” erang Sinta. Sensasi meregang, penuh, dan panas membuat kepalanya kosong. Alex terus masuk hingga pangkal, perut Sinta terasa tertekan.
318Please respect copyright.PENANAm5bHZN3VWt
Mulai gerakan pelan tapi dalam. Setiap dorongan menghasilkan suara basah *plok* *plok*. Payudara Sinta bergoyang mengikuti irama. Alex menunduk, mengisap putingnya lagi sambil terus menghunjam.
318Please respect copyright.PENANAUXvImDyISg
“Kamu milikku sekarang,” desis Alex di telinga Sinta. “memek ini akan kucuci otak dengan sperma panas setiap malam.”
318Please respect copyright.PENANA6MljNveXhO
Kecepatan semakin naik. Sinta merasakan orgasme pertama datang seperti gelombang besar. Kakinya mengejang hebat, memeknya berdenyut kuat menggenggam kontol Alex. cairannya menyembur keluar membasahi paha Alex.
318Please respect copyright.PENANAHVetbL1HDU
“Tapi aku belum selesai,” kata Alex sambil terus menghunjam tanpa ampun.
318Please respect copyright.PENANALOuQ5TCTuj
Ia membalik tubuh Sinta ke posisi doggy. Tangan besarnya menampar pantat Sinta *plak* *plak* hingga memerah. Lalu kontolnya masuk lagi dari belakang, lebih dalam, menyentuh titik paling sensitif.
318Please respect copyright.PENANAV7AwPSXfnM
Sinta menangis kenikmatan. Tubuhnya gemetar tak terkendali. Alex menarik rambutnya pelan sambil bergerak liar.
318Please respect copyright.PENANA1murt0UZ4O
Akhirnya, dengan erangan rendah, Alex mendorong dalam-dalam dan menyemburkan sperma panasnya ke dalam memek Sinta. Rasa penuh, hangat, dan berdenyut membuat Sinta orgasme lagi untuk kedua kalinya. sperma yang berlebih keluar dari pinggir memek, menetes ke seprai.
318Please respect copyright.PENANAkAtzUqA6d7
Mereka berdua ambruk di ranjang. Alex memeluk Sinta dari belakang, kontolnya masih setengah keras di dalam memek.
318Please respect copyright.PENANAcFF8jLscCI
“Kamu orgasme dua kali hanya di sesi pertama,” bisik Alex puas. “Bayangkan apa yang akan terjadi nanti.”
318Please respect copyright.PENANAaBk2evppdM
Sinta hanya bisa tersengal, pikirannya kosong. Tubuhnya lemas penuh kenikmatan dan sedikit ketakutan. Ia tahu, setelah malam ini, ia tak akan bisa mundur lagi.
318Please respect copyright.PENANAdQZTGv9TXr
Tapi di sudut pikirannya, bayangan Budi yang lebih brutal juga mulai muncul…
318Please respect copyright.PENANAsU7zksi2iO


