Bab 4: Edging yang Menyiksa
310Please respect copyright.PENANAqeD1dNkAh8
Sinta terbaring lemas di ranjang king-size Alex, tubuh sawo matangnya berkeringat dan masih bergetar sisa orgasme. sperma panas dari Alex masih terasa penuh di dalam memeknya, beberapa tetes keluar perlahan dari celah yang masih berdenyut, membasahi paha dalamnya yang licin. Napasnya tersengal-sengal, payudara D-cup naik turun cepat, puting cokelatnya masih keras dan basah oleh air liur Alex.
310Please respect copyright.PENANAGJYLlI1lMU
Alex berbaring di sampingnya, tangan besarnya mengelus lembut pinggul Sinta dengan posesif. Senyum tipis dingin masih terukir di wajahnya.
310Please respect copyright.PENANAF7inquqfHo
“Kamu orgasme dua kali hanya dari kontolku yang pertama,” bisiknya serak di telinga Sinta. “Tapi malam ini baru mulai, sayang. Aku belum puas melihat kamu memohon.”
310Please respect copyright.PENANAkQcYWIpw25
Sinta menoleh dengan mata berkaca-kaca. “Pak Alex… aku sudah capek… rasanya masih penuh sekali di dalam…”
310Please respect copyright.PENANAQY0CDsscga
Alex tertawa pelan, suaranya dalam dan penuh kendali. Ia bangkit duduk, lalu menarik Sinta ke pangkuannya hingga wanita itu duduk membelakanginya. Punggung Sinta menempel di dada bidang Alex. Tangan pria itu merangkul dari belakang, satu tangan meremas payudara kanannya kuat, jari lain turun ke memek yang masih menetes sperma campuran mereka.
310Please respect copyright.PENANAX9RPHJxNg3
“memekmu belum boleh istirahat,” kata Alex sambil menggigit pelan cuping telinga Sinta. “Aku mau lihat berapa lama kamu bisa menahan sebelum benar-benar hancur.”
310Please respect copyright.PENANA2ARHCrUIO0
Dari laci samping ranjang, Alex mengeluarkan sebuah kotak hitam. Di dalamnya terdapat berbagai alat yang membuat mata Sinta membelalak. Ada dildo besar berwarna hitam mengkilap, panjang hampir 25 cm dengan diameter tebal, permukaannya berurat seperti kontol sungguhan. Ada juga anal plug sedang dengan ekor kristal, dan tali kulit hitam untuk bondage sederhana.
310Please respect copyright.PENANAvskiU154CW
“Kamu pernah pakai mainan sebesar ini?” tanya Alex sambil mengusapkan kepala dildo di paha Sinta.
310Please respect copyright.PENANAWBGXrugXcX
Sinta menggeleng lemah, malu yang membakar wajahnya. “Tidak… terlalu besar… aku takut…”
310Please respect copyright.PENANAFLMMnoP2er
“Bagus. Semakin takut, semakin basah,” jawab Alex puas. Ia membaringkan Sinta telentang lagi, membuka kakinya lebar-lebar hingga lutut hampir menyentuh dada. Posisi yang sangat terbuka dan rentan.
310Please respect copyright.PENANAR28HAcvxxv
Alex mulai dengan lidahnya lagi. Kali ini lebih lambat, lebih menyiksa. Ia menjilat memek Sinta yang sudah penuh sperma, membersihkan sisa-sisa creampie pertama dengan lidahnya yang panas. Suara kecupan basah *slurp* *slurp* memenuhi kamar. Rasa asin-manis sperma bercampur cairan Sinta membuat Alex mendengus puas.
310Please respect copyright.PENANAB43w06jfUK
“Enak… memekmu ini sudah rusak oleh kontolku,” gumamnya di antara paha Sinta. Lidahnya menari di kristoris yang membengkak, mengisap pelan lalu melepaskan, berulang-ulang. Setiap kali Sinta mulai mendekati klimaks, Alex berhenti total.
310Please respect copyright.PENANAV4Eu5buQOy
“Belum boleh,” katanya dingin setiap kali Sinta menggelinjang memohon.
310Please respect copyright.PENANA6MO5amzvTE
Setelah hampir sepuluh menit edging dengan mulut, Alex mengambil dildo besar itu. Ia melumurinya dengan cairan Sinta yang keluar deras, lalu menekankan kepalanya ke pintu masuk memek.
310Please respect copyright.PENANAoUA9WtlB5o
“Tarik napas dalam,” perintahnya.
310Please respect copyright.PENANAEJi6GrYwNx
Sinta menggigit bibir kuat. Dildo itu jauh lebih tebal dari kontol Alex. Saat Alex mendorong perlahan, sensasi meregang yang luar biasa membuat Sinta menjerit pelan.
310Please respect copyright.PENANA5q5l0WxDnT
“Ahhhhh…! Besar sekali… perutku terasa penuh… arghh!”
310Please respect copyright.PENANAHNO5Sqyvz0
Hanya separuh masuk, tapi Sinta sudah merasa seperti mau robek. Dinding memeknya meregang maksimal, urat-urat dildo menekan titik-titik sensitif di dalam. Alex memutar pelan, mendorong lebih dalam sedikit demi sedikit sambil ibu jarinya menekan kristoris
310Please respect copyright.PENANAyRrvvS432q
“Bayangkan ini kontolku yang terus membesar di dalammu,” bisik Alex kotor. “Aku akan dorong sampai perutmu agak kembung karena mainan ini.”
310Please respect copyright.PENANAHXx2Vx34zS
Gerakan Alex sangat terkontrol. Ia memasukkan dildo hingga hampir pangkal, lalu menarik keluar perlahan hingga hanya kepala yang tersisa, kemudian mendorong lagi dengan ritme menyiksa. Setiap kali Sinta hampir orgasme — kakinya gemetar hebat, perut menegang, memek berdenyut kuat — Alex menghentikan gerakan dan hanya meninggalkan dildo diam di dalam.
310Please respect copyright.PENANANv9Az18sCa
Empat kali edging seperti ini berlangsung. Sinta sudah menangis. Air mata mengalir di pipinya yang memerah.
310Please respect copyright.PENANAK6D1dzkd1V
“Pak Alex… tolong… aku mau keluar… aku nggak tahan lagi… memekku sakit tapi enak sekali… mohon…” rintihnya dengan suara pecah.
310Please respect copyright.PENANAOcPQUz1CGL
Alex tersenyum sadis. Ia meninggalkan dildo tertanam dalam-dalam, lalu naik ke atas tubuh Sinta. kontolnya yang sudah keras lagi digesekkan di antara payudara Sinta.
310Please respect copyright.PENANARPzBsDKm8E
“Sekarang hisap kontolku sambil dildonya tetap di dalam,” perintahnya.
310Please respect copyright.PENANALKkIfTMQAV
Sinta membuka mulutnya patuh. kontol Alex masuk ke mulutnya yang hangat dan basah. Ia mengisap dengan rakus meski sesekali tersedak karena ukurannya. Alex memegang kepalanya pelan tapi tegas, menggerakkan pinggulnya maju mundur.
310Please respect copyright.PENANAfm6KQor6mH
Di bawah, dildo besar masih terasa berdenyut di dalam memeknya. Setiap gerakan Alex membuat dildo bergeser sedikit, menambah sensasi penuh yang gila.
310Please respect copyright.PENANA9ju3ppnxkq
“Bagus… lidahmu pintar,” puji Alex sambil mendesah. “Kamu cepat belajar jadi pelayan kontol.”
310Please respect copyright.PENANAnz5srcntTj
Setelah puas dengan oral, Alex menarik dildo keluar dengan suara *plop* basah yang memalukan. memek Sinta terbuka lebar sebentar, merah dan berdenyut, cairannya mengalir deras seperti air mata.
310Please respect copyright.PENANAPh7b6JrLqF
Alex membalik tubuh Sinta ke posisi doggy lagi. Kali ini ia mengikat kedua tangan Sinta ke belakang menggunakan tali kulit hitam. Lalu ia memasukkan anal plug sedang ke anal Sinta setelah melumurinya dengan banyak cairan.
310Please respect copyright.PENANAnEW4m8UInN
“Arghh…! Panas… penuh di belakang juga…” erang Sinta. Sensasi dua lubang terisi membuatnya gemetar hebat. Kakinya hampir tak mampu menopang tubuh.
310Please respect copyright.PENANA2kHXcSONEW
Alex menampar pantatnya keras beberapa kali — *PLAK!* *PLAK!* *PLAK!* — hingga kulit sawo matang itu memerah menyala. Kemudian kontolnya masuk lagi ke memek yang sudah longgar karena dildo.
310Please respect copyright.PENANA7aqNYa3yCf
Kali ini ia menghunjam dengan ritme sedang tapi sangat dalam. Setiap dorongan membuat anal plug bergeser di anal, menciptakan sensasi ganda yang membuat Sinta hampir gila.
310Please respect copyright.PENANANsAUaPiBmM
“Rasakan… dua lubangmu milikku,” desis Alex sambil menarik rambut Sinta. “Kamu cuma lubang kenikmatan sekarang.”
310Please respect copyright.PENANAHp5G35tHeH
Edging kelima dimulai. Alex sengaja memperlambat saat Sinta hampir meledak. Ia keluar total, meniupkan napas dingin ke memek yang panas, lalu memasukkan lagi dengan satu hantaman kuat.
310Please respect copyright.PENANAYet0wlxIwu
Sinta sudah tak bisa berpikir jernih. Air liurnya menetes, matanya berkunang-kunang. Inner monolognya kacau: *Aku mau mati… enak sekali… sakit tapi aku ketagihan… dia benar-benar menguasai tubuhku…*
310Please respect copyright.PENANA9AHaWT0CgL
Alex akhirnya memberikan ampunan setelah hampir satu jam penyiksaan edging. Ia menghunjam liar, cepat, dan kuat. Suara benturan tubuh *plok-plok-plok* memenuhi kamar bersama erangan Sinta yang sudah serak.
310Please respect copyright.PENANAclDVo6XlqK
“KELUAR SEKARANG!” perintah Alex.
310Please respect copyright.PENANAHNbyR4DIMj
Tubuh Sinta mengejang hebat. Orgasme ketiganya datang seperti tsunami. memeknya berdenyut kuat menggenggam kontol Alex, menyemburkan cairan bening yang menyembur deras membasahi paha dan seprai. Kakinya menendang-nendang tak terkendali, air mata mengalir deras.
310Please respect copyright.PENANASoJW7R6LwS
Alex menyusul tak lama kemudian. sperma panasnya yang kedua menyembur dalam-dalam, memenuhi memek Sinta hingga penuh sesak. Beberapa tetes keluar dari pinggir karena terlalu penuh.
310Please respect copyright.PENANAcIHiBSFnVo
Mereka ambruk bersama. Alex melepaskan ikatan tangan Sinta dan memeluknya dari belakang, kontolnya masih tertanam dalam.
310Please respect copyright.PENANAxoYGHSzVE2
“Kamu semakin cantik saat menangis karena kenikmatan,” bisik Alex sambil mencium leher Sinta. “Besok aku akan lebih kasar lagi.”
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah 310Please respect copyright.PENANALxkDgi67Dy
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah310Please respect copyright.PENANAZMGZRghvgG
310Please respect copyright.PENANAOOCk6un4yj


