Bab 4: Malam Pertama yang Tak Berakhir
763Please respect copyright.PENANAcsUQlWvyEl
Liora tergeletak lemas di karpet tebal ruang utama villa, tubuhnya yang telanjang masih bergetar hebat akibat orgasme pertama yang memaksanya. sperma putih kental dari Niko masih menetes pelan dari memeknya yang merah dan bengkak, bercampur cairan orgasmenya sendiri yang bening dan lengket. Anal plug masih tertancap erat di analnya, membuat perut bawahnya terasa penuh dan berdenyut-denyut setiap kali ia mencoba mengatur napas. Payudaranya yang besar memerah bekas hisapan dan gigitan, puting-putingnya bengkak dan nyeri.
763Please respect copyright.PENANAuEi5hwUAOD
Revan berlutut di depannya, mengusap rambut cokelat panjang Liora dengan lembut, kontras dengan tatapan dominannya. “Kamu menangis tapi memekmu banjir, Liora. Tubuhmu lebih jujur daripada mulutmu.”
763Please respect copyright.PENANAD1B2YQETkK
Liora menggeleng lemah, air matanya masih mengalir. “Revan… aku… aku nggak mau lagi… ini terlalu… aku takut…”
763Please respect copyright.PENANAFxhwAfVPkg
Tapi suaranya terputus saat Dion menarik tubuhnya hingga berlutut. Kedelapan pria itu masih mengelilinginya, kontol-kontol mereka yang belum puas masih keras dan berkedut, beberapa masih basah oleh air liur dan cairan tubuh Liora.
763Please respect copyright.PENANADiPXFDY0Iy
“Kamu nggak boleh istirahat dulu,” kata Dion dengan suara dingin yang sadis. Ia mengikat kedua tangan Liora ke belakang punggung menggunakan tali bondage hitam yang diambil Arden dari tas. Tali itu menarik lengan Liora ke atas, membuat payudaranya semakin menonjol dan terdorong ke depan seperti persembahan.
763Please respect copyright.PENANAQgYZOmW3sn
Zayn berdiri di belakang Liora, menarik anal plug keluar perlahan. Suara “plop” basah terdengar saat plug itu keluar, diikuti sedikit cairan pelumas yang menetes. Tapi tak lama kemudian, Zayn mengoleskan lebih banyak minyak dingin ke kontolnya yang tebal dan panjang, lalu menekannya ke anal Liora tanpa ampun.
763Please respect copyright.PENANAZ4lXacscBC
“Ahhhhh! Zayn… sakit… terlalu besar!” jerit Liora. analnya meregang paksa, sensasi terbakar dan penuh membuat perutnya kram. Zayn mendorong masuk setengahnya, lalu berhenti, membiarkan Liora merasakan denyutan kontolnya di dalam anal yang sempit.
763Please respect copyright.PENANAmt6AwkWqW3
Sementara itu, Kael duduk di sofa dan menarik Liora ke pangkuannya hingga menghadapnya. Tanpa aba-aba, ia memasukkan kontolnya ke memek Liora yang sudah licin. Dua lubang Liora kini terisi penuh sekaligus. Sensasi meregang di depan dan belakang membuatnya merasa seperti mau robek. Perut bawahnya terasa sangat penuh, seolah ada benda besar yang saling menekan di dalam tubuhnya.
763Please respect copyright.PENANApIGL42isjI
“Gerak, ratu,” perintah Kael sambil menampar bokong montok Liora keras. “Plak! Plak!”
763Please respect copyright.PENANAhOt55FFNxd
Liora tak punya pilihan. Dengan tangan terikat, ia mulai menggerakkan pinggulnya naik turun secara terpaksa. Setiap gerakan membuat kontol Kael menghantam dalam-dalam di memeknya, sementara Zayn di belakang menghantam analnya dengan ritme yang lebih kasar. Suara “plak… plok… slrrt… slrrt…” memenuhi ruangan, bercampur erangan Liora yang semakin serak.
763Please respect copyright.PENANAXR986gMfDS
Bau tubuh pria yang kuat, aroma cairan seks yang manis-asin, dan keringat bercampur di udara. Rasa sperma yang sudah mulai menempel di lidah Liora masih terasa saat Theo mendekat dan memasukkan kontolnya ke mulut gadis itu.
763Please respect copyright.PENANAepqylmyLmy
“Hisap yang enak,” kata Theo sambil memegang kepala Liora. Ia mendorong kontolnya hingga ke tenggorokan, membuat Liora tersedak dan air liurnya menetes deras ke payudaranya sendiri.
763Please respect copyright.PENANAuwqGD2npTf
Raka mengambil remote dan mengaktifkan mode getar rendah pada dildo kecil yang ia selipkan di antara memek dan kristorisLiora. Getaran itu menambah sensasi berdenyut di titik paling sensitif, membuat cairan Liora semakin banjir. Kakinya gemetar hebat, lututnya nyaris tak kuat menopang tubuh.
763Please respect copyright.PENANAuXgkWcr3jU
Niko yang duduk di samping meremas payudara Liora dengan kasar, memilin puting-putingnya hingga Liora menjerit di sekitar kontol Theo. “Payudaramu makin enak diremas setelah kami hisap semalam. Besar, empuk, dan berat.”
763Please respect copyright.PENANAn4sGEW0Hqg
Arden, dengan fetishnya yang aneh, mengambil segelas sperma asli dan menuangkannya perlahan ke payudara Liora. Cairan kuning kental itu mengalir ke puting-putingnya. Arden langsung menjilatnya dengan rakus, lidahnya berputar di sekitar puting sambil sesekali menggigit.
763Please respect copyright.PENANAc0Njx2gY2H
Liora merasa dirinya seperti boneka seks hidup. Setiap lubangnya dipakai, tubuhnya diremas, dan mulutnya disumpal. Gelombang kenikmatan yang memalukan terus naik, meski pikirannya masih berusaha melawan.
763Please respect copyright.PENANAeth0rb5EVK
“Kalau kalian sahabatku… kenapa… lakuin ini…?” rintihnya saat mulutnya sempat kosong sebentar.
763Please respect copyright.PENANA3IFiPKkxWI
Revan yang memperhatikan dari depan tertawa pelan. Ia memegang dagu Liora. “Karena sahabat yang baik harus kasih yang terbaik buat ratunya. Dan yang terbaik buat kamu adalah jadi lubang pemuas kami. Kamu menikmatinya kan? memekmu nggak berhenti basah sejak tadi.”
763Please respect copyright.PENANAJ4HtSs8TtD
Liora menggeleng, tapi tubuhnya mengkhianati. Saat Zayn dan Kael menghantam bersamaan dengan ritme cepat, orgasme keduanya datang lebih kuat. Tubuhnya kejang hebat, memeknya berdenyut-denyut kuat mengeluarkan cairan orgasme yang menyembur membasahi paha Kael. analnya mengejang di sekitar kontol Zayn. Liora menjerit panjang, air matanya banjir, kakinya menendang-nendang tak terkendali.
763Please respect copyright.PENANAndI3xZi3pc
Tapi mereka tak memberi waktu istirahat. Begitu orgasme reda, posisi diubah lagi.
763Please respect copyright.PENANAHFt2YsdWnv
Liora dibaringkan di atas meja makan besar yang dingin. Kakinya dibuka lebar dan diikat ke kedua ujung meja, membuat memek dan analnya terpapar sempurna. Revan berdiri di antara kakinya dan memasukkan kontolnya dengan satu hantaman keras hingga pangkal.
763Please respect copyright.PENANAGJjrPZb921
“Ughhh!” Liora melengkungkan punggungnya. Meja berderit mengikuti setiap hantaman Revan yang kuat dan dalam.
763Please respect copyright.PENANA3YrWivsGob
Dion naik ke meja dan duduk di wajah Liora, memaksa gadis itu menjilat analnya sendiri sambil kontol Dion memenuhi mulutnya. Rasa asin dan bau maskulin memenuhi indra penciuman Liora.
763Please respect copyright.PENANAw4gvZ0G6zV
Satu per satu mereka bergantian menghantam memek Liora. Niko yang kedua, ia menghantam dengan obsesi breeding yang kuat, berbisik kotor, “Aku mau isi memekmu penuh-penuh. Bayangin kalau perutmu nanti membesar karena sperma kami.”
763Please respect copyright.PENANAR9SXPVcylw
Setiap kali ada yang mencapai klimaks, sperma panas menyembur di dalam memek Liora, membuatnya semakin penuh dan lengket. Beberapa sperma meluber keluar saat kontol berikutnya masuk, menetes ke lantai dengan suara pelan.
763Please respect copyright.PENANAvwJabdOs7G
Raka membawa fucking machine kecil yang sudah disiapkan di villa. Mesin itu dipasang di ujung meja, dildo besarnya masuk ke memek Liora dan mulai bergerak otomatis dengan kecepatan sedang. “Ini buat kamu istirahat sebentar,” katanya sambil tersenyum. Tapi kecepatannya perlahan dinaikkan, membuat Liora menjerit tanpa henti.
763Please respect copyright.PENANAFHDBOwSBKO
Sementara mesin bekerja, pria-pria lain bermain dengan tubuh atas Liora. Payudaranya diremas, dihisap, ditampar pelan. Arden bahkan menuangkan minuman dingin ke perut Liora lalu menjilatnya.
763Please respect copyright.PENANAPW3UaelV9J
Sensasi dingin di kulit yang panas, panas di dalam memek, penuh di anal, sakit di pergelangan tangan karena ikatan, dan kenikmatan yang tak mau berhenti membuat Liora hampir gila.
763Please respect copyright.PENANA3kli7zaDnP
“Aku… mau mati… terlalu banyak…” rintihnya di sela erangan.
763Please respect copyright.PENANAUMLkiUnzax
“Belum boleh mati,” jawab Zayn sambil mencekik leher Liora pelan. “Kamu harus tahan sampai kami semua puas malam ini.”
763Please respect copyright.PENANA6mVx8DNxMZ
Gangbang berlanjut hingga dini hari. Mereka mengubah posisi berkali-kali doggy style di sofa, suspension sederhana menggunakan tali di langit-langit, bahkan di lantai mandi saat mereka membersihkan tubuh Liora hanya untuk mengotori lagi.
763Please respect copyright.PENANAVudxnNi3l7
Saat fajar mulai menyingsing, Liora terbaring di tempat tidur besar utama villa. Tubuhnya penuh jejak merah, sperma kering menempel di kulit sawo matangnya, memek dan analnya bengkak dan berdenyut pelan. Ia menatap langit-langit dengan mata kosong, napasnya tersengal.
763Please respect copyright.PENANA9znGy2Ge9X
Revan berbaring di sampingnya, mengusap perut Liora yang sedikit kembung karena creampie berulang. “Kamu hebat, Liora. Dari ratu yang manja jadi pelayan seks yang patuh dalam satu malam. Besok kami akan lanjut lagi.”
763Please respect copyright.PENANAoMTDzwMI06
Liora tak menjawab. Dalam hatinya yang hancur, ada perasaan pengkhianatan yang dalam, tapi juga ketagihan aneh yang mulai tumbuh. Tubuhnya sudah terlalu lelah untuk melawan, dan memeknya masih berdenyut pelan, seolah menanti ronde berikutnya.
763Please respect copyright.PENANAz1RjcQKpnU
Malam pertama di villa baru saja berlalu, tapi Liora tahu ini hanyalah awal dari kehancurannya yang perlahan.
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah 763Please respect copyright.PENANA545MKlRPzA
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah763Please respect copyright.PENANAPt44Qn3j3X
763Please respect copyright.PENANAftM9F4Tjmq


