Bab 5: Gelombang yang Tak Berhenti
755Please respect copyright.PENANAExCvJAJr5A
Sinar matahari pagi yang lembut menyusup melalui tirai tipis villa, menerangi tubuh Liora yang terbaring lemas di atas tempat tidur king-size. Tubuh sawo matangnya yang biasanya glowing kini dipenuhi jejak merah, memar ringan, dan noda sperma kering yang lengket di payudara, perut, dan paha dalamnya. memeknya masih bengkak dan terbuka sedikit, mengeluarkan campuran cairan bening dan sperma putih kental yang perlahan menetes ke seprai. analnya terasa nyeri dan berdenyut setelah dipakai berulang kali semalaman, sementara anal plug ukuran sedang masih tertancap erat di dalamnya, membuat perut bawah Liora terasa penuh dan kembung.
755Please respect copyright.PENANA0H7pcSAnpO
Liora mencoba menggerakkan tangannya, tapi ototnya terasa sangat lemah. Air matanya sudah kering, tapi matanya masih kosong menatap langit-langit. “Ini… mimpi buruk…” gumamnya dengan suara serak.
755Please respect copyright.PENANAxEChJWFzJX
Revan yang baru saja bangun dari sisi kanannya tersenyum dingin. Ia mengusap payudara besar Liora dengan telapak tangan kasar, memilin puting yang masih bengkak. “Ini bukan mimpi, ratu. Ini kenyataan baru kamu. Dan kami baru memulai.”
755Please respect copyright.PENANASYcSZPi9v4
Sebelum Liora sempat protes, Dion dan Zayn sudah menarik tubuhnya hingga duduk di tepi tempat tidur. Tangan Liora diikat longgar di belakang punggung dengan tali sutra hitam, cukup longgar untuk bergerak tapi cukup kuat untuk mengingatkannya posisinya. Kael membawa nampan berisi sarapan ringan dan gelas berisi jus yang sudah dicampur obat perangsang dosis lebih tinggi.
755Please respect copyright.PENANAUMRqJTy57t
“Minum dulu,” perintah Kael sambil memegang dagu Liora dan menuangkan cairan itu ke mulutnya. Liora terbatuk, tapi sebagian besar masuk. Tak sampai sepuluh menit, panas familiar kembali menjalar di tubuhnya. memeknya mulai basah lagi, kristoris membengkak dan berdenyut minta perhatian, sementara payudaranya terasa semakin berat dan sensitif.
755Please respect copyright.PENANABEZPyFSRkk
“Kenapa… tubuhku seperti ini…” rintih Liora malu.
755Please respect copyright.PENANAxvTAcxnCJ1
“Karena kamu memang diciptakan untuk ini,” jawab Niko sambil berlutut di depannya. Ia membuka lebar paha Liora dan menjilat memeknya yang banjir dengan lidah panjangnya. Suara kecapan basah “slurp… slurp… slurp” terdengar vulgar di pagi yang sepi. Lidah Niko menari di sekitar kristoris menghisapnya pelan lalu menekan kuat, membuat Liora menggelinjang hebat.
755Please respect copyright.PENANAQx6jN2mgnI
“Ahh… Niko… jangan di situ… aku malu…” erang Liora, tapi pinggulnya tanpa sadar mendesak ke depan, mencari lebih banyak gesekan.
755Please respect copyright.PENANAH6LqMFR1YO
Raka membawa fucking machine yang lebih besar dari semalam. Mesin hitam mengkilap itu diletakkan di lantai tepat di depan tempat tidur. Dildo raksasa bertekstur urat-urat tebal sudah terpasang di ujungnya. Raka mengolesi dildo itu dengan minyak hangat yang beraroma manis, lalu menekannya ke memek Liora yang sudah sangat licin.
755Please respect copyright.PENANAs0gRdAwzDW
“Pelan… pelan… terlalu besar…” Liora memohon sambil menangis lagi. Tapi Raka tak peduli. Ia menyalakan mesin dengan kecepatan rendah. Dildo itu mulai bergerak maju mundur, meregang dinding memek Liora hingga maksimal. Setiap masuk, suara “slrrrt… plok… slrrrt…” memenuhi ruangan. Liora merasa perutnya terdorong naik setiap kali dildo menghantam paling dalam.
755Please respect copyright.PENANAe9OySz2TVA
Sementara mesin bekerja, Zayn berdiri di belakang Liora. Ia menarik anal plug keluar perlahan, lalu menggantinya dengan kontolnya sendiri yang sudah keras maksimal. anal Liora meregang lagi dengan sensasi terbakar yang menyakitkan tapi anehnya membuat kenikmatan di memeknya semakin kuat.
755Please respect copyright.PENANAAsnz1hs7MV
“Dua lubang sekaligus lagi,” bisik Zayn sambil mencekik leher Liora dari belakang dengan tangan besarnya. Tekanan di leher membuat kepala Liora pusing, tapi darahnya mengalir lebih deras ke bawah, membuat memeknya semakin sensitif terhadap hantaman mesin.
755Please respect copyright.PENANAsbXKgJQplJ
Theo dan Arden naik ke tempat tidur. Mereka masing-masing menghisap satu puting Liora dengan rakus. Lidah mereka berputar cepat, gigi menggigit pelan, sesekali menampar payudara besar itu hingga bergoyang keras. Arden menuangkan sperma asli lagi ke perut Liora lalu menjilatnya turun hingga ke memek yang sedang dimasuki mesin, menambah sensasi lengket dan manis.
755Please respect copyright.PENANA2suBCqauR5
Revan berdiri di depan wajah Liora. Ia memegang kontolnya yang tebal dan mengusapkannya ke bibir Liora. “Buka. Hisap kakakmu yang paling tua ini.”
755Please respect copyright.PENANAPyNZETa00Y
Liora membuka mulut dengan patuh karena sudah lelah melawan. kontol Revan masuk dalam-dalam, memenuhi mulut dan tenggorokannya. Revan mulai menggerakkan pinggulnya perlahan, fucking mulut Liora dengan ritme yang semakin cepat. Air liur Liora menetes deras ke payudaranya sendiri.
755Please respect copyright.PENANAWPwmW7QUaj
Gangbang pagi itu berlangsung tanpa ampun. Mereka bergantian mengganti posisi setiap lima belas hingga dua puluh menit. Liora pernah dikawal di udara menggunakan suspension ringan tali diikat di dada, pinggang, dan paha, membuat tubuhnya tergantung seperti boneka. Dalam posisi itu, Dion menghantam memeknya dari depan sambil Zayn mengambil analnya dari belakang. Tubuh Liora bergoyang seperti ayunan setiap hantaman, payudaranya bergoyang liar.
755Please respect copyright.PENANAplwYKuC975
“Plak! Plak! Plak!” suara benturan kulit memenuhi villa.
755Please respect copyright.PENANAbkXXTqz80O
“Kamu lihat nggak, Liora?” kata Dion sambil tertawa sambil menghantam. “Dulu kamu ratu yang kami puja. Sekarang kamu cuma lubang berjalan yang basah terus.”
755Please respect copyright.PENANALQPAqIrNV0
Liora tak bisa menjawab. Mulutnya penuh kontol Kael. Air matanya jatuh terus, tapi orgasme ketiganya pagi itu datang dengan sangat kuat. Tubuhnya kejang hebat di dalam suspension, memeknya menyembur cairan orgasme yang memancar keluar, membasahi lantai. analnya mengejang kuat di sekitar kontol Dion. Seluruh tubuhnya gemetar seperti kena listrik.
755Please respect copyright.PENANAu8mNO2AQQ8
Mereka menurunkannya dan melanjutkan di lantai. Liora dibaringkan telentang, kakinya diangkat tinggi dan ditahan oleh Theo dan Arden. Niko yang paling suka breeding play mengambil giliran panjang. Ia menghantam memek Liora dengan ritme stabil dan dalam, berbisik kotor di telinga gadis itu.
755Please respect copyright.PENANA0EW57p3gLz
“Aku mau isi kamu penuh. Bayangin memekmu penuh sperma kami sampai meluber. Kamu bakal jadi induk yang baik kan, Liora?”
755Please respect copyright.PENANAthZ73muOiH
Setiap hantaman membuat perut Liora sedikit naik turun. Saat Niko mencapai klimaks, sperma panasnya menyembur sangat banyak hingga perut Liora terasa benar-benar kembung. Cairan itu meluber keluar saat kontol Niko ditarik, mengalir deras ke anal yang masih terbuka.
755Please respect copyright.PENANAiHgJX554Wx
Raka mengaktifkan electro-stim kecil yang ditempelkan di kristorisLiora dan di sekitar puting. Aliran listrik ringan membuat sensasi kesemutan dan panas menyengat yang membuat Liora menjerit tanpa henti. Kombinasi dengan fucking machine yang kembali dipasang membuatnya hampir pingsan karena overstimulation.
755Please respect copyright.PENANAtN9RmPxKLc
“Aku… nggak kuat lagi… please… berhenti…” mohon Liora dengan suara pecah.
755Please respect copyright.PENANA8ZcvOaxnea
Tapi Revan hanya mengusap pipinya. “Kamu kuat. Kamu bisa. Ini yang kamu inginkan sebenarnya. Kamu ketagihan perhatian kami, kan? Sekarang perhatiannya full di tubuhmu yang seksi ini.”
755Please respect copyright.PENANAa8kvo8JeIm
Sesi pagi berlanjut hingga siang. Mereka memberi Liora istirahat makan siang sebentar tapi bahkan saat makan, ada dildo kecil yang tetap tertancap di memeknya. Setelah itu, ronde ketiga dimulai di ruang bawah tanah villa yang sudah disiapkan seperti ruang bermain BDSM sederhana.
755Please respect copyright.PENANA75wALuJgpK
Di sana, Liora diikat di meja bondage. Kakinya dibuka sangat lebar menggunakan spreader bar. Semua pria mengelilinginya lagi. Mereka menggunakan cane ringan untuk memukul paha dalam dan bokong montok Liora, meninggalkan garis-garis merah tipis yang membuat gadis itu menjerit setiap kali kena.
755Please respect copyright.PENANAIbqvY7wCT2
“Plak! Craak!”
755Please respect copyright.PENANA7bf6m7zvxJ
Setiap pukulan diikuti dengan hisapan dan jilatan di memeknya untuk mengurangi rasa sakit, menciptakan campuran sensasi yang membuat otak Liora semakin kacau.
755Please respect copyright.PENANA0wJUlDkdcJ
Saat sore menjelang, Liora sudah hampir tak sadarkan diri. Tubuhnya penuh sperma segar dari creampie ronde terbaru. Perutnya terlihat sedikit lebih kembung dari biasanya. memek dan analnya merah membara, berdenyut pelan. Payudaranya penuh tanda gigitan dan tamparan.
755Please respect copyright.PENANASXGNvsuDYS
Revan mendekat, mengusap rambut Liora yang basah keringat dengan lembut. “Kamu luar biasa hari ini, Liora. Dari menolak jadi hampir meminta. Besok kami akan ajarkan cara yang lebih dalam lagi.”
755Please respect copyright.PENANAEIAUp9jmvE
Liora hanya bisa mengangguk lemah. Dalam hatinya, rasa pengkhianatan semakin dalam, tapi tubuhnya sudah mulai merindukan sentuhan mereka. Ketagihan mulai merayap pelan di pembuluh darahnya.
755Please respect copyright.PENANAteHwOo4h0d
Malam kedua di villa akan segera dimulai, dan Liora tahu ia tak lagi bisa lari dari The Circle.
755Please respect copyright.PENANAAr8ZtbaEyC
755Please respect copyright.PENANAiE2FACIjxZ


