Bab 2: Pesta yang Mulai Berubah
857Please respect copyright.PENANAAH7SJFAifF
Pagi harinya, Liora terbangun dengan kepala sedikit pusing tapi hati yang penuh kehangatan. Pesan di grup chat The Circle sudah banjir sejak subuh. Mereka sepakat untuk melanjutkan pesta malam ini di apartemennya lagi, kali ini dengan tema “malam spesial untuk ratu kami”. Liora tersenyum sambil meregangkan tubuhnya di tempat tidur. Payudaranya yang besar bergoyang lembut di balik tank top tipis saat ia bangun. Ia merasa dicintai, dimanja, dan itu membuatnya bahagia.
857Please respect copyright.PENANA3sDtddkkT8
“Malam ini aku mau pakai yang seksi,” gumamnya pada diri sendiri sambil memilih dress hitam pendek yang menempel ketat di tubuhnya. Dress itu memperlihatkan belahan dada yang dalam, punggung terbuka, dan rok yang hanya menutupi separuh paha mulusnya. Kulit sawo matangnya terlihat semakin menggoda di balik kain tipis.
857Please respect copyright.PENANAAXU6xA1a6K
Sore menjelang malam, kedelapan pria itu datang lagi dengan membawa banyak alkohol, camilan, dan sesuatu yang mereka sebut “suplemen energi” pil kecil berwarna merah yang katanya hanya vitamin biasa. Revan yang memimpin, langsung memeluk Liora erat begitu pintu terbuka.
857Please respect copyright.PENANAfc8R6O7raO
“Kamu cantik banget malam ini, ratu. Dress ini bikin kami semua susah napas,” bisik Revan di telinganya sambil tangan besarnya menempel di pinggang ramping Liora, jari-jarinya sedikit meremas.
857Please respect copyright.PENANAY992BIwlGE
Liora tertawa malu. “Kalian ini selalu berlebihan.”
857Please respect copyright.PENANAR8hbbenDOV
Ruangan segera dipenuhi suara tawa dan musik pelan yang sensual. Lampu dimatikan sebagian, hanya menyisakan lampu neon ungu yang membuat suasana semakin intim. Mereka duduk melingkar di sofa dan karpet tebal. Liora lagi-lagi di tengah, menjadi pusat segalanya.
857Please respect copyright.PENANAYdOmDc5o92
Revan menuangkan minuman campuran yang lebih kuat malam ini vodka dengan jus buah dan sedikit pil yang sudah dihancurkan di dalamnya. “Minum ini, Sayang. Biar kamu rileks total,” katanya sambil menatap Liora dengan mata yang dalam.
857Please respect copyright.PENANAHWeUseC1L0
Liora meneguknya tanpa curiga. Rasa manisnya menutupi alkohol yang kuat. Tak lama kemudian, tubuhnya mulai terasa sangat hangat. Kulitnya sensitif, setiap sentuhan angin AC terasa seperti belaian. Payudaranya terasa penuh dan putingnya perlahan mengeras, menonjol jelas di balik dress tipis.
857Please respect copyright.PENANATyFILqPJZR
Obrolan mulai semakin nakal.
857Please respect copyright.PENANAirKzquVKiJ
“Kamu tahu nggak, Liora,” kata Dion sambil duduk sangat dekat di sebelah kirinya, “kami sering bahas kamu waktu nggak ada. Bahas betapa sempurnanya tubuhmu.” Tangan Dion menyentuh paha Liora, mengusap naik turun dengan gerakan lambat yang semakin berani.
857Please respect copyright.PENANApuvwapCotp
Liora menggigit bibir. “Dion… itu cuma bercanda kan?”
857Please respect copyright.PENANAOL1p8Lsshx
“Bercanda apa,” timpal Zayn dari depan. Pria berotot itu meraih kaki Liora dan meletakkannya di pangkuannya. Jari-jarinya mulai memijat betis Liora dengan kuat, naik perlahan ke paha dalam. “Kami serius. Bokongmu ini… selalu bikin kami ingin meremasnya lama-lama.”
857Please respect copyright.PENANAnDRJPI1hKY
Liora merasa wajahnya panas. Alkohol dan pil membuat kepalanya ringan, tapi tubuhnya semakin berat dan sensitif. Ia mencoba tertawa, tapi suaranya terdengar agak gemetar. “Kalian ini… sudah mulai aneh malam ini.”
857Please respect copyright.PENANAayYBvtJLfS
Kael yang duduk di sebelah kanan Revan tersenyum licik. Ia merangkak mendekat dan mencium leher Liora dari samping. Bibirnya yang hangat menempel lama, lidahnya menjilat pelan di kulit sawo matang yang harum. “Kamu bau enak banget. Manis. Bikin kami lapar.”
857Please respect copyright.PENANALsEfTtHbyT
Liora menggelinjang pelan. Sensasi lidah Kael membuat getaran kecil menjalar ke perut bawahnya. Ia merasa memeknya mulai basah, lembab, dan panas. Tapi ia masih mengira ini hanya permainan biasa.
857Please respect copyright.PENANAWNueYRevak
Niko tiba-tiba menarik Liora ke pangkuannya hingga gadis itu duduk menyamping. “Aku mau peluk kamu yang lama.” Kedua tangannya melingkar di pinggang Liora, tapi telapak tangannya naik dan meremas payudara kiri Liora dari luar dress dengan lembut tapi penuh nafsu.
857Please respect copyright.PENANAP7WsdKcJOs
“Ahh…” desah Liora pelan tanpa sadar. Sensasi remasan itu membuat putingnya (putingnya) semakin keras dan nyeri karena ingin disentuh lebih. Ia mencoba menepis tangan Niko, tapi gerakannya lemah karena alkohol.
857Please respect copyright.PENANAGhgh5L9zxz
“Jangan ditolak dong, ratu,” bisik Niko di telinganya. “Kamu suka kan? Tubuhmu jujur kok.”
857Please respect copyright.PENANAyH8y78C3Lu
Raka yang ahli alat seks hanya tersenyum sambil memperhatikan. Ia mengeluarkan sesuatu dari tas sebuah vibrator kecil berbentuk telur. “Ini cuma mainan, buat bikin kamu lebih rileks,” katanya sambil menyelinapkan tangan ke bawah dress Liora.
857Please respect copyright.PENANA15kPyiCgMO
Liora tersentak saat benda dingin itu menyentuh bagian dalam pahanya. “Raka… jangan…”
857Please respect copyright.PENANA571QDWZwJC
Tapi Raka sudah menekan tombol. Getaran lembut langsung mengenai memek Liora yang sudah basah. Suara rendah “zzzz” terdengar samar di antara musik. Liora menggigit bibir kuat-kuat, kakinya gemetar pelan.
857Please respect copyright.PENANAIYW4Ym5pWZ
Theo dan Arden ikut bergabung. Theo mengusap perut Liora dari atas dress, menekan pelan seolah ingin merasakan kehangatan di dalam. Arden yang paling aneh malah mendekatkan wajahnya ke belahan dada Liora dan menghirup dalam-dalam. “Bau susumu enak… manis dan segar.”
857Please respect copyright.PENANAZ6t64LIPSu
Revan, sebagai leader, memegang dagu Liora dan memaksa gadis itu menatapnya. “Kamu basah ya sekarang? Jangan bohong. Kami semua sahabatmu. Kami cuma mau kasih kamu kenikmatan yang pantas kamu dapatkan.”
857Please respect copyright.PENANAMNNjDbk8Oi
Liora napasnya sudah tersengal. Matanya berkaca-kaca karena campuran malu, bingung, dan kenikmatan yang semakin kuat. Vibrator di memeknya terus bergetar, membuat cairan hangatnya perlahan keluar, membasahi celana dalam tipisnya.
857Please respect copyright.PENANA16LRlpYSrv
“Revan… ini… terlalu jauh…” bisiknya lemah.
857Please respect copyright.PENANANhrkmoEosO
“Tapi tubuhmu bilang lain,” jawab Revan sambil mencium bibir Liora secara mendadak. Ciuman itu dalam, lidahnya menyerbu masuk, menjilat dan menghisap lidah Liora dengan rakus. Tangan Revan meremas payudara kanan Liora kuat-kuat, memilin putingnya di antara jari.
857Please respect copyright.PENANA17UUVeLb1b
Liora mengerang di dalam ciuman itu. Tubuhnya melengkung, bokong montoknya bergoyang pelan di pangkuan Niko. Dion di belakang sekarang sudah menurunkan tali dress Liora, memperlihatkan payudara besarnya yang putih kemerahan. Dion langsung menunduk dan menghisap salah satu puting dengan rakus, lidahnya berputar-putar, giginya menggigit pelan.
857Please respect copyright.PENANAVskAzF5jX6
Suara kecapan basah dan erangan Liora memenuhi ruangan.
857Please respect copyright.PENANATScMbPTtmy
Zayn berdiri, membuka resleting celananya dan mengeluarkan kontolnya yang sudah sangat keras. Ia mengusapkan kepala kontol yang panas itu di pipi Liora sambil memegang rambut gadis itu. “Lihat ini, ratu. Ini semua gara-gara kamu.”
857Please respect copyright.PENANAYKtnj6AWuG
Liora menatap dengan mata setengah terpejam. Ia ketakutan tapi juga terangsang luar biasa. Cairan dari memeknya sudah menetes ke sofa.
857Please respect copyright.PENANAmMt8Kdq4vU
Kael mengambil alih vibrator dan menekannya lebih kuat ke kristorisLiora yang membengkak. “Kamu nggak boleh keluar dulu. Tahan ya, Sayang. Ini baru pemanasan.”
857Please respect copyright.PENANAUrvL7A3Bh1
Liora menangis pelan, air matanya jatuh. “Aku… aku nggak tahan… panas sekali…”
857Please respect copyright.PENANAMpJ22tIejk
Mereka semua tertawa pelan, suara rendah yang penuh kemenangan. Tangan-tangan mereka menjelajahi seluruh tubuh Liora meremas bokong, menjilat leher, memilin puting, mengusap memek yang banjir. Bau keringat pria bercampur aroma cairan tubuh Liora memenuhi ruangan.
857Please respect copyright.PENANANOAnwI6jNn
Revan menarik wajah Liora mendekat lagi. “Besok kita ke villa. Di sana kami akan kasih kamu yang lebih hebat. Kamu milik kami malam ini, Liora. Paham?”
857Please respect copyright.PENANA7KDjDKhMI5
Liora hanya bisa mengangguk lemah sambil tubuhnya gemetar hebat menahan gelombang kenikmatan yang belum boleh meledak. memeknya berdenyut-denyut, kakinya lemas total, dan pikirannya sudah mulai kabur antara malu dan keinginan yang semakin kuat.
857Please respect copyright.PENANAV5Cu9HxDV9
Malam itu foreplay berlangsung hampir dua jam tanpa henti. Mereka bergantian menyentuh, mencium, meremas, dan menggoda Liora hingga gadis itu menangis karena keinginan yang tak terpenuhi. Tidak ada penetrasi penuh malam itu hanya sentuhan liar dan kata-kata kotor yang mulai merusak pikirannya.
857Please respect copyright.PENANAxGgacVz0pv
Saat fajar hampir menyingsing, Liora tergeletak lemas di sofa, dressnya sudah acak-acakan, tubuhnya penuh jejak merah, dan memeknya banjir cairan bening yang lengket. Ia masih merintih pelan, “Kalian… jahat… tapi… enak…”
857Please respect copyright.PENANAkBLtBXYe5U
Revan mengusap rambutnya dengan lembut, tersenyum puas. “Ini baru awal, ratu. Di villa besok, kami akan benar-benar merusakmu.”
857Please respect copyright.PENANA8EQTVg5ZXz
Liora menutup mata, tubuhnya masih bergetar. Dalam hatinya yang naif, ia masih mengira ini adalah bentuk cinta yang aneh dari sahabat-sahabatnya. Tapi tubuhnya sudah tahu ia sudah mulai ketagihan.
857Please respect copyright.PENANAr6ZR5BgSDZ
Dan besok, di villa mewah di Puncak, segalanya akan semakin gelap dan menyenangkan.
857Please respect copyright.PENANA3dnqLPmrtf
857Please respect copyright.PENANARnHyr3ew35
857Please respect copyright.PENANACNQbwyBSwf


