Bab 1: Ratu yang Dimanja
996Please respect copyright.PENANAnzE4qUhToY
Malam itu apartemen Liora di lantai 12 terasa hidup seperti biasa. Lampu warm white menyinari ruangan dengan cahaya keemasan yang lembut, menciptakan suasana nyaman yang selalu membuat kedelapan sahabatnya betah berlama-lama. Liora berdiri di depan cermin besar kamarnya, menyisir rambut cokelat panjang bergelombangnya yang jatuh hingga pinggang. Kulit sawo matangnya yang cerah terlihat semakin glowing setelah mandi air hangat. Tubuhnya yang seksi payudara besar berukuran E-cup yang menonjol sempurna di balik tank top hitam tipis, pinggul lebar, serta bokong montok yang selalu menjadi pusat perhatian membuatnya merasa percaya diri tinggi.
996Please respect copyright.PENANAREBmk1c8V4
Ia tersenyum pada bayangannya sendiri. "Hari ini juga bakal seru," gumamnya pelan.
996Please respect copyright.PENANAfKN3lVQjbP
Bel pintu berbunyi. Begitu pintu terbuka, tawa dan suara pria langsung memenuhi ruangan. Delapan orang itu masuk seperti badai yang menyenangkan, membawa aroma campuran parfum mahal, asap rokok, dan makanan cepat saji yang mereka beli di perjalanan.
996Please respect copyright.PENANATopCB1V5J5
"Ratunya sudah siap ternyata!" seru Revan, yang langsung mendekat dan memeluk Liora dari depan dengan erat. Revan, 26 tahun, leader tak resmi kelompok ini, memiliki aura dominan yang selalu membuat orang lain patuh. Tangannya yang besar menempel di punggung bawah Liora, sedikit lebih rendah dari yang seharusnya, tapi Liora hanya tertawa.
996Please respect copyright.PENANA9BGq2pdfVm
"Revan, pelukannya kelewatan lagi nih," goda Liora sambil memukul dada pria itu pelan.
996Please respect copyright.PENANABiRIZoorqv
Dion, yang berdiri di belakang dengan senyum tipis, langsung menyusul. "Biarin aja. Kami kan kangen sama ratu kecil kami." Dion yang berusia 25 tahun ini dikenal paling sadis di antara mereka, tapi malam ini matanya masih lembut saat melihat Liora.
996Please respect copyright.PENANAhFkEVF6KOc
Satu per satu mereka mendekat. Kael mencium pipi Liora dengan lama, Zayn meremas pinggulnya sambil tertawa, Niko memeluknya dari samping sambil menciumi rambutnya, Raka mengecup lehernya sekilas, Theo dan Arden berebut memegang tangannya, sementara yang terakhir, si bungsu, hanya tersenyum lebar dari belakang.
996Please respect copyright.PENANA4MsCJ3HCWE
Liora merasa seperti ratu sejati. Selama tiga tahun terakhir, kedelapan pria ini adalah sahabat terdekatnya. Mereka selalu ada, selalu memanjakannya, selalu membuatnya merasa paling spesial. Tak pernah ada yang berani macam-macam di luar batas setidaknya itulah yang diyakini Liora.
996Please respect copyright.PENANA3B2ehauvI8
Mereka pindah ke ruang tamu. Sofa besar langsung penuh. Liora duduk di tengah, seperti biasa, dengan Revan di kanannya dan Dion di kirinya. Tubuhnya yang hangat terasa nyaman di antara dua pria bertubuh tegap itu.
996Please respect copyright.PENANAUdfDozaOUc
"Malam ini kita stay di sini aja ya," usul Kael sambil membuka botol wine mahal yang dibawanya. "Besok kan weekend. Kita bisa minum sampai pagi."
996Please respect copyright.PENANAaZLKBdYlRi
"Ide bagus," jawab Liora riang. Ia menyukai perhatian ini. Setiap tatapan mereka padanya terasa seperti candu. Ia tahu tubuhnya indah, dan ia senang saat mereka mengaguminya.
996Please respect copyright.PENANAwzWgIgacul
Revan menuangkan wine ke gelas Liora lebih dulu. "Minum banyak-banyak malam ini, Sayang. Kamu capek kuliah seminggu ini kan?"
996Please respect copyright.PENANAXuRUr8m8X6
Liora tersenyum manja dan meneguk wine-nya. Rasa manis bercampur alkohol langsung menghangatkan tenggorokannya. Tak lama kemudian, ruangan dipenuhi obrolan ringan. Mereka bercerita tentang pekerjaan, gym, dan gosip kampus. Tapi mata mereka sesekali melirik payudara Liora yang naik turun saat ia tertawa, atau paha mulusnya yang terbuka karena rok pendek yang ia kenakan.
996Please respect copyright.PENANAiug64CvhOM
Zayn, yang duduk di depannya, tiba-tiba meletakkan tangan di lutut Liora. "Liora, kamu tambah seksi aja sih akhir-akhir ini. Pinggulmu makin lebar ya?"
996Please respect copyright.PENANAQeMIHBPzV2
Liora tertawa malu-malu tapi senang. "Kalian ini selalu ngegombal. Aku biasa aja kok."
996Please respect copyright.PENANA7Ka0modMCw
"Biasa dari mana," timpal Niko dengan mata berbinar. "Payudaramu itu... selalu bikin kami susah konsentrasi."
996Please respect copyright.PENANAaMbSkDDLdY
Liora merasa pipinya panas. Tapi ia tak menolak saat Niko mendekat dan menyandarkan kepalanya di bahunya. Bau tubuh pria itu yang maskulin membuatnya sedikit pusing campuran antara keringat segar dan parfum kayu.
996Please respect copyright.PENANAhClTtVxE4P
Malam semakin larut. Botol wine kedua sudah kosong. Liora sudah mulai merasa tubuhnya hangat, kepalanya ringan. Alkohol membuatnya lebih berani. Ia meregangkan tubuhnya, membuat tank top-nya naik sedikit sehingga perut rata dan pinggang rampingnya terlihat.
996Please respect copyright.PENANAqeD4dDjElk
Theo yang duduk di lantai di depannya langsung mengusap betis Liora dengan lembut. "Kamu dingin ya? Biar aku hangatin."
996Please respect copyright.PENANAKlNVxVm6I4
Sentuhan itu terasa elektrik. Liora menggigit bibir bawahnya pelan. Ia suka disentuh, meski hanya seperti ini sentuhan "persahabatan" yang selalu mereka klaim.
996Please respect copyright.PENANA5RSkwXLC39
Revan memperhatikan semua itu dengan senyum tipis. Sebagai leader, ia sudah lama merencanakan segalanya. Malam ini hanyalah pemanasan. Ia menyentuh rambut Liora, memilin ujungnya dengan jari. "Kamu tahu kan, Liora, kami semua sayang banget sama kamu. Kamu ratu kami. Selalu."
996Please respect copyright.PENANAexAdZuBoLZ
Liora menoleh, matanya sudah agak berkaca karena alkohol. "Aku juga sayang kalian semua. Kalian sahabat terbaik yang pernah aku punya."
996Please respect copyright.PENANAahriAZ5b83
Dion di sebelah kiri tertawa pelan. Tangannya menyelinap ke pinggang Liora, meremas pelan di atas kain rok. "Sahabat terbaik yang selalu ingin memanjakan ratunya... di segala hal."
996Please respect copyright.PENANAWGSjjiCNze
Ada nada berbeda dalam suara Dion malam ini, tapi Liora terlalu naif untuk menyadarinya. Ia hanya merasa senang, diinginkan, dan dicintai.
996Please respect copyright.PENANA8hTErlD55P
Kael tiba-tiba mengusulkan permainan. "Truth or Dare yuk, biar seru."
996Please respect copyright.PENANAnqalWFfISp
Semua setuju. Saat giliran Liora, ia memilih Dare. Revan yang memberi tantangan.
996Please respect copyright.PENANA1AW02ROLj9
"Cium pipi semua orang di sini, tapi pelan-pelan, sambil bilang 'terima kasih sudah memanjakan aku'."
996Please respect copyright.PENANAgAZLo7xq7i
Liora tertawa. "Gampang banget." Ia mulai dari Revan. Mendekatkan wajahnya, mencium pipi pria itu lama, napasnya yang hangat menyapu kulit Revan. "Terima kasih sudah memanjakan aku..."
996Please respect copyright.PENANAQgHd6rAtz7
Satu per satu ia mendekati mereka. Saat mencium Zayn, pria itu memegang dagunya sebentar, membuat ciuman sedikit lebih dekat ke sudut bibir. Saat ke Niko, pria itu memeluk pinggangnya erat hingga payudara Liora menempel di dada bidangnya.
996Please respect copyright.PENANANfrR0f8GCZ
Tubuh Liora mulai bereaksi. Putingnya mengeras di balik tank top tipis, terlihat samar. Paha dalamnya terasa sedikit lembab. Ia mengira itu hanya karena alkohol dan kehangatan ruangan.
996Please respect copyright.PENANA4E1F8IT1XV
Arden, yang paling aneh di antara mereka, tersenyum saat gilirannya tiba. "Kamu bau manis banget malam ini, Liora."
996Please respect copyright.PENANA0ulVDq3YcS
"Parfumku," jawab Liora sambil tersipu.
996Please respect copyright.PENANA3fUK239VzV
"Bukan parfum," bisik Arden pelan di telinganya. "Bau tubuhmu yang bikin kami gila."
996Please respect copyright.PENANA6HYBhZqQPc
Liora merinding. Tapi ia hanya tertawa, menganggap itu candaan biasa.
996Please respect copyright.PENANA7237K8e0F2
Pukul dua pagi, mereka masih belum berhenti. Liora sudah setengah berbaring di sofa, kepalanya di pangkuan Revan. Tangan Revan mengusap rambutnya dengan lembut, sesekali turun ke bahu dan lengan. Dion di sisi lain mengusap paha Liora naik turun, semakin dekat ke bagian dalam.
996Please respect copyright.PENANAdtRUaltJHA
"Kalian... enak banget sih," gumam Liora dengan mata setengah terpejam. "Aku merasa paling spesial di dunia."
996Please respect copyright.PENANAs8gjLuPSXg
"Kamu memang spesial," jawab Revan dengan suara rendah yang dalam. "Dan besok di villa, kami akan buktikan seberapa spesialnya kamu buat kami."
996Please respect copyright.PENANAA8IKzEAa16
Liora tersenyum, tak benar-benar memahami arti di balik kata-kata itu. Tubuhnya terasa panas. Ada desir aneh di perut bawahnya setiap kali tangan mereka menyentuh kulitnya. Ia merasa dicintai, diinginkan, dan aman meski sebenarnya, ia sudah berada di tengah jebakan yang direncanakan dengan sangat rapi.
996Please respect copyright.PENANAIZvR9uvyxr
Malam itu, saat kedelapan pria itu akhirnya pamit dengan pelukan yang semakin erat dan ciuman yang semakin lama, Liora merasa hatinya penuh. Ia tak tahu bahwa ini adalah malam terakhir di mana ia masih menjadi ratu yang dimanja.
996Please respect copyright.PENANAfFTeuIy8ap
Besok, segalanya akan berubah.
996Please respect copyright.PENANAbvB7U5ZxA8


