Bab 3: Basement Training Resmi
2694Please respect copyright.PENANAva2Z16NIv0
Malam itu hujan deras mengguyur kompleks perumahan, seolah langit pun ikut menangisi nasib Rina. Jam menunjukkan pukul 07.50 ketika Rina Anggraini berdiri di depan pintu rumah Pak Bambang. Tubuhnya basah kuyup meski ia memakai mantel tipis. Di balik mantel itu, ia hanya mengenakan lingerie hitam tipis yang dipaksanya beli siang tadi karena takut dimarahi. Payudara E-cupnya terasa berat dan penuh, puting kecilnya sudah mengeras karena udara dingin dan ketegangan yang luar biasa.
2694Please respect copyright.PENANAvHGSQ8eUbt
Sejak kejadian kemarin malam, memek pinknya tak pernah benar-benar kering. Setiap kali mengingat kontol besar Pak Bambang yang menggesek memeknya, cairan hangat langsung keluar lagi. Rina benci dirinya sendiri. Ia mencintai Andi, tapi tubuhnya seperti sudah tidak lagi patuh pada hati.
2694Please respect copyright.PENANAypuPXgmQXb
Pintu terbuka. Pak Bambang berdiri di sana dengan senyum lebar yang penuh kemenangan. Di belakangnya terlihat dua pria lain.
2694Please respect copyright.PENANAsy5Yq2O0up
"Masuklah, istri kesayangan. Malam ini training resmi dimulai," kata Pak Bambang sambil menarik tangan Rina masuk.
2694Please respect copyright.PENANAarGbib7uTF
Di ruang tamu, dua pria itu memperkenalkan diri. Mas Joko, pria berusia 42 tahun bertubuh kekar dengan otot menonjol dan tangan kasar — spesialis gangbang. Denis, pria 35 tahun kurus tapi tajam matanya, ahli merekam dan marketing.
2694Please respect copyright.PENANAK5rZ64uXTT
"Ini Mas Joko dan Denis. Mereka akan membantu melatihmu mulai malam ini," jelas Pak Bambang sambil melepas mantel Rina dengan kasar.
2694Please respect copyright.PENANA5UgpiFhj3Q
Rina berdiri gemetar hanya dengan lingerie tipis. Ketiga pria itu menatapnya seperti serigala lapar.
2694Please respect copyright.PENANAf84kRqRH3f
"Wow, benar-benar barang premium," komentar Mas Joko sambil mengusap dagunya. "Payudara segede itu, pinggul lebar. Cocok jadi lonte umum."
2694Please respect copyright.PENANARgFcceaLJD
Denis sudah mengeluarkan kamera kecilnya dan mulai merekam. Lampu merah kecil menyala.
2694Please respect copyright.PENANASAQOmQKVcu
Pak Bambang menuntun Rina turun ke basement. Begitu pintu tertutup, suasana berubah gelap dan panas. Lampu merah menyala terang, rantai-rantai tergantung, dan meja training sudah disiapkan.
2694Please respect copyright.PENANAMxGIbXeUuH
"Lepaskan semua," perintah Pak Bambang dingin.
2694Please respect copyright.PENANAgulCaug4l6
Rina melepas lingerie dengan tangan gemetar. Tubuh putih mulusnya kini telanjang sempurna di depan tiga pria. Payudaranya bergoyang pelan, memek pinknya sudah mengkilap basah di bawah cahaya.
2694Please respect copyright.PENANAGNJYt57PEE
Mas Joko mendekat pertama. Tangan kasarnya langsung meremas kedua payudara Rina kuat-kuat, menarik putingnya hingga memanjang.
2694Please respect copyright.PENANAgjIZzqXl4M
"Aaahh! Sakit..." jerit Rina.
2694Please respect copyright.PENANAR6VBV9vpTP
"Sakit itu bagian dari training," kata Mas Joko sambil menjepit kedua puting Rina dengan jari kasar dan memutarnya. "Kamu harus belajar menikmati sakit yang bercampur enak."
2694Please respect copyright.PENANAZ314AmkE9C
Pak Bambang mengambil sebuah chastity belt dari rak — alat pengunci memek berbahan metal dingin dengan lubang kecil untuk buang air dan klitoris terbuka. Ia memasangnya di pinggul Rina, mengunci rapat di belakang punggungnya dengan kunci kecil.
2694Please respect copyright.PENANAs9IXvpP07q
"Klik." Suara kunci mengunci terdengar jelas.
2694Please respect copyright.PENANAADqKWfjESZ
Sekarang memek Rina terkunci rapat, hanya kristoris yang terpapar. Rasa dingin metal di kulit panasnya membuat Rina menggigil.
2694Please respect copyright.PENANAdYqOCOxy5i
"Ini supaya kamu tidak main sendiri di rumah," bisik Pak Bambang di telinga Rina. "Hanya kami yang bisa membuka."
2694Please respect copyright.PENANAb5oR8XnSyP
Selanjutnya giliran anal plug. Kali ini ukurannya lebih besar dari kemarin — sebesar dua jari. Mas Joko memaksa Rina membungkuk di atas meja, bokongnya terangkat tinggi.
2694Please respect copyright.PENANAlZSI33HPtz
Denis merekam dari dekat.
2694Please respect copyright.PENANAB674dcw1ly
Pak Bambang menuangkan banyak pelumas dingin ke lubang anal Rina, lalu Mas Joko mulai memasukkan plug itu perlahan.
2694Please respect copyright.PENANAs18ya1fxjo
"Nngghhh!!! Besar sekali... sakit... aaahhh!" Rina menjerit keras. Sensasi meregang luar biasa membuat dinding analnya terasa terbakar. Plug itu masuk pelan tapi pasti, membuat perut bawah Rina terasa penuh dan kembung.
2694Please respect copyright.PENANAPC4SEESPvy
Setelah plug terkunci rapat, Mas Joko menepuk pantat Rina keras. *PLAK! PLAK! PLAK!*
2694Please respect copyright.PENANA3EAABW2uxz
"Bagus. Sekarang kita pasang electro-stim."
2694Please respect copyright.PENANAwxAU5YB7zh
Mereka memasang klip kecil berisi kabel di kedua puting Rina yang sudah bengkak, dan satu lagi di kristoris yang terpapar dari chastity belt. Pak Bambang memegang remote control.
2694Please respect copyright.PENANANGfCr84kPx
"Ayo mulai level rendah dulu."
2694Please respect copyright.PENANAUz1rlNbzeA
*Zzzzt!*
2694Please respect copyright.PENANA2lyi9c90he
Listrik kecil menyengat kedua puting dan kristoris Rina bersamaan.
2694Please respect copyright.PENANAZlfHC9T8ed
"Aaahhhhh!!!" Tubuh Rina mengejang hebat. Kakinya gemetar tak terkendali, cairan orgasme bening langsung menetes dari lubang kecil chastity belt.
2694Please respect copyright.PENANAs94fJ03G4b
Sensasi panas, kesemutan, dan nyeri bercampur jadi satu. Rina menangis tersedu, tapi memeknya dalam penguncian justru semakin banjir.
2694Please respect copyright.PENANA91AxMjR4VZ
"Level dua," kata Pak Bambang sambil menaikkan intensitas.
2694Please respect copyright.PENANAPF6cCLOiNe
*ZZZZZT!!!*
2694Please respect copyright.PENANAgZg8iZyIGx
Rina menjerit lebih keras. Tubuhnya kejang-kejang, air mata mengalir deras ke meja. kristoris dan putingnya terasa seperti terbakar listrik, tapi kenikmatan aneh yang menyakitkan itu membuat pinggulnya bergerak sendiri.
2694Please respect copyright.PENANA92obAY1nId
" Tolong... saya mohon... lepas... ahh... ahh...!" Rina memohon dengan suara pecah.
2694Please respect copyright.PENANAmzZcVuYqxi
Denis merekam wajah Rina yang menangis sambil tersenyum. "Ekspresi ini bagus sekali. Akan laku keras nanti."
2694Please respect copyright.PENANAqmPtEBTwGk
Mas Joko membuka celananya. kontolnya besar dan tebal, meski tidak sebesar Pak Bambang. Ia mendekat ke wajah Rina yang masih terbaring di meja.
2694Please respect copyright.PENANALtpjrbxJy7
"Buka mulut. Latihan deepthroat."
2694Please respect copyright.PENANANI1CN4LR4h
Rina tak berdaya. Mulutnya dibuka paksa, lalu kontol Mas Joko masuk dalam-dalam hingga menyentuh tenggorokan.
2694Please respect copyright.PENANAjuCIWuTnKS
"Gluck... hkkk... gluck... gluck..." Suara tersedak basah memenuhi ruangan.
2694Please respect copyright.PENANApkb4mSDt8u
Sambil Rina disodomi mulutnya, Pak Bambang memainkan remote electro-stim naik turun. Setiap kali listrik menyengat, tubuh Rina mengejang, membuat mulutnya semakin rapat menggenggam kontol Mas Joko.
2694Please respect copyright.PENANAIVjqyIN0ze
Pak Bambang akhirnya membuka chastity belt sementara. memek Rina langsung terpapar, sudah sangat merah dan banjir cairan orgasme.
2694Please respect copyright.PENANA1FXb5k1QH9
Sekarang giliran Denis yang mendekat. Ia memasukkan tiga jarinya sekaligus ke memek Rina yang panas dan licin.
2694Please respect copyright.PENANAapNknoNsmT
"Semakin sempit malah semakin enak," katanya sambil memompa kasar.
2694Please respect copyright.PENANAOXSE50ll7o
Rina sudah tak bisa berpikir lagi. Mulutnya penuh kontol, memeknya dipompa jari, analnya penuh plug besar, dan listrik terus menyengat puting dan kristoris .
2694Please respect copyright.PENANAiz79FCYqVi
Sensasi dari lima indra membanjiri otaknya: bau keringat pria-pria dewasa yang kuat, rasa asin kontol di mulut, suara *plak plak* jari di memeknya, panas listrik di kulit sensitif, dan rasa penuh di anal yang membuat perutnya terasa kembung.
2694Please respect copyright.PENANAqFGDnoYT5D
Setelah hampir 25 menit oral paksa, Mas Joko mengeluarkan kontolnya dan menyemburkan sperma kental ke wajah dan payudara Rina.
2694Please respect copyright.PENANAI2chb5yWBN
Denis kemudian menggantikan, memasukkan kontolnya ke memek Rina dalam satu hentakan kuat.
2694Please respect copyright.PENANAWE68jvpd1o
"Aaaahhhhhh!!!" Rina menjerit panjang. kontol itu jauh lebih besar dari milik Andi. memeknya meregang maksimal, dinding dalamnya terasa penuh dan berdenyut.
2694Please respect copyright.PENANA1enBPO9zx6
Denis menghantam tanpa ampun. Setiap hantaman membuat plug di anal Rina ikut bergoyang, menambah sensasi ganda yang gila.
2694Please respect copyright.PENANA2Y2qd54qIa
Pak Bambang menaikkan electro-stim ke level tiga.
2694Please respect copyright.PENANASGxz14cuEa
Rina orgasme pertama malam itu datang dengan hebat. Tubuhnya mengejang liar, kakinya lurus kaku, cairan orgasme orgasme menyembur keluar dari sekitar kontol Denis, membasahi paha dan lantai.
2694Please respect copyright.PENANAIo3b8Njgbx
"Aaahhhhh!!! Keluar... keluar semuanya!!!"
2694Please respect copyright.PENANAHtJj50GmtB
Air matanya mengalir deras. Rasa malu, kehinaan, dan kenikmatan ekstrem bercampur jadi satu. Ia mulai merasa dirinya benar-benar kotor.
2694Please respect copyright.PENANAFVjq03Npl3
Tapi training belum selesai.
2694Please respect copyright.PENANA446y6DU0Wj
Mereka bergantian. Pak Bambang memasukkan kontol besarnya ke memek Rina yang sudah longgar karena orgasme. Sensasi penuh yang luar biasa membuat Rina menjerit lagi.
2694Please respect copyright.PENANAyWonUq3y7q
" Rasakan bedanya, Bu Rina. Ini kontol yang pantas untuk tubuhmu," kata Pak Bambang sambil menghantam dalam-dalam.
2694Please respect copyright.PENANACrRNtVrRdp
Setiap hantaman membuat payudara Rina bergoyang liar. puting-angurnya masih tersengat listrik kecil. analnya terasa semakin penuh.
2694Please respect copyright.PENANAgG5ocj9yCP
Orgasme kedua datang lebih cepat. Rina squirting hebat, cairan orgasmenya menyembur seperti air mancur kecil setiap kali kontol Pak Bambang keluar masuk.
2694Please respect copyright.PENANA3ExrfOzKgi
Setelah hampir satu setengah jam training brutal, ketiga pria itu akhirnya menyemburkan sperma mereka ke tubuh Rina — wajah, payudara, perut, dan memeknya yang masih terbuka lebar.
2694Please respect copyright.PENANAQXVe3iYSwW
Rina terbaring lemas di meja, tubuh penuh keringat dan sperma, napasnya tersengal. Matanya kosong, tapi memeknya masih berdenyut-denyut mencari lebih.
2694Please respect copyright.PENANAtbaOKOZGYv
Pak Bambang mendekat, mengusap rambut Rina yang basah.
2694Please respect copyright.PENANAc6NNEmDC0N
"Ini baru malam pertama training resmi. Besok akan lebih berat. Kamu pulang sekarang. Besok malam jam 7.30 tepat. Jangan lupa pakai dress seksi tanpa celana dalam."
2694Please respect copyright.PENANAPb6o3Ay6eC
Rina berjalan pulang dengan kaki gemetar. sperma masih menetes dari memeknya. Chastity belt sudah dipasang kembali, plug masih ada di analnya. Setiap langkah membuat plug bergoyang, mengingatkannya pada kehinaan malam ini.
2694Please respect copyright.PENANAnPYAtpHwnA
Saat masuk rumah, Andi menyambutnya dengan senyum polos. "Kamu habis dari mana, Sayang? Kok basah kuyup?"
2694Please respect copyright.PENANADz7k2BhQee
Rina memaksakan senyum. "Cuma hujan, Mas..."
2694Please respect copyright.PENANA8mxUcEd6oQ
Ia berbaring di samping suaminya malam itu dengan tubuh yang masih penuh tanda. Di dalam hatinya, ada suara kecil yang mulai berbisik: *kenikmatan ini... terlalu besar untuk ditolak.*
2694Please respect copyright.PENANAe3Ij2rjj0o


