Bab 4: Deepthroat dan Air Mata
2454Please respect copyright.PENANAHPAJdIwnOY
Malam berikutnya datang lebih cepat dari yang Rina harapkan. Jam dinding menunjukkan pukul 07.15 ketika ia berdiri di depan cermin kamar mandi rumahnya, menatap bayangan dirinya sendiri dengan mata yang sudah bengkak karena menangis diam-diam sejak sore. Tubuhnya masih terasa pegal luar biasa akibat training malam sebelumnya. analnya masih sedikit nyeri karena plug yang sempat dipasang lama, dan memek pink-nya terasa sensitif setiap kali bergesekan dengan kain celana dalam.
2454Please respect copyright.PENANAjiwdN213oC
Chastity belt metal dingin masih mengunci rapat di pinggulnya. Pak Bambang belum memberi kunci cadangan. Hanya ada lubang kecil yang memungkinkan cairannya menetes jika terlalu basah. Rina memilih dress merah pendek yang sangat seksi seperti perintah — panjangnya hanya sebatas pertengahan paha, tanpa celana dalam di bawahnya. Payudara E-cupnya hampir meluap dari belahan dada yang rendah. puting kecilnya sudah mengeras sejak ia memakai dress ini.
2454Please respect copyright.PENANAJB6pu7Agf4
Andi sedang duduk di ruang tamu menonton televisi. Saat Rina hendak keluar, suaminya bertanya dengan polos, “Lagi mau ke mana malam-malam, Sayang? Kok tambah cantik begini?”
2454Please respect copyright.PENANAE5lZYEeu8b
Rina memaksakan senyum manis, meski hatinya hancur. “Ada acara arisan ibu-ibu kompleks, Mas. Mungkin pulang agak malam.”
2454Please respect copyright.PENANAO9ZHXDWV42
Andi mengangguk, tidak curiga sama sekali. “Hati-hati ya. Aku sayang kamu.”
2454Please respect copyright.PENANA5WkTi0k6wt
Kata-kata itu seperti pisau yang menusuk dada Rina. Air matanya hampir jatuh lagi, tapi ia buru-buru keluar rumah sebelum suaminya melihat.
2454Please respect copyright.PENANAYz0jQNsJ8J
Hujan sudah reda, tapi udara malam masih lembab. Setiap langkah membuat chastity belt bergoyang pelan, menekan kristoris yang sudah basah sejak tadi. Rina tiba di rumah Pak Bambang tepat jam 07.30. Pintu basement sudah terbuka. Bau parfum mahal dan aroma tubuh pria dewasa langsung menyambutnya.
2454Please respect copyright.PENANAKhnZvwsHUs
Di dalam basement, Pak Bambang, Mas Joko, dan Denis sudah menunggu. Lampu merah semakin terang malam ini. Meja training dilengkapi tali pengikat baru, dan di rak terdapat gag ball hitam mengkilap serta beberapa dildo berukuran besar yang menyeramkan.
2454Please respect copyright.PENANAEnrVVBknKh
“Malam ini fokus deepthroat training,” kata Pak Bambang sambil tersenyum sadis. “Kamu harus belajar menelan kontol sampai tenggorokan, Bu Rina. Sampai bisa menelan sperma tanpa menumpahkan setetes pun.”
2454Please respect copyright.PENANAV3F6SX7Q36
Rina gemetar hebat. “Pak… saya takut. Kemarin saja sudah sesak…”
2454Please respect copyright.PENANAt1lzuRWZl3
Mas Joko tertawa kasar. “Itu baru pemanasan, jalang kecil.”
2454Please respect copyright.PENANAPjjgICU9of
Mereka langsung melepas dress Rina dengan kasar. Tubuh telanjangnya kembali terpapar. Chastity belt dilepas sementara, tapi anal plug ukuran sedang langsung dipasang kembali ke analnya. Rina mendesah panjang saat plug itu masuk, membuat perut bawahnya terasa penuh dan kembung.
2454Please respect copyright.PENANAJMQvJsWbUW
Denis memasang gag ball ke mulut Rina. Bola hitam itu ditekan masuk, tali diikat ketat di belakang kepalanya. Mulut Rina terbuka paksa, lidahnya tertekan ke bawah. Air liurnya langsung mulai menetes dari sudut bibir.
2454Please respect copyright.PENANA9lmF5LyHEq
“Glghh… mmmhh…” suara Rina teredam.
2454Please respect copyright.PENANAgD8sCWhBZS
Pak Bambang mengambil dildo besar pertama — panjang 20 cm, tebal seperti pergelangan tangan, dengan permukaan berurat. Ia melumurinya dengan banyak cairan orgasme lalu mendekatkannya ke wajah Rina.
2454Please respect copyright.PENANAcoxwrNIvr8
“Ini latihan pemanasan. Hisap dan telan sebisa kamu.”
2454Please respect copyright.PENANA9nCcmmAibV
Dildo itu didorong masuk ke mulut Rina yang sudah terbuka lebar oleh gag ball. Hanya masuk setengahnya saja sudah menyentuh tenggorokan. Rina langsung tersedak hebat.
2454Please respect copyright.PENANAJgFhN1Ad5O
“Hkkk! Glughh! Hrrkkk!”
2454Please respect copyright.PENANACX6sfOF80h
Air liurnya mengalir deras seperti air terjun, menetes ke payudara montoknya yang bergoyang-goyang. Pak Bambang memompa dildo itu keluar masuk dengan irama lambat tapi dalam. Setiap kali mendorong lebih jauh, tenggorokan Rina menggembung terlihat dari luar.
2454Please respect copyright.PENANAKLHRVdSgGn
Mas Joko berdiri di samping, memainkan electro-stim di puting Rina. Listrik kecil menyengat berulang-ulang.
2454Please respect copyright.PENANALSCWmdeqWn
“Zzzzt… zzzzt…”
2454Please respect copyright.PENANAyGa73y8nyY
Tubuh Rina mengejang setiap kali listrik menyala. Kakinya gemetar hebat, cairan orgasme bening mulai menetes dari memek pinknya yang terbuka lebar.
2454Please respect copyright.PENANAWe7N5QlhYO
Denis merekam dari berbagai sudut, fokus pada wajah Rina yang basah air mata dan air liur.
2454Please respect copyright.PENANAPtIuWHKQ6F
“Bagus sekali ekspresi putus asa ini,” komentar Denis sambil tersenyum.
2454Please respect copyright.PENANAQu0v1GPqo4
Setelah sepuluh menit menyiksa dengan dildo, gag ball dilepas. Rina batuk-batuk keras, air liur menetes ke lantai.
2454Please respect copyright.PENANA4y8ITfbPEX
“Mohon… ampun… saya tidak kuat…” isak Rina.
2454Please respect copyright.PENANAUbrpcmhR4S
Pak Bambang menampar pipinya pelan tapi tegas. *Plak!*
2454Please respect copyright.PENANAgByi01JUu3
“Kamu tidak boleh menolak. Ini sudah jadi kewajibanmu.”
2454Please respect copyright.PENANAe0MMJVExSm
Sekarang giliran kontol asli. Pak Bambang duduk di kursi khusus, kontolnya yang tebal 18 cm sudah berdiri tegak, berdenyut-denyut. Rina dipaksa berlutut di antara kedua kakinya.
2454Please respect copyright.PENANA20qFj4abMD
“Buka mulut lebar-lebar. Telan sampai habis.”
2454Please respect copyright.PENANAC8Yjr1d2Tn
Rina membuka mulutnya. Kepala kontol Pak Bambang masuk, lalu semakin dalam. Saat menyentuh tenggorokan, Rina langsung tersedak parah.
2454Please respect copyright.PENANAAvuuLbxfRz
“Gluckkk! Hrrkkk! Hkkk… hkkk!”
2454Please respect copyright.PENANAoDHgqXtiB9
Pak Bambang memegang kepala Rina dengan kedua tangan, mendorong pinggulnya maju perlahan. kontolnya masuk lebih dalam, membuat leher Rina terlihat membulat.
2454Please respect copyright.PENANAeS6fpiDZDb
“Bagus… rasakan denyutannya di tenggorokanmu,” bisik Pak Bambang penuh kenikmatan.
2454Please respect copyright.PENANAeRO35tbOif
Air mata Rina mengalir deras. Hidungnya tersumbat, napasnya hanya bisa lewat hidung tipis. Bau maskulin kuat kontol Pak Bambang memenuhi seluruh indra penciumannya. Rasa asin dan pahit cairan awal sudah memenuhi lidahnya.
2454Please respect copyright.PENANAcdwAR9KCqE
Mas Joko berdiri di belakang Rina, memasukkan dua jari ke memeknya yang sudah banjir sambil memutar plug di analnya.
2454Please respect copyright.PENANAa9po62GI4M
Pluk… pluk… pluk… suara basah jari memompa memek Rina terdengar jelas.
2454Please respect copyright.PENANAyz0v7AoX11
Rina menjerit di dalam tenggorokannya. Sensasi dari depan dan belakang membuat otaknya hampir meledak. Tubuhnya gemetar hebat, kakinya melemas, hampir jatuh berlutut.
2454Please respect copyright.PENANAs3cnMOSsQe
Pak Bambang mulai memompa lebih cepat. Setiap hantaman membuat air liur Rina menyembur keluar dari sudut bibirnya.
2454Please respect copyright.PENANAoe54wD7b9f
“Gluck! Gluck! Gluck! Gluck!”
2454Please respect copyright.PENANAWncR0jRELQ
Denis merekam close-up wajah Rina yang penuh air mata, mulut menggembung, dan leher yang naik turun.
2454Please respect copyright.PENANAFKwpWFju5c
Setelah hampir 15 menit deepthroat brutal, Pak Bambang mendesah keras.
2454Please respect copyright.PENANA1RcGBvWvit
“Sekarang telan semuanya!”
2454Please respect copyright.PENANAJR5Hv7gre5
kontolnya berdenyut hebat di dalam tenggorokan Rina. sperma kental panas menyembur langsung ke kerongkongannya.
2454Please respect copyright.PENANAzR1BJrm3PG
“Gllluuurrrkkkk!!!”
2454Please respect copyright.PENANAeLF2bL3jWG
Rina tersedak parah. Matanya melotot, air mata mengalir seperti sungai. Sebagian sperma keluar dari hidungnya karena terlalu penuh, tapi ia berusaha menelan sebanyak mungkin. Rasa asin pahit yang kental memenuhi tenggorokannya hingga ke perut.
2454Please respect copyright.PENANA1yG1vDL8Aq
Pak Bambang menarik kontolnya keluar. Rina batuk-batuk hebat, sperma menetes dari mulut, hidung, dan dagunya ke payudaranya.
2454Please respect copyright.PENANAGj9AGsAn2b
“Bagus… pertama kali sudah bisa menelan sebagian besar,” puji Pak Bambang sambil menepuk kepala Rina seperti anjing.
2454Please respect copyright.PENANAHKZQ2RXfeZ
Tapi training belum selesai.
2454Please respect copyright.PENANAvbfneloeGZ
Mereka mengikat Rina di meja training dengan posisi kepala tergantung ke bawah (upside down). Mulutnya tepat sejajar dengan kontol Mas Joko dan Denis yang bergantian.
2454Please respect copyright.PENANAm4TWZwoLFJ
Selama hampir 40 menit berikutnya, Rina dipaksa deepthroat bergantian. Tenggorokannya semakin longgar tapi juga semakin sakit. Air liurnya membasahi seluruh wajahnya yang terbalik. Setiap kali kontol masuk dalam, perutnya terasa penuh tekanan.
2454Please respect copyright.PENANAfioGNzpeCT
Mas Joko yang paling kasar. Ia memegang kepala Rina dan menghantam tanpa ampun hingga bola-bolanya menampar dahi Rina berulang kali.
2454Please respect copyright.PENANA4jb8ysymII
*Plak plak plak*
2454Please respect copyright.PENANAB2qPOGDjY5
Rina menangis tanpa suara lagi. Hanya erangan tersedak yang keluar. Tapi anehnya, memeknya semakin banjir. cairan orgasmenya menetes ke perut dan dada karena posisi terbalik.
2454Please respect copyright.PENANAYeEvb8BRGe
Pak Bambang memainkan electro-stim di kristoris dan putingnya tanpa henti. Kombinasi sakit di tenggorokan, listrik di dada, plug di anal, dan jari di memek membuat Rina orgasme tanpa disentuh kontol di memeknya.
2454Please respect copyright.PENANAztwZMaK3ZX
“Aaahhh… mmmhhh… hkkk!!!” orgasme pertamanya datang dengan hebat. Tubuhnya kejang liar di ikatan, cairan orgasme orgasme menyembur deras ke lantai.
2454Please respect copyright.PENANAUrtRUfnAat
Orgasme kedua datang saat Denis menyemburkan sperma ke dalam mulutnya yang terbuka lebar. Rina menelan dengan susah payah, sebagian sperma mengalir ke hidung dan matanya.
2454Please respect copyright.PENANAhXgtbDKspv
Saat training hampir selesai, Rina sudah terbaring lemas di lantai basement. Tubuhnya penuh keringat, sperma, dan air liurnya sendiri. Tenggorokannya terasa perih dan bengkak. Mulutnya masih terbuka lemah, lidahnya terjulur sedikit.
2454Please respect copyright.PENANAZM4dUab91F
Pak Bambang berlutut di depannya, mengusap rambut basah Rina dengan lembut yang kontras dengan sikap sadisnya.
2454Please respect copyright.PENANAPA72TwmKh7
“Kamu mulai terbiasa. Besok kita tambah durasi dan kedalaman. Pulanglah sekarang. Besok malam jam 7 tepat.”
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah 2454Please respect copyright.PENANANqw3LZ45Ka
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah2454Please respect copyright.PENANAC67OhWyzuB
2454Please respect copyright.PENANAtiHjgmDmFK


