Laksmi tersenyum tipis di pelukanku, tubuhnya yang masih basah oleh keringat dan cairan cinta menempel erat di dada ku. Suara ketukan di pintu terdengar lagi, lebih pelan kali ini, penuh kesabaran khas Budi.
2146Please respect copyright.PENANACglgKawEh4
"Bu Laksmi... saya Budi. Malam sudah larut. Ada yang perlu dibantu atau saya istirahat dulu?"
2146Please respect copyright.PENANAazQqjrxUdZ
Laksmi mengangkat kepalanya sedikit dari bahuku. Napasnya masih tersengal, payudaranya yang besar dan berat naik-turun di dada ku. Ia menatap pintu dengan mata yang masih penuh gairah, tapi ada kilau tegas di dalamnya.
2146Please respect copyright.PENANAmcww90saZf
"Budi..." suaranya lembut tapi tegas, masih serak karena erangan panjang tadi. "Malam ini kamu sudah bekerja cukup keras. Saya tidak butuh apa-apa lagi. Kamu boleh istirahat di kamar belakang. Jangan ganggu kami dulu."
2146Please respect copyright.PENANAqMqW7xSLAs
Sesaat hening di balik pintu. Aku bisa membayangkan wajah Budi yang datar, mungkin dengan sedikit senyum paham di sudut bibirnya.
2146Please respect copyright.PENANAs9ygxaYHXj
"Baik, Bu. Kalau ada apa-apa, panggil saja," jawab Budi akhirnya. Langkah kakinya menjauh pelan hingga hilang di koridor.
2146Please respect copyright.PENANAhUmSkqv27z
Laksmi tertawa kecil, suaranya seperti alunan musik malam yang menggoda. Ia menoleh padaku, jari-jarinya membelai dada ku dengan gerakan melingkar yang sensual. "Kamu dengar? Malam ini hanya kita berdua, Arkan. Memekku masih penuh sperma kamu dan Budi... tapi aku masih ingin lebih. Mau ronde ketiga?"
2146Please respect copyright.PENANAEhrDZZtzXf
Aku menelan ludah, kejantananku yang baru saja meledak ternyata sudah mulai mengeras lagi di antara paha mulusnya. "Aku mau, Laksmi. Aku masih ingin kamu... sangat ingin."
2146Please respect copyright.PENANAdM4psypOza
Ia mencium bibirku dalam-dalam, lidahnya menari pelan, penuh kelembutan yang kontras dengan liarnya tadi. Ciuman itu lama, sangat lama. Kami saling mengecap, saling menghisap bibir bawah, napas kami bercampur menjadi satu. Tangan Laksmi turun ke bawah, menggenggam batangku yang setengah tegang, mengocoknya pelan dengan gerakan yang ahli.
2146Please respect copyright.PENANAZY31VaMr7Z
"Kamu pulih cepat sekali," bisiknya di antara ciuman. "Kontolmu ini... meski tidak sebesar Budi, tapi punya daya tahan yang luar biasa. Aku suka itu."
2146Please respect copyright.PENANATXy706ECQw
Kami berbaring menyamping, saling berhadapan. Laksmi mengangkat satu kakinya yang jenjang dan mulus ke pinggangku, membuka akses ke memeknya yang masih basah dan lengket. Jari-jariku menyentuh bibir memeknya yang tebal, merasakan campuran cairan yang hangat dan kental masih keluar pelan.
2146Please respect copyright.PENANA1cmzK3b2Zk
"Sentuh aku dulu... pelan-pelan," pintanya lembut. "Bersihkan memekku dengan jari kamu sebelum kamu isi lagi."
2146Please respect copyright.PENANAYQ4tYnHnRj
Aku memasukkan dua jari ke dalam lubangnya yang masih longgar dan licin. Dinding dalamnya panas, berkedut pelan menyambut jari-jariku. Aku mengaduk perlahan, merasakan tekstur yang lembut dan basah, sesekali menggosok titik G-nya yang sudah sensitif. Laksmi mendesah panjang, matanya setengah terpejam, payudaranya yang montok naik-turun semakin cepat.
2146Please respect copyright.PENANAfgpfkqA4Wj
"Iya... seperti itu... aduk lebih dalam... rasakan betapa penuhnya memekku malam ini..."
2146Please respect copyright.PENANAVajtDypozt
Aku menambah satu jari lagi, mengaduk dengan irama yang lambat tapi stabil. Ibu jariku menggosok klitorisnya yang bengkak secara melingkar. Laksmi mulai menggeliat, bokongnya yang montok bergoyang pelan mengikuti gerakan jari-jariku. Aku menunduk, mencium payudaranya, menghisap puting kirinya dengan lembut sambil terus memainkan memeknya.
2146Please respect copyright.PENANA98hFVaYck0
Lama sekali foreplay ini berlangsung. Aku bergantian menghisap kedua payudaranya, menjilat lehernya, menggigit pelan telinganya, sementara jari-jariku terus bekerja di dalam memeknya yang semakin banjir. Laksmi orgasme kecil pertama di ronde ketiga ini datang pelan, tubuhnya mengejang lembut, memeknya menggenggam jari-jariku dengan ritme yang manja.
2146Please respect copyright.PENANA7oFIiZH74F
"Ahh... Arkan... kamu benar-benar tahu cara memuaskan wanita..." desahnya sambil mencium keningku.
2146Please respect copyright.PENANA88yfJvD5yg
Akhirnya, setelah hampir dua puluh menit foreplay yang intens dan penuh sentuhan, Laksmi mendorongku telentang dan naik ke atas tubuhku. Ia memegang batangku yang sudah keras sepenuhnya, menggesek-gesekkannya di celah memeknya yang basah sebelum menurunkan pinggulnya perlahan.
2146Please respect copyright.PENANA0YJTEW3xqN
"Ohhh... masuk lagi..." erangnya panjang saat batangku membelah dinding memeknya yang masih sensitif. Ia turun hingga seluruhnya tenggelam, pangkal kontolku menyentuh klitorisnya. Kami diam sejenak, menikmati sensasi penuh itu.
2146Please respect copyright.PENANAN0ckWW3es2
Laksmi mulai menggoyang pinggulnya. Lambat, melingkar, naik-turun dengan gerakan yang sangat sensual. Payudaranya yang besar bergoyang indah di depan wajahku. Aku menangkup keduanya, meremas lembut, memilin putingnya yang gelap dan mengeras.
2146Please respect copyright.PENANAo5TQK9AxUK
"Kamu suka payudaraku yang besar ini?" tanyanya sambil tersenyum nakal, gerakan pinggulnya semakin cepat.
2146Please respect copyright.PENANAoQ5r4MU6ej
"Suka sekali... sempurna... berat dan kenyal," jawabku sambil menghisap putingnya.
2146Please respect copyright.PENANAV5NmHcsxxB
Ia semakin liar. Bokong montoknya naik-turun dengan ritme yang semakin cepat, menghasilkan bunyi basah yang menggairahkan. Aku meremas bokongnya, membantu gerakannya, sesekali menampar pelan hingga terdengar "plak" kecil.
2146Please respect copyright.PENANAoP1rsNypxB
Laksmi orgasme kedua di ronde ini saat menunggangiku. Tubuhnya melengkung ke belakang, payudaranya terdorong ke depan, memeknya berkedut kuat di sekeliling batangku. Cairannya menyembur pelan, membasahi selangkangan ku.
2146Please respect copyright.PENANAdCo0cHNsjS
Kami berganti posisi. Aku membaliknya ke missionary. Kakinya yang jenjang aku angkat ke bahuku, membuat penetrasi semakin dalam. Aku menghantam dengan irama stabil, pelan tapi kuat. Setiap dorongan membuat payudaranya bergoyang hebat.
2146Please respect copyright.PENANAQ5jqtttjUH
"Arkan... lebih dalam... rasakan rahimku... isi aku lagi..." pintanya dengan suara parau.
2146Please respect copyright.PENANAf8k2KGZ7fJ
Aku mempercepat. Bunyi plok-plok-plok basah memenuhi kamar. Laksmi orgasme ketiga dengan hebat, kakinya mengejang di bahuku, memeknya menyembur cairan yang hangat.
2146Please respect copyright.PENANAiTIUKzooEf
Kemudian doggy style lagi. Bokong montoknya terangkat tinggi, aku memasuki dari belakang dengan hantaman kuat. Tangan ku menarik rambutnya pelan, tangan satunya meremas payudaranya yang bergantung.
2146Please respect copyright.PENANAOpYHKQzHmR
"Iya... genjot aku... buat bokongku bergoyang seperti tadi dengan Budi..." erangnya liar.
2146Please respect copyright.PENANACvYSm0ifNL
Aku menghantam lebih kuat. Bokongnya berguncang indah, gelombang kenyal muncul setiap kali aku membentur. Aku menampar bokongnya berkali-kali, membuat kulitnya semakin merah. Laksmi orgasme keempat di posisi ini, suaranya hampir menjerit tertahan.
2146Please respect copyright.PENANAzdBrTxXd7a
Kami lanjut ke spooning, posisi intim di samping. Aku memeluknya dari belakang, satu tangan meremas payudaranya, yang lain menggosok klitorisnya sambil batangku bergerak pelan tapi dalam di dalam memeknya. Posisi ini terasa penuh kasih sayang sekaligus penuh nafsu.
2146Please respect copyright.PENANAB3yb8wbWEC
"Kamu bikin aku ketagihan, Arkan..." bisik Laksmi di antara desahan. "Aku nggak mau malam ini berakhir."
2146Please respect copyright.PENANAoUDmilmuYp
Ronde ketiga ini berlangsung sangat lama. Kami berganti posisi berulang kali — lotus position sambil berpelukan erat, standing di pinggir tempat tidur, bahkan Laksmi berlutut di depanku untuk oral panjang yang penuh kasih sayang sebelum aku memasukinya lagi.
2146Please respect copyright.PENANAj5UiAHmDFd
Laksmi orgasme total tujuh kali di ronde ketiga ini. Tubuhnya sudah lemas total, tapi matanya masih penuh api setiap kali aku menyentuhnya.
2146Please respect copyright.PENANApSNotORKEi
Akhirnya, saat fajar hampir menyingsing, aku mencapai puncak lagi di dalam posisi missionary yang dalam. Sperma ku menyembur kuat untuk ketiga kalinya malam itu, memenuhi memek Laksmi yang sudah sangat penuh hingga meluap keluar deras.
2146Please respect copyright.PENANA5P6ieFzisy
Kami berbaring saling berpelukan, tubuh lengket oleh segala cairan. Laksmi membelai rambutku lembut.
2146Please respect copyright.PENANAgvWS9NR1M8
Tapi saat kami hampir tertidur, ponsel Laksmi di meja samping bergetar. Layar menyala dengan nama "Suami".
Laksmi membeku sejenak dalam pelukanku, tubuh telanjangnya yang masih panas dan lengket oleh keringat serta cairan cinta kami berdua menempel erat di sisi tubuhku. Cahaya fajar mulai menyusup lembut melalui tirai kamar utama yang tebal, mewarnai kulit kuning langsatnya dengan nuansa keemasan yang lembut. Payudaranya yang besar dan montok naik-turun pelan mengikuti napasnya yang belum sepenuhnya tenang, putingnya yang gelap masih mengeras karena sisa rangsangan ronde ketiga yang panjang dan melelahkan.
2146Please respect copyright.PENANA8tK8uy3zkW
Ponsel di meja samping tempat tidur bergetar lagi, layarnya menyala terang dengan nama “Suami” yang terpampang jelas. Nada deringnya pelan, tapi terasa seperti gangguan yang kasar di tengah keheningan intim kami.
2146Please respect copyright.PENANAxPTp8WnxZw
Laksmi menoleh ke arah ponsel itu, matanya yang cokelat tajam menyipit sedikit. Senyum kecil yang sulit dibaca muncul di bibirnya yang masih bengkak karena ciuman liar kami. Ia tidak langsung menggapai ponsel tersebut. Sebaliknya, tangannya yang lembut justru merayap di dada ku, jari-jarinya menelusuri garis otot perutku yang basah oleh keringat.
2146Please respect copyright.PENANAiLgPQVZtn8
“Suamiku…” bisiknya pelan, suaranya masih serak dan penuh gairah. “Pasti menelepon dari Singapura atau mana pun dia berada sekarang. Biasanya dia menelepon pagi-pagi begini, sebelum rapat.”
2146Please respect copyright.PENANAWmrdgzbwww
Aku menatapnya, jantungku yang baru saja mulai tenang kembali berdegup kencang. Kejantananku yang masih setengah tegang di antara paha mulusnya ikut berdenyut pelan. “Kamu… mau angkat?”
2146Please respect copyright.PENANA82B8g2Ogsj
Laksmi tidak menjawab segera. Ia bergeser lebih dekat, payudaranya yang berat menekan dada ku dengan lembut. Bibirnya menyapu telingaku, napas hangatnya membuat bulu kudukku merinding.
2146Please respect copyright.PENANAULuzUXk08k
“Apa yang kamu inginkan, Arkan?” tanyanya dengan nada menggoda, lidahnya menjilat pelan cuping telingaku. “Mau aku angkat sambil kamu masih di dalam memekku? Atau aku biarkan saja, dan kita lanjut ronde keempat sebelum matahari terbit sepenuhnya?”
2146Please respect copyright.PENANAojKOKjWOp2
Pertanyaan itu membuat darahku berdesir. Aku meremas bokong montoknya yang masih memerah bekas tamparan tadi, jari-jariku menyelinap ke celah bokongnya yang hangat.
2146Please respect copyright.PENANAp7yrA1qxWK
“Angkat saja,” jawabku dengan suara parau. “Aku ingin lihat seberapa jauh kamu bisa berpura-pura.”
2146Please respect copyright.PENANAxmeqpXPYFs
Laksmi tertawa pelan, suaranya seperti gemericik air yang mengalir. Ia meraih ponsel dengan satu tangan, sementara tangan satunya tetap menggenggam batang kejantananku yang mulai mengeras lagi. Dengan gerakan anggun, ia menjawab panggilan itu dan menyalakan speaker agar aku bisa mendengar semuanya.
2146Please respect copyright.PENANA4BswlHW3cs
“Halo, Sayang…” suaranya berubah seketika. Lembut, manis, dan penuh perhatian seperti istri yang baik. “Pagi sekali kamu menelepon. Sudah di Singapura?”
2146Please respect copyright.PENANAIZdRUvz1CD
Suara pria di seberang terdengar lelah tapi akrab. “Iya, Sayang. Baru landing. Kamu gimana? Rumah sepi ya tanpa aku?”
2146Please respect copyright.PENANAD9nuXe5moR
Laksmi tersenyum nakal padaku. Ia menggesekkan memeknya yang masih basah dan penuh campuran sperma kami ke batangku yang semakin keras. “Sepi sekali… tapi aku baik-baik saja. Arkan desainer itu datang kemarin sore, kita bahas proyek sampai malam.”
2146Please respect copyright.PENANAOJRqxp6HOJ
Aku menahan napas. Sementara itu, Laksmi mengangkat satu kakinya, membuka akses memeknya yang masih menganga dan licin. Ia mengarahkan kepala batangku ke celahnya yang hangat, lalu menurunkan pinggulnya perlahan hingga aku masuk sepenuhnya ke dalamnya lagi.
2146Please respect copyright.PENANABiF61zmv2q
“Nghh…” desah kecil yang hampir tak terdengar lolos dari bibirnya. Memeknya yang masih sensitif dan longgar karena ronde sebelumnya memeluk batangku dengan pelukan hangat yang basah.
2146Please respect copyright.PENANALSU5CFne1K
“Arkan? Yang desainer grafis itu? Kerja malam begitu?” tanya suaminya di telepon.
2146Please respect copyright.PENANAxCO2z6naam
Laksmi mulai menggoyang pinggulnya sangat pelan, naik-turun dengan gerakan mikro yang hampir tak terlihat. Payudaranya bergoyang lembut di depan wajahku. Aku menangkup satu payudara, meremasnya pelan sambil menghisap putingnya yang mengeras.
2146Please respect copyright.PENANAzdqQJH9jmM
“Iya… dia sangat teliti,” jawab Laksmi dengan suara yang hampir stabil, meski napasnya mulai tersengal pelan. “Kita bahas detail… sangat… dalam. Ah… maksudku, detail proyeknya.”
2146Please respect copyright.PENANAHqnjqoYDbS
Aku mendorong pinggulku ke atas pelan, menyusup lebih dalam ke dalam memeknya. Laksmi menggigit bibir bawahnya kuat-kuat agar tak mengerang. Matanya menatapku penuh godaan, penuh kenikmatan terlarang.
2146Please respect copyright.PENANAxxYulWeyrk
Mereka berbicara cukup lama. Suaminya bercerita tentang bisnis, jadwal rapat, dan betapa ia merindukan istrinya. Laksmi menjawab dengan manis, tapi pinggulnya terus bergerak pelan di atas tubuhku. Memeknya mengeluarkan cairan baru yang hangat, membasahi selangkangan kami. Aku meremas bokongnya, membantu gerakannya yang lambat dan dalam itu.
2146Please respect copyright.PENANAAW8sZnhOmj
“Sayang… suaramu agak aneh. Kamu kecapekan ya?” tanya suaminya.
2146Please respect copyright.PENANAxfBGX0YuLG
Laksmi tersenyum lebar, matanya hampir terpejam karena kenikmatan. “Iya… agak capek. Tadi malam… agak… intens. Tapi aku baik-baik saja. Kamu jaga kesehatan di sana ya.”
2146Please respect copyright.PENANAGsJ20N3Mkp
Setelah hampir sepuluh menit berbicara sambil bercinta pelan, Laksmi akhirnya mengakhiri panggilan dengan kata-kata manis. “Aku sayang kamu. Hati-hati ya.”
2146Please respect copyright.PENANAI2YTQuq4ZH
Begitu panggilan terputus, Laksmi melempar ponsel ke samping dan mengerang keras, pinggulnya langsung menggoyang dengan liar.
2146Please respect copyright.PENANAqhWMjTZAmz
“Ahh… sialan… itu sangat menggairahkan…” erangnya sambil mencondongkan tubuh ke depan, menciumku dengan rakus. Lidahnya menari liar di mulutku sementara memeknya naik-turun cepat di batangku.
2146Please respect copyright.PENANAIh1hs63D1t
“Kamu gila…” bisikku di antara ciuman, tanganku meremas payudaranya kuat-kuat.
2146Please respect copyright.PENANAPP98rqLxkc
“Iya… aku gila malam ini,” jawabnya sambil tertawa serak. “Sekarang ronde keempat. Tanpa gangguan. Aku mau kamu genjot aku sampai matahari tinggi.”
2146Please respect copyright.PENANAk2aEgNO6xE
Laksmi naik turun dengan ganas di posisi cowgirl. Bokong montoknya yang kenyal memukul paha ku berulang kali, menghasilkan bunyi basah yang keras. Payudaranya bergoyang liar di depan wajahku. Aku menghisap dan meremasnya tanpa henti, sesekali menampar bokongnya yang sudah merah.
2146Please respect copyright.PENANA585mdD4HTJ
Kami berganti ke doggy style lagi. Aku berdiri di belakangnya di pinggir tempat tidur, menghantam dengan kuat dan dalam. Rambutnya aku tarik pelan, membuat punggungnya melengkung. Memeknya yang sudah sangat basah mengeluarkan cairan terus-menerus setiap kali batangku keluar-masuk.
2146Please respect copyright.PENANAP32KAYHQ45
“Lebih keras, Arkan… buat aku lupa nama suamiku…” erangnya liar.
2146Please respect copyright.PENANAVXLmP563DY
Aku menghantam lebih kuat. Bokongnya berguncang hebat, gelombang kenyal muncul di kulitnya. Aku menamparnya berkali-kali, meremas payudaranya dari belakang, menggosok klitorisnya sambil terus menggenjot.
2146Please respect copyright.PENANAj8SzHsPRFN
Laksmi orgasme pertama di ronde keempat ini datang dengan hebat. Tubuhnya mengejang, memeknya menyembur cairan yang membasahi lantai di bawah kami.
2146Please respect copyright.PENANAqlB5vpULeO
Kami lanjut tanpa henti. Missionary dalam dengan kakinya di bahuku, spooning intim sambil berbisik kotor, lotus position sambil berpelukan erat, bahkan berdiri di depan cermin besar di kamar agar ia bisa melihat sendiri bagaimana memeknya ditabrak batangku.
2146Please respect copyright.PENANAkvKfUF3Jne
Ronde keempat ini lebih panjang, lebih intens, dan lebih liar dari sebelumnya. Laksmi orgasme delapan kali, tubuhnya sudah gemetar lemas tapi mulutnya terus meminta lebih. Aku akhirnya meledak untuk keempat kalinya di dalamnya, menyemburkan sperma panas yang memenuhi rahimnya hingga meluap deras.
2146Please respect copyright.PENANA4F6U8QyZyY
Kami ambruk di tempat tidur, saling berpelukan. Cahaya matahari pagi sudah terang di luar tirai.2146Please respect copyright.PENANAxhM08i6MpN


