Laksmi tersenyum nakal mendengar langkah pelan di koridor luar. Matanya yang masih berkabut gairah menatapku dalam-dalam, tangannya yang lembut masih memegang batang kejantananku yang berdenyut keras di depan pintu masuk memeknya yang basah.
2566Please respect copyright.PENANARu3o93qcX2
"Tenang, Arkan..." bisiknya dengan suara serak yang penuh godaan. "Biarpun Budi lewat, malam ini memekku adalah milikmu."
2566Please respect copyright.PENANAq9ftX3ysOb
Dengan gerakan anggun yang penuh wibawa, ia bangkit dari posisi telentangnya sebentar. Tubuh telanjangnya yang indah bergerak ke pintu kamar. Payudaranya yang besar dan berat bergoyang pelan mengikuti langkahnya, putingnya yang gelap masih mengeras karena rangsangan sebelumnya. Bokong montoknya yang bulat dan kenyal bergoyang menggoda saat ia berjalan. Ia memutar kunci pintu dengan suara klik yang pelan tapi tegas, mengunci dunia luar sepenuhnya. Hanya kami berdua sekarang. Tidak ada gangguan. Hanya napas kami, aroma seks yang pekat, dan keinginan yang sudah terlalu lama tertahan.
2566Please respect copyright.PENANAnhP9r2uxfM
Laksmi kembali ke tempat tidur, merangkak dengan gerakan kucing yang sensual. Ia mendorongku hingga berbaring telentang di tengah seprai sutra yang dingin. Tubuhnya naik ke atas tubuhku, memeknya yang masih basah dan penuh sisa Budi menggesek pelan batang kejantananku yang tegak sempurna.
2566Please respect copyright.PENANAj3KOCy7THP
"Kamu sudah siap?" tanyanya sambil menatap mataku, jari-jarinya membelai pipiku lembut. "Aku mau kamu isi aku pelan-pelan dulu. Rasakan setiap senti memekku yang sudah longgar karena digenjot tadi."
2566Please respect copyright.PENANAlC4peq3BUs
Aku mengangguk, tanganku memegang pinggang rampingnya yang halus. Laksmi memegang batangku dengan tangan kanannya, mengarahkannya ke lubang memeknya yang mengkilap. Kepala batangku yang panas menggesek bibir memeknya yang tebal dan montok beberapa kali, membasahi diri dengan campuran cairannya dan sisa sperma Budi.
2566Please respect copyright.PENANAJjUlcM2Cf6
Perlahan, sangat perlahan, ia menurunkan pinggulnya.
2566Please respect copyright.PENANAD9oVumWZoG
"Ohhh... Arkan..." desahnya panjang saat kepala batangku mulai membelah bibir memeknya. Dinding dalamnya yang panas, licin, dan masih agak longgar karena aktivitas sebelumnya menyambutku dengan pelukan hangat yang luar biasa. Sentimeter demi sentimeter batangku menghilang ke dalam tubuhnya.
2566Please respect copyright.PENANAOOafSvjvcD
"Ngghh... rasanya penuh... meski tidak sebesar Budi, tapi kontolmu pas sekali... mengisi bagian yang kosong..." erang Laksmi, matanya setengah terpejam menikmati sensasi itu.
2566Please respect copyright.PENANAMyuR56FwTI
Akhirnya, seluruh batangku tenggelam sepenuhnya hingga pangkal. Memeknya menggenggamku erat, berkedut-kedut pelan di sekeliling batangku. Kami diam sejenak, saling menatap, merasakan kehangatan satu sama lain. Payudaranya yang besar menekan dada ku, putingnya menyapu kulitku.
2566Please respect copyright.PENANAq9BzUnzykW
Mulai bergerak. Laksmi menggoyang pinggulnya sangat pelan dulu, naik-turun dengan gerakan melingkar yang sensual. Setiap turun, bokong montoknya menyentuh paha ku dengan lembut. Setiap naik, bibir memeknya menarik batangku seperti enggan melepaskan.
2566Please respect copyright.PENANA8epjKC8vas
"Kamu suka memekku yang sudah diisi orang lain?" bisiknya di telingaku sambil terus menggoyang pelan. "Masih basah dan licin kan? Itu campuran aku dan Budi... sekarang bercampur denganmu."
2566Please respect copyright.PENANAaUK7iAaTXt
Dirty talk-nya membuatku semakin keras di dalam tubuhnya. Aku memegang bokongnya dengan dua tangan, meremas daging kenyal itu, membantu gerakannya naik-turun. Irama kami semakin cepat sedikit demi sedikit. Bunyi basah kecil mulai terdengar setiap kali memeknya menelan batangku.
2566Please respect copyright.PENANAKA4Yw6Odyq
Laksmi mencondongkan tubuhnya ke depan, menciumku dalam-dalam. Lidah kami saling menari liar sambil pinggulnya terus bergerak. Aku meremas payudaranya yang bergoyang di depan wajahku, memilin putingnya dengan jari-jemariku.
2566Please respect copyright.PENANALkVZIaNJ2Z
"Ahh... remas lebih kuat... payudaraku suka kasar..." pintanya.
2566Please respect copyright.PENANAAfnfpiwJ5t
Aku menurut, meremas kedua payudara besar itu sambil menghisap puting kirinya kuat-kuat. Laksmi mengerang panjang, irama goyangannya semakin cepat. Memeknya semakin basah, cairannya mengalir deras membasahi selangkangan kami.
2566Please respect copyright.PENANAF9OcYVyCZP
Kami berganti posisi tanpa melepaskan penyatuan. Aku membalik tubuhnya hingga ia telentang di bawahku. Aku memasukinya lagi dalam posisi missionary yang klasik tapi dalam. Kakinya yang jenjang dan mulus aku angkat ke bahuku, membuat memeknya terbuka lebih lebar.
2566Please respect copyright.PENANALZntqwAp3T
Hantaman pertamaku dalam-dalam membuat Laksmi mendongak, mulutnya terbuka lebar. "Ya... seperti itu... hantam rahimku, Arkan... isi aku lebih dalam dari Budi tadi..."
2566Please respect copyright.PENANAsY6trfEqiK
Aku mulai bergerak. Pelan dulu, lalu semakin kuat. Setiap hantaman menghasilkan bunyi plok-plok basah yang memenuhi kamar mewah itu. Payudaranya bergoyang hebat ke segala arah. Aku menunduk, menghisap putingnya bergantian sambil terus menghantam.
2566Please respect copyright.PENANAMntQsHQ555
Laksmi orgasme pertama bersamaku datang setelah sepuluh menit penetrasi yang intens. Tubuhnya mengejang hebat di bawahku, memeknya menggenggam batangku dengan kuat, menyembur cairan hangat yang membasahi perutku.
2566Please respect copyright.PENANALzd5MY6hCY
"Aku cum... Arkan... ahhhhh!!" jeritnya tertahan, kuku-jarinya mencengkeram punggungku.
2566Please respect copyright.PENANAbOqvE52HPm
Tapi aku tidak berhenti. Meski tubuh Laksmi sedang mengejang hebat di bawahku, dinding memeknya berkedut liar memeluk batang kejantananku seperti ingin memerah setiap tetes kenikmatan, aku terus menghantam melalui gelombang orgasmenya. Setiap dorongan pinggulku yang kuat dan dalam membuat erangannya semakin panjang, semakin pecah, seolah aku sedang memperpanjang puncak kenikmatannya yang tak kunjung reda.
2566Please respect copyright.PENANANHNELVMrlB
"Ahh... Arkan... masih... masih berlanjut... aku belum selesai... ya Tuhan..." desahnya dengan suara serak yang indah, kakinya yang jenjang melingkar di pinggangku, tumitnya menekan punggungku agar aku semakin dalam.
2566Please respect copyright.PENANAp0AR5Co5pa
Aku menarik batangku keluar perlahan dengan bunyi "plop" basah yang vulgar, cairan kental campuran kenikmatan kami berdua menetes dari ujung kontolku yang mengkilap. Laksmi menggeliat kehilangan, memeknya berkedut kosong, seolah merindukan pengisian kembali.
2566Please respect copyright.PENANACKEMacBgvh
Dengan gerakan tegas namun penuh nafsu, aku membalik tubuhnya ke posisi doggy style. Laksmi dengan patuh mengangkat bokong montoknya yang sempurna tinggi-tinggi di depanku, seperti persembahan suci yang siap dipuja dan dirusak. Dua belahan bokong yang bulat, kenyal, dan putih mulus itu kini terpapar sempurna, kulitnya masih meninggalkan bekas merah samar dari remasan tanganku sebelumnya. Memeknya menganga lebar di depan mataku — bibir luarnya yang tebal dan montok sudah merah membara karena gesekan intens, bibir dalamnya yang lembut terbuka mengundang, masih mengeluarkan sisa cairan bening yang kental bercampur putih susu dari sperma Budi dan cairan kewanitaannya sendiri. Klitorisnya bengkak menonjol, berkedut pelan menanti sentuhan.
2566Please respect copyright.PENANAjPFWRysU6s
Aku memegang pinggul rampingnya dengan kedua tangan, mengusap bokong montok itu dengan penuh kekaguman sebelum mengarahkan kepala batangku yang keras dan berdenyut ke celah memeknya yang basah. Dengan satu hantaman kuat dan tanpa ampun, aku mendorong seluruh batangku masuk hingga pangkal dalam satu kali dorongan.
2566Please respect copyright.PENANAPzcM6pyr2N
"Nggghhh...!! Dalam sekali... kontolmu menghantam rahimku langsung..." Laksmi mengerang liar, kepalanya mendongak, rambut hitam panjangnya terurai seperti tirai sutra di punggungnya yang melengkung indah.
2566Please respect copyright.PENANAccOg1DJQNB
Tangan kananku meraih rambutnya yang lebat, menariknya pelan tapi tegas ke belakang, persis seperti yang dilakukan Budi tadi di garasi. Leher jenjang Laksmi melengkung sempurna, payudaranya yang besar dan berat bergantung dan bergoyang liar di bawah tubuhnya.
2566Please respect copyright.PENANArEQXS53Hzi
"Iya... tarik rambutku... kuatkan... buat aku merasa seperti pelacurmu malam ini..." erangnya dengan suara parau penuh hasrat, bokongnya mendorong ke belakang secara naluriah, ingin lebih dalam.
2566Please respect copyright.PENANAgn2jWOJynQ
Aku mulai menggoyang pinggulku dengan irama yang kuat dan stabil. Setiap hantaman menghasilkan bunyi plak-plak-plak basah yang menggema di kamar mewah itu. Bokong montok Laksmi berguncang indah setiap kali panggulku membentur, menciptakan gelombang-gelombang kenyal yang memukau di kulit putihnya. Aku bisa melihat jelas bagaimana memeknya yang merah dan basah menelan batangku utuh, bibirnya menggenggam erat saat keluar, lalu membuka lebar saat masuk lagi.
2566Please respect copyright.PENANAZiwUTg7UjD
"Tarik lebih kuat... ahh... ya... seperti itu... genjot memekku yang sudah rusak oleh Budi tadi..." pintanya tanpa malu, suaranya semakin pecah karena kenikmatan.
2566Please respect copyright.PENANAHQ14uiNhau
Aku menarik rambutnya lebih kuat, membuat punggungnya melengkung seperti busur. Tangan kiriku meraih payudara kirinya yang bergantung, meremasnya kasar, memilin putingnya yang mengeras dengan jari-jemariku. Laksmi semakin liar. Ia mendorong bokongnya ke belakang mengikuti iramaku, membuat hantaman semakin dalam dan kuat.
2566Please respect copyright.PENANAC9oIqsANoe
Memeknya semakin banjir. Cairan kentalnya mengalir deras setiap kali batangku ditarik keluar, membasahi paha kami berdua dan seprai di bawahnya. Aroma seks di kamar semakin pekat — campuran keringat, cairan cinta, dan sisa sperma Budi yang masih tersisa di dalam tubuhnya.
2566Please respect copyright.PENANA7d5bZB3Ufa
Aku melepaskan rambutnya sebentar, lalu menampar bokong montoknya dengan pelan tapi tegas. "Plak!" Suara itu menggema.
2566Please respect copyright.PENANAd00PQoIbZx
"Ahh... tampar lagi... bokongku aku suka..." erang Laksmi, suaranya penuh kenikmatan.
2566Please respect copyright.PENANABXXMBnYepX
Aku menampar bokongnya lagi berkali-kali, bergantian kiri dan kanan, meninggalkan bekas merah yang semakin jelas di kulitnya yang halus. Setiap tamparan membuat memeknya berkedut lebih kuat di sekeliling kontolku.
2566Please respect copyright.PENANAtZRryefcfe
Kami berganti posisi lagi tanpa melepaskan penyatuan. Aku menariknya ke posisi standing doggy di pinggir tempat tidur. Laksmi berdiri membungkuk, tangannya bertumpu di kasur, bokongnya terangkat tinggi. Aku berdiri di belakangnya, memegang pinggulnya kuat, lalu menghantam dengan kekuatan penuh. Payudaranya bergoyang liar ke depan dan belakang seperti dua buah melon matang. Aku meraih keduanya dari belakang, meremasnya sambil terus menggenjot memeknya tanpa henti.
2566Please respect copyright.PENANAMpEgnOQKgx
"Arkan... aku mau cum lagi... jangan berhenti... hantam titik G-ku... ya... di situ... ahhhhh!!"
2566Please respect copyright.PENANASPH5qQ6tHs
Laksmi orgasme ketiga dengan hebat. Tubuhnya gemetar hebat, kakinya hampir tak mampu menopang. Memeknya menyembur cairan hangat yang membasahi paha ku. Aku terus menghantam melalui orgasmenya, membuatnya menjerit panjang tanpa suara untuk beberapa detik.
2566Please respect copyright.PENANAMqYgaejGVr
Kemudian aku membaringkannya kembali telentang, mengangkat kedua kakinya yang jenjang dan mulus ke bahuku, memasukinya dalam posisi yang sangat dalam. Posisi ini membuat kontolku menyentuh titik paling sensitif di dalam dirinya berulang kali. Payudaranya bergoyang hebat di depan wajahku. Aku menunduk, menghisap putingnya kuat-kuat sambil terus menghantam.
2566Please respect copyright.PENANAek9ibRsWB8
"Kamu beda dengan Budi..." desah Laksmi di antara erangan. "Kamu lebih perhatian... lebih lama... aku suka... isi aku sampai penuh... buat memekku milikmu..."
2566Please respect copyright.PENANAnkHEj2NeM7
Kami terus berganti posisi dengan alur yang mengalir — dari missionary dalam ke lotus position di mana ia duduk di pangkuanku, saling berpelukan erat sambil menggoyang pinggul pelan dan intim. Lalu kembali ke doggy, spooning, dan akhirnya cowgirl liar di mana ia menunggangiku dengan ganas, bokong montoknya naik-turun cepat, payudaranya bergoyang di depan wajahku.
2566Please respect copyright.PENANAeK7O1TAF70
Laksmi orgasme keempat, kelima, dan keenam datang berturut-turut. Tubuhnya sudah basah kuyup oleh keringat, rambutnya menempel di kulitnya yang halus, matanya berkaca-kaca karena kenikmatan yang berlebihan.
2566Please respect copyright.PENANAHrxwji0SIA
Akhirnya, setelah hampir satu setengah jam penetrasi yang tak kenal lelah, aku merasakan puncakku mendekat. Laksmi merasakannya juga.
2566Please respect copyright.PENANA36leEFNjFP
"Di dalam... cum di dalam, Arkan... isi rahimku yang sudah penuh... campurkan sperma sperma Budi..." pintanya dengan suara lemah penuh nafsu.
2566Please respect copyright.PENANAkO8CucFUJy
Dengan hantaman-hantaman terakhir yang kuat dan dalam, aku meledak hebat di dalam memeknya. Sperma panas dan kentalku menyembur deras, denyut demi denyut kuat, memenuhi rahimnya hingga meluap keluar dari celah memek yang sudah sangat penuh. Laksmi orgasme terakhir bersamaku, tubuhnya melengkung hebat, memeknya memerah kontolku dengan kuat seolah ingin menghisap setiap tetes.
2566Please respect copyright.PENANA6A5QiGcGoo
Kami ambruk bersama di tempat tidur, tubuh saling menempel basah dan lengket. Napas kami tersengal-sengal. Laksmi mencium bibirku dalam-dalam, lidahnya masih menari pelan meski tubuhnya lemas.
2566Please respect copyright.PENANAfJYKDW1pUA
Namun, di tengah keheningan setelah badai kenikmatan itu, terdengar lagi suara ketukan di pintu yang lebih jelas.
2566Please respect copyright.PENANAoXNZB1Mlyh
"Bu... saya Budi. Ada yang perlu dibantu?"2566Please respect copyright.PENANAsKXDbhcl18


