Budi masih belum puas. Nafsunya seolah tak terpuaskan malam itu, mata pria itu penuh api yang gelap dan haus saat ia menarik tubuh Laksmi yang sudah lemas karena kenikmatan berulang. Dengan kekuatan yang masih tersisa, ia membalik tubuh Laksmi ke posisi doggy style di atas kursi panjang taman samping garasi. Bokong montok Laksmi terangkat tinggi, dua belahan bulat yang kenyal dan putih mulus itu kini menjadi pemandangan yang paling memabukkan. Kulitnya yang halus berkilau oleh keringat, meninggalkan jejak merah samar di tempat Budi pernah meremas dan menamparnya tadi.
3165Please respect copyright.PENANAnYH1EoLvKM
Memek Laksmi terbuka lebar dalam posisi ini, bibir luarnya yang tebal dan montok mengembang karena sudah berulang kali diregangkan, berwarna merah tua mengkilap oleh campuran cairan kewanitaannya sendiri dan sisa-sisa sperma Budi yang mulai meluap. Bibir dalamnya yang lembut dan basah terlihat berkedut pelan, seolah masih merindukan pengisian. Klitorisnya yang kecil tapi sudah sangat bengkak menonjol manja di ujung atas, meminta perhatian lebih.
3165Please respect copyright.PENANAZXNdhJnfiz
Budi berlutut di belakang, tangan besarnya mengusap bokong itu dengan penuh kekaguman sebelum dua jarinya yang kasar masuk perlahan ke dalam lubang memek Laksmi yang masih hangat dan licin. Ia mengaduk-aduk di dalam dengan gerakan memutar yang lambat tapi dalam, merasakan dinding-dinding dalam yang masih berkontraksi. Ibu jarinya yang lain menemukan klitoris yang sensitif, menggosoknya dengan tekanan sedang secara melingkar, sesekali menekan pelan.
3165Please respect copyright.PENANAnymEluMRzt
“Memekmu masih lapar ya… lihat, masih ngisep jari aku dengan rakus sekali,” kata Budi sambil tertawa kecil, suaranya yang berat penuh kepuasan maskulin. Jari-jarinya keluar-masuk lebih cepat sekarang, menghasilkan bunyi kecipak basah yang vulgar dan menggairahkan.
3165Please respect copyright.PENANA6SKHrVncGu
Laksmi hanya bisa mengerang panjang, wajahnya tertelungkup di bantal kursi, bokongnya terangkat lebih tinggi secara naluriah. “Masukkan kontolmu lagi… aku butuh diisi penuh… jangan siksa aku dengan jari saja, Budi… aku mau batangmu yang tebal itu…”
3165Please respect copyright.PENANAJgbVLklCbN
Dengan satu hantaman kuat dan tanpa peringatan, Budi menarik jarinya keluar dan langsung menggantinya dengan batang kejantanannya yang masih keras sepenuhnya. Kepala batang yang besar dan mengkilap mendorong masuk dengan satu dorongan dalam, membelah dinding memek Laksmi hingga pangkal. Laksmi menjerit tertahan, tubuhnya maju sedikit karena kekuatan hantaman itu.
3165Please respect copyright.PENANAqHkthNKR9L
“Ahh… penuh… rasanya sampai perutku… kontolmu selalu membuatku gila…” erangnya dengan suara serak yang indah.
3165Please respect copyright.PENANAhBFHl5n25e
Budi meraih rambut hitam panjang Laksmi dengan satu tangan, menariknya pelan ke belakang sehingga punggung Laksmi melengkung indah seperti busur. Tangan satunya meremas payudara yang bergantung dan bergoyang liar di bawah tubuh wanita itu. Payudara Laksmi yang besar dan berat itu bergoyang-goyang hebat setiap kali Budi menghantam, putingnya yang gelap dan mengeras menyapu udara malam.
3165Please respect copyright.PENANA1EfvkGbBnI
Irama Budi semakin cepat, semakin kuat. Setiap hantaman pinggulnya membentur bokong montok Laksmi dengan bunyi “plak-plak-plak” yang keras dan basah. Bokong itu berguncang indah, gelombang-gelombang kenyal muncul di kulit putih mulusnya setiap kali panggul Budi membentur. Batang tebal Budi keluar-masuk tanpa ampun, membawa cairan Laksmi yang melimpah keluar setiap kali ditarik, menetes deras ke paha mereka dan lantai.
3165Please respect copyright.PENANAPlPt37AHMB
“Enak sekali memekmu… sempit, panas, dan basah banget… seperti dibuat khusus untuk kontolku,” desis Budi sambil menarik rambut Laksmi lebih kuat, pinggulnya terus bergerak seperti piston yang tak kenal lelah.
3165Please respect copyright.PENANApr56kIaixq
Laksmi mengerang tanpa henti, kata-katanya terputus-putus karena kenikmatan yang membanjiri. “Iya… hantam lebih keras… robek memekku… aku milikmu… ahh… di situ… titik paling dalamku… ya… ya… seperti itu…!”
3165Please respect copyright.PENANAusT7N5RdZ6
Budi melepaskan rambut Laksmi dan menggunakan kedua tangannya untuk meremas bokong montok itu, membuka belahan bokong lebih lebar agar ia bisa melihat batangnya sendiri yang keluar-masuk dari memek yang menganga. Sesekali ia menampar bokong Laksmi dengan pelan tapi tegas, meninggalkan bekas merah yang semakin jelas di kulit putih itu. Setiap tamparan membuat Laksmi mengejang dan memeknya semakin berkedut.
3165Please respect copyright.PENANAfdWVSUyYtV
Aku di atas, di balik jendela kamar, sudah mengocok kejantananku lagi dengan irama yang sama ganasnya. Sperma dari orgasme pertamaku masih basah di lantai, tapi gairahku bangkit kembali dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Melihat bokong sempurna Laksmi yang berguncang liar, melihat payudaranya yang montok bergoyang tak terkendali, melihat memeknya yang merah dan basah digenjot tanpa henti oleh batang Budi — semuanya membuat kepalaku pusing oleh campuran cemburu dan kenikmatan terlarang.
3165Please respect copyright.PENANAmbANFUsll7
Budi menarik batangnya keluar sebentar, membalik Laksmi ke posisi menyamping di kursi tanpa melepaskan kontak. Ia mengangkat satu kaki Laksmi tinggi, memasukinya lagi dari samping dengan hantaman yang dalam dan memutar. Posisi ini membuat payudara Laksmi semakin mudah dihisap. Budi menunduk, mulutnya melingkupi puting kiri Laksmi, menghisap kuat sambil lidahnya menari liar di sekitar areola yang basah.
3165Please respect copyright.PENANAjtlZDSl554
Laksmi orgasme kelima dengan hebat. Tubuhnya mengejang kuat, memeknya menyembur cairan bening yang hangat membasahi selangkangan Budi. “Aku keluar lagi… Budi… aku nggak tahan… ahhhhh!!” jeritnya tertahan, kakinya gemetar hebat di udara.
3165Please respect copyright.PENANAO8Pbvb41XK
Tapi Budi masih terus. Ia membaringkan Laksmi telentang sepenuhnya di kursi panjang, mengangkat kedua kakinya ke bahu lebarnya, dan memasuki lagi dalam posisi yang sangat dalam. Setiap hantaman membuat rahim Laksmi terasa tersentuh. Payudaranya bergoyang liar ke segala arah. Budi meremas keduanya dengan kasar, memilin putingnya sambil terus menghantam.
3165Please respect copyright.PENANAstMXdV1GOO
“Cum lagi untukku… biarkan memekmu memerah kontolku,” perintah Budi dengan suara parau.
3165Please respect copyright.PENANA7hmQTiU9oS
Laksmi orgasme keenam, tubuhnya melengkung seperti busur, cairannya menyembur lebih deras. Matanya terbalik, mulutnya terbuka lebar tanpa suara untuk beberapa detik sebelum erangan panjang keluar.
3165Please respect copyright.PENANAt30YDaf827
Akhirnya, setelah hampir tiga puluh menit hantaman tanpa henti di berbagai posisi, Budi mencapai puncaknya untuk kedua kalinya. Dengan erangan kasar yang dalam, ia menyemburkan sperma panasnya jauh ke dalam rahim Laksmi, denyut demi denyut yang kuat, memenuhi hingga meluap keluar dari celah memek yang sudah sangat penuh.
3165Please respect copyright.PENANALzgaCKWVwg
Mereka berdua ambruk di kursi, tubuh saling menempel basah oleh keringat, air liur, dan cairan cinta. Napas mereka tersengal-sengal. Laksmi mencium leher Budi dengan lembut, tangannya membelai dada bidang pria itu.
3165Please respect copyright.PENANAM9ozztwxFC
Tapi matanya… matanya kembali menoleh ke jendela kamarku.
3165Please respect copyright.PENANAKrDLD7I9W4
Jantungku berdegup seakan mau meledak. Kejantananku yang baru saja meledak untuk kedua kalinya kembali mengeras sepenuhnya.
3165Please respect copyright.PENANAShGo3X4B4n
Laksmi bangkit perlahan dari kursi panjang di samping garasi. Tubuhnya masih gemetar sisa kenikmatan yang berulang-ulang. Ia merapikan gaun krem tipisnya dengan gerakan lambat, tapi kain itu sudah kusut parah dan basah di beberapa bagian. Budi mencium keningnya sekilas, berbisik sesuatu yang membuat Laksmi tersenyum tipis sebelum pria itu menutup celananya dan berjalan menuju rumah utama, meninggalkan Laksmi sendirian di bawah cahaya remang lampu taman.
3165Please respect copyright.PENANAQ8TJfBpnPx
Matanya kembali tertuju ke jendela kamar utama di lantai atas. Senyumnya semakin dalam, penuh rahasia dan godaan. Ia tahu aku ada di sana. Ia tahu aku telah menyaksikan semuanya.
3165Please respect copyright.PENANAgM0qOFpu9N
Dengan langkah anggun meski sedikit limbung, Laksmi naik ke atas melalui tangga belakang. Setiap langkah membuat bokongnya yang montok bergoyang pelan di balik gaun tipis. Aku mundur dari jendela, jantungku berdegup liar, kejantananku sudah mengeras kembali meski baru saja meledak dua kali.
3165Please respect copyright.PENANA0niyRaeMsv
Pintu kamar utama terbuka pelan. Laksmi masuk, menutup pintu di belakangnya dengan suara klik yang pelan namun terasa seperti petir di telingaku.
3165Please respect copyright.PENANAvxHVnuMvuf
Ruangan langsung dipenuhi aroma tubuhnya yang bercampur dengan bau seks yang kuat — keringat, cairan cinta, dan sperma pria lain. Gaunnya sudah melorot di satu bahu, memperlihatkan sebagian besar payudaranya yang besar dan berat. Kulit kuning langsatnya berkilau oleh keringat. Di lehernya terdapat beberapa kissmark merah samar, dan di sekitar puting kirinya yang masih mengeras terlihat bekas gigitan ringan.
3165Please respect copyright.PENANAN3p3ZmidQS
Ia berdiri di depan pintu, menatapku dengan mata yang masih berkabut gairah. Rambut hitamnya acak-acakan, bibirnya bengkak karena ciuman liar tadi.
3165Please respect copyright.PENANAjjqQvpTBtm
"Arkan..." suaranya lembut, tapi ada getaran nakal di dalamnya. "Kamu... sudah lama di sini ya?"
3165Please respect copyright.PENANA7rfECdNBhL
Aku tidak bisa menjawab segera. Mulutku kering. Mataku turun ke bawah, melihat bekas sperma Budi yang masih menetes pelan di paha dalamnya yang mulus. Memeknya yang masih merah dan sedikit bengkak terbayang samar di balik gaun yang transparan karena basah.
3165Please respect copyright.PENANA3GxwfMyCXL
Laksmi melangkah mendekat, sangat pelan, seperti kucing yang sedang mengintai mangsa. "Kamu lihat semuanya, kan? Jangan bohong. Aku tahu kamu berdiri di jendela itu sejak tadi."
3165Please respect copyright.PENANAOhKKJMKBC3
"Aku... iya," jawabku akhirnya, suaraku parau. "Aku tidak bisa berhenti menonton."
3165Please respect copyright.PENANA36cUqJZiCJ
Ia tersenyum. Senyum yang membuat lututku lemas. "Dan kamu... onani sambil lihat aku digenjot Budi? Kamu cum berapa kali?"
3165Please respect copyright.PENANAzvdsGigTC9
"Dua kali," aku mengaku jujur, pipiku panas.
3165Please respect copyright.PENANAqAldvTZNkY
Laksmi tertawa pelan, suaranya seperti madu yang meleleh. Ia kini sudah berdiri tepat di depanku. Aroma memeknya yang masih basah dan penuh sperma Budi menyeruak kuat. "Kasihan... gebetanmu yang kamu idamkan malah dilihat orang lain dulu. Tapi... sekarang aku di sini. Sendirian. Dengan tubuh yang masih penuh jejak dia."
3165Please respect copyright.PENANAu8bbF3uGlY
Tangan Laksmi naik, menyentuh dada ku pelan. Jari-jarinya yang panjang dan lembut turun ke perutku, lalu berhenti di pinggiran celana pendekku yang sudah menonjol keras.
3165Please respect copyright.PENANAUOufGFRAh0
"Kamu masih keras sekali," bisiknya di telingaku. Napasnya hangat. "Mau sentuh aku? Mau rasakan tubuhku yang baru saja digoyang-goyang memeknya sama sopir pribadiku?"
3165Please respect copyright.PENANAp2pHz8fwcv
Aku mengangguk, tanganku gemetar saat menyentuh pinggang rampingnya. Kulitnya panas dan licin oleh keringat. Aku menariknya lebih dekat. Payudaranya yang besar menekan dada ku. Aku bisa merasakan putingnya yang mengeras menusuk kain tipis.
3165Please respect copyright.PENANA9IQl3tBgCH
Kami mulai dengan ciuman yang sangat lambat. Bibir Laksmi lembut, masih hangat dan bengkak karena aktivitas sebelumnya. Lidahnya menyelinap masuk pelan, menari dengan lidahku dalam gerakan yang sensual dan mendalam. Kami berciuman lama sekali, saling mengecap, saling menghisap bibir bawah masing-masing. Tangan ku naik ke payudaranya, meremas pelan dari luar gaun. Berat dan penuh. Sangat sempurna.
3165Please respect copyright.PENANArAIjjcnAFK
"Mmmh... remas lebih kuat, Arkan," desahnya di antara ciuman. "Payudaraku masih sensitif... Budi menghisapnya cukup keras tadi."
3165Please respect copyright.PENANAqaETrNNu3N
Aku menurut. Aku menarik tali gaunnya sampai melorot sepenuhnya ke pinggang. Dua payudara Laksmi yang indah terbebas sepenuhnya. Besar, berat, dengan areola cokelat muda yang lebar dan puting yang sudah mengeras sempurna. Ada bekas hisapan merah di sekitar puting kanannya.
3165Please respect copyright.PENANA6gIiOX9sWK
Aku menunduk, mencium payudara itu dengan penuh rasa hormat dan nafsu. Lidahku menjilat putingnya pelan, mengitari areolanya sebelum menghisap lembut. Laksmi mendesah panjang, tangannya meremas rambutku.
3165Please respect copyright.PENANAtKq0Kpw2it
"Iya... seperti itu... hisap putingku... bandingkan dengan cara Budi tadi..."
3165Please respect copyright.PENANAJZh374C8Dh
Aku menghisap lebih kuat, bergantian antara kedua payudara. Tangan kiriku turun ke bokongnya yang montok, meremas daging kenyal itu. Jari-jariku menyelinap ke celah bokong, merasakan kelembapan yang masih ada.
3165Please respect copyright.PENANAkicfHglQHm
Laksmi mendorongku pelan ke tempat tidur king size. Aku duduk di pinggir, ia berdiri di antara kakiku. Gaunnya jatuh total ke lantai. Tubuhnya kini telanjang sempurna di depanku. Pinggang ramping, perut rata, bokong bulat sempurna, dan memeknya yang montok masih mengkilap oleh sisa sperma Budi yang meluncur pelan di paha dalamnya.
3165Please respect copyright.PENANAODE2ZKHk5n
Ia memegang kepalaku, menekannya lembut ke payudaranya lagi. "Makan payudaraku, Arkan... nikmati yang tadi dilihatmu dari jauh."
3165Please respect copyright.PENANAsjOxYoQhby
Aku melahapnya dengan rakus tapi tetap pelan. Menghisap, menjilat, menggigit pelan putingnya. Laksmi mendesah terus-menerus, suaranya semakin serak. Tangan kanannya turun, merogoh celana ku dan menggenggam kejantananku yang sudah sangat keras.
3165Please respect copyright.PENANAXeEyl5r1u9
"Wah... besar juga milikmu," pujinya sambil mengocok pelan. "Tidak sebesar Budi, tapi... enak dipegang. Panas sekali."
3165Please respect copyright.PENANAT8moSSSIAV
Kami berpindah posisi. Laksmi berbaring di tengah tempat tidur, membuka kakinya lebar-lebar dengan anggun. Memeknya terpapar sempurna di depanku. Bibir luarnya tebal dan montok, masih merah karena digenjot tadi, dengan sisa cairan putih kental Budi yang menempel di celahnya.
3165Please respect copyright.PENANAQ9vmx3ZLI3
"Sentuh aku," pintanya lembut. "Bersihkan memekku dengan lidahmu kalau kamu berani."
3165Please respect copyright.PENANAW7p76IZb1A
Aku merangkak di antara kakinya. Aroma musk yang kuat menyeruak. Aku mencium paha dalamnya dulu, menjilat bekas sperma yang menetes. Laksmi menggeliat, mendesah nikmat.
3165Please respect copyright.PENANA7DVExpmEAM
"Lanjut... jilat memekku... rasakan campuran aku dan Budi..."
3165Please respect copyright.PENANABPvsgG3kCz
Lidahku menyentuh bibir memeknya. Rasanya asin, manis, dan penuh aroma seks. Aku menjilat pelan dari bawah ke atas, membersihkan sisa-sisa, lalu menyelipkan lidah ke dalam lubangnya yang masih longgar dan basah. Laksmi mengerang panjang, pinggulnya terangkat.
3165Please respect copyright.PENANAaFsVGierQw
"Ahh... lidahmu lembut sekali... berbeda dengan Budi yang kasar... ya... jilat klitorku... isap pelan..."
3165Please respect copyright.PENANAiHvoyCVDJb
Aku menuruti setiap perintahnya. Lidahku menari di klitoris yang bengkak, mengisapnya lembut, sesekali memasukkan dua jariku ke dalam memeknya yang masih penuh cairan. Aku mengaduk pelan, merasakan dinding dalamnya yang panas dan licin.
3165Please respect copyright.PENANA3a0qdmONSl
Laksmi orgasme pertama bersamaku datang pelan tapi dalam. Tubuhnya melengkung, tangannya menekan kepalaku lebih dalam sambil erangannya memenuhi kamar. Cairan baru keluar, bercampur dengan sisa Budi.
3165Please respect copyright.PENANAYlBX0m3wbL
"Kamu hebat... sekarang naik ke atas aku," katanya setelah napasnya agak tenang.
3165Please respect copyright.PENANAobOHLCHNrt
Ia membalik posisi. Aku telentang, Laksmi naik ke atas tubuhku dalam posisi 69. Memeknya yang basah tepat di atas wajahku, sementara mulutnya menelan kejantananku dengan rakus.
3165Please respect copyright.PENANA48V1tEwWND
Kami saling menjilat dan mengisap dalam waktu yang lama. Lidahku menjelajahi setiap lipatan memeknya, membersihkan dan merangsangnya lagi. Mulut Laksmi panas dan basah, lidahnya menari di sekitar kepala batangku, sesekali menelan dalam-dalam sampai tenggorokannya.
3165Please respect copyright.PENANADcas0ZwRJM
"Ngghh... kontolmu enak... berdenyut di mulutku," desahnya sambil menjilat batangku dari bawah ke atas.
3165Please respect copyright.PENANABykcqbIAus
Foreplay ini berlangsung sangat lama. Kami berganti posisi berkali-kali — ia duduk di wajahku, aku menjilat dari bawah sambil meremas payudaranya; ia mengocok batangku dengan payudaranya yang montok sambil menciumku dalam-dalam; jari-jariku terus bermain di memek dan lubang belakangnya yang kecil.
3165Please respect copyright.PENANAk0AYOPCIpj
Laksmi orgasme kedua di mulutku. Kali ini lebih kuat. Ia menjerit pelan, pinggulnya menggoyang di wajahku, membasahiku dengan cairannya yang melimpah.
3165Please respect copyright.PENANAKldPtUzQc2
"Arkan... aku mau kamu masuki aku sekarang," bisiknya dengan suara penuh kerinduan. "Tapi pelan dulu... aku masih sensitif...
3165Please respect copyright.PENANAOpiyenGJOv
Ia berbaring telentang, membuka kakinya lebar, tangannya membuka bibir memeknya sendiri. Aku berlutut di depan, kepala batangku menggesek-gesek celah basah itu.
3165Please respect copyright.PENANAndj8llp64r
Saat aku mulai mendorong masuk perlahan...
3165Please respect copyright.PENANACSvR2xUJZn
Tiba-tiba terdengar langkah pelan di koridor luar kamar.
3165Please respect copyright.PENANAJS66edS9Ti
Budi.
3165Please respect copyright.PENANA181Hc9DxcK
Laksmi tersenyum nakal, tangannya memegang batangku agar tidak bergerak.3165Please respect copyright.PENANAiBsnNJSg53


