Bab 3: Api Obat yang Membakar Jiwa
5116Please respect copyright.PENANAvB0KwJyqnl
Siang itu rumah kontrakan kecil Laras terasa semakin sempit dan panas. Tubuh montoknya terbaring lemas di atas sofa ruang tamu, keringat membasahi kulit sawo matangnya yang halus. Payudaranya yang besar naik-turun dengan cepat, puting cokelat gelapnya masih basah oleh air liur Reno. memeknya terbuka lebar, mengkilap oleh cairan bening kental yang terus mengalir dari dalam lubangnya yang berdenyut-denyut. Kakinya masih gemetar hebat setelah tiga kali orgasme berturut-turut hanya dari jilatan lidah dan gesekan kontol Reno.
5116Please respect copyright.PENANAbtoomBmDMF
Reno berdiri di depannya, kontolnya yang tebal dan berurat masih keras menjulang, kepalanya mengkilap oleh campuran cairan Laras. Pria 32 tahun itu tersenyum puas melihat Laras yang sudah kacau balau, rambut hitam panjangnya acak-acakan menempel di wajah dan lehernya yang basah.
5116Please respect copyright.PENANAyrPoykoIf9
“Kamu sangat cantik saat sedang horny begini, Laras,” kata Reno dengan suara serak penuh nafsu. “memekmu banjir sekali. Bau harumnya sampai ke hidungku. Manis… asin… dan sangat menggoda.”
5116Please respect copyright.PENANAWNnmgqxyzi
Laras menutup wajahnya dengan kedua tangan, air mata malu mengalir di sela-sela jarinya. “Mas Reno… ini salah… Aku istri Andi… Kita harus berhenti sekarang…”
5116Please respect copyright.PENANApr0HG9gSSW
Tapi suaranya lemah, hampir tidak meyakinkan. Tubuhnya yang sangat sensitif justru merindukan sentuhan lebih. memeknya masih berdenyut, merindukan sesuatu yang lebih tebal dan panas untuk mengisinya.
5116Please respect copyright.PENANAhLHOWPbnkq
Reno tertawa pelan. Ia berjalan ke dapur Laras seolah sudah hafal rumah itu, membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral dingin. Dari saku celananya, ia mengeluarkan sebuah pil kecil berwarna merah muda yang berkilau. Tanpa ragu, ia masukkan pil itu ke dalam air, mengaduknya sebentar hingga larut sepenuhnya.
5116Please respect copyright.PENANADlV2vEXz7V
“Ini minum dulu, Sayang,” kata Reno sambil mendekat dan duduk di samping Laras. “Kamu kepanasan. Tubuhmu butuh ini biar lebih rileks.”
5116Please respect copyright.PENANAYOwico1DDJ
Laras menatap gelas itu dengan ragu. “Apa ini, Mas?”
5116Please respect copyright.PENANAeaexKyYxcw
“Obat vitamin khusus,” jawab Reno bohong dengan senyum meyakinkan. “Aku biasa kasih ke teman-teman yang stres. Bikin tubuh segar dan lebih sensitif menikmati sentuhan. Percaya deh, kamu akan merasa jauh lebih enak.”
5116Please respect copyright.PENANAQeiIUtpmNp
Dalam keadaan pikiran yang sudah kabur karena gairah, Laras menerima gelas itu. Ia meneguknya pelan-pelan. Rasa airnya biasa saja, tapi tak lama kemudian, panas aneh mulai menyebar dari perutnya ke seluruh tubuh. Seperti ada api kecil yang menyala di dalam darahnya. Payudaranya terasa semakin penuh dan berat, putingnya berdenyut-denyut seperti mau meledak. memeknya semakin basah, cairan hangat terus mengalir keluar tanpa henti, membasahi sofa.
5116Please respect copyright.PENANASryQWVjgWi
“Ahh… panas sekali…” keluh Laras, napasnya memburu. Kulitnya memerah. Matanya mulai berkaca-kaca karena sensasi yang luar biasa.
5116Please respect copyright.PENANAcQE6IOOMfp
Reno tersenyum licik. Ia tahu obat perangsang ilegal dari dokter langganannya itu mulai bekerja. Efeknya sangat kuat pada wanita sensitif seperti Laras.
5116Please respect copyright.PENANAqn7X1TEpC3
“Kamu semakin basah ya?” Reno berbisik sambil membuka lebar paha Laras lagi. Dua jarinya langsung menyusup ke dalam memek yang sudah sangat licin. “Ssshh… dengar suaranya. Ck… ck… ck… begitu basah dan bunyinya mesum sekali.”
5116Please respect copyright.PENANAY9pQ6ZPxTZ
Laras menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga hampir berdarah. Jari Reno bergerak keluar-masuk dengan ritme lambat tapi dalam, sesekali melengkung untuk menyentuh titik sensitif di dalam dinding memeknya. Setiap gerakan menghasilkan suara basah yang memalukan, disertai aroma gairah yang semakin kuat memenuhi ruangan.
5116Please respect copyright.PENANA9VjbKh13ve
“Mas… ahh… jangan di situ… terlalu dalam…” erang Laras. Tubuhnya melengkung, pinggulnya tanpa sadar bergerak naik-turun mengikuti jari Reno.
5116Please respect copyright.PENANAoZoQaudant
Reno menambahkan satu jari lagi, kini tiga jarinya mengaduk-aduk memek Laras yang semakin meregang. Tangan satunya meremas payudara kiri Laras dengan kasar, memilin putingnya yang keras seperti batu. Ia menunduk dan menyedot puting kanan Laras dengan rakus, lidahnya berputar-putar, sesekali menggigit pelan hingga Laras menjerit kecil.
5116Please respect copyright.PENANAQHkYrN3BaW
Sensasi obat membuat segalanya terasa berlipat ganda. Setiap sentuhan seperti listrik yang menyengat. Laras orgasme keempat datang dengan hebat. Tubuhnya kejang-kejang hebat, cairan bening menyembur keluar dari memeknya, membasahi tangan Reno hingga pergelangan.
5116Please respect copyright.PENANAwKhnAVWdBs
“Oooohhh… aku keluar lagi…! Mas Reno… aku nggak tahan…!” jerit Laras. Air matanya mengalir deras. Kakinya gemetar tidak terkendali, jari-jarinya mencengkeram bantal sofa.
5116Please respect copyright.PENANAFgzhHsmcOE
Reno tidak memberi waktu istirahat. Ia menarik Laras bangun, membawanya ke kamar tidur yang masih beraroma Andi. Ia membaringkan Laras di atas tempat tidur suaminya, lalu melepaskan semua pakaiannya sendiri. Tubuh kekarnya yang berotot terpampang sempurna, kontolnya yang tebal dan panjang berdiri tegak, ujungnya sudah mengeluarkan cairan bening kental.
5116Please respect copyright.PENANAfPyKaGkv16
Reno naik ke atas tempat tidur, membalik tubuh Laras hingga posisi doggy style. Pinggul lebar Laras terangkat tinggi, memeknya terbuka sempurna, masih meneteskan cairan orgasme.
5116Please respect copyright.PENANAr8oko47FtB
“Kamu lihat ini?” Reno mengambil sesuatu dari saku celananya — sebuah anal plug kecil berukuran sedang dengan permukaan mengkilap. “Ini akan bikin kamu merasa lebih penuh. Kamu mau coba?”
5116Please respect copyright.PENANA4amg7EI1Fc
Laras menggeleng lemah, tapi obat perangsang sudah membuat pikirannya kabur. Reno melumasi plug itu dengan cairan Laras sendiri, lalu menekannya perlahan ke lubang anal Laras yang kecil dan rapat.
5116Please respect copyright.PENANAmt2oV3dIOO
“Ughhh…! Sakit… penuh sekali…” Laras menjerit. Sensasi dingin dan penuh di belakang membuatnya gemetar. Plug itu masuk perlahan hingga masuk sepenuhnya, hanya tersisa bagian pangkalnya yang lebar di luar.
5116Please respect copyright.PENANAN52qVF1jri
Reno menepuk pelan bokong montok Laras. “Bagus. Sekarang memek dan analmu sama-sama penuh.”
5116Please respect copyright.PENANA4nMiNAAbXK
Ia menggesekkan kepala kontolnya yang panas dan tebal di bibir memek Laras yang sudah sangat basah. Gerakannya lambat, menggoda, menekan masuk sedikit lalu mundur lagi. Setiap kali kepala kontolnya menyentuh kristoris Laras, tubuh Laras bergetar hebat.
5116Please respect copyright.PENANAwc3tvyM2tu
“Masukkin… please… aku sudah gila…” pinta Laras akhirnya, suaranya pecah karena malu dan nafsu yang bercampur aduk.
5116Please respect copyright.PENANA9uZp4Io4gx
Reno tersenyum menang. “Bilang yang benar. Katakan kamu mau kontol tetangga masuk ke memek istri orang.”
5116Please respect copyright.PENANAME7dLRUxw3
Laras menangis, tapi obat dan kenikmatan sudah menguasainya. “Aku… aku mau kontol Mas Reno… masuk ke memekku… tolong…”
5116Please respect copyright.PENANATpwkyB1kGP
Dengan satu gerakan pelan tapi kuat, Reno mendorong pinggulnya maju. Kepala kontolnya yang tebal meregangkan dinding memek Laras yang sempit. Sensasi meregang yang menyakitkan sekaligus nikmat membuat Laras menjerit panjang.
5116Please respect copyright.PENANAf1EazkxV3m
“Ahhhhhh…! Besar sekali…! Merobek rasanya…!”
5116Please respect copyright.PENANArEAils5ebt
Reno terus mendorong hingga setengah panjangnya masuk. Ia berhenti sejenak, membiarkan Laras menyesuaikan. Panas, berdenyut, dan sangat penuh. Plug anal di belakang membuat ruang di dalam tubuh Laras semakin sempit, sehingga kontol Reno terasa semakin besar.
5116Please respect copyright.PENANAPi3ihupSMF
Reno mulai bergerak perlahan, keluar-masuk dengan ritme yang terkontrol. Setiap dorongan menghasilkan suara “plok… plok… plok…” yang basah dan mesum. Payudara Laras bergoyang-goyang liar di bawahnya. Reno menjambak rambut Laras pelan, menarik kepalanya ke belakang sambil berbisik kotor di telinganya.
5116Please respect copyright.PENANAA9De5LF1pM
“Enak ya? memekmu menggigit kontolku erat sekali. Kamu memang diciptakan untuk diginiin. Istri setia macam apa yang basah begini cuma karena tetangga?”
5116Please respect copyright.PENANAOXFvN81BUG
Laras hanya bisa erang-erang tidak jelas. Orgasme kelima datang saat Reno mempercepat gerakannya. Tubuhnya ambruk ke depan, wajahnya tenggelam di bantal Andi. Ia menghirup aroma suaminya sambil orgasme hebat, memeknya berdenyut-denyut kuat menggenggam kontol Reno.
5116Please respect copyright.PENANAQUf2aYyR3C
Reno terus memompa selama hampir dua puluh menit, berganti posisi beberapa kali — missionary, side fuck, hingga Laras menunggangi di atas. Tubuh Laras sudah tidak berhenti gemetar. Keringat, air mata, dan cairan orgasmenya bercampur di seprai.
5116Please respect copyright.PENANA9xYLFeal6A
Saat Reno merasa sudah dekat, ia menekan Laras dalam-dalam dan menyemburkan sperma panasnya yang kental ke dalam memek Laras. Laras orgasme terakhir yang paling kuat, perutnya terasa penuh dan hangat oleh creampie pertama dari pria lain.
5116Please respect copyright.PENANAQ9URbIRwoO
Mereka berbaring saling berpelukan, napas memburu. Laras menangis pelan di dada Reno, rasa bersalah mulai muncul lagi setelah gelombang obat dan kenikmatan mereda.
5116Please respect copyright.PENANA6dHSS1wxO6
“Apa yang sudah aku lakukan…” bisiknya putus asa.
5116Please respect copyright.PENANA4QKIPR0EOK
Reno mengusap rambutnya dengan lembut tapi dominan. “Ini baru awal, Laras. Tubuhmu sudah milikku. Dan kamu akan minta lagi… dan lagi.”
5116Please respect copyright.PENANAl2H1kCCHds
Di luar, matahari siang masih terik, seolah tidak peduli dengan pengkhianatan yang baru saja terjadi di dalam rumah kontrakan kecil itu.
5116Please respect copyright.PENANAIcGISkPcEz
5116Please respect copyright.PENANAuH6I1U0rV1
5116Please respect copyright.PENANA2MZZSjr4Ip


