5148Please respect copyright.PENANAMCLtpKnsq7
Bab 4: Gelombang Kedua yang Tak Berujung
5148Please respect copyright.PENANA7VeVf7zGyv
Kamar tidur kecil Laras yang biasanya tenang dan penuh aroma lembut sabun lavender kini berubah menjadi sarang nafsu yang pengap. Bau keringat bercampur aroma gairah wanita dan pria memenuhi setiap sudut ruangan. Seprai putih yang biasa rapi kini kusut parah, basah oleh keringat, air mata, dan cairan tubuh yang tumpah ruah. Laras terbaring telentang di tengah tempat tidur, tubuh montoknya yang sawo matang berkilau basah, payudaranya yang D-cup naik turun dengan cepat, putingnya masih merah dan bengkak karena hisapan Reno yang rakus.
5148Please respect copyright.PENANASWvNhHmYyX
Creampie pertama Reno masih hangat di dalam memeknya. Laras bisa merasakan sperma kental pria itu berdenyut pelan di dinding dalamnya, membuat perut bawahnya terasa penuh dan berat. Anal plug yang masih tertanam di lubang analnya menambah sensasi penuh yang aneh namun semakin membuatnya ketagihan. Setiap gerakan kecil membuat plug itu menekan dinding tipis antara memek dan anal, mengirim gelombang listrik kenikmatan ke seluruh sarafnya.
5148Please respect copyright.PENANAMZtXCGIx1Y
Reno berbaring di sampingnya, tubuh kekarnya yang berotot masih tegang. kontolnya belum sepenuhnya lemas, masih setengah keras dan mengkilap oleh sisa cairan Laras. Ia mengusap lembut paha dalam Laras yang gemetar, jari-jarinya sesekali menyentuh bibir memek yang bengkak dan merah.
5148Please respect copyright.PENANAkassrQkjtq
“Kamu lihat kan, Laras?” bisik Reno dengan suara dalam yang penuh kemenangan. “memekmu masih menggigit erat meski sudah penuh spermaku. Tubuhmu dirancang untuk ini. Dirancang untuk dikuasai pria yang tahu cara memuaskannya.”
5148Please respect copyright.PENANAljtX6cIYbC
Laras menutup mata, air mata masih mengalir di pelipisnya. Rasa bersalah menusuk hatinya seperti pisau. “Mas Reno… kita sudah keterlaluan… Ini tempat tidurku dan Andi… Aku… aku nggak bisa lagi…”
5148Please respect copyright.PENANAAmqnNKuYUs
Tapi suaranya lemah, hampir hilang ditelan oleh napasnya yang memburu. Obat perangsang yang diminumnya tadi masih bekerja keras. Api di dalam darahnya belum padam. Malah semakin membara. memeknya berdenyut-denyut, merindukan gesekan lagi meski baru saja diisi penuh.
5148Please respect copyright.PENANAYdXi4BKih8
Reno tersenyum licik. Ia bangkit duduk, lalu menarik Laras ke pangkuannya hingga wanita itu duduk di atas pahanya menghadapnya. Payudara besar Laras menempel di dada kekarnya. Reno meraih kedua payudara itu dengan kedua tangannya, meremasnya kuat sambil memilin puting dengan ibu jari dan telunjuk.
5148Please respect copyright.PENANA8QjLSWqpIJ
“Ahh… sakit… tapi… enak…” erang Laras. Tubuhnya melengkung ke depan secara otomatis.
5148Please respect copyright.PENANAQTCun0Wi05
Reno menunduk, bergantian menyedot kedua puting Laras dengan rakus. Suara isapan basah “slurp… slurp…” memenuhi kamar. Sesekali ia menggigit pelan, membuat Laras menjerit kecil dan mencengkeram bahu Reno. Tangan Reno yang satu turun ke belakang, memainkan anal plug, memutar-mutarnya pelan di dalam lubang anal Laras.
5148Please respect copyright.PENANAMqV4fei1Fg
Sensasi dingin logam plug yang berputar ditambah panas sperma Reno di memeknya membuat Laras orgasme kecil lagi. Cairan beningnya menetes-netes ke paha Reno.
5148Please respect copyright.PENANAFzjhR8Ds46
“Kamu lihat? Bahkan tanpa kontolku masuk, kamu sudah keluar lagi,” ejek Reno sambil tertawa pelan. “Sekarang aku mau pakai sesuatu yang lebih seru.”
5148Please respect copyright.PENANAgQOkHYBUZh
Ia meraih tas kecil yang dibawanya dari rumah sebelah. Dari dalam tas, Reno mengeluarkan sebuah dildo besar berukuran ekstra besar, berwarna hitam mengkilap, dengan urat-urat palsu yang tebal dan kepala yang lebar. Panjangnya hampir 25 cm dengan diameter yang mengerikan.
5148Please respect copyright.PENANAquodcJtjP9
Mata Laras membelalak. “Mas… itu terlalu besar… nggak muat…”
5148Please respect copyright.PENANARC8rvjOr6r
“Muat kok,” jawab Reno tenang. Ia melumasi dildo itu dengan campuran cairan Laras dan spermanya sendiri yang masih menetes dari memek wanita itu. “Obat yang kamu minum bikin tubuhmu sangat elastis sekarang. Kamu akan merasakan penuh banget… sampai perutmu terasa kembung.”
5148Please respect copyright.PENANAYiwrINRREx
Reno membaringkan Laras kembali, membuka lebar kedua kakinya hingga lutut menyentuh dada. memek Laras terpampang sempurna, bibirnya yang bengkak masih menganga sedikit, mengeluarkan campuran cairan putih kental. Reno menekan kepala dildo ke bibir memek itu, menggosok-gosoknya pelan di kristoris yang tegang.
5148Please respect copyright.PENANAjhUgNmvWu2
“Pelan-pelan ya…” pinta Laras dengan suara gemetar, campuran takut dan penasaran.
5148Please respect copyright.PENANAAG1pgKmxf0
Reno mendorong perlahan. Kepala dildo yang lebar meregangkan memek Laras dengan paksa. Sensasi meregang yang menyakitkan membuat Laras menjerit panjang, kakinya menendang-nendang udara.
5148Please respect copyright.PENANAM3SNz2JnFM
“Aaahhhhh…! Besar…! Robek rasanya…! Keluarin…!”
5148Please respect copyright.PENANAqy2dRsrgge
Tapi Reno terus mendorong. Sebentar demi sebentar, dildo itu masuk lebih dalam. Laras bisa merasakan setiap urat palsu yang menggesek dinding dalamnya. Perut bawahnya terasa penuh, hampir seperti ada yang menekan organ dalamnya. Anal plug di belakang membuat ruangannya semakin sempit, sehingga dildo terasa dua kali lebih besar.
5148Please respect copyright.PENANARzALxGKKvH
“Bagus… setengahnya sudah masuk,” bisik Reno puas. Ia mulai memompa dildo itu dengan ritme lambat tapi kuat. Setiap dorongan menghasilkan suara “ploc… ploc… ploc…” yang sangat basah dan mesum. Cairan Laras muncrat kecil setiap kali dildo ditarik keluar.
5148Please respect copyright.PENANAPpYy7txPUi
Laras menangis keras. Air matanya mengalir deras. Tapi pinggulnya justru naik turun mengikuti gerakan dildo. Orgasme keenam datang dengan hebat. Tubuhnya kejang hebat, memeknya menyembur cairan bening yang menyemprot ke perut Reno.
5148Please respect copyright.PENANADEzv0EDNEm
“Oooohhh… aku… mati… terlalu enak…!” jeritnya.
5148Please respect copyright.PENANAQsiM819IA2
Reno tidak berhenti. Ia mempercepat gerakan dildo sambil menunduk menjilat kristoris Laras yang membengkak. Lidahnya berputar cepat di titik paling sensitif itu. Laras orgasme lagi dan lagi, tubuhnya seperti tidak berhenti gemetar. Kakinya kram, jari kakinya menekuk kaku.
5148Please respect copyright.PENANAX8BgHZSoHP
Setelah hampir lima belas menit menyiksa dengan dildo, Reno menariknya keluar perlahan. memek Laras menganga lebar, merah, dan berdenyut-denyut, mengeluarkan banyak cairan kental.
5148Please respect copyright.PENANAkHfkbx2wuj
Sekarang Reno memposisikan dirinya lagi. kontolnya yang sudah kembali keras sepenuhnya didorong masuk ke dalam memek yang sudah sangat longgar dan licin karena dildo tadi. Sensasi panas kontol asli setelah dingin dildo membuat Laras melengkung hebat.
5148Please respect copyright.PENANAmqucMSZgwa
“Panasss… kontol Mas Reno… beda sekali… hidup… berdenyut…” erang Laras.
5148Please respect copyright.PENANAa9PWSjr623
Reno memompa dengan kuat. Ia mengangkat kedua kaki Laras ke bahunya, membuat posisi yang sangat dalam. Setiap hantaman membuat perut Laras naik sedikit karena tekanan. Anal plug masih tertanam, membuat setiap dorongan terasa lebih intens.
5148Please respect copyright.PENANAkLmYGADsGa
Mereka berganti posisi berkali-kali. Reno membalik Laras ke doggy style, menjambak rambutnya sambil memompa dari belakang. Lalu ia duduk di tepi tempat tidur, membiarkan Laras menunggangi kontolnya sambil payudaranya bergoyang liar. Reno menampar pelan bokong Laras, suara “plak… plak…” memenuhi kamar.
5148Please respect copyright.PENANAEqGkifs9N0
“Katakan kamu lebih suka kontolku daripada suamimu!” perintah Reno sambil menampar lebih keras.
5148Please respect copyright.PENANASZ4TM0GM0w
Laras menangis tapi nafsunya sudah di puncak. “Aku… aku lebih suka kontol Mas Reno… lebih besar… lebih kasar… aaahhh…!”
5148Please respect copyright.PENANAzTHjMyDwb0
Orgasme Laras yang kesepuluh datang saat Reno menyemburkan sperma keduanya di dalam memeknya. Kali ini creampie lebih banyak, membuat perut Laras terasa benar-benar kembung dan penuh. sperma putih kental menetes keluar dari sela memeknya yang merah dan bengkak setiap kali Reno menarik kontolnya.
5148Please respect copyright.PENANAIE8MuO07du
Mereka berbaring lelah berdampingan. Reno memeluk Laras dari belakang, tangannya masih bermain-main dengan payudara dan memek yang banjir.
5148Please respect copyright.PENANArwnhkbp83o
“Kamu sudah milikku sekarang,” bisik Reno di telinga Laras. “Besok kita lanjut lagi. Aku punya banyak mainan lain di rumahku. Kamu akan semakin ketagihan.”
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah 5148Please respect copyright.PENANA1KO5UJXjbg
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah5148Please respect copyright.PENANAbg1SsQCrEC
5148Please respect copyright.PENANAPa3PYGP2dx


