Bab 2: Godaan yang Membakar di Tengah Keramaian
441Please respect copyright.PENANAne4juXMNxv
Acara kantor malam itu berlangsung mewah di ballroom hotel bintang lima. Lampu kristal menggantung rendah, cahayanya memantul lembut di setiap sudut ruangan. Laras Pratiwi berdiri di samping Andi, tangannya memegang lengan suaminya dengan lembut. Dress hitam ketat yang ia kenakan malam ini seolah menjadi senjata mematikan. Kain tipis itu membungkus payudara E-cupnya dengan sempurna, membentuk belahan dada yang dalam dan menggoda. Setiap gerakan membuat pinggul lebarnya bergoyang pelan, menarik perhatian banyak mata pria di ruangan.
441Please respect copyright.PENANARZbBwAZ6xx
Andi tersenyum bangga, meski sesekali ia merasa insecure melihat bagaimana rekan-rekannya memandang istrinya. "Kamu benar-benar paling cantik di sini, Sayang," bisiknya.
441Please respect copyright.PENANADtjKePH9zg
Laras tersenyum tipis, tapi pikirannya melayang. memeknya masih terasa lembab sejak malam sebelumnya. Frustrasi yang tak kunjung hilang membuatnya sulit berkonsentrasi. Ia mencoba menikmati suasana, tapi tatapan tajam dari ujung ruangan terus mengganggunya.
441Please respect copyright.PENANAcNLeFLsniC
Mr. Richard Tan.
441Please respect copyright.PENANAACiMTxujQt
Pria itu berdiri dengan aura kekuasaan yang tak tertandingi. Tubuh tingginya yang 180 cm terbalut setelan hitam mahal. Matanya yang tajam kembali menemukan Laras. Kali ini, tatapannya tidak malu-malu. Ia menatap langsung ke belahan dada Laras, lalu turun ke pinggulnya, seolah sedang menilai barang berharga.
441Please respect copyright.PENANAcJtvXTScRe
Andi dipanggil oleh rekan kerjanya untuk berfoto. "Tunggu sebentar ya, Sayang," katanya sebelum pergi.
441Please respect copyright.PENANAxz81oVebNZ
Begitu Andi menjauh, Richard bergerak mendekat dengan langkah percaya diri. Bau parfum mahal pria dewasa itu langsung menyerbu indra penciuman Laras — campuran kayu cedar dan musk yang maskulin, membuat lututnya sedikit lemas.
441Please respect copyright.PENANA0LknGC9AfZ
"Laras," sapanya dengan suara bariton yang dalam. "Kamu sendirian sekarang?"
441Please respect copyright.PENANA1jOllNclgV
"Ya, Pak. Andi sebentar lagi kembali," jawab Laras, berusaha menjaga suaranya tetap tenang. Tapi dadanya naik turun lebih cepat.
441Please respect copyright.PENANADKx3ZMzxbF
Richard tersenyum miring. Ia berdiri sangat dekat, hampir menyentuh tubuh Laras. "Kamu tahu, sejak pertama melihatmu, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu. Tubuhmu... sangat matang. Payudara itu pasti sangat berat dan lembut di tangan."
441Please respect copyright.PENANAtKT0OjoB0Y
Kata-kata vulgar itu diucapkan dengan nada rendah, hanya untuk Laras. Ia merasa memeknya berdenyut keras. Cairan hangat mulai merembes lagi ke celana dalam tipisnya.
441Please respect copyright.PENANACfV1Gd6rVa
"Pak Richard... ini tidak pantas," bisik Laras, tapi suaranya lemah. Matanya malah melirik ke bawah, membayangkan tonjolan besar di celana Richard.
441Please respect copyright.PENANASWv1SjyO8T
Richard tertawa pelan. Tangan kanannya dengan berani menyentuh pinggang Laras, meremas pelan di atas kain dress. "Lihat mata kamu. Kamu basah sekarang, kan? memek kecilmu pasti sudah banjir sperma hanya karena aku berdiri di depanmu."
441Please respect copyright.PENANAgLoJsvUMW9
Laras menggigit bibir. Sensasi sentuhan Richard membuat putingnya mengeras. Ia bisa merasakan panas dari telapak tangan pria itu menembus kain tipis. "Andi... Andi suami saya..."
441Please respect copyright.PENANA8YlGFohnuE
"Suami yang tidak bisa memuaskanmu," potong Richard tegas. "Aku tahu tipe pria seperti Andi. kontol kecil yang tidak pernah bisa berdiri lama. Berapa lama sudah kamu tidak merasakan kontol sungguhan yang tebal dan panjang?"
441Please respect copyright.PENANAv6siLtIAMP
Napas Laras tersengal. Richard semakin berani. Jari telunjuknya menyusuri pinggul Laras ke belakang, hampir menyentuh celah analnya dari atas kain. Laras merinding hebat. Tubuhnya panas, kulitnya terasa sensitif sekali.
441Please respect copyright.PENANAYcbw4MZOb1
"Saya... saya mohon, Pak..."
441Please respect copyright.PENANACiVU3gtMPJ
Richard mendekatkan mulutnya ke telinga Laras. "Bayangkan kontolku yang 21 cm, tebal berurat. Ia akan meregang memekmu sampai penuh. Aku akan memasukkan anal plug dingin ke analmu sambil memompa memekmu tanpa henti. Kamu akan menjerit orgasme berkali-kali sampai air matamu keluar."
441Please respect copyright.PENANAC06vkbKjbd
Laras hampir mendesah keras. memeknya berkontraksi hebat, cairan beningnya membasahi celana dalam hingga menetes sedikit ke paha dalamnya. Bau nafsunya sendiri mulai tercium samar olehnya.
441Please respect copyright.PENANA5eDH6ECjQO
Saat Andi kembali, Richard sudah mundur dengan senyum sopan. Tapi sepanjang malam, godaan berlanjut. Richard mengirim pesan ke nomor Laras yang ia minta diam-diam.
441Please respect copyright.PENANAch6kTktFPZ
Richard: "Sekarang juga ke toilet wanita. Buka dress-mu dan foto memekmu yang basah untukku."
441Please respect copyright.PENANAJqtSmAZdeK
Laras gemetar. Ia berbohong pada Andi bahwa ia ingin ke toilet. Di dalam kubikel toilet mewah, ia mengangkat dress-nya, menurunkan celana dalam yang sudah basah kuyup. memeknya tampak mengkilap, bibirnya bengkak karena nafsu, kristoris menonjol merah.
441Please respect copyright.PENANA6EqeCNx0XK
Ia mengambil foto dan mengirim ke Richard.
441Please respect copyright.PENANA4xOen1HZDM
Balasan Richard datang cepat: "Bagus. Sekarang masukkan dua jari ke dalam dan bayangkan itu kontolku. Gosok cerimu sambil membaca ini: Aku akan menjilati sperma mu sampai bersih, lalu memukul pinggulmu dengan cane sampai merah."
441Please respect copyright.PENANAEkSXaZ0KvH
Laras tidak bisa menahan diri. Di toilet hotel, ia berdiri dengan kaki terbuka, dua jarinya memompa memeknya yang licin. Suara *slosh... slosh...* basah terdengar pelan. Ia membayangkan kontol besar Richard, tubuh tegap pria itu menindihnya, tangan kuatnya meremas putingnya.
441Please respect copyright.PENANAg7eI77oH1v
"Hhhnnngg... ahh..." desahannya tertahan. Kakinya gemetar. Dalam waktu singkat, ia mencapai orgasme kecil yang membuat cairan sperma beningnya muncrat sedikit ke lantai toilet.
441Please respect copyright.PENANAp0sEn46Lk8
Setelah itu, Richard mendekat lagi saat Andi sedang berbicara dengan rekan lain. Kali ini ia berani sekali. Di balik meja tinggi, tangan Richard merayap ke paha Laras, naik ke bawah dress. Jarinya menyentuh memek Laras yang masih basah.
441Please respect copyright.PENANAYqjkig48y5
"Kamu baru saja orgasme di toilet, kan? Bau spermamu masih tercium," bisik Richard sambil tersenyum ke arah Andi yang jauh.
441Please respect copyright.PENANAyow0LcTvg9
Laras menggenggam gelas puting kuat-kuat. Jari Richard menggosok kristoris pelan di bawah meja. Sensasi itu membuatnya hampir gila. Ia merasa bersalah melihat Andi yang tersenyum polos di kejauhan, tapi kenikmatan ini terlalu kuat.
441Please respect copyright.PENANA9pZv8y9SUm
"Besok malam datang ke penthouse saya," bisik Richard sambil memasukkan satu jari ke dalam memek Laras sebentar. "Aku akan tunjukkan apa yang tidak bisa diberikan suami impotenmu. Bawa baju dalam sexy. Aku ingin merobeknya dengan gigi."
441Please respect copyright.PENANAMKk2BFg3kq
Laras hanya bisa mengangguk pelan, napasnya tersengal. Tubuhnya sudah sangat panas. Ketika Richard menarik tangannya, ia merasa kosong dan haus.
441Please respect copyright.PENANAgx2oLOFE46
Pulang malam itu, Laras duduk di mobil di samping Andi yang mengemudi. memeknya masih berdenyut, celana dalamnya basah total. Andi mengajak bicara, tapi Laras hanya menjawab pendek. Pikirannya penuh dengan bayangan kontol besar Richard.
441Please respect copyright.PENANAfOjWI94w86
Di rumah, Laras mandi lama. Air hangat mengalir di tubuhnya, tapi ia tetap membayangkan tangan Richard. Ia menyentuh putingnya sendiri, meremas payudaranya keras sambil membayangkan mulut Richard mengisapnya.
441Please respect copyright.PENANAPRt59VfP6Y
"Andi... maafkan aku," bisiknya pelan di bawah shower. Tapi rasa bersalah itu cepat hilang, digantikan oleh api nafsu yang semakin membesar.
441Please respect copyright.PENANAn7Sl8LCKF3
Malam itu, saat Andi tidur, Laras kembali menyentuh dirinya sendiri. Kali ini lebih liar. Ia memasukkan tiga jari sekaligus, membayangkan Richard memompa memeknya dengan kasar. Tubuhnya melengkung, kakinya mengejang hebat saat orgasme kedua datang. sperma beningnya menyembur cukup banyak hingga membasahi seprai.
441Please respect copyright.PENANAWXnhEe5yhg
Ia tahu, besok malam ia akan melangkah ke jurang. Tapi tubuhnya sudah tidak bisa menolak godaan Mr. Richard Tan.
441Please respect copyright.PENANAYEVq91L9hy


