Bab 3: Api Nafsu yang Tak Terbendung di Mobil dan Undangan Penthouse
453Please respect copyright.PENANAmSvnKirNmf
Pagi setelah acara kantor, Laras bangun dengan tubuh yang masih panas dan gelisah. memeknya terasa bengkak dan sensitif, sisa basah dari masturbasi liar semalam masih meninggalkan noda samar di seprai. Ia melirik Andi yang tidur pulas di sampingnya. Wajah suaminya terlihat damai, tapi Laras merasakan gelombang frustrasi yang semakin kuat. Payudaranya terasa berat, puting merah mudanya mengeras hanya karena mengingat bisikan kotor Richard semalam.
453Please respect copyright.PENANAHkGwN2PzSu
Ia bangkit pelan, mandi air dingin berusaha meredakan panas di tubuhnya. Tapi saat air mengalir di celah memeknya, Laras malah mendesah pelan. Jarinya tanpa sadar menyentuh kristoriskecil yang sudah menonjol, menggosoknya perlahan dengan gerakan melingkar. "Hhh... Richard..." gumamnya tanpa sadar. Bayangan kontol tebal pria itu membuatnya semakin basah, cairan hangat bercampur dengan air shower.
453Please respect copyright.PENANA669jv7Tm3n
Setelah sarapan bersama Andi yang penuh kasih sayang tapi tanpa gairah, ponsel Laras bergetar. Pesan dari Richard.
453Please respect copyright.PENANAQKDqXK3jua
Richard: "Siang ini jam 2. Aku jemput kamu di kafe dekat kantor Andi. Jangan pakai celana dalam. Itu perintah."
453Please respect copyright.PENANAzommoTTkzi
Laras merasa jantungnya berdegup kencang. Ia tahu ini salah. Sangat salah. Tapi tubuhnya bereaksi sebaliknya — memeknya langsung mengeluarkan sperma segar hanya dari membaca pesan itu.
453Please respect copyright.PENANAJJbapbaCmw
Siang harinya, Laras berdandan dengan blouse putih tipis yang agak transparan dan rok pensil hitam ketat di atas lutut. Tanpa celana dalam seperti perintah. Setiap langkah membuatnya merasakan hembusan udara dingin di memeknya yang sudah basah. Ia bertemu Richard di kafe mewah. Pria itu sudah menunggu dengan setelan abu-abu gelap yang membuatnya terlihat semakin dominan.
453Please respect copyright.PENANAScdbkli98N
"Naik mobilku," perintah Richard tanpa basa-basi.
453Please respect copyright.PENANAnJR4x1WLGt
Laras duduk di kursi penumpang mobil mewah Richard yang berbau kulit mahal dan parfum maskulin. Begitu pintu tertutup, Richard mengunci central lock. Tangannya langsung merayap ke paha Laras, mendorong roknya naik perlahan.
453Please respect copyright.PENANA4WwOopcb0g
"Kamu patuh. Bagus," puji Richard dengan suara berat. Jarinya menyentuh memek Laras yang sudah licin. "Lihat ini... sudah banjir sekali. Bau spermamu manis sekali."
453Please respect copyright.PENANAGpSV2qqpj4
Laras mendesah panjang saat dua jari tebal Richard masuk perlahan ke dalam memeknya. Suara *slosh... slosh...* basah terdengar jelas di dalam mobil yang sepi. Richard mengemudi dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memompa memek Laras dengan irama lambat tapi dalam.
453Please respect copyright.PENANAriJkIJan9i
"Ahh... Pak... pelan... ahhnngg..." Laras menggigit bibirnya, kakinya terbuka lebih lebar tanpa sadar. Sensasi jari Richard yang tebal membuat dinding memeknya meregang nikmat. Cairan spermanya mengalir deras, membasahi jok kulit mobil.
453Please respect copyright.PENANARmFT8Gzui0
Richard tertawa rendah. "Panggil aku Richard saja saat kita begini. Katakan, memekmu haus kontol besar ya? Suami impotenmu tidak pernah bisa memuaskan lubang panas ini?"
453Please respect copyright.PENANAkBfogo1mUl
"Ya... haus sekali... kontol Andi terlalu kecil... tidak bisa membuatku puas..." jawab Laras dengan suara parau, rasa bersalah bercampur dengan kenikmatan terlarang.
453Please respect copyright.PENANADzWlEQXxZt
Richard menambah satu jari lagi, sekarang tiga jarinya memompa memek Laras dengan lebih cepat. Tangan kirinya meremas payudara E-cup Laras dari atas blouse, meremas kasar hingga putingnya mengeras menyakitkan. Ia menjepit puting itu dan memutarnya pelan.
453Please respect copyright.PENANAAg2EPJdiGO
"Hhhnnngg!!" Laras melengkungkan punggungnya. Tubuhnya gemetar hebat. Bau nafsu mereka berdua memenuhi mobil. Richard sengaja membuka sedikit jendela agar angin masuk, membuat ujung puting Laras semakin sensitif karena dingin.
453Please respect copyright.PENANAmMi8tKPbCN
Mobil berhenti di lampu merah. Richard memanfaatkan momen itu dengan menunduk dan mengisap puting Laras dari atas kain blouse yang sudah basah oleh ludahnya. Ia menggigit pelan, membuat Laras menjerit kecil.
453Please respect copyright.PENANAE3KijnEQZD
"Richard... orang bisa lihat..." protes Laras lemah, tapi pinggulnya malah mendesak ke depan, ingin lebih dalam.
453Please respect copyright.PENANACLX2KVk9VQ
"Biarkan saja. Aku ingin dunia tahu bahwa istri Andi sebenarnya lonte haus kontol besar," bisik Richard vulgar.
453Please respect copyright.PENANAelIE7jQ4Xf
Ia menarik tangannya dari memek Laras, lalu mengeluarkan sebuah anal plug berukuran sedang dari laci mobil. Plug itu terbuat dari metal dingin dengan permata kecil di ujungnya.
453Please respect copyright.PENANA7iZN9QHR36
"Buka kakimu lebih lebar. Aku mau masukkan ini ke analmu sekarang."
453Please respect copyright.PENANAblCTiKclwX
Laras gemetar. Ia mengangkat pinggulnya, membiarkan Richard menekan ujung plug yang dingin ke lubang analnya. Sensasi dingin yang menyakitkan bercampur kenikmatan saat plug itu masuk perlahan, meregangkan analnya.
453Please respect copyright.PENANADwSlEzEFSk
"Aaahhh... dingin... penuh... ahh!" Laras menangis kecil karena sensasi penuh di belakangnya. Plug itu masuk sepenuhnya, membuat perut bawahnya terasa kembung nikmat.
453Please respect copyright.PENANAZdyKhZpzDp
Richard menyalakan getaran kecil pada plug itu melalui remote. *Bzzz... bzzz...* Getaran itu membuat seluruh tubuh Laras bergetar. memeknya berkontraksi hebat, spermanya menetes ke jok mobil.
453Please respect copyright.PENANArYfVhc4EtT
Sepanjang perjalanan menuju penthouse, Richard terus menyiksa Laras dengan mainan itu. Kadang ia memasukkan jari ke memek Laras sambil mengemudi, kadang memutar plug di analnya. Laras sudah orgasme dua kali di mobil — orgasme kecil yang membuat kakinya gemetar hebat dan air matanya mengalir.
453Please respect copyright.PENANA7EHkEW3ZPq
"Richard... aku mau kontolmu... tolong..." pinta Laras dengan suara memohon saat mereka hampir sampai.
453Please respect copyright.PENANAEgfTrrINQ6
Richard tersenyum puas. "Belum. Malam ini di penthouse aku akan hancurkan kamu sepenuhnya. Aku akan pakai dildo besar, electro-stim di putingmu, dan cane di pinggulmu sampai merah. Baru setelah itu kontol 21 cm ini yang akan merobek memekmu."
453Please respect copyright.PENANAxc9lS7kXW8
Mobil memasuki basement gedung mewah. Richard menarik Laras keluar dengan plug masih terpasang di analnya. Setiap langkah membuat Laras mendesah pelan karena getaran dan sensasi penuh.
453Please respect copyright.PENANAhfZUo5l43U
Di lift menuju penthouse, Richard menekan Laras ke dinding, menciumnya kasar. Lidahnya menari liar di mulut Laras sementara tangannya meremas payudara montok itu dengan brutal. Laras merasakan tonjolan besar di celana Richard menekan perutnya — keras, panas, dan sangat besar.
453Please respect copyright.PENANARdlHlpzWpe
"Besok pagi kamu akan sulit jalan karena memek dan analmu bengkak," ancam Richard sambil menggigit leher Laras.
453Please respect copyright.PENANA30FyiZwb8d
Pintu penthouse terbuka. Ruangan mewah dengan tempat tidur besar dan berbagai mainan BDSM tersusun rapi di rak. Richard mendorong Laras ke dalam, lalu mengunci pintu.
453Please respect copyright.PENANAT3bGIBi5hr
"Strip. Sekarang," perintahnya.
453Please respect copyright.PENANANcPzMbZGoy
Laras dengan tangan gemetar melepaskan semua pakaiannya. Tubuh telanjangnya yang montok terpapar sempurna. Payudara E-cup bergoyang berat, memeknya mengkilap basah, analnya penuh dengan plug yang masih bergetar.
453Please respect copyright.PENANAKbtoDLpG25
Richard mendekat, tangannya meremas pinggul lebar Laras. "Mulai malam ini, kamu adalah simpananku. Dan aku akan ajari tubuhmu kenikmatan yang tidak pernah diberikan suami impotenmu."
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah 453Please respect copyright.PENANAUX6btj9SPC
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah453Please respect copyright.PENANAiW1CVbFyRt


