Bab 3: Uji Coba Pertama – Gangbang Pembuka Neraka
830Please respect copyright.PENANAtZTqSxXLjY
Malam itu, udara di ruang gangbang utama villa Alexander terasa berat dan tebal, penuh aroma campuran parfum mahal, keringat, dan nafsu yang sudah membara. Elena berdiri telanjang di tengah ruangan yang didesain khusus untuk "uji coba". Payudaranya yang baru saja dimodifikasi menjadi K-cup terasa sangat berat, bergoyang-goyang setiap kali ia bernapas. ASI terus menetes pelan dari puting merahnya yang membesar, meninggalkan jejak basah di lantai marmer dingin di bawahnya.
830Please respect copyright.PENANAnxcFUceZDQ
Alexander duduk di kursi besar seperti singgasana, kakinya disilangkan, segelas wine di tangan. Matanya penuh kegelapan dan kepuasan saat melihat hasil modifikasi pertamanya.
830Please respect copyright.PENANA4tFMePWKb9
"Dekatkan dirimu ke sini," perintahnya dengan suara rendah yang penuh kuasa.
830Please respect copyright.PENANAZQ3IbbCjPR
Elena melangkah pelan, kakinya masih gemetar karena efek sisa dari sesi klinik tadi siang. Setiap langkah membuat payudaranya bergoyang berat, ASI menetes lebih deras. Anal plug besar yang masih terpasang di analnya bergetar pelan di level rendah, membuat memeknya terus mengeluarkan cairan bening tipis yang menetes di sepanjang paha dalamnya.
830Please respect copyright.PENANAgwtyvzVTOi
Alexander menarik Elena ke pangkuannya. Tubuh gadis itu langsung menempel padanya. Payudara raksasanya menekan dada pria itu, ASI membasahi kemeja putih Alexander. Ia meremas kedua payudara itu dengan kasar, jari-jarinya tenggelam dalam daging lembut yang penuh dan tegang.
830Please respect copyright.PENANAJqJjF7fgkP
"Ahhhn... pelan-pelan, Tuan... masih sangat sensitif..." erang Elena, suaranya sudah parau. Air mata mulai menggenang lagi di matanya.
830Please respect copyright.PENANAyPEyogDPaN
"Sensitif adalah kelebihanmu sekarang," bisik Alexander sambil menjilat salah satu puting Elena yang bocor. Ia mengisap kuat, *sluuuurp... sluuuurp...*, menyedot ASI manis hangat itu dengan rakus. Tangan kirinya turun ke bawah, memainkan kristoris Elena yang sudah membengkak dan berdenyut.
830Please respect copyright.PENANAKlw0wP1TIk
Foreplay dimulai dengan sangat lambat dan menyiksa. Alexander memerintahkan Elena berlutut di depannya. Ia mengeluarkan kontolnya yang sudah setengah keras. Elena menatapnya dengan campuran ketakutan dan rasa ingin tahu gelap yang mulai tumbuh.
830Please respect copyright.PENANARYKDXG0Pqx
"Hisap," perintah Alexander.
830Please respect copyright.PENANAs26WFOK1JT
Elena membuka mulutnya yang kecil. kontol Alexander terasa panas, berdenyut, dan memiliki bau maskulin yang kuat. Ia mencoba menelan sebanyak mungkin, tapi ukurannya membuatnya tersedak. Air liurnya menetes deras. Alexander memegang kepala Elena dan mendorong lebih dalam, membuat gadis itu menangis sambil mengisap.
830Please respect copyright.PENANAlkIrSd4u7E
"Bagus... lidahmu lincah. Nanti mulutmu juga akan dilatih lebih dalam," puji Alexander sambil mendesah.
830Please respect copyright.PENANAie1B77whEY
Setelah hampir lima belas menit menggoda mulut Elena, Alexander menariknya berdiri. Ia membawa Elena ke tengah ruangan di mana ada rangka suspension sudah dipersiapkan. Tangan Elena diangkat tinggi dan diikat, tubuhnya tergantung sehingga kakinya hanya sedikit menyentuh lantai. Payudaranya yang berat tergantung sempurna, ASI menetes seperti air hujan.
830Please respect copyright.PENANAfgLTmi2bT2
Dua pria berotot bertopeng masuk ke ruangan. Mereka adalah pengawal pribadi Alexander yang sudah terlatih untuk sesi seperti ini. Tubuh mereka kekar, kontol mereka sudah keras dan besar.
830Please respect copyright.PENANAEvG2CAu5bH
"Ini uji coba pertamamu, Elena," kata Alexander sambil berdiri di samping, memegang cane kulit berat. "Kau harus melayani mereka berdua sekaligus sambil aku mengawasi. Tunjukkan padaku seberapa rusak kau bisa menjadi."
830Please respect copyright.PENANA44Ej95hUi4
Salah satu pria langsung mendekat dari belakang. Ia mencabut anal plug Elena dengan kasar. *Plop!* Bunyi basah terdengar nyaring. anal Elena yang sudah agak terbuka berdenyut, terlihat merah dan menggoda. Pria itu langsung menekan kontolnya yang besar ke anal Elena tanpa banyak foreplay tambahan.
830Please respect copyright.PENANAHWPpLs23Ge
"AAAAAHHH!! Terlalu besar... analku robek!!" jerit Elena. Tubuhnya mengejang hebat dalam suspension. Sensasi meregang yang menyakitkan bercampur panas membakar membuat kakinya gemetar tak terkendali.
830Please respect copyright.PENANA6ONQm4twKd
Pria kedua berdiri di depan, menggosok-gosok kontolnya yang panas di permukaan memek Elena yang sudah banjir cairan. Ia menampar kristoris Elena beberapa kali dengan kontolnya. *Plak! Plak! Plak!* Setiap tamparan membuat Elena menjerit kecil dan memeknya berdenyut lebih kuat.
830Please respect copyright.PENANASmRMXhyxdp
Alexander mengayunkan cane-nya ke payudara Elena yang bergoyang. *Swiiish... PLAK!!* Cambukan menyakitkan membuat payudara kiri Elena memerah dan ASI menyembur keluar lebih deras.
830Please respect copyright.PENANAdCEsu3tjmu
"Sakit... Tuan... ampun..." tangis Elena, tapi suaranya sudah mulai bercampur desahan.
830Please respect copyright.PENANAaezstdUvsX
Pria di belakang akhirnya mendorong masuk sepenuhnya ke anal Elena. Sensasi penuh yang ekstrem membuat perut bawah Elena terasa kembung. Pria di depan kemudian mendorong kontolnya ke dalam memek Elena secara bersamaan.
830Please respect copyright.PENANASOhmjN9zlF
Elena menjerit sekuat tenaga. "DUA SEKALIGUS!! Aku penuh... aku robek!! Ahhhhh!!!"
830Please respect copyright.PENANAXU4hIYxLzt
Dua kontol besar bergerak bergantian di dalam memek dan analnya. Suara basah *plok-plok-plok-plok* yang kencang dan memalukan memenuhi seluruh ruangan. Tubuh Elena tergantung lemas di suspension, hanya ikatan di tangannya yang menahan bobot tubuh. Payudaranya bergoyang liar, ASI menyembur tiap kali kedua pria itu mendorong dalam-dalam.
830Please respect copyright.PENANA1GxadMpjwb
Alexander tidak tinggal diam. Ia memasang gag ball ke mulut Elena, membuat gadis itu hanya bisa mengeluarkan suara "Mmmphh! Mmmphhh!!" yang teredam. Kemudian ia memasang hood kulit tipis yang menutup mata Elena, membuat dunianya gelap total. Hanya sensasi tubuh yang tersisa.
830Please respect copyright.PENANA4cts7mwpP6
Tanpa bisa melihat, Elena merasakan segalanya lebih intens. Bau keringat pria-pria itu, suara napas kasar mereka, getaran kontol yang berdenyut di dalam lubangnya, rasa ASI yang menetes ke perutnya sendiri, dan cambukan Alexander yang sesekali mendarat di bokong dan payudaranya.
830Please respect copyright.PENANAqHNcLw77YF
Pria di depan memainkan kristoris Elena dengan jari kasar sambil terus memompa memeknya. Elena mencapai orgasme pertama dalam hitungan menit. Tubuhnya kejang hebat, memeknya berdenyut kuat menggigit kontol yang memasukinya, cairan orgasminya menyembur keluar membasahi paha pria itu.
830Please respect copyright.PENANAgy2xBl04vZ
"Tidak berhenti!" perintah Alexander.
830Please respect copyright.PENANAb9z6jQeAo8
Kedua pria terus bergerak lebih cepat. Mereka berganti posisi, saling bergantian memasuki memek dan anal Elena. Kadang mereka memasukkan keduanya ke satu lubang sekaligus, membuat Elena merasa seperti akan pecah.
830Please respect copyright.PENANAALK3XUehSx
Alexander menyalakan electro-stim di puting Elena. Arus listrik kecil yang menyengat membuat putingnya bergetar hebat dan ASI menyembur seperti air mancur tiap kali denyutannya.
830Please respect copyright.PENANApmUKgqUuUx
"Mmmphhhh!!! Mmmmmm!!!" Elena hanya bisa merintih di balik gag ball. Air mata membasahi hood-nya. Kakinya sudah tidak bisa menopang sama sekali, seluruh berat tubuhnya bergantung pada ikatan tangan dan dua kontol yang sedang menghukum lubangnya.
830Please respect copyright.PENANAKXm3QV311e
Sesi berlanjut hampir satu jam penuh. Elena orgasme berkali-kali hingga ia kehilangan hitungan. Tubuhnya penuh keringat, ASI mengalir tanpa henti, memek dan analnya sudah merah membengkak dan terbuka lebar.
830Please respect copyright.PENANAz2omrZkI91
Akhirnya kedua pria mencapai puncak. Mereka menyemburkan sperma panas mereka secara bersamaan — satu di dalam anal, satu di dalam memek Elena. Sensasi panas dan penuh membuat perut Elena terlihat sedikit kembung. sperma kental menetes keluar dari kedua lubangnya yang sudah rusak ketika kontol-kontol itu dicabut.
830Please respect copyright.PENANA39QT9P2F8N
Elena tergantung lemas, tubuhnya kejang sisa orgasme. Alexander mendekat, membuka hood dan gag ball-nya. Wajah Elena basah air mata, bibirnya bengkak, matanya kosong tapi ada kilau ketagihan yang mulai terbentuk.
830Please respect copyright.PENANAnbRipT3RYs
"Bagaimana rasanya menjadi lonte untuk pertama kali?" tanya Alexander sambil mengusap pipi Elena dengan lembut yang kontras dengan kekejaman tadi.
830Please respect copyright.PENANA0qjIbZ5rxK
Elena hanya bisa terengah-engah. Suaranya serak saat menjawab pelan, "...Sakit... penuh... tapi... tubuhku... masih ingin..."
830Please respect copyright.PENANAqOInfzVdRn
Alexander tersenyum puas. Ia mencium kening Elena. "Ini baru uji coba pertama. Besok akan lebih berat. Kau mulai mengerti sekarang, bukan? Kau lahir untuk ini."
830Please respect copyright.PENANAUi3MYtEOaM
Elena tidak menjawab. Di dalam hatinya, badai emosi berkecamuk — kehinaan, ketakutan, rasa sakit, dan kegelapan baru yang mulai membuatnya ketagihan. Tubuhnya yang sudah dimodifikasi bereaksi jauh lebih kuat dari yang ia bayangkan.
830Please respect copyright.PENANAwaazkh5J8l
Malam itu, setelah dibersihkan dan dirawat oleh pelayan pribadi, Elena berbaring di tempat tidur mewah dengan tubuh penuh bekas. Payudaranya yang raksasa masih menetes ASI, memek dan analnya berdenyut pelan karena sisa-sisa sperma dan pelebaran.
830Please respect copyright.PENANAWdu168OtSd
Ia menyadari satu hal yang menakutkan: meski hatinya masih memberontak, tubuhnya sudah mulai haus akan sensasi rusak yang lebih dalam lagi.
830Please respect copyright.PENANAbMvrrhohyO
830Please respect copyright.PENANArQUrtcyjTJ
830Please respect copyright.PENANAwkrU8YvS6Z


