801Please respect copyright.PENANAfXdPh3Ybbg
Bab 4: Modifikasi Tahap Dua – Pelebaran Neraka yang Menggoda
801Please respect copyright.PENANAYynu2zPyYA
Pagi kedua di klinik modifikasi elit terasa lebih berat dan penuh ketegangan. Elena berjalan memasuki ruang operasi dengan langkah goyah. Payudaranya yang sudah mencapai ukuran K-cup bergoyang berat dengan setiap gerakan, ASI terus menetes pelan dari puting merahnya yang sensitif, membasahi baju rumah sakit tipis yang dikenakannya. memek dan analnya masih terasa berdenyut sakit dan penuh dari sesi gangbang brutal semalam. Tubuhnya sudah mulai berubah, tapi Alexander belum puas.
801Please respect copyright.PENANAjbdX6vYdfU
" Hari ini tahap dua," kata Alexander dengan suara dingin penuh nafsu saat ia duduk di kursi observasi. Matanya menyala seperti predator yang lapar. "Kita akan memperbesar bokongmu jadi raksasa, melebarkan memek dan analmu hingga expandable maksimal, serta memasang implant sensor orgasme di seluruh titik sensitifmu. Kau akan merasakan segalanya berkali lipat lebih kuat."
801Please respect copyright.PENANATtT6jrV0rc
Elena menggigil. "Tuan... aku masih sakit dari semalam... tolong beri aku waktu istirahat..."
801Please respect copyright.PENANAzAy7Wu5jMc
Alexander berdiri dan mendekat. Ia meremas payudara kiri Elena dengan kasar hingga ASI menyembur keluar membasahi tangannya. "Waktu istirahat adalah untuk manusia biasa. Kau bukan manusia lagi. Kau adalah calon juara lomba slave. Semakin rusak, semakin baik."
801Please respect copyright.PENANA5sJHRuAK91
Elena dibaringkan telungkup di meja operasi khusus yang bisa diatur kemiringannya. Wajahnya menghadap ke bawah, bokongnya diangkat tinggi dengan bantal tebal. Tangan dan kakinya diikat kuat dengan tali kulit. Dokter memasukkan selang enema besar ke anal Elena untuk membersihkan dan meregangkannya terlebih dahulu.
801Please respect copyright.PENANAq7gxRDdmQs
Cairan hangat mengalir masuk perlahan. Elena merintih panjang, perutnya terasa kembung dan penuh. "Ahhh... penuh sekali... perutku... mau pecah..."
801Please respect copyright.PENANA9n2GCrXQfH
Dokter memijat perut Elena dengan kuat agar cairan masuk lebih dalam. Sensasi dingin dan penuh membuat analnya berdenyut hebat. Setelah beberapa menit, cairan dikeluarkan, meninggalkan anal Elena yang sudah lebih longgar dan basah.
801Please respect copyright.PENANAnQbUtIhh64
Foreplay pelebaran dimulai dengan sangat intens. Alexander sendiri yang memimpin. Ia melumuri tangan dan lengan bawahnya dengan cairan orgasme hangat beraroma manis, lalu mulai memasukkan jari demi jari ke anal Elena.
801Please respect copyright.PENANAW3LcIKYlc3
Satu jari... dua... tiga... empat...
801Please respect copyright.PENANAe8Iyb5vg54
Elena menjerit saat empat jari sekaligus memasuki analnya. "Terlalu banyak! analku meregang sakit... panas... ahhhh!!"
801Please respect copyright.PENANA2XPbxBqtwb
Alexander memutar tangannya perlahan, meregangkan dinding anal Elena dengan sabar tapi tanpa ampun. Suara basah *squish... squish...* terdengar jelas. Ia menambahkan jempol, lalu perlahan mendorong seluruh kepalan tangannya masuk.
801Please respect copyright.PENANA0sIApv4qvZ
Elena menangis tersedu-sedu. Tubuhnya gemetar hebat, keringat membasahi punggung dan payudaranya yang tergantung. Sensasi penuh ekstrem membuat perut bawahnya terasa dipenuhi api. Bau cairan orgasme manis bercampur aroma tubuhnya sendiri yang semakin kuat.
801Please respect copyright.PENANABZsbtyTqdg
"Bagus... analmu sudah mulai melahap kepalan tanganku," bisik Alexander serak. Ia memompa pelan kepalan tangannya di dalam anal Elena sambil tangan kirinya memainkan kristoris yang sudah basah banjir.
801Please respect copyright.PENANA90NOz4FVBv
Dokter menyuntikkan cairan pelebar khusus ke dinding memek dan anal Elena. Cairan itu membuat jaringan menjadi lebih elastis dan sensitif. Rasa panas seperti terbakar menyebar, membuat Elena menggeliat liar dalam ikatan.
801Please respect copyright.PENANAHR281kmeHR
Selanjutnya, sebuah dildo raksasa dengan diameter semakin membesar dari ujung ke pangkal dipasang di mesin fucking machine. Dildo itu sebesar lengan pria dewasa. Alexander menyalakan mesin di kecepatan lambat.
801Please respect copyright.PENANAcigLc8wfNx
*Thrust... thrust... thrust...*
801Please respect copyright.PENANA4JHElYzbUc
Setiap dorongan masuk lebih dalam, meregangkan anal Elena hingga batas maksimal. Elena menjerit tanpa henti, "Robek!! analku robek!! Terlalu besar... Tuan... aku tidak kuat!!"
801Please respect copyright.PENANAoRTWuulZJH
Tapi mesin terus bergerak. Setelah sepuluh menit, Alexander memindahkan dildo ke memek Elena. memeknya yang lebih sempit awalnya menolak, tapi dengan bantuan cairan orgasme dan dorongan kuat, dildo raksasa itu akhirnya masuk hingga setengah. Perut Elena terlihat membuncit setiap kali mesin mendorong penuh.
801Please respect copyright.PENANAX8Meq4t1YR
Alexander memasang electro-stim pad di kristoris dan puting Elena. Arus listrik kecil diatur naik turun secara acak. Setiap denyut listrik membuat Elena kejang, ASI menyembur deras dari payudaranya, dan cairan orgasme menetes dari memeknya yang sedang diregangi.
801Please respect copyright.PENANANgL8hVqfCf
Untuk meningkatkan sensasi, Alexander memasang hood kulit tebal yang menutup seluruh kepala Elena kecuali lubang hidung. Gag ball besar dimasukkan ke mulutnya, membuat suaranya hanya menjadi erangan teredam yang memalukan: "Mmmphhh!!! Mmmmmmhhhh!!!"
801Please respect copyright.PENANA8uZSayinnO
Dunia Elena menjadi gelap dan hanya penuh sensasi. Ia bisa mendengar suara mesin *whirrr... plok-plok-plok...*, merasakan panas dildo raksasa yang berdenyut di dalam memeknya, getaran electro di kristoris, berat payudaranya yang penuh ASI, dan bau keringat serta cairan tubuh yang semakin pekat.
801Please respect copyright.PENANAc2HNBBq7Rq
Alexander naik ke meja dan memasukkan kontolnya yang keras ke mulut Elena meski ada gag ball, menggesek-gesek di bibirnya yang teregang. "Bayangkan ini nanti di panggung lomba. Puluhan kontol akan memenuhi semua lubangmu sekaligus."
801Please respect copyright.PENANAzgGo2gHJ73
Sesi pelebaran berlanjut hampir dua jam. Mesin fucking machine dinaikkan ke kecepatan sedang. Dildo berganti ukuran semakin besar. Elena orgasme berkali-kali hingga tubuhnya kejang tak terkendali. Kakinya gemetar hebat, air mata membasahi bagian dalam hood, perutnya kembung karena cairan dan pelebaran.
801Please respect copyright.PENANAjDNKWg0GX7
Dokter kemudian memasang implant sensor orgasme kecil di dalam memek, anal, dan sekitar kristoris Elena. Setiap kali ia merasakan rangsangan, sensor akan memperkuat sinyal kenikmatan ke otaknya.
801Please respect copyright.PENANAkDd6dpSfIt
"Implant ini akan membuatmu orgasme hanya dengan sentuhan ringan nanti," jelas dokter sambil tersenyum.
801Please respect copyright.PENANA4E4FwcXUfK
Alexander mencabut dildo raksasa dan langsung memasukkan dua anal plug berukuran ekstra besar secara bertahap. Plug pertama masuk ke anal, plug kedua ke memek. Keduanya bergetar kuat dan bisa mengembang otomatis.
801Please respect copyright.PENANAdDuIOSMnxa
Elena merasa seperti dua balon sedang mengembang di dalam tubuhnya. Sensasi penuh, meregang, dan berdenyut membuatnya pingsan sebentar. Saat sadar, ia langsung orgasme lagi tanpa disentuh, cairan menyembur keluar dari sela plug.
801Please respect copyright.PENANAtXJNr9uuUH
Alexander membuka hood Elena. Wajah gadis itu sudah berantakan total — air mata, air liur, dan riasan yang luntur. Matanya sayu, penuh campuran kehinaan dan ketagihan yang semakin kuat.
801Please respect copyright.PENANAuMeOxtzRtl
"Kau lihat dirimu sekarang?" Alexander memegang dagu Elena dan memaksanya melihat cermin besar di depan. Bokongnya sudah terlihat jauh lebih besar dan bulat, memek dan analnya terbuka lebar meski ada plug, payudaranya bocor ASI tanpa henti.
801Please respect copyright.PENANAyTXTMDtSar
"Aku... aku sudah rusak..." bisik Elena dengan suara serak.
801Please respect copyright.PENANAUe2mgbaZHi
"Belum cukup rusak," jawab Alexander sambil tersenyum sadis. Ia menampar bokong Elena yang baru dibesar dengan keras. *PLAK! PLAK! PLAK!* Bekas merah terlihat jelas.
801Please respect copyright.PENANAff3ewMPaaH
Sesi dilanjutkan dengan suspension total. Tubuh Elena digantung di udara dengan tali di pergelangan tangan dan kaki, posisi spread eagle. Alexander memasang chastity belt khusus yang memiliki lubang kecil untuk plug dan electro-stim.
801Please respect copyright.PENANADdmkdo2YZy
Ia mengaktifkan semua alat sekaligus: plug mengembang dan bergetar maksimal, electro-stim di kristoris dan puting, fucking machine dengan dildo sedang memompa memek Elena secara bergantian.
801Please respect copyright.PENANAL6cqSbDpQD
Elena menjerit hingga suaranya habis. Tubuhnya berputar pelan dalam suspension, payudaranya bergoyang liar menyembur ASI, cairan dari memeknya menetes deras ke lantai membentuk genangan.
801Please respect copyright.PENANAFYfpodb2TV
"Tuan... aku... aku mau mati... terlalu enak... terlalu sakit... campur aduk!!" erangnya di sela gag ball yang sudah dilonggarkan.
801Please respect copyright.PENANAKAW0eTHnPf
Alexander berdiri di depan, memompa kontolnya sambil menatap Elena yang tergantung seperti boneka seks rusak. Ia menyemburkan sperma panasnya ke payudara dan wajah Elena sebagai tanda kepemilikan.
801Please respect copyright.PENANAeln9JAMOC0
Modifikasi tahap dua berakhir setelah hampir tiga jam. Elena dibaringkan lemas di tempat tidur pemulihan. Tubuhnya penuh bekas, lubangnya masih terbuka lebar, plug permanen sudah terpasang, bokongnya kini menjadi aset raksasa yang sempurna untuk kompetisi.
801Please respect copyright.PENANAwTmZhvGM6k
Alexander mengusap rambut Elena dengan lembut, kontras dengan kekejamannya tadi. "Kau semakin mendekati kesempurnaan. Besok tahap tiga akan lebih gila. Kau sudah mulai menikmati, bukan?"
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah 801Please respect copyright.PENANAf4sLmOzRet
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah
801Please respect copyright.PENANAHmDki8ppBY
801Please respect copyright.PENANAhuH7fZFDvo
801Please respect copyright.PENANAD3h8ao4sS0


