Bab 2: Suntikan Pertama – Payudara yang Membengkak
828Please respect copyright.PENANAxDLjASbHPH
Pagi berikutnya datang terlalu cepat. Elena terbangun di kamar mewah yang asing dengan tubuh masih lemah dan perasaan malu yang membakar. Anal plug kecil yang dipasang Alexander semalam masih berada di dalam analnya, meski getarannya sudah dimatikan. Setiap gerakan membuatnya merasakan sensasi penuh yang aneh, seperti ada benda asing yang terus mengingatkannya akan status barunya.
828Please respect copyright.PENANALFcWdNQEw9
Alexander sudah berdiri di ambang pintu, mengenakan setelan jas hitam yang sempurna. "Mandilah cepat. Kita berangkat ke klinik sekarang. Jangan buang waktu."
828Please respect copyright.PENANAEg0gWscSCJ
Elena tidak berani membantah. Di bawah pancuran air hangat, ia mencoba membersihkan bekas sperma kering Alexander di punggungnya. Tapi semakin ia menyentuh tubuh sendiri, semakin ia teringat sentuhan pria itu semalam. Putingnya (puting kecilnya) masih terasa sensitif dan sedikit bengkak.
828Please respect copyright.PENANAJQzpE1ciWQ
Perjalanan menuju klinik modifikasi elit rahasia memakan waktu hampir dua jam. Mobil mewah meluncur mulus keluar kota menuju sebuah bangunan modern tersembunyi di balik hutan buatan. Begitu masuk, aroma antiseptik bercampur dengan bau manis obat perangsang langsung menyerang penciuman Elena.
828Please respect copyright.PENANAhSciVP0Nkt
Seorang dokter wanita berusia sekitar 40 tahun, berpakaian putih ketat, menyambut mereka dengan senyum profesional. "Selamat datang, Tuan Gunawan. Ini calon slave baru Anda? Sangat imut. Bahan baku yang bagus."
828Please respect copyright.PENANAmsNJpEUBy0
Alexander mendorong Elena ke depan. "Mulai dengan tahap satu. Payudara K-cup dengan produksi ASI permanen. Buat sebesar mungkin, sensitif maksimal."
828Please respect copyright.PENANAePDrozcFt1
Elena mundur selangkah, suaranya gemetar. "Tunggu... aku belum siap. Tolong jangan lakukan ini..."
828Please respect copyright.PENANAgPGbXPWfTy
Dokter hanya tersenyum. "Sayang, di sini tidak ada kata siap atau tidak. Kau sudah menjadi milik Tuan Alexander."
828Please respect copyright.PENANABdJInauDAa
Elena dibawa ke ruang operasi khusus yang terang benderang. Tubuhnya dilucuti habis hingga telanjang bulat. Dua perawat pria yang kekar mengikat tangan dan kakinya ke meja operasi berbentuk X yang bisa diatur posisi. Kakinya dibuka lebar, memperlihatkan memek dan analnya yang masih agak merah dari sesi semalam.
828Please respect copyright.PENANArXSxZsHLPj
Alexander duduk di kursi observasi tepat di depan meja, kakinya disilangkan, menikmati pemandangan.
828Please respect copyright.PENANAEhNTOSOxaX
Dokter mendekat dengan jarum suntik besar yang berisi cairan berwarna keemasan. "Ini akan membuat kelenjar ASI Anda aktif secara permanen dan membesarkan jaringan payudara secara drastis dalam waktu singkat. Rasa sakitnya akan luar biasa, tapi... menyenangkan."
828Please respect copyright.PENANAHSdaIULB9v
Elena meronta keras saat jarum pertama menusuk sisi kiri payudaranya. "Aaaahhh! Panas! Sakit sekali!"
828Please respect copyright.PENANAgTNnLFGuXi
Cairan itu seperti api yang menyebar di bawah kulit. Payudara kirinya mulai terasa panas, berdenyut, dan membengkak secara nyata dalam hitungan menit. Kulitnya meregang, urat-urat halus terlihat. puting kecilnya membesar dan mengeras, berwarna lebih gelap.
828Please respect copyright.PENANAbQwMNfjw4n
Dokter menyuntik payudara kanan dengan jarum kedua. Elena menjerit lebih keras, tubuhnya melengkung, keringat dingin membasahi dahi dan lekuk tubuhnya. Sensasi panas yang membakar bercampur dengan getaran aneh yang turun ke perut bawahnya.
828Please respect copyright.PENANAeeCLdnJlxO
Alexander berdiri dan mendekat. Ia meremas payudara Elena yang sedang membengkak dengan kedua tangan. "Lihat ini... sudah hampir D-cup dalam 10 menit saja. Bayangkan nanti jadi K-cup yang selalu penuh dan bocor."
828Please respect copyright.PENANATpINepcIql
Elena menangis, tapi suaranya mulai bercampur desahan yang tak terkendali. "Ahh... panas... berat... jangan remas terlalu keras..."
828Please respect copyright.PENANASUONb6Qc3c
Tapi Alexander justru meremas lebih kuat. Jari-jarinya meninggalkan bekas merah di kulit yang sedang meregang. Ia menunduk dan mengisap puting kiri Elena dengan rakus. *Slurrp... slurrp...* Bunyi isapan basah memenuhi ruangan.
828Please respect copyright.PENANA85BCbCXzlt
ASI pertama keluar! Rasa manis hangat menyembur tipis ke mulut Alexander. Elena menjerit campur antara sakit dan kenikmatan yang memalukan. Tubuhnya kejang, cairan bening mulai menetes dari memeknya yang terbuka lebar karena kakinya direntangkan.
828Please respect copyright.PENANAChTeMWqeam
Dokter tersenyum. "Bagus. Responsnya sangat tinggi. Sekarang kita percepat prosesnya."
828Please respect copyright.PENANAB7015y6AXJ
Ia memasang dua pompa penghisap besar ke payudara Elena. Mesin dinyalakan di kekuatan sedang. *Whirrr... sluuuurp... sluuuurp...* Payudara Elena ditarik masuk ke dalam tabung kaca, membengkak semakin cepat. ASI mulai menyembur keluar secara teratur, mengalir ke tabung koleksi.
828Please respect copyright.PENANAq4H4D1fLXV
Sementara itu, Alexander tidak tinggal diam. Ia mengambil sebuah dildo besar berukuran sedang dari meja alat. Dildo itu hitam mengkilap, bertekstur urat-urat tebal. Ia melumurinya dengan cairan orgasme hangat yang berbau manis, lalu menekannya perlahan ke pintu memek Elena yang sudah basah.
828Please respect copyright.PENANAIqQaeVZZMi
"Ahhhh! Terlalu besar... pelan-pelan..." Elena menggigit bibirnya hingga berdarah. Sensasi meregang yang kuat membuat dinding memeknya berdenyut hebat. Dildo itu masuk perlahan, senti demi senti, mengisi ruang yang belum pernah terisi sebesar ini.
828Please respect copyright.PENANAr1EbRFJbJT
Alexander memompa dildo itu dengan gerakan lambat tapi dalam, memutar-mutarnya agar tekstur uratnya menggesek setiap lipatan sensitif. "Rasakan, Elena. Ini baru permulaan. Nanti lubangmu akan bisa menelan yang jauh lebih besar."
828Please respect copyright.PENANA5Ozk9V9rY1
Elena menangis tersedu, tapi pinggulnya mulai bergerak pelan mengikuti irama. Rasa penuh di analnya karena plug, ditambah dildo yang memompa memeknya, membuat sensasi ganda yang gila. Bau amis manis cairan tubuhnya sendiri bercampur aroma ASI yang manis susu memenuhi ruangan.
828Please respect copyright.PENANARXJbpix0XE
Dokter menambah kekuatan pompa payudara. Payudara Elena sekarang sudah mendekati ukuran G-cup, kulitnya mengkilap tegang, urat-urat biru terlihat jelas. ASI menyembur lebih deras tiap kali Alexander mendorong dildo lebih dalam.
828Please respect copyright.PENANAwEpnHLpXaU
"Bagus sekali," puji Alexander dengan suara serak nafsu. Ia menampar pelan payudara yang sedang dihisap pompa itu. *Plak! Plak!* Suara tamparan basah karena ASI membuat Elena menjerit.
828Please respect copyright.PENANAiykLHZVfgt
Kemudian Alexander mengganti dildo dengan yang lebih besar. Ukuran ini sudah mendekati lengan bawahnya. Ia memaksa masuk perlahan sambil jarinya memainkan kristoris Elena yang sudah membengkak dan berdenyut.
828Please respect copyright.PENANAnFfguizPwg
"AAAAAHHH!! Meregang... sakit... tapi... dalam sekali..." Elena menangis keras. Air mata mengalir deras ke samping wajahnya. Kakinya gemetar hebat dalam ikatan, otot paha berkedut-kedut tak terkendali.
828Please respect copyright.PENANAR985FopDr2
Alexander membungkuk dan berbisik kotor di telinga Elena, "Kau suka kan? memekmu sudah menggigit dildo ini seperti pelacur lapar. Bayangkan nanti di panggung kompetisi, puluhan pria akan memasukkan kontol mereka bergantian ke lubangmu yang sudah expandable ini."
828Please respect copyright.PENANA9YMj7TnDBu
Elena mencapai orgasme pertama di klinik. Tubuhnya mengejang hebat, memeknya berdenyut kuat mengeluarkan cairan orgasme yang menyembur keluar mengguyur tangan Alexander. ASI dari payudaranya menyembur lebih deras, memenuhi tabung hingga setengah.
828Please respect copyright.PENANAuD4RhMHJkr
Tapi Alexander belum selesai.
828Please respect copyright.PENANA81Q4smfZFS
Ia memerintahkan perawat memasang suspension ring sederhana. Tangan Elena diangkat tinggi, tubuhnya setengah tergantung sehingga payudaranya yang sangat berat tergantung dan bergoyang-goyang. ASI menetes terus dari putingnya yang memerah.
828Please respect copyright.PENANAa1QHuD3fWG
Alexander berdiri di belakang Elena yang tergantung. Ia mencabut plug dari analnya, lalu menggantinya dengan anal plug yang lebih besar, bergetar kuat. *Plop!* Bunyi masuknya plug yang lebih tebal membuat Elena menjerit lagi.
828Please respect copyright.PENANAptiH2Pnv9e
Kemudian ia mengambil fucking machine kecil portabel. Mesin itu diposisikan tepat di depan memek Elena. Dildo raksasa di ujungnya mulai bergerak maju mundur otomatis.
828Please respect copyright.PENANAyVJ9cBHiNq
*Thrust... thrust... thrust...*
828Please respect copyright.PENANA4tFNHz4t5t
Irama mesin stabil tapi kuat. Setiap masuk penuh, perut Elena terlihat sedikit membuncit karena kedalaman. Suara basah *plok-plok-plok* yang memalukan memenuhi ruangan klinik.
828Please respect copyright.PENANAL0brCjadep
Alexander berdiri di depan, memegang wajah Elena yang sudah basah air mata. Ia mencium bibir gadis itu dengan kasar, lidahnya menjelajah dalam sambil tangannya memilin puting yang bocor ASI.
828Please respect copyright.PENANAEb8boK6l7P
"Kau milikku, Elena. Tubuh ini akan aku ubah jadi yang paling sempurna. Kau akan ketagihan rasa rusak ini," bisiknya di sela ciuman.
828Please respect copyright.PENANAtSQ1TIzOMR
Elena hanya bisa mendesah dan menangis. Sensasi di mana-mana: payudaranya yang berat dan penuh, analnya yang penuh getaran, memeknya yang dipompa mesin tanpa ampun, kristoris yang digosok jari Alexander. Bau keringat, ASI, dan cairan cinta bercampur jadi satu aroma erotis yang memabukkan.
828Please respect copyright.PENANAWS2zwXBtWK
Orgasme kedua datang lebih kuat. Tubuh Elena kejang hebat dalam suspension, kakinya menendang-nendang lemah, air mata mengalir deras. memeknya berdenyut-denyut mengeluarkan cairan bening yang menyembur mengikuti irama mesin.
828Please respect copyright.PENANAjT0ys0Eckp
Alexander akhirnya mematikan mesin setelah hampir satu jam. Payudara Elena sekarang sudah mencapai ukuran K-cup yang sempurna, berat, penuh, dan terus menetes ASI tanpa henti. Kulitnya mengkilap, sensitif sekali hingga hembusan angin saja membuatnya menggigil.
828Please respect copyright.PENANALtjEPD9Bnz
Dokter mencatat data dengan puas. "Modifikasi tahap satu sukses. Produksi ASI sudah stabil. Respons orgasme sangat tinggi."
828Please respect copyright.PENANAyUae1TlWHp
Alexander melepaskan Elena dari ikatan dan memeluk tubuh gadis yang lemas itu. Ia mengusap punggung Elena dengan lembut yang kontras dengan tindakannya tadi. "Kau hebat hari ini. Malam ini di villa, kita akan lanjut uji coba yang lebih dalam."
828Please respect copyright.PENANAbrfIRh0xSv
Elena hanya bisa bersandar lemah di dada Alexander, payudaranya yang raksasa menekan tubuh pria itu, ASI menetes membasahi jasnya. Di dalam hatinya, pemberontakan masih ada, tapi sudah mulai retak.
828Please respect copyright.PENANA3Vd7VS1VSs
Ada rasa ketagihan kecil yang mulai tumbuh. Sensasi tubuh yang berubah drastis ini... membuatnya takut sekaligus penasaran gelap.
828Please respect copyright.PENANASJ0MVX7sIl
Malam ini, ia tahu, akan lebih brutal lagi.
828Please respect copyright.PENANAEn9fWfq1A7


