Bab 3: Pisau dan Payudara Baru
1558Please respect copyright.PENANA7rE3NMomfs
Pagi itu udara Jakarta terasa lebih berat dari biasanya. Mobil hitam mewah Darius kembali menjemput Sinta dan Bima tepat jam 7. Tak ada kata-kata yang terucap selama perjalanan menuju klinik modifikasi bawah tanah. Sinta duduk dengan tangan dingin, memandang keluar jendela sambil berusaha menahan air mata. Bima di sampingnya hanya bisa menatap lantai mobil, chastity belt baru yang mengunci kontol kecilnya terasa semakin berat dan menyiksa setiap kali mobil melewati jalan berlubang.
1558Please respect copyright.PENANAIu4UZZQllE
Mobil memasuki basement gedung tinggi di kawasan Sudirman yang tampak biasa saja dari luar. Pintu baja tebal terbuka otomatis setelah sopir memasukkan kode. Mereka turun ke lift pribadi yang langsung membawa mereka semakin dalam ke bawah tanah. Bau antiseptik yang tajam bercampur aroma steril ruang operasi langsung menyambut begitu pintu lift terbuka.
1558Please respect copyright.PENANAXfJ0n6lydF
Dr. Nadia sudah menunggu di koridor putih bersih, mengenakan jas dokter ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang atletis. Di belakangnya berdiri dua perawat berpakaian serba hitam dengan ekspresi datar.
1558Please respect copyright.PENANAYiZyixr02f
"Selamat datang di Klinik Modifikasi Darius," kata Dr. Nadia dengan suara profesional namun dingin. "Hari ini tahap pertama: augmentasi payudara menjadi I-cup hiper dan filler bibir injector. Proses akan memakan waktu sekitar empat jam operasi, ditambah pemulihan awal."
1558Please respect copyright.PENANAr4PDIJVRZF
Sinta merasa lututnya lemas. "Apakah... sakit, Dok?"
1558Please respect copyright.PENANAA9i0jA504B
Dr. Nadia tersenyum tipis. "Anestesi total. Tapi setelah bangun, sensasi akan sangat intens. Saraf baru yang kami tambahkan akan membuat payudara Anda jauh lebih sensitif daripada sebelumnya."
1558Please respect copyright.PENANAWXbRl7wKeA
Mr. Darius muncul dari ruang observasi, tersenyum puas. "Bima, kamu akan menonton semuanya dari ruang kaca di sebelah. Sinta, lepaskan semua pakaianmu sekarang."
1558Please respect copyright.PENANARR6zejoZeg
Di ruang ganti steril, Sinta melepas baju satu per satu dengan tangan gemetar. Kulit sawo matangnya yang halus terpapar udara dingin ruangan. Payudaranya yang sedang naik turun cepat karena napasnya yang memburu. Puting (puting) kecilnya mengeras karena dingin dan ketakutan. Ia menutup area memeknya dengan tangan, tapi Darius langsung menepisnya.
1558Please respect copyright.PENANA4Mv1mIjqAe
"Jangan tutupi. Mulai hari ini, tubuh ini milik program," katanya tegas.
1558Please respect copyright.PENANANUZ3GRSnLv
Mereka membawa Sinta ke meja operasi yang dingin. Lampu sorot terang menyilaukan matanya. Dr. Nadia menyuntikkan obat penenang awal ke lengan Sinta. Rasa hangat menyebar cepat di pembuluh darahnya.
1558Please respect copyright.PENANAoOq3YEUkCs
"Sebelum anestesi total, kita beri sedikit preview," kata Dr. Nadia sambil memasang elektroda kecil di kedua puting Sinta. Alat electro-stim diaktifkan pelan.
1558Please respect copyright.PENANA438XOUCFls
"Ahh...!" Sinta menggeliat. Getaran listrik kecil mengalir dari puting ke seluruh dada, membuatnya panas dan berdenyut. Cairan hangat mulai merembes dari celah memeknya yang kini terbuka di bawah lampu terang. Bau manis cairan tubuhnya samar tercium di ruangan steril.
1558Please respect copyright.PENANAKwH2fkovYg
Bima di ruang observasi hanya bisa menekan kaca tebal dengan kedua tangan. kontolnya berusaha membesar dalam sangkar logam, menyebabkan rasa sakit berdenyut yang membuat keringat dingin mengalir di punggungnya. "Sinta... maafkan aku," bisiknya parau.
1558Please respect copyright.PENANAvIlS12KvaM
Anestesi total disuntikkan. Mata Sinta perlahan tertutup. Dunia menjadi gelap.
1558Please respect copyright.PENANAaaRFhcowvD
Operasi berjalan selama hampir empat jam. Dr. Nadia bekerja dengan presisi tinggi. Implant silikon hiper khusus dimasukkan melalui sayatan kecil di bawah lipatan payudara. Ukuran I-cup yang sangat penuh dan berat dibentuk sempurna, dengan saraf tambahan yang dihubungkan ke titik-titik sensitif. Bibir Sinta disuntik filler khusus sehingga menjadi tebal, empuk, dan mengkilap alami, sempurna untuk melumat kontol pria dalam waktu lama.
1558Please respect copyright.PENANAfahEAhKKeX
Ketika Sinta sadar, ia merasa dadanya sangat berat. Pandangannya masih kabur. Ia mencoba menggerakkan tangan dan langsung menyentuh payudara barunya.
1558Please respect copyright.PENANAVcXbcQFOh7
"Oh... Tuhan..." desahnya lemah.
1558Please respect copyright.PENANAT2GWqvyzzf
Payudaranya kini sangat besar, kencang, dan penuh. Kulitnya terasa super halus dan sensitif. Hanya sentuhan ringan jarinya saja sudah membuat puting yang kini lebih besar dan menonjol berdenyut hebat. Sensasi panas dan listrik kecil menyebar ke perut bawahnya. Area memeknya langsung basah tanpa disentuh.
1558Please respect copyright.PENANAdXT4FvPZXI
Dr. Nadia mendekat. "Bagaimana rasanya, Sinta?"
1558Please respect copyright.PENANAGdxbMnWr4e
"Berat... panas... dan... sangat sensitif," jawab Sinta dengan suara parau. Bibir barunya terasa penuh dan asing saat berbicara.
1558Please respect copyright.PENANAbq40HQuSRN
Darius masuk ke ruangan pemulihan. Matanya langsung lapar melihat hasil karya itu. "Sempurna. Bangunlah perlahan. Kita akan uji sensitivitasnya sekarang."
1558Please respect copyright.PENANAlxs42UOn1Z
Sinta dibantu duduk. Payudara I-cup hipernya bergoyang berat, menarik kulit dada karena gravitasinya. Setiap gerakan membuat puting berdenyut. Darius mendekat dan meniup pelan ke salah satu puting.
1558Please respect copyright.PENANAg7tl4L1P4p
"Haaahh...!" Sinta menggeliat hebat. Sensasi dingin hembusan napas Darius saja sudah seperti listrik. Kakinya gemetar, cairan bening bening mengalir deras dari memeknya ke seprai.
1558Please respect copyright.PENANAHpfJIFkiui
"Responsif sekali," puji Dr. Nadia sambil mencatat. Ia memasang alat electro-stim kecil di kedua puting dan di kristorisSinta. "Ini baru level rendah."
1558Please respect copyright.PENANACQ2HkKYKxs
Getaran mulai. Sinta menjerit pelan. Tubuhnya melengkung. Payudara besarnya bergoyang-goyang menggoda. Cairan orgasme pertamanya menyembur kecil dari memek, membasahi paha dalamnya. Bau musk seksual memenuhi ruangan.
1558Please respect copyright.PENANA0QWjj17Me7
Bima dipaksa masuk ke ruangan. Wajahnya pucat pasi melihat istrinya yang sudah berubah. Payudara raksasa yang kini menghiasi tubuh Sinta membuatnya terpana sekaligus hancur.
1558Please respect copyright.PENANAOvG08G7eyu
"Lihat istri kamu, Cleaner," kata Darius sambil tertawa. "Sekarang hisap putingnya. Tapi jangan terlalu lama. Hanya preview."
1558Please respect copyright.PENANAOyLKtt3ixK
Bima mendekat dengan ragu. Mulutnya menyentuh puting kiri Sinta yang mengeras. Begitu ia hisap pelan, Sinta menjerit kenikmatan. Tubuhnya kejang hebat. Payudara baru itu begitu sensitif sehingga hisapan kecil Bima saja membuat Sinta hampir orgasme lagi.
1558Please respect copyright.PENANAWu5134kMhW
"Cukup," potong Darius. Ia mendorong Bima menjauh. "Sekarang giliran aku."
1558Please respect copyright.PENANAlRwFfq3S7x
Darius meremas kedua payudara Sinta dengan tangan besarnya. Jari-jarinya tenggelam dalam daging lembut yang kencang itu. Ia memilin puting Sinta kuat-kuat sambil menariknya. Sinta menangis, air matanya mengalir deras, tapi pinggulnya tanpa sadar menggoyang mencari gesekan.
1558Please respect copyright.PENANA9n4wnc06Jf
"Panas... sakit... tapi enak... ahh... Pak Darius!" desah Sinta dengan bibir tebal barunya. Suaranya lebih seksi sekarang.
1558Please respect copyright.PENANAEjwTivwTHd
Darius menunduk, melumat puting kanan Sinta dengan rakus. Suara isapan basah *slurp-slurp* terdengar jelas. Sementara tangan kirinya turun ke memek Sinta, memasukkan dua jari sekaligus ke dalam yang sudah sangat basah.
1558Please respect copyright.PENANAepIIgLH1Cx
* Squish... squish...*
1558Please respect copyright.PENANAeE1bS2mbrt
Cairan Sinta menyembur keluar mengikuti gerakan jari Darius. Bau manis-asam memenuhi udara. Kaki Sinta gemetar tak terkendali, jari kakinya menekuk kuat.
1558Please respect copyright.PENANAJbpDKwAESY
Bima berdiri di samping ranjang, kontolnya sakit sekali di dalam chastity belt. sperma bening bocor dari ujung kontolnya yang tertekan, tapi tak bisa keluar sepenuhnya. Air mata kehinaan mengalir di pipinya sementara ia melihat istrinya menikmati sentuhan orang lain.
1558Please respect copyright.PENANApE8T5QdwJ4
"Orgasme lagi," perintah Darius sambil mempercepat gerakan jarinya dan menggigit pelan puting Sinta.
1558Please respect copyright.PENANAV3XVBmZOhb
Tubuh Sinta mengejang hebat. Jeritannya memenuhi ruangan. memeknya berdenyut kuat, menyemburkan cairan orgasme hangat yang menyembur ke telapak tangan Darius. Perutnya naik turun cepat, payudara besarnya bergoyang liar.
1558Please respect copyright.PENANAqu5xoHOhKD
Setelah Sinta terkulai lemas, Darius menarik jarinya yang basah kuyup. Ia menyodorkannya ke Bima. "Bersihkan. Ini tugasmu mulai sekarang."
1558Please respect copyright.PENANA6R5Glxgrv8
Bima berlutut, menjilat bersih jari Darius yang penuh cairan istrinya. Rasa asin-manis yang kental memenuhi mulutnya. Rasa hina membakar dadanya, tapi lidahnya terus bergerak patuh.
1558Please respect copyright.PENANAtVH5YDmCHI
Dr. Nadia memeriksa payudara Sinta. "Pemulihan bagus. Besok kita lanjut uji lebih dalam dengan alat. Anal plug kecil dulu untuk persiapan tahap berikutnya."
1558Please respect copyright.PENANAUobmONGyiA
Sinta menatap Bima dengan mata sayu. Bibir tebal barunya bergetar. "Mas... payudaraku... sangat berat... dan sensitif sekali. Setiap gerakan... membuatku basah."
1558Please respect copyright.PENANAdTkFwrPJnC
Bima hanya bisa mengangguk, suaranya hilang.
1558Please respect copyright.PENANAYW7UqvohMU
Darius tersenyum puas sambil memegang remote electro-stim. Ia menekan tombol sekali. Sinta langsung menggeliat lagi di ranjang, orgasme kecil menyusul cepat.
1558Please respect copyright.PENANAgRdRd4BMIQ
"Ini baru permulaan, Boneka," bisik Darius di telinga Sinta. "Besok kita pasang bibir memek dan analmu yang expandable. Kamu akan belajar menampung banyak kontol sekaligus."
1558Please respect copyright.PENANAV1GXDuxBLD
Malam itu, di ruang pemulihan klinik, Sinta berbaring telanjang dengan payudara I-cup hiper yang berdiri sempurna meski berat. Bima tidur di kursi samping dengan chastity belt yang menyiksa. Darius meninggalkan mereka dengan satu perintah:
1558Please respect copyright.PENANAP61y6iATY6
"Istirahat baik-baik. Besok pengujian akan lebih panjang dan kasar."
1558Please respect copyright.PENANAijXsgKRrhD
Sinta menyentuh payudara barunya pelan, merasakan denyutan kenikmatan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di dalam hatinya, sesuatu mulai retak — kelembutan lamanya perlahan terkikis oleh gelombang sensasi baru yang terlalu kuat untuk ditolak.
1558Please respect copyright.PENANAhYX4ns5y0H


