Bab 4: Ujian Sensasi Pertama
1573Please respect copyright.PENANAqR7OFhj23o
Pagi kedua di klinik bawah tanah terasa lebih dingin dan berat. Sinta Dewi terbangun dengan payudara I-cup hiper yang terasa semakin berat di dadanya. Setiap kali ia bernapas, kedua gunung daging kencang itu naik-turun, menarik kulit dan mengirim gelombang sensasi panas ke seluruh tubuhnya. puting yang kini lebih besar dan sensitif terasa berdenyut pelan meski tak disentuh. Bibir tebal barunya terasa asing saat ia menjilatnya, empuk dan penuh, seperti siap melumat sesuatu yang tebal dan panas.
1573Please respect copyright.PENANAqVgV7NJ1hz
Bima duduk di kursi sudut ruang pemulihan, matanya cekung karena semalaman tak bisa tidur nyenyak. Chastity belt mengunci kontol kecilnya begitu erat sehingga setiap denyut darah terasa seperti siksaan. Ia melihat istrinya yang kini berbaring telanjang di ranjang khusus, payudara raksasa itu berdiri sempurna, kulit super halus berkilau di bawah lampu ruangan.
1573Please respect copyright.PENANAUAwnLo0ZiO
"Mas... payudaraku terasa penuh sekali," bisik Sinta dengan suara parau. "Setiap gerakan kecil... membuat ceriku basah."
1573Please respect copyright.PENANAbwL6qXSsSA
Sebelum Bima sempat menjawab, pintu ruangan terbuka. Mr. Darius masuk bersama Dr. Nadia dan dua bodyguard-nya, Reno dan Kevin. Kedua pria itu tinggi berotot, tatapan mereka langsung lapar melihat tubuh Sinta yang sudah dimodifikasi.
1573Please respect copyright.PENANA7O2izYBiKW
"Hari ini pengujian sensitivitas tahap awal," kata Dr. Nadia sambil memeriksa catatan di tabletnya. "Kita akan pakai alat-alat ringan dulu sebelum modifikasi berikutnya. Anal plug, electro-stim lebih kuat, dan dildo sedang."
1573Please respect copyright.PENANAJq80Ko6ma7
Darius mendekati ranjang dan meremas payudara kiri Sinta dengan kasar. Jari-jarinya tenggelam dalam daging lembut yang kencang. "Bagus. Sudah sangat responsif."
1573Please respect copyright.PENANAlz28vDlByH
"Ahh...!" Sinta menggeliat. Hanya remasan itu saja sudah membuat lututnya lemas. Cairan hangat mulai merembes dari celah memeknya, meninggalkan jejak basah di seprai.
1573Please respect copyright.PENANAQ2hUIE0fRr
Bima dipaksa berdiri di samping ranjang. "Kamu hanya boleh menonton dan membersihkan setelahnya, Cleaner," kata Darius dingin. "Kalau berani menyentuh tanpa izin, saya beri kejutan listrik di kontolmu."
1573Please respect copyright.PENANA4v31E8BIbw
Dr. Nadia memasang alat suspension ringan di pergelangan tangan dan kaki Sinta. Tubuh wanita itu diangkat perlahan hingga melayang beberapa senti di atas ranjang, posisi spread eagle yang memalukan. Payudara besarnya bergoyang berat karena gravitasi, puting menonjol menggoda.
1573Please respect copyright.PENANAA3ZEHhSFFz
Reno dan Kevin mendekat. Mereka mulai dengan foreplay panjang yang brutal.
1573Please respect copyright.PENANAlQZb8wMVbg
Pertama, keduanya meremas kedua payudara Sinta secara bersamaan. Empat tangan besar meremas, menarik, dan memilin puting yang sudah mengeras maksimal. Suara basah isapan mulut mereka terdengar *slurp... slurp...* saat mereka bergantian melumat puting Sinta dengan rakus.
1573Please respect copyright.PENANAxxTBdR4w6a
Sinta menjerit kenikmatan. "Haaah... panas... putingku... sakit tapi enak... jangan gigit terlalu kuat... ahh!"
1573Please respect copyright.PENANAXlFbfJj7yT
Cairan beningnya mengalir deras dari memek yang terbuka lebar karena posisi kakinya yang direntangkan. Bau musk manis memenuhi ruangan steril. Darius mengaktifkan electro-stim di kristorisSinta dengan level sedang. Getaran kuat membuat kristorisitu berdenyut hebat.
1573Please respect copyright.PENANAIKh4ZqHhF7
Tubuh Sinta kejang-kejang di udara. Kakinya gemetar hebat, jari kakinya menekuk dan meregang bergantian. Air mata kenikmatan mengalir di pipinya yang memerah.
1573Please respect copyright.PENANAI2bL6HL2Hc
"Mas Bima... lihat istri kamu," kata Kevin sambil tertawa sambil tetap mengisap puting Sinta. "Dia sudah basah banget padahal baru dihisap payudaranya."
1573Please respect copyright.PENANAkQu9wjo5pM
Bima hanya bisa berdiri gemetar. kontolnya sakit sekali di dalam sangkar logam, sperma bening bocor pelan dari ujungnya tanpa bisa keluar. Hatinya hancur melihat istrinya yang dulu lembut dan setia kini menggeliat seperti boneka di tangan orang lain. Tapi matanya tak bisa lepas dari pemandangan itu.
1573Please respect copyright.PENANAfcHHwB8IDt
Dr. Nadia memasukkan anal plug sedang berukuran sedang ke anal Sinta setelah diolesi pelumas dingin. Sensasi dingin dan penuh membuat Sinta mendesah panjang. "Penuh... analku meregang... ahh... berat..."
1573Please respect copyright.PENANAFdwIv9Hhug
Plug itu bergetar pelan, menambah sensasi di perut bawahnya. Kemudian dildo besar bertekstur vena dimasukkan pelan ke memek Sinta yang sudah sangat basah.
1573Please respect copyright.PENANALgAk0s6CAP
* Squishhh...*
1573Please respect copyright.PENANAscgD3uf5w1
Suara basah penetrasi lambat terdengar jelas. Dildo itu tebal, meregang dinding memek Sinta dengan sempurna. Dr. Nadia menggerakkan dildo itu keluar-masuk dengan ritme lambat tapi dalam, sambil tetap menjaga electro-stim di kristoris
1573Please respect copyright.PENANANEU12ov0Yz
Sinta mulai kehilangan kendali. "Dalam... dildonya terlalu besar... memekku penuh... ceriku mau meledak... aaahhh!"
1573Please respect copyright.PENANAvLaA9xGWNy
Darius berdiri di dekat kepala Sinta. Ia mengusapkan kontolnya yang sudah tegang ke bibir tebal Sinta. "Buka mulutmu, Boneka. Latih bibir baru itu."
1573Please respect copyright.PENANA9XV0fK1jeU
Sinta membuka bibir injector-nya yang tebal. kontol Darius yang besar dan berat masuk perlahan ke mulutnya. Bibir tebal itu melumat erat, lidah Sinta berputar di batangnya meski masih kaku karena obat. Suara isapan basah *gluck... gluck...* memenuhi ruangan.
1573Please respect copyright.PENANAoTpaS8D7Qj
Reno dan Kevin bergantian meremas payudara dan mencambuk ringan paha Sinta dengan cane kecil. Setiap cambukan meninggalkan garis merah tipis yang membuat Sinta semakin basah.
1573Please respect copyright.PENANA0PIROtyQIk
Foreplay berlangsung hampir satu jam penuh. Mereka bergantian menggunakan dildo, plug bergetar, electro-stim, dan mulut mereka di seluruh tubuh Sinta. Cairan orgasme Sinta sudah tumpah beberapa kali, membasahi lantai di bawah tubuhnya yang tergantung.
1573Please respect copyright.PENANApyPGJ57vNO
Akhirnya Darius memberi perintah, "Waktunya penetrasi sesungguhnya."
1573Please respect copyright.PENANAXCi6eAxdfb
Reno memasuki memek Sinta dari depan dengan kontolnya yang tebal. Kevin memasuki anal Sinta setelah plug dicabut. Double penetration pertama bagi Sinta.
1573Please respect copyright.PENANAxYlBzzTCwD
"Haaaahhh...!!" jerit Sinta. Tubuhnya meregang hebat. Sensasi penuh di dua lubang sekaligus membuat matanya membelalak. Air mata mengalir deras. "Terlalu penuh... dua kontol sekaligus... memek dan analku meregang... sakit... tapi nikmat sekali... lebih dalam!"
1573Please respect copyright.PENANA215OR1WKV6
Kedua pria itu mulai bergerak selaras. Suara tamparan daging *plak-plak-plak* dan suara basah *squish-squish* memenuhi ruangan. Payudara Sinta bergoyang liar mengikuti irama mereka. Darius tetap memasukkan kontolnya ke mulut Sinta, membuat triple penetration penuh.
1573Please respect copyright.PENANAkLGz2wkO86
Bau keringat, cairan tubuh, dan feromon seksual sangat kuat. Sinta orgasme berulang-ulang. Tubuhnya kejang hebat, memek dan analnya berdenyut kuat menggenggam kontol-kontol yang memasukinya. Kakinya gemetar tak terkendali di gantungan suspension.
1573Please respect copyright.PENANAcOGdH9676g
Bima menangis diam-diam sambil melihat semuanya. Hatinya hancur, tapi ketagihan aneh membuatnya tak bisa memalingkan muka.
1573Please respect copyright.PENANAe3vRqbv751
Ketiga pria itu akhirnya menyemburkan sperma panas mereka hampir bersamaan. Darius di mulut, Reno di dalam memek, Kevin di dalam anal. sperma kental yang banyak memenuhi tubuh Sinta hingga meluber keluar. Perut Sinta terasa sedikit kembung karena volume yang masuk.
1573Please respect copyright.PENANA029Izir6vL
Mereka menurunkan tubuh Sinta yang lemas ke ranjang. Wanita itu terbaring dengan napas tersengal, sperma putih kental mengalir dari bibir, memek, dan analnya.
1573Please respect copyright.PENANA9PLmRMeCmn
"Sekarang giliranmu, Cleaner," perintah Darius sambil tersenyum kejam.
1573Please respect copyright.PENANAsBVFLbkmxf
Bima berlutut di antara paha Sinta. Mulutnya mulai menjilat bersih setiap tetes sperma dari memek dan anal istrinya. Rasa asin-pahit-panas sperma pria lain memenuhi lidahnya. Ia menelan semuanya dengan patuh sambil menangis. Lidahnya masuk dalam-dalam ke memek Sinta yang masih berdenyut, menyedot sisa sperma yang tersisa. Kemudian ia beralih ke anal yang masih terbuka lebar.
1573Please respect copyright.PENANArAlstHkSL1
Sinta menatap suaminya dengan mata sayu yang sudah mulai kosong. "Bersihkan semuanya, Mas... aku penuh sperma mereka..."
1573Please respect copyright.PENANACvTaXWtDqR
Setelah Bima selesai membersihkan, Dr. Nadia memeriksa tubuh Sinta. "Respons sangat bagus. Besok kita lanjut modifikasi expandable di memek dan anal. Implant khusus agar bisa menampung lebih banyak."
1573Please respect copyright.PENANAYJtoaiLAWQ
Darius mengusap bibir tebal Sinta yang masih belepotan sperma. "Kamu mulai menikmatinya, kan Boneka?"
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah 1573Please respect copyright.PENANAsQ4uiMbGMb
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah
1573Please respect copyright.PENANAlaS5vezSwt
1573Please respect copyright.PENANArpuQrrzW22
1573Please respect copyright.PENANA0LCso6AAi5


