Bab 2: Tawaran yang Tak Bisa Ditolak
1539Please respect copyright.PENANAP97HvhQdqw
Pagi berikutnya datang dengan cahaya matahari yang menusuk jendela apartemen kecil mereka. Sinta Dewi berdiri di depan cermin kamar mandi, menatap bayangan dirinya sendiri. Wajahnya pucat, mata sembab karena hampir semalaman menangis. Tubuh rampingnya yang masih alami terasa rapuh. Payudaranya yang sedang, pinggul yang lembut, dan bibir tipis yang biasa tersenyum manis kini terasa seperti barang yang sebentar lagi akan dirampas.
1539Please respect copyright.PENANAc5eoXMdY0w
Bima duduk di tepi ranjang, chastity belt logam dingin masih mengunci kontol kecilnya erat. Setiap gerakan membuatnya meringis. Ereksi pagi yang biasanya datang kini terasa menyiksa, tertekan di dalam sangkar sempit. Rasa malu membakar dadanya, tapi anehnya, setiap kali ia mengingat sentuhan Darius di paha Sinta semalam, kontolnya berdenyut lagi di dalam kurungan.
1539Please respect copyright.PENANAnH0Z3o2srW
"Sinta... kalau kamu nggak mau, kita kabur saja," kata Bima dengan suara lemah, meski ia sendiri tahu itu mustahil.
1539Please respect copyright.PENANALRo0Lk81QU
Sinta menoleh, senyum getir di bibirnya. "Kabur ke mana, Mas? Mereka tahu alamat orang tua kita, tempat kerja kita. Aku lakukan ini demi kita. Setelah hutang lunas, mungkin kita bisa mulai lagi dari nol."
1539Please respect copyright.PENANAdm69DkfPYa
Bel pintu berbunyi tepat jam 7 pagi. Sopir Darius, seorang pria tinggi berpakaian hitam, berdiri di depan pintu tanpa ekspresi. "Pak Darius menunggu. Naiklah mobil."
1539Please respect copyright.PENANAglCwiOYXtr
Perjalanan menuju Sudirman terasa panjang. Di dalam mobil mewah ber-AC dingin, Sinta dan Bima saling genggam tangan. Bau kulit mobil yang mahal bercampur aroma cologne sopir membuat suasana semakin tegang. Sinta merasakan getaran aneh di perut bawahnya setiap kali mengingat tatapan lapar Darius.
1539Please respect copyright.PENANAGdfGpQ1eIy
Sesampainya di penthouse, ruangan terasa berbeda dari semalam. Lampu lebih terang, meja besar sudah disiapkan dengan dokumen tebal dan tablet. Mr. Darius duduk di kursi kepala seperti raja, mengenakan jas hitam yang mahal. Di sampingnya berdiri Dr. Nadia, wanita berusia sekitar 38 tahun dengan kacamata tipis, rambut diikat rapi, dan aura profesional dingin. Tubuh dokter itu atletis, tapi matanya penuh rasa ingin tahu ilmiah yang mengerikan.
1539Please respect copyright.PENANAnhurIPYEGB
"Bagus, kalian tepat waktu," kata Darius sambil tersenyum. "Duduklah."
1539Please respect copyright.PENANAsz0j1U4lBF
Ia langsung mendorong dokumen ke depan mereka. "Kontrak ini menyatakan bahwa Sinta Dewi secara sukarela menyerahkan tubuhnya untuk program modifikasi Boneka Seks Hidup selama minimal tiga tahun. Hutang dua miliar lebih akan lunas sepenuhnya. Selama proses, Bima akan menjadi 'Personal Cleaner' resmi. Artinya, setelah setiap sesi, kamu harus membersihkan setiap tetes sperma dari tubuh istri kamu menggunakan mulut."
1539Please respect copyright.PENANAutmX4bL9nm
Bima menelan ludah. Wajahnya memerah hebat. "Membersihkan... bagaimana maksudnya, Pak?"
1539Please respect copyright.PENANAh97u6SaPS8
Darius tertawa pelan. "Kamu akan segera paham. Sekarang, tonton dulu demo."
1539Please respect copyright.PENANAYUxfM23sZQ
Dr. Nadia menyalakan proyektor besar. Video berkualitas tinggi muncul. Seorang wanita cantik, mirip Sinta, sedang berbaring di meja operasi. Payudaranya yang baru saja diimplan menjadi sangat besar dan kencang. Kemudian adegan berpindah ke ruang pengujian: wanita itu diikat dalam posisi suspension, tubuhnya bergoyang saat dua pria sekaligus memasuki area memek dan analnya. Suara basah *plop-plop-plop* terdengar jelas, jeritan wanita itu campur antara sakit dan kenikmatan ekstrem. Cairan kental mengalir deras dari tubuhnya. Akhirnya, pria-pria itu menyemburkan sperma panas ke dalam dan ke seluruh tubuhnya.
1539Please respect copyright.PENANAX2F8C2PP3i
Sinta merasa napasnya tersengal. Ia mencengkeram paha sendiri. Area memeknya tanpa sadar menjadi lembab. Bau musk seksual dari video seolah menyeruak ke ruangan. "Ini... terlalu ekstrem," bisiknya gemetar.
1539Please respect copyright.PENANAramOrM1Q2z
Dr. Nadia berbicara dengan suara tenang, "Tahap pertama besok pagi: augmentasi payudara menjadi I-cup hiper dan filler bibir. Implant silikon khusus dengan sensor saraf tambahan. Payudara akan sangat sensitif, setiap sentuhan atau hembusan angin bisa membuat puting (puting) Anda mengeras dan mengirim sinyal kenikmatan langsung ke otak. Bibir akan menjadi tebal, empuk, sempurna untuk oral dalam waktu lama."
1539Please respect copyright.PENANAkKZAXkoANo
Darius berdiri dan mendekati Sinta. Ia berdiri di belakang kursi wanita itu, tangan besarnya meremas bahu Sinta pelan. "Rasakan ini dulu, Sinta. Bayangkan besok payudaramu akan sebesar ini." Tangan Darius turun, meraba payudara Sinta dari atas baju dengan tekanan kuat. Jempolnya memutar di atas puting yang langsung mengeras.
1539Please respect copyright.PENANAFSF5eXhw1Q
"Ahh..." desah Sinta tanpa bisa ditahan. Sensasi panas menyebar cepat. Putingnya berdenyut, cairan hangat mulai merembes ke celana dalamnya. Bau tubuh Darius yang maskulin kuat membuat kepalanya pusing.
1539Please respect copyright.PENANACMLYvBUCY9
Bima melihat semuanya dari jarak dekat. kontolnya berusaha ereksi di dalam chastity belt, menyebabkan sakit berdenyut yang membuatnya keringat dingin. Air mata malu menggenang di matanya, tapi ia tak berani bergerak.
1539Please respect copyright.PENANA7amnDEzrV3
"Pasang ini lebih permanen," kata Darius sambil mengeluarkan chastity belt baru yang lebih canggih, lengkap dengan ring di belakang untuk mencegah ereksi total. "Buka celana, Bima."
1539Please respect copyright.PENANAF6VbUq29XV
Dengan tangan gemetar, Bima berdiri dan menurunkan celananya. kontol kecilnya yang setengah tegang terpapar di udara. Darius tertawa kasar. "Kecil sekali. Cocok untuk pria seperti kamu yang hanya boleh menonton."
1539Please respect copyright.PENANA49EY18wgHm
Dr. Nadia mendekat dengan dingin, membantu memasang alat baru itu. Ring dingin melingkari pangkal kontol dan buah Bima, mengunci ketat. Kunci elektronik berbunyi *klik*. "Ini terhubung dengan aplikasi. Saya bisa memberi kejutan listrik kecil kalau kamu nakal," kata dokter itu sambil tersenyum tipis.
1539Please respect copyright.PENANA0WA0Heq1sQ
Bima merintih pelan. Sensasi dingin logam dan tekanan membuat lututnya lemas. Ia merasa benar-benar tak berdaya.
1539Please respect copyright.PENANAdIBkGs5htd
Darius menarik Sinta berdiri. "Sekarang, coba rasakan apa yang akan kamu dapatkan." Ia mendorong Sinta ke meja besar, membungkuknya sedikit. Tangan besarnya naik ke bawah rok Sinta, menarik celana dalam wanita itu ke bawah. Jari-jarinya menyentuh area memek yang sudah basah.
1539Please respect copyright.PENANAQgXKW8aTIA
"Wah, sudah basah ternyata," gumam Darius puas. Bau manis cairan Sinta tercium samar. Jarinya mengusap pelan di celah yang lembab, memutar di sekitar kristoriskecil yang membengkak. "Sensasi ini akan seribu kali lebih kuat setelah modifikasi."
1539Please respect copyright.PENANApdJejQJF3V
Sinta menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Kakinya gemetar. "Pak... ahh... jangan di situ..." Suaranya parau, campur malu dan kenikmatan. Cairan beningnya menetes pelan ke jari Darius.
1539Please respect copyright.PENANAtmLPQH667b
Bima dipaksa duduk di kursi depan, hanya satu meter jaraknya. Ia melihat jari Darius keluar-masuk pelan di memek istrinya, suara basah *squish-squish* terdengar jelas. Hatinya hancur, tapi kontolnya berdenyut menyakitkan di dalam sangkar, bocor cairan bening yang tak bisa menjadi sperma penuh.
1539Please respect copyright.PENANAdPNu76UT01
"Dialog yang bagus, Sinta," bisik Darius di telinga wanita itu sambil mempercepat gerakan jarinya. "Besok setelah payudaramu besar, aku akan hisap putingmu sampai kamu squirting di meja operasi."
1539Please respect copyright.PENANAel5NqFfu7t
Dr. Nadia mencatat sesuatu di tablet. "Hormon nafsu akan disuntik mulai tahap dua. Libido akan tak terkendali. Otak akan mulai bergeser, emosi manusiawi berkurang, diganti kenikmatan murni."
1539Please respect copyright.PENANAjcDsx4SelA
Sinta orgasme kecil pertama kali di jari Darius. Tubuhnya kejang, kakinya gemetar hebat, cairan hangat menyembur pelan ke telapak tangan pria itu. Air mata mengalir di pipinya — campur malu, ketakutan, dan kenikmatan yang tak diinginkan.
1539Please respect copyright.PENANACqndq0Y9WE
Darius menarik jarinya, lalu menyodorkannya ke depan mulut Bima. "Bersihkan, Cleaner. Ini latihan pertamamu."
1539Please respect copyright.PENANA4QoOfUljPu
Bima ragu sesaat. Tapi tatapan Darius yang kejam membuatnya membuka mulut. Rasa asin-manis cairan istrinya memenuhi lidahnya. Ia menjilat bersih jari Darius sambil menangis tanpa suara.
1539Please respect copyright.PENANANkzEGSDdIJ
"Bagus," puji Darius. "Kontrak ditandatangani sekarang juga."
1539Please respect copyright.PENANAn1XJqmBZIt
Dengan tangan gemetar, Sinta dan Bima menandatangani dokumen itu. Tinta di kertas terasa seperti segel jiwa mereka.
1539Please respect copyright.PENANAdtAdRDdDa7
Malam itu, sebelum pulang, Darius memberikan instruksi akhir. "Besok pagi di klinik bawah tanah. Jangan makan apa-apa. Dr. Nadia akan siapkan anestesi. Setelah bangun, payudara baru dan bibir tebal akan siap diuji."
1539Please respect copyright.PENANANlHzgtmDHU
Di perjalanan pulang, Sinta diam seribu bahasa. Area memeknya masih berdenyut, celana dalamnya basah kuyup. Bima duduk di sampingnya, chastity belt terasa semakin berat. Mereka berdua tahu, setelah hari ini, tidak ada jalan kembali.
1539Please respect copyright.PENANA3XrGBmT3Pv
Di penthouse, Darius dan Dr. Nadia tersenyum puas.
1539Please respect copyright.PENANA76f0Mavhgx
"Pasien ini akan jadi yang terbaik," kata Dr. Nadia. "Tubuhnya sangat responsif. Dalam dua minggu, ia akan memohon sendiri untuk dimodifikasi lebih dalam."
1539Please respect copyright.PENANAtsXQXfWTNn
Darius menatap kota Jakarta yang berkilauan di bawah. "Sinta Dewi akan jadi boneka seks hidup paling sempurna. Dan suaminya... akan menikmati setiap detik kehancurannya."
1539Please respect copyright.PENANA7FiB9hF1QG


