Bab 2: Pertemuan Pertama dengan Black Wolf
876Please respect copyright.PENANAVmQuGF1ia9
Lampu gudang yang temaram menyinari tubuh telanjang Riana yang gemetar. Air mata masih mengalir di pipinya yang mulus, tapi panas dari obat perangsang yang dipaksakan Boss Jaka sudah menyebar seperti api di seluruh pembuluh darahnya. Payudaranya yang montok naik-turun cepat mengikuti napas tersengal. Putingnya yang kecil dan pink sudah mengeras seperti dua buah puting matang, sensitif terhadap setiap hembusan angin dingin gudang.
876Please respect copyright.PENANAUGBjqCfGV0
“Bagus… lihat ini,” Boss Jaka berdiri di depan Riana yang berlutut. kontolnya yang panjang dan tebal—ukuran 19 cm dengan urat-urat menonjol—berdenyut tepat di depan wajah imut gadis itu. Bau maskulin yang kuat, campuran keringat dan hasrat pria dewasa, langsung memenuhi hidung Riana. “Mulai sekarang, kamu belajar menghormati kontol para Bos.”
876Please respect copyright.PENANA7SzvMLlSYN
Riana menggeleng lemah, suaranya pecah karena tangis. “Tolong… aku mau pulang… Mas Bagas… kenapa kamu lakuin ini sama aku?” Suaranya manja dan penuh keputusasaan, tapi tubuhnya justru merespons sebaliknya. Cairan hangat mulai merembes pelan dari celah memek pink ketatnya, membasahi paha dalam yang mulus.
876Please respect copyright.PENANAXQAaPvhcAq
Riko, spesialis yang paling kasar, tertawa sambil menjepit kedua puting Riana dengan jari kasarnya. “Cengeng amat. Tapi memeknya sudah banjir duluan. Lihat nih, Boss.” Ia menyelipkan dua jari ke celah memek Riana, memutar-mutar kasar hingga suara “slurp… slurp…” cairan basah terdengar jelas di gudang sepi.
876Please respect copyright.PENANAkYI5RWSzXZ
“Ahh…! Sakit… jangan…” Riana menggigit bibir bawahnya, tapi erangan kecil lolos juga. Sensasi jari-jari kasar yang menggosok dinding dalam memeknya membuat kakinya gemetar hebat. Obat perangsang membuat setiap sentuhan terasa seribu kali lebih kuat. kristoriskecil di ujung memeknya membengkak dan berdenyut, meminta lebih.
876Please respect copyright.PENANAHbDERMQxpp
Deni terus merekam dengan ponselnya, sudut bibirnya tertarik ke atas. “Rekaman bagus. Wajah polos + tubuh montok + tangisan = views gila nanti.”
876Please respect copyright.PENANAbQ12FyfJII
Toni mendekat dari belakang. Ia membawa anal plug berukuran sedang yang mengkilap dengan pelumas dingin. “Gue yang urus belakangnya dulu. Biar dua lubang sekaligus terlatih.” Plug dingin itu disentuhkannya ke lubang anal Riana yang masih rapat. Riana mengejang kaget saat dinginnya menyentuh kulit sensitifnya.
876Please respect copyright.PENANASY7ugC8Y6a
“Tidak! Jangan di situ! Kotor… ahh!” jeritnya.
876Please respect copyright.PENANA3qYm3QjO4I
Tapi Toni tak peduli. Ia mendorong plug itu pelan-pelan masuk. Sensasi meregang yang aneh dan penuh membuat Riana menjerit. Lubang analnya yang belum pernah disentuh siapa pun kini dipaksa membuka. Plug itu masuk hingga hanya pegangannya yang terlihat, membuat perut bawah Riana terasa penuh dan berat. Setiap gerakan kecil membuat plug bergoyang di dalam, menekan dinding-dinding sensitif.
876Please respect copyright.PENANArMERLc7J5l
Boss Jaka mencengkeram rambut hitam panjang Riana, menarik kepalanya mendekat ke kontolnya yang besar. “Hisap. Kalau gigit, aku cambuk pantatmu sampai berdarah.”
876Please respect copyright.PENANAYx5LsWD3BZ
Riana tak punya pilihan. Bibir tipisnya yang mungil terbuka lebar, mencoba memasukkan kepala kontol Jaka. Rasa asin dan hangat langsung memenuhi mulutnya. Ia terbatuk saat Jaka mendorong lebih dalam, memenuhi rongga mulutnya hingga air liurnya menetes-netes ke payudaranya.
876Please respect copyright.PENANAnR4aMshL2g
“Bagus… pelan-pelan, hisap lebih dalam,” perintah Jaka sambil mendesah. Tangan besarnya meremas payudara Riana bergantian, memilin puting-puting itu keras hingga gadis itu merintih di sekitar kontolnya.
876Please respect copyright.PENANAY9mzkNrTlz
Sementara itu, Riko sudah berlutut di bawah Riana. Lidahnya yang kasar menjilat memek pink yang basah itu dengan rakus. Ia mengisap kristorisyang bengkak, menggigit pelan, lalu menyelipkan lidahnya masuk ke dalam lubang memek. Suara “chup… chup…” menjilat basah terdengar vulgar menggema.
876Please respect copyright.PENANAAMMKMPArvk
Tubuh Riana kejang. Sensasi lidah kasar di memeknya ditambah plug di lubang anal dan kontol Jaka di mulutnya membuat otaknya blank. “Mmmhh…! Hhnnngh!” erangannya teredam. Kakinya gemetar hebat, cairan bening orgasme pertama mulai menyembur pelan ke wajah Riko.
876Please respect copyright.PENANARgvtn7lSQQ
“Dia squirt duluan, Boss! Tubuhnya emang pelacur alamiah,” seru Riko sambil tertawa dan menjilat lebih rakus.
876Please respect copyright.PENANADaJtoxXXh0
Jaka menarik kontolnya keluar dari mulut Riana, memberi gadis itu kesempatan bernapas. Air liur Riana menetes panjang dari bibirnya yang bengkak. Wajah imutnya sekarang kacau: mata merah karena menangis, pipi merona karena obat dan kenikmatan paksa.
876Please respect copyright.PENANApeQiVnFf4m
“Kenapa… tubuhku seperti ini…” bisik Riana lemah, penuh kehinaan. Ia merasa jijik pada dirinya sendiri karena memeknya terus berdenyut minta diisi.
876Please respect copyright.PENANAcaXSSMsKiU
“Karena kamu memang diciptakan untuk ini,” jawab Jaka dingin. Ia mengangkat tubuh Riana yang ringan dengan mudah, membawanya ke matras kotor di tengah gudang. Rantai suspensi digantungkan ke pergelangan tangan Riana, membuat tubuhnya setengah tergantung. Payudaranya tergantung indah, pinggul lebarnya terbuka lebar.
876Please respect copyright.PENANA46WNmbHuhe
Toni memutar plug anal itu perlahan, membuat Riana menjerit. Sensasi penuh dan berputar di lubang analnya membuat perutnya terasa kembung aneh tapi nikmat. Riko mendekat dengan dildo besar berukuran sedang, menggosok-gosoknya ke memek Riana yang sudah banjir.
876Please respect copyright.PENANAQ2LjaR4uZ5
“Masuk ya, barang baru,” kata Riko sambil mendorong dildo itu masuk perlahan. memek ketat Riana meregang maksimal, dinding-dinding pinknya terlihat menjepit dildo yang tebal. “Ahh… ketat banget… panas di dalam.”
876Please respect copyright.PENANAhjW3UNPS4o
Riana menangis keras. “Sakit… penuh… keluarkan… tolong…” Tapi pinggulnya tanpa sadar bergerak pelan mengikuti irama dildo yang mulai memompa.
876Please respect copyright.PENANAiKMrHqpaus
Boss Jaka berdiri di depan wajah Riana lagi, memasukkan kontolnya kembali ke mulut gadis itu. Kali ini lebih dalam, hampir ke tenggorokan. “Deepthroat. Latih mulut pelacurmu.”
876Please respect copyright.PENANAryfCT6OsXc
Deni merekam dari berbagai sudut sambil sesekali meremas payudara Riana. Toni mengganti plug dengan kontolnya sendiri yang lebih panas dan berdenyut. Lubang anal Riana kini benar-benar terisi. Double penetration dimulai—dildo di memek dan kontol Toni di lubang anal.
876Please respect copyright.PENANAsA3gBrlEXF
Sensasi penuh yang luar biasa membuat Riana menjerit di sekitar kontol Jaka. Tubuhnya tergantung lemas di rantai, hanya kakinya yang gemetar hebat menyangga. Setiap dorongan membuat payudaranya bergoyang-goyang. Suara tamparan kulit bertemu kulit (“plak… plak… plak…”) semakin cepat.
876Please respect copyright.PENANALPaSw1uvkc
“Enak kan, Ria? memek dan analmu diisi bareng,” bisik Toni sambil menampar pantat montok Riana keras. Bekas merah telapak tangannya muncul jelas di kulit putih mulus itu.
876Please respect copyright.PENANAGGPjSkrera
Riana tak bisa lagi berpikir jernih. Obat, sensasi penuh, rasa sakit yang bercampur kenikmatan, dan kehinaan karena dikhianati pacar sendiri membuatnya pusing. Orgasme kedua datang lebih kuat. memeknya berdenyut hebat di sekitar dildo, menyemburkan cairan bening yang memercik ke mana-mana. Kakinya menendang-nendang lemah di udara, air matanya mengalir deras.
876Please respect copyright.PENANAysDfhakdxd
Jaka mendesah panjang. kontolnya berdenyut di mulut Riana sebelum menyemburkan sperma panas yang kental langsung ke tenggorokan gadis itu. Riana terbatuk-batuk, sebagian sperma menetes keluar dari sudut bibirnya yang cantik, mengalir ke payudaranya.
876Please respect copyright.PENANAXAmMaFj00I
Mereka bergantian selama hampir satu jam penuh. Plug anal diganti, dildo besar ditukar, electro-stim kecil ditempelkan ke puting Riana hingga aliran listrik kecil membuat tubuhnya kejang-kejang kenikmatan paksa. Suara jeritan, erangan, dan tawa kasar para pria memenuhi gudang.
876Please respect copyright.PENANAXt9qjXVqd7
Di tengah sesi, Boss Jaka mendekatkan wajahnya ke telinga Riana yang basah keringat. “Kamu sudah bukan milik Bagas lagi. Kamu budak Black Wolf sekarang. Besok dan seterusnya, kamu akan melayani kami setiap hari.”
876Please respect copyright.PENANAyOV5SLWqSQ
Riana hanya bisa mengangguk lemah, tubuhnya sudah terlalu lelah dan penuh sensasi. memek dan lubang analnya terasa panas, berdenyut, dan lengket penuh cairan. Pikirannya melayang ke wajah Bagas yang meninggalkannya tadi. Sakit di hati, tapi tubuhnya… sudah mulai menginginkan lebih.
876Please respect copyright.PENANA8Yec32rd0p
Malam itu, pertemuan pertamanya dengan Black Wolf baru saja dimulai. Dan ini hanyalah pemanasan.
876Please respect copyright.PENANAgOg201ujIC


