BAB 3: Gangbang Pertama – Bagian 1 (Foreplay Brutal)
893Please respect copyright.PENANAtTQU2LD0Sa
Tubuh Riana masih tergantung di rantai suspensi, pergelangan tangannya terikat di atas kepala hingga payudaranya yang montok terangkat indah. Kakinya hanya menyentuh lantai gudang dengan ujung jari kaki, membuat pinggul lebarnya terbuka rentan. memek pink ketatnya masih berdenyut hebat setelah orgasme kedua, cairan beningnya menetes pelan membasahi paha dalam yang mulus. Plug anal masih tertanam dalam lubang analnya, membuat perut bawahnya terasa penuh dan berat setiap kali ia bergerak sedikit.
893Please respect copyright.PENANAz03ULlJO9X
Boss Jaka mundur selangkah, kontolnya yang masih setengah tegang mengkilap oleh air liur Riana. Ia menyeringai puas melihat gadis 20 tahun yang tadinya polos itu kini sudah kacau. Rambut hitam panjangnya lengket karena keringat, wajah imutnya basah air mata, bibirnya bengkak merah karena dipaksa menghisap terlalu dalam.
893Please respect copyright.PENANATs4E6zfRry
“Bagus… respons tubuhnya luar biasa,” kata Jaka dengan suara berat. “Tapi ini baru pemanasan. Malam ini kita akan buat dia tahu posisinya sebagai budak seks.”
893Please respect copyright.PENANAQFiDLmAzBp
Riana menggeleng lemah, suaranya parau karena menangis. “Cukup… tolong… aku nggak tahan lagi… sakit… malu…” Air matanya terus mengalir, hatinya hancur karena dikhianati Bagas. Tapi obat perangsang membuat darahnya panas, memeknya berdenyut-denyut minta diisi lebih, kristoris bengkak nyeri karena terlalu sensitif.
893Please respect copyright.PENANAWshUclhLyJ
Riko tertawa kasar sambil menampar pantat montok Riana keras. Plak! Suara tamparan menggema di gudang. Bekas merah telapak tangannya langsung muncul di kulit putih mulus itu. “Cengeng! Memekmu banjir gini tapi mulutnya minta ampun. Dasar pelacur pura-pura suci.”
893Please respect copyright.PENANAI3wL9Kp92w
Toni menarik plug anal keluar perlahan. Riana menjerit saat lubang analnya yang sudah meregang terasa kosong tiba-tiba. Tapi Toni segera menggantinya dengan jari-jarinya yang kasar, memutar-mutar di dalam sambil menambahkan pelumas dingin. Sensasi dingin yang kontras dengan panas tubuhnya membuat Riana menggigil hebat.
893Please respect copyright.PENANAJ2dVdL2NZa
Deni meletakkan ponsel di tripod agar terus merekam, lalu mendekat dengan sebuah kotak alat. Ia mengeluarkan gag ball merah mengkilap dan hood hitam tipis. “Buka mulut, barang baru.”
893Please respect copyright.PENANA3mMcfIkNjb
Riana mengatupkan bibirnya rapat, tapi Jaka mencengkeram rahangnya kuat hingga mulutnya terbuka. Gag ball dimasukkan, tali diikat ketat di belakang kepalanya. Mulut Riana kini terbuka paksa, lidahnya tertekan, hanya bisa mengeluarkan suara erangan tidak jelas. “Mmmhh…! Hhhnnngh!”
893Please respect copyright.PENANA599LHVrcHW
Hood hitam kemudian ditarik menutupi kepalanya hingga hidung, tapi mulut dan dagunya masih terbuka. Dunia Riana menjadi gelap. Indra penciumannya semakin tajam—bau keringat pria, oli mesin, rokok, dan aroma hasrat seksual memenuhi hidungnya. Ia merasa lebih tidak berdaya, lebih terhina.
893Please respect copyright.PENANAHzMx4kIGmO
Electro-stim kecil ditempelkan ke kedua putingnya yang sudah keras. Toni menyalakan alat itu pada level rendah. Aliran listrik kecil langsung membuat puting Riana bergetar-getar. Sensasi panas menyengat bercampur geli yang aneh menyebar ke payudaranya. Tubuhnya mengejang, payudara montoknya bergoyang-goyang.
893Please respect copyright.PENANAcjRCOvwWRU
“Ahhh! Mmmhh!” jeritannya teredam gag ball.
893Please respect copyright.PENANAmOjMolJLYH
Riko mengambil cane kulit tipis. Ia menggesekkan ujung cane ke paha dalam Riana, lalu ke memeknya yang basah. “Kita latih ketahananmu, ya.” Swiiing! Plak! Cambukan pertama mendarat di paha kanannya. Rasa panas dan sakit menyengat membuat Riana menjerit dalam gag ball-nya. Kakinya gemetar hebat, hampir tak sanggup menopang tubuhnya.
893Please respect copyright.PENANAFxndvQYnSG
Tapi anehnya, memeknya semakin basah. Cairan beningnya menetes lebih banyak setelah cambukan.
893Please respect copyright.PENANARZF0tBFldc
“Lihat ini,” Riko tertawa. “Dia suka yang kasar. Tubuh pelacur memang nggak bohong.”
893Please respect copyright.PENANAFyTvVKz3Jw
Boss Jaka berdiri di belakang Riana. kontolnya yang besar kembali menggesek lubang anal yang sudah longgar karena plug tadi. Ia mengoleskan pelumas dingin ke kontolnya, lalu mendorong masuk perlahan. Sensasi meregang yang luar biasa membuat Riana menengadah, tubuhnya mengejang di rantai suspensi.
893Please respect copyright.PENANALXjt3XGB0Q
“Penuh… analku… ahh… terlalu besar…” gumamnya dalam hati. Lubang analnya dipaksa membuka lebar, dinding-dindingnya menjepit kontol Jaka yang berdenyut panas. Jaka mulai memompa pelan, setiap dorongan membuat plug efeknya terasa lebih dalam.
893Please respect copyright.PENANAkNKkvBo99G
Sementara itu, Toni dan Riko bergantian bermain dengan memek Riana. Mereka memasukkan dildo besar bertekstur kasar, memompa dengan irama berbeda. Kadang pelan dan dalam, kadang cepat dan pendek. Suara “slurp… slurp… plok… plok…” cairan yang keluar-masuk memenuhi gudang.
893Please respect copyright.PENANAkj8ICLJ0pr
Riana kehilangan kendali. Tubuhnya yang tergantung hanya bisa bergoyang mengikuti dorongan-dorongan itu. Air matanya membasahi hood, napasnya tersengal-sengal melalui hidung. Bau sperma dan cairan tubuhnya sendiri bercampur dengan aroma pria-pria di sekitarnya.
893Please respect copyright.PENANAw8mPCSzMcZ
“Enak kan, Ria? anal dan memekmu diisi bareng,” bisik Jaka di telinganya sambil menampar pinggulnya keras. Plak! Plak! Setiap tamparan membuat pantat montoknya bergoyang dan memerah.
893Please respect copyright.PENANAltlOAPtQdu
Orgasme ketiga datang tanpa peringatan. memek Riana berdenyut hebat, dindingnya menjepit dildo Toni kuat-kuat. Cairan panas menyembur keluar, memercik ke lantai gudang. Kakinya menendang-nendang lemah, seluruh tubuhnya kejang di rantai. “MMMMHHHH!!!” jeritannya teredam gag ball terdengar seperti ratapan kenikmatan paksa.
893Please respect copyright.PENANAml50T9lsHb
Tapi mereka tidak berhenti. Bahkan semakin intens.
893Please respect copyright.PENANAdKky8emE2D
Deni mengganti dildo dengan sebuah fucking machine kecil yang sudah disiapkan. Mesin itu ditempatkan di bawah Riana, dildo tebalnya masuk ke memek gadis itu. Mesin dinyalakan pada kecepatan sedang. Thud… thud… thud… Suara mesin memompa tanpa henti membuat memek Riana terus-menerus diregang dan diisi.
893Please respect copyright.PENANAJEn29Zz8OS
Jaka masih memompa lubang analnya dengan tenang tapi dalam. Riko berdiri di depan, memainkan puting Riana dengan jari dan mulutnya, sesekali mencubit keras. Electro-stim dinaikkan levelnya sedikit, membuat puting Riana bergetar lebih kuat.
893Please respect copyright.PENANAV9ISGef8Fy
Sensasi dari lima indra Riana overload.
- Sentuhan : Panas kontol Jaka di anal, dingin pelumas, sakit cambukan, getaran mesin.
- Bau : Aroma seks yang pekat, keringat, sperma.
- Suara : Mesin fucking, tamparan, erangan sendiri yang teredam, tawa kasar pria.
- Rasa : sperma Jaka yang masih tersisa di mulut, air liurnya sendiri.
- Pandangan : Gelap total karena hood, hanya membuat imajinasinya semakin liar.
893Please respect copyright.PENANAnsXQt2LGFU
Riana menangis tersedu di dalam hood-nya. “Kenapa tubuhku seperti ini… aku benci… tapi rasanya… terlalu enak…” Pikirannya dipenuhi rasa bersalah pada Bagas, pada dirinya yang dulu polos, pada ibunya yang pasti khawatir. Tapi memek dan lubang analnya terus berdenyut, mencari pelepasan lagi.
893Please respect copyright.PENANAGmmT0L19OH
Boss Jaka mempercepat gerakannya. kontolnya yang tebal keluar-masuk lubang anal Riana dengan suara basah yang vulgar. “Kamu milik kami sekarang. Setiap malam seperti ini akan jadi rutinitasmu.”
893Please respect copyright.PENANAbUW36Eaedk
Riko mengganti posisi, ia berdiri di depan Riana dan memasukkan kontolnya ke mulut yang sudah terbuka paksa oleh gag ball. Meski gag ball masih ada, ia memaksa masuk di sampingnya, meregangkan bibir Riana lebih lebar.
893Please respect copyright.PENANAyQeQ03M81d
Foreplay brutal ini berlangsung hampir satu setengah jam. Mereka bergantian menggunakan tubuh Riana, mengganti alat, menambah cambukan ringan, dan memainkan electro-stim. Tubuh gadis itu penuh bekas merah, keringat, dan cairan lengket. memeknya sudah agak membengkak karena terus dipompa, lubang analnya berdenyut merah karena penetrasi berulang.
893Please respect copyright.PENANAusK8mU26uQ
Riana sudah mengalami orgasme keempat dan kelima. Setiap kali ia klimaks, tubuhnya kejang hebat di suspensi, kakinya gemetar tak terkendali, perutnya naik turun karena napas tersengal.
893Please respect copyright.PENANAKtcVbq67qq
Di ujung sesi foreplay ini, Boss Jaka melepas hood Riana. Wajah imut gadis itu terlihat benar-benar hancur—mata bengkak, air mata mengalir deras, pipi merona hebat.
893Please respect copyright.PENANAguHewjxS2I
“Kamu sudah siap untuk penetrasi utama malam ini?” tanya Jaka sambil tersenyum kejam, kontolnya yang besar masih berdenyut di depan wajah Riana.
893Please respect copyright.PENANApEH7dYLFn7
Riana hanya bisa mengangguk lemah, suaranya hilang. Tubuhnya sudah tak lagi miliknya. Malam pertama sebagai budak geng motor baru saja memasuki babak yang lebih gelap.
893Please respect copyright.PENANAyiwja6zXob


