Bab 1: Malam Pengkhianatan
965Please respect copyright.PENANAjMyRXC70Hr
Malam itu udara Jakarta terasa lebih lembab dari biasanya. Lampu-lampu jalan kuning pucat menyapu trotoar kosong saat Riana Putri berjalan sambil bergandengan tangan dengan Bagas. Gadis berusia 20 tahun itu tersenyum manja, rambut hitam lurusnya yang panjang tergerai hingga pinggang, bergoyang lembut mengikuti langkahnya. Tubuhnya yang ramping tapi berlekuk sempurna—tinggi 158 cm, payudara montok ukuran D-cup yang selalu membuat Bagas tak bisa berhenti memandang, pinggul lebar yang menggoda, serta kulit putih mulus—membuatnya terlihat seperti boneka porselen yang hidup.
965Please respect copyright.PENANASYXkDMIvTJ
“Mas, kita mau ke mana sih malam-malam gini?” tanya Riana dengan suara lembut yang penuh godaan. Ia memeluk lengan Bagas lebih erat, menyandarkan kepalanya yang imut ke bahu pacarnya. “Katanya mau kasih surprise spesial buat ulang tahun kita yang ketiga.”
965Please respect copyright.PENANA2CykPvOnBz
Bagas tersenyum kaku. Tubuhnya yang kurus dan biasa saja terasa dingin meski malam tidak begitu dingin. “Iya, sayang. Ini surprise terbesar buat kita berdua. Percaya sama Mas, ya?” Jawabannya terdengar manis, tapi ada getar kecil di ujung kata-katanya yang tak disadari Riana.
965Please respect copyright.PENANAgl6pFBjOXa
Mereka naik motor bebek tua Bagas, meluncur meninggalkan kawasan kosan mahasiswa menuju pinggir kota. Riana tertawa kecil setiap kali angin malam menerpa rok pendeknya, membuatnya semakin merapat ke punggung pacarnya. Ia masih polos, percaya diri, dan sangat bergantung pada Bagas. Bagas adalah segalanya—pacar yang selalu bilang cinta, yang selalu janji akan menikah setelah Riana lulus kuliah.
965Please respect copyright.PENANAG1hijm4zwO
Tapi malam ini, segalanya akan berubah.
965Please respect copyright.PENANAdWLStQKXIp
Setelah hampir satu jam perjalanan, mereka tiba di sebuah gudang besar pinggir kota yang dikelilingi pagar kawat dan motor-motor besar berbaris rapi. Suara musik heavy metal samar-samar terdengar dari dalam. Lampu neon merah menyala di atas pintu besi besar.
965Please respect copyright.PENANAQtLs10jszk
“Mas… ini tempat apa?” Riana mengerutkan kening. Wajah imutnya yang biasanya cerah mulai menunjukkan keraguan. “Kok sepi dan… serem gini?”
965Please respect copyright.PENANAeWAV9cGLA1
Bagas mematikan mesin motor. Ia turun, lalu membantu Riana turun dengan tangan yang sedikit gemetar. “Ini markas teman-teman Mas. Mereka janji bantu kita lunasin masalah. Kamu tahu kan, Mas lagi ada hutang sedikit…”
965Please respect copyright.PENANAOPUrAyvNBT
“Hutang judi lagi?” Riana mencebik, tapi suaranya masih manja. “Mas janji berhenti. Aku nggak suka kamu main judi.”
965Please respect copyright.PENANALMJeqlRBji
Bagas menarik Riana ke dalam pelukannya. Ia mencium kening gadis itu lama, menghirup aroma shampoo rambutnya yang harum. “Maaf sayang… ini demi kita. Setelah ini, kita bisa mulai hidup baru. Mas janji.”
965Please respect copyright.PENANA0VodY4HckO
Pintu gudang besi bergeser keras dengan suara berat. Cahaya lampu kuning temaram menyembur keluar bersama asap rokok dan bau oli mesin yang menyengat. Beberapa pria bertato, berbadan kekar, dan berpakaian jaket kulit hitam berdiri di ambang pintu. Mata mereka langsung tertuju pada Riana seperti serigala melihat mangsa.
965Please respect copyright.PENANAuwevWVUQUp
Di tengah-tengah mereka berdiri seorang pria tinggi 180 cm dengan tubuh penuh tato. Wajahnya keras, rahang tegas, dan tatapannya tajam penuh kekuasaan. Boss Jaka.
965Please respect copyright.PENANAdd64wQ0yvL
“Bagas… akhirnya lo datang juga,” suara Jaka dalam dan berat, seperti geraman. Matanya menyusuri tubuh Riana dari atas ke bawah tanpa malu. “Dan ini barangnya? Bagus. Lebih cantik dari foto.”
965Please respect copyright.PENANABzi6RMSScv
Riana mundur selangkah, tangannya mencengkeram lengan Bagas lebih kuat. “Mas… siapa mereka? Kenapa ngomong gitu?”
965Please respect copyright.PENANAFQX54rgf10
Bagas tidak menjawab langsung. Ia hanya menunduk, menghindari tatapan Riana. “Ria… maaf. Mas nggak punya pilihan lagi. Hutang Mas udah puluhan juta. Mereka bilang… kalau Mas kasih kamu buat mereka, hutang lunas.”
965Please respect copyright.PENANAE83sRAgA42
Sesaat dunia Riana seperti berhenti berputar. Ia tertawa gugup, mengira ini lelucon. “Mas… jangan bercanda. Ayo pulang yuk.”
965Please respect copyright.PENANAMz3drpPjPM
Tapi Bagas melepaskan tangan Riana dengan lembut. Ia mendorong tubuh gadis itu pelan ke depan, ke arah geng tersebut. “Maaf sayang… ini demi kita.”
965Please respect copyright.PENANAgznzCgzxjU
Riana menjerit kecil saat dua tangan kasar langsung menangkap lengannya. Boss Jaka melangkah mendekat, tangannya yang besar dan penuh tato menyentuh dagu Riana, memaksa wajah imut itu mendongak. Napasnya hangat dan berbau rokok menyapu wajah Riana.
965Please respect copyright.PENANAuviGZ1q1lz
“Polos banget ya, kecil. Montok juga,” gumam Jaka sambil tersenyum dingin. Jarinya turun menyusuri leher jenjang Riana, lalu berhenti di atas payudara montok yang naik turun karena napas ketakutan. “Dari sekarang, kamu milik Black Wolf. Namamu Riana, kan? Mulai malam ini, panggil aku Boss.”
965Please respect copyright.PENANAgVD5gCnkDt
“Aku nggak mau! Mas! Tolong!” Riana berusaha meronta, air mata sudah menggenang di matanya yang bulat. Tubuhnya yang sensitif langsung merinding saat tangan Jaka meremas payudaranya dari luar baju dengan kasar. Sensasi panas dan sakit bercampur aneh membuat putingnya mengeras tanpa bisa dicegah.
965Please respect copyright.PENANA5puPytACst
Bagas berdiri di belakang, wajahnya pucat. “Ria… tahan sebentar ya. Mereka cuma mau… pakai kamu malam ini. Besok Mas jemput lagi.”
965Please respect copyright.PENANAs3y8OXWqoX
“BOHONG!” teriak Riana. Tapi suaranya tertelan tawa kasar para anggota geng.
965Please respect copyright.PENANAfaSH4cMqLL
Riko, yang paling kasar dan bertubuh kekar, langsung merobek kancing baju Riana hingga terbuka. Payudara montoknya yang terbungkus bra hitam tipis langsung terpapar. “Wah, puting-puting ini gede banget, Boss. Pasti enak dihisap.”
965Please respect copyright.PENANAC3gUYdiITE
Deni tertawa sambil mengangkat ponsel, mulai merekam. “Barang baru yang fresh. Video ini bakal laku keras.”
965Please respect copyright.PENANAk7GTrPJsnO
Toni mendekat dari samping, tangannya langsung merayap ke paha Riana yang mulus, naik ke bawah rok pendeknya. “Memeknya pasti pink dan ketat. Gue yang pertama mau coba dari belakang.”
965Please respect copyright.PENANAHFH2PWPiKj
Riana menangis tersedu. Tubuhnya gemetar hebat saat tangan-tangan kasar itu menjelajahi setiap inci kulitnya. Bau keringat pria, oli, dan rokok bercampur menjadi aroma maskulin yang menekan. Ia merasa diperlakukan seperti barang, bukan manusia.
965Please respect copyright.PENANAVWl2ZrZqfw
Boss Jaka mengeluarkan sebuah pil kecil berwarna merah dari saku jaketnya. “Minum ini dulu, biar malam ini lebih menyenangkan buat kamu.” Ia mencengkeram rahang Riana kuat, memaksa mulut gadis itu terbuka, lalu memasukkan pil itu dan menuangkan air dari botol.
965Please respect copyright.PENANANatJoapWmM
Riana terbatuk, tapi pil itu sudah masuk. Panas mulai menyebar di perutnya hanya dalam hitungan menit. Sensasi aneh merayap ke bawah, membuat area intimnya terasa hangat dan berdenyut pelan. Ia menggigit bibir, berusaha menahan, tapi tubuhnya yang memang sangat responsif mulai berkhianat.
965Please respect copyright.PENANAz0qiOV5B2w
“Tidak… panas… tolong hentikan…” bisik Riana lemah.
965Please respect copyright.PENANAxjITKPWmBn
Jaka tertawa pelan. Ia menarik Riana ke tengah gudang yang sudah disiapkan dengan matras kotor dan rantai-rantai besi. Para anggota geng mengelilingi mereka seperti serigala. Bagas masih berdiri di dekat pintu, wajahnya penuh penyesalan tapi tak berani bergerak.
965Please respect copyright.PENANAhkDu98ICK1
“Strip dia,” perintah Jaka.
965Please respect copyright.PENANAaCPcJAg9MD
Dalam sekejap, baju Riana robek habis. Bra dan celana dalamnya dilepas kasar. Tubuh telanjang sempurna itu terpapar di bawah lampu gudang—payudara montok bergoyang, pinggul lebar, dan area intimnya yang pink tight berkilau karena cairan yang mulai keluar akibat obat.
965Please respect copyright.PENANAULCBBcJhCj
Jaka meremas payudara Riana kuat, jarinya memilin puting yang mengeras. “Lihat ini… sudah basah duluan. Tubuh pelacur alami.”
965Please respect copyright.PENANArN9WcdU9lr
Riana menangis sambil menggeleng. “Aku bukan pelacur… Mas Bagas… tolong…”
965Please respect copyright.PENANAaAIuw0EZOF
Tapi Bagas hanya membalikkan badan, tak sanggup melihat. Suara pintu gudang tertutup di belakangnya terdengar seperti vonis mati bagi hubungan mereka.
965Please respect copyright.PENANAJ9kPaR32sv
Riko menjepit puting Riana sambil menjilat lehernya. Sensasi basah lidah kasar dan sakit jepitan membuat Riana mengeluarkan erangan kecil tak sengaja. Toni sudah memasukkan jari ke celah intimnya yang semakin basah, memutar-mutar di sana sambil tertawa. “Ketat banget. Besok-besok bakal longgar setelah kami selesai.”
965Please respect copyright.PENANAlHgNLxuAAO
Obat perangsang bekerja semakin kuat. Riana merasa kepalanya pusing, tubuhnya panas seperti terbakar. Kakinya gemetar, cairan bening mulai menetes pelan di pahanya. Ia benci dirinya sendiri karena tubuhnya bereaksi seperti ini.
965Please respect copyright.PENANAe5Emc5UDd7
Boss Jaka membuka resleting celananya. Sesuatu yang panjang, tebal, dan berdenyut muncul—ukuran 19 cm yang menakutkan. Ia mengusapkannya ke pipi Riana yang basah air mata.
965Please respect copyright.PENANA30jQ1jSanA
“Mulai malam ini, kamu adalah budak seks geng Black Wolf. Setiap lubang tubuhmu akan kami pakai. Setiap hari. Setiap malam.”
965Please respect copyright.PENANAxauW0jeJFq
Riana hanya bisa menangis tersedu saat Jaka mendorongnya berlutut. Bau maskulin yang kuat memenuhi indranya. Di belakangnya, tangan-tangan kasar sudah mulai mempersiapkan alat-alat: anal plug mengkilap, cambuk kulit, dan rantai suspensi yang bergantung dari langit-langit gudang.
965Please respect copyright.PENANAX0MWcyX6QG
Malam itu baru saja dimulai.
965Please respect copyright.PENANAxBr9kBvoG7
Riana Putri, mahasiswi polos yang manja, baru saja dijual oleh pacarnya sendiri menjadi barang mainan bagi geng motor paling kejam di kota.
965Please respect copyright.PENANACWSoDu8Ivr
Dan tubuhnya… mulai menikmati sensasi pertama dari kehancurannya.
965Please respect copyright.PENANA5QZyUxJRGn


