Bab 3: Training Pertama dengan Marco
879Please respect copyright.PENANAmvkUO5IVfa
Marco berdiri di ambang pintu seperti raksasa yang siap memangsa. Tubuhnya yang besar dan kasar, otot-otot menonjol di balik kaus hitam ketat, membuat ruangan terasa semakin sempit. Matanya yang tajam dan buas menyapu tubuh Elena yang hanya mengenakan chastity belt metal dingin. Senyumnya lebar, penuh nafsu dan kekuasaan.
879Please respect copyright.PENANAjWbU5dLd1G
“Bagus. Sudah siap menunggu,” katanya dengan suara berat yang kasar. Ia meletakkan tas besar berisi alat-alat di atas meja, bunyi logam dan karet beradu terdengar jelas. Elena mundur hingga punggungnya menempel ke dinding dingin. Jantungnya berdegup kencang, campuran ketakutan dan sensasi aneh yang sudah mulai muncul sejak Lia menyentuhnya tadi.
879Please respect copyright.PENANAAUt68bxe0Z
“Jangan… tolong…” bisik Elena, suaranya gemetar. Air mata masih menggenang di mata cokelatnya yang indah.
879Please respect copyright.PENANA7o2ZEoUTJL
Marco tertawa rendah. Ia mendekat dengan langkah berat, tangan besarnya langsung meraih dagu Elena dan mengangkatnya paksa. “Di sini tidak ada ‘tolong’, Eve. Kau milik Tuan Damien. Dan aku adalah pelatihmu. Tugasku mengubah memek polosmu menjadi lubang profesional yang bisa memuaskan pria mana pun.”
879Please respect copyright.PENANAzYyVCXCRLU
Dengan satu gerakan kasar, Marco membuka jubah tipis Elena hingga jatuh ke lantai. Tubuh telanjang gadis itu tercermin di cermin besar ruangan. Payudara D-cup sempurna dengan puting merah muda yang sudah mengeras karena udara dingin dan ketegangan. Chastity belt masih terkunci rapat, menekan memek dan analnya.
879Please respect copyright.PENANAsuWJz3oKSS
Marco mengeluarkan kunci dari sakunya dan membuka chastity belt dengan bunyi klik. Metal dingin dilepas, meninggalkan garis merah tipis di pinggul putih mulus Elena. Bibir memeknya yang pink langsung terpapar, sudah agak basah dan mengkilap karena cairan orgasme alami yang keluar sejak foreplay dengan Lia.
879Please respect copyright.PENANAv409YLFnLl
“Sudah basah sebelum aku sentuh. Kau memang bakat,” gumam Marco puas. Ia mendorong Elena ke tempat tidur besar, membaringkannya telentang. Kaki jenjang Elena dibuka lebar, diikat ke tiang tempat tidur dengan tali kulit lembut tapi kuat. Tangan Elena diikat di atas kepala. Posisi ini membuat pinggulnya terangkat sedikit, memperlihatkan memek pink tight dan anal kecil yang rapat.
879Please respect copyright.PENANAy46FjBWPxb
Marco mengoleskan cairan orgasme pelumas hangat ke tangannya. Bau manis cairan orgasme itu memenuhi ruangan, bercampur dengan aroma tubuh Elena yang mulai terangsang. Jari-jari kasarnya menyentuh bibir memek Elena, mengusap naik turun pelan. Sensasi hangat dan licin membuat Elena menggeliat.
879Please respect copyright.PENANAu5s7sck9bW
“Ahh…” desahan kecil lolos dari bibirnya tanpa izin.
879Please respect copyright.PENANAY0bJMkTMrz
“Bagus. Suara seperti itu harus sering keluar,” kata Marco. Ibu jarinya menemukan kristoriskecil yang tersembunyi. Ia memutar pelan, memberi tekanan ringan tapi terus menerus. kristorisElena langsung membengkak, berdenyut di bawah sentuhan. cairan orgasme bening Elena bercampur pelumas, menciptakan suara basah kecil setiap kali jari bergerak.
879Please respect copyright.PENANAnV2ZLQpmQt
Marco melanjutkan foreplay yang lambat dan menyiksa. Dua jarinya memasuki memek Elena yang sangat tight. Dinding dalamnya menggenggam jari-jari itu kuat, seolah menolak sekaligus menyambut. Ia memompa pelan, keluar masuk, sambil ibu jarinya terus menggosok kristorisdengan ritme yang semakin cepat.
879Please respect copyright.PENANAaySs9iGynE
“Kau rasakan itu? memekmu sudah mengisap jari aku. Bayangkan nanti saat kontol besar masuk,” bisik Marco kasar. Elena menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Perut bawahnya panas, kakinya yang diikat gemetar hebat. Sensasi penuh, meregang, dan getaran listrik dari kristorismembuat pikirannya kabur.
879Please respect copyright.PENANAEQQysUYuIP
“T-Tuan Marco… panas…” keluh Elena. Air mata mengalir di pipinya. Malu karena tubuhnya bereaksi begitu cepat, tapi kenikmatan yang belum pernah ia rasakan ini terlalu kuat untuk ditolak.
879Please respect copyright.PENANAss6eP3wTP9
Marco menambah satu jari lagi, sekarang tiga jari memompa memek Elena. Suara “slurp… slurp… slurp” basah semakin keras. Cairan Elena mengalir lebih banyak, membasahi seprai di bawah analnya. Bau intim manis dan hangat memenuhi udara. Marco menunduk, lidahnya menyentuh kristorisElena, menjilat dan mengisap pelan sambil jari-jarinya terus bekerja.
879Please respect copyright.PENANAJtWuq8N9WU
Elena melengkungkan punggungnya. “Ahh! Ahh! Tolong… aku mau… mau keluar…”
879Please respect copyright.PENANA8SCQIYKXvi
“Belum boleh,” bentak Marco sambil menarik jarinya dan lidahnya tepat di ambang klimaks. Elena menangis frustrasi. Tubuhnya bergetar hebat, memeknya berdenyut kosong, mengeluarkan cairan orgasme bening yang mengalir ke anal.
879Please respect copyright.PENANAfaYRYadAJh
Marco tersenyum puas. Ia mengambil anal plug sedang dari tasnya. Alat itu berbentuk kerucut hitam mengkilap, dengan pangkal lebar dan ekor kecil. Ia olesi dengan pelumas dingin kali ini.
879Please respect copyright.PENANACPBwZfyNCz
“Sekarang analmu. Relaks, atau akan lebih sakit.”
879Please respect copyright.PENANA8rzPfZFUrP
Elena menggeleng ketakutan. “Jangan di situ… please…”
879Please respect copyright.PENANAG8OeetvonL
Marco tak peduli. Jari telunjuknya yang licin menyentuh anal Elena, memutar pelan di lingkaran rapat itu. Sensasi dingin dan asing membuat Elena mengejang. Marco memasukkan ujung jari, meregangkan anal pelan-pelan. Rasa penuh dan sedikit nyeri bercampur dengan getaran aneh yang menjalar ke memeknya.
879Please respect copyright.PENANAVN2HRnOAYs
Setelah anal agak longgar, Marco menekan anal plug. “Tarik napas… hembuskan.”
879Please respect copyright.PENANAXXAOTmBBzO
Elena menarik napas dalam. Saat ia menghembus, Marco mendorong plug itu masuk. anal Elena meregang lebar, sensasi terbakar dan penuh membuatnya menjerit kecil. “Aaahh! Sakit… penuh sekali!”
879Please respect copyright.PENANAyZXW6PSRFz
Plug masuk sepenuhnya dengan bunyi plop kecil. Pangkalnya menekan di luar, membuat anal Elena terasa sangat penuh. Setiap gerakan kecil membuat plug bergeser di dalam, menekan dinding dalam yang sensitif dan memberi tekanan tidak langsung ke memek.
879Please respect copyright.PENANALcSV7MYqKA
Marco menepuk pelan pantat Elena. “Bagus. Sekarang tahan di dalam.”
879Please respect copyright.PENANAw8xGK9nzP9
Ia melepas ikatan kaki Elena sementara, membalik tubuh gadis itu menjadi posisi merangkak. Payudara Elena bergantung, putingnya mengeras menyentuh seprai. Marco mengambil dildo besar berukuran sedang—tebal dan panjang dengan permukaan bertekstur. Ia olesi pelumas hangat banyak-banyak.
879Please respect copyright.PENANAbx3619DwjI
“memekmu sekarang,” katanya sambil menekan ujung dildo ke bibir memek Elena yang sudah banjir cairan orgasme.
879Please respect copyright.PENANAYp4pVJOqCH
Pelan tapi pasti, Marco mendorong dildo masuk. memek Elena yang masih tight meregang lebar, dinding dalamnya tergesek setiap tonjolan tekstur. Sensasi meregang, penuh, dan gesekan panas membuat Elena menjerit campur desahan.
879Please respect copyright.PENANA4Z3KKa0Bsc
“Oh Tuhan… terlalu besar… aku penuh… penuh sekali!”
879Please respect copyright.PENANA9Iy6u1SUgJ
Marco memompa dildo dengan ritme lambat tapi dalam. Setiap dorongan membuat anal plug di anal bergeser, menciptakan sensasi ganda yang gila. memek dan anal Elena terisi penuh. Kakinya gemetar hebat, tangannya mencengkeram seprai. Air mata mengalir deras, tapi pinggulnya tanpa sadar mulai bergerak mundur menyambut dildo.
879Please respect copyright.PENANAXwW8LqcX32
“Katakan! Katakan kau suka dipenuhi seperti pelacur,” perintah Marco sambil mempercepat pompaannya.
879Please respect copyright.PENANAO51FZcYPKY
“Aku… aku suka… ahh! memekku suka dipenuhi… analku penuh… aku pelacur… pelacur baru Tuan Damien!” Elena mengucapkan kata-kata itu di antara desahan dan tangis. Suaranya parau, penuh malu dan hasrat.
879Please respect copyright.PENANAKGEHpWmbjB
Marco memutar dildo, menggosok titik sensitif di dalam memek Elena. Ceri-nya berdenyut gila-gilaan, menggesek seprai setiap kali tubuhnya bergoyang. Sensasi panas, dingin dari pelumas, penuh, meregang, dan berdenyut bercampur jadi satu. Bau keringat, cairan orgasme pelumas, dan cairan Elena memenuhi ruangan.
879Please respect copyright.PENANAErlFzDyiJj
Marco menyalakan getaran kecil di dildo. *Bzzz… bzzz…* Suara rendah itu membuat Elena menjerit. Getaran menjalar ke seluruh dinding memek dan menekan plug di anal.
879Please respect copyright.PENANAhVSJc5yfUR
“Aku… aku tidak tahan lagi! Tolong izinkan… izinkan aku keluar!” pinta Elena sambil menangis.
879Please respect copyright.PENANAhp6kIDXXxT
“Belum. Tahan lebih lama,” kata Marco kejam. Ia menarik dildo keluar perlahan, lalu memasukkannya lagi dengan dorongan kuat. Elena menjerit, tubuhnya kejang. Kakinya gemetar tak terkendali, perut bawahnya berdenyut hebat.
879Please respect copyright.PENANAaJqSn4K0Wh
Setelah hampir satu jam foreplay dan penetrasi dengan alat, Marco akhirnya melepas celananya. kontolnya besar, tebal, dan sudah sangat keras—mungkin 20 cm seperti milik Damien, dengan urat-urat menonjol.
879Please respect copyright.PENANAWYuwIMYjFY
Ia melepas anal plug dengan tarikan pelan. anal Elena yang sudah agak longgar mengeluarkan suara basah. Marco menempatkan ujung kontolnya di anal yang baru diregangkan.
879Please respect copyright.PENANAnjy8CXYaKr
“Sekarang analmu yang sesungguhnya.”
879Please respect copyright.PENANA9NfqguAaPo
Elena menggeleng lemah, tapi tubuhnya sudah terlalu lelah melawan. Marco mendorong masuk. Rasa panas, tebal, dan hidup berbeda dari plug. anal Elena meregang ekstrim, sensasi terbakar dan penuh membuatnya menangis keras. Marco memompa pelan di anal, tangannya meraih ke depan dan memainkan kristorisElena.
879Please respect copyright.PENANASBJjZ6ujWW
Sensasi ganda itu membawa Elena ke tepi jurang. Marco mempercepat, suara tamparan kulit ke kulit *plak… plak… plak* memenuhi ruangan. Keringat mereka bercampur. Bau seks kuat menyergap indra Elena.
879Please respect copyright.PENANAOsAqvF2Fr2
“Sekarang memekmu,” kata Marco. Ia menarik keluar dari anal, lalu memasukkan kontolnya ke memek Elena dengan satu dorongan kuat.
879Please respect copyright.PENANAUTzzHI8TFr
“Ahhhhh!” Elena menjerit panjang. memeknya diregang maksimal. kontol Marco memenuhi seluruhnya, ujungnya menyentuh titik paling dalam. Ia memompa keras, tangannya menampar pelan pantat Elena.
879Please respect copyright.PENANAkD6o79WW4Q
“Orgasme sekarang! Keluarkan untuk pelatihmu!”
879Please respect copyright.PENANAtP2Xg2wvEF
Tubuh Elena mengejang hebat. memeknya berdenyut kuat menggenggam kontol Marco. cairan orgasme orgasmenya menyembur keluar, membasahi paha dan kontol pria itu. Kakinya gemetar tak terkendali, air mata mengalir deras, mulutnya terbuka mengeluarkan desahan panjang yang parau. Gelombang kenikmatan yang menyakitkan dan luar biasa membanjiri seluruh tubuhnya.
879Please respect copyright.PENANAyLTOj3mP7x
Marco mendengus, memompa beberapa kali lagi sebelum menarik keluar dan menyemburkan sperma panasnya ke punggung dan payudara Elena. Cairan kental hangat itu menempel di kulit putihnya, baunya kuat dan maskulin.
879Please respect copyright.PENANASvy7u8NZrq


