Bab 4: Intensitas yang Mematahkan
915Please respect copyright.PENANADUZfePfX32
Elena terbangun dengan tubuh yang terasa hancur. Setiap ototnya pegal, memek dan analnya masih berdenyut pelan dengan sensasi penuh yang tersisa dari sesi semalam. Cairan kering sperma Marco masih menempel di punggung dan payudaranya, baunya maskulin dan kuat. Ia mencoba bergerak, tapi rantai halus di pergelangan tangan dan kaki masih mengikatnya ke tempat tidur. Chastity belt sudah dipasang kembali, metal dingin menekan kristoris yang masih sensitif, membuat setiap gerakan kecil menjadi siksaan manis yang menyiksa.
915Please respect copyright.PENANAKnq5Lo4uHv
Pintu terbuka. Marco masuk lagi, kali ini membawa troli berisi alat-alat yang lebih banyak dan berat. Tubuh besarnya masih terlihat segar, seolah sesi semalam hanyalah pemanasan baginya. Di belakangnya, Lia mengikuti dengan senyum sinis, membawa botol cairan orgasme pelumas baru dan kain bersih.
915Please respect copyright.PENANAV2wxT78znh
“Bangun, Eve. Hari kedua training. Semalam kau cukup bagus untuk pemula, tapi hari ini kita naik level,” kata Marco dengan suara kasar penuh semangat.
915Please respect copyright.PENANAJonBG5bGV9
Elena menggeleng lemah, air mata langsung menggenang. “Aku… aku tidak kuat lagi… tolong istirahat dulu…”
915Please respect copyright.PENANAso4Vwgiw6K
Lia tertawa pelan. “Istirahat? Di sini tidak ada kata itu untuk barang baru. Tuan Damien ingin hasil cepat.”
915Please respect copyright.PENANASAB7ulJAAe
Marco melepas rantai dan chastity belt. Tubuh Elena yang telanjang langsung terpapar. memeknya masih agak bengkak dan merah dari penetrasi semalam, analnya sedikit longgar dengan bekas merah di sekitarnya. putingnya mengeras begitu udara dingin menyentuh.
915Please respect copyright.PENANAUJC7Pfvsqf
Mereka membawa Elena ke tengah ruangan. Di sana sudah disiapkan alat suspension—rantai dan tali yang tergantung dari langit-langit. Marco mengangkat tubuh Elena dengan mudah, memasang manset kulit di pergelangan tangan dan kaki. Tubuhnya digantung, kaki direntangkan lebar, posisi seperti huruf X terbalik. Payudaranya terangkat, memek dan analnya terbuka sempurna, mudah diakses.
915Please respect copyright.PENANA0hB9f7SEzt
Sensasi tali yang menggigit kulit dan posisi tak berdaya membuat Elena gemetar. “Jangan seperti ini… aku malu…”
915Please respect copyright.PENANAAsHsR7esVq
Marco mengoleskan cairan orgasme pelumas dingin ke seluruh tubuh Elena. Dinginnya membuat puting mengeras lebih keras, sementara di memek dan anal terasa kontras dengan panas tubuhnya. Lia membantu, tangannya meremas payudara Elena dengan kuat, memilin puting hingga gadis itu mendesah.
915Please respect copyright.PENANAyJM6LkNRud
“Katakan dirty talk sambil kami siapkan,” perintah Lia sambil menjepit puting Elena.
915Please respect copyright.PENANAsJqfLNSYVZ
“Aku… aku adalah pelacur baru Tuan Damien… memekku siap diregang… analku siap diisi…” Elena mengucapkan dengan suara gemetar, malu yang membakar wajahnya.
915Please respect copyright.PENANANf0v37vVH1
Marco mengambil anal plug yang lebih besar dari semalam—ukuran besar dengan getaran. Ia olesi pelumas hangat tebal, lalu menekannya ke anal Elena yang masih agak longgar. Rasa penuh langsung datang. anal meregang lebar, sensasi terbakar dan penuh membuat Elena menjerit kecil. Plug masuk dengan bunyi plop basah, pangkalnya menekan kuat di luar. Marco menyalakan getaran rendah. *Bzzz… bzzz…*
915Please respect copyright.PENANAJMtiIHmoRx
“Ohh! Bergetar di dalam… penuh sekali!” Elena menggeliat di suspension, tubuhnya bergoyang, membuat payudaranya bergoyang indah.
915Please respect copyright.PENANADmBoX5AaCd
Sementara plug bekerja di anal, Marco mengambil dildo besar yang lebih tebal dan panjang, permukaan berurat kasar. Ia memasukkannya pelan ke memek Elena. Dinding dalam yang masih sensitif meregang maksimal, setiap urat dildo menggesek titik sensitifnya. Marco memompa lambat tapi dalam, keluar masuk sambil plug di anal terus bergetar.
915Please respect copyright.PENANAilCA8uZJZi
Sensasi ganda itu gila. Elena menangis, kakinya yang digantung gemetar hebat. cairan orgasmenya mengalir deras, menetes ke lantai dengan suara kecil. Bau intim manis bercampur cairan orgasme pelumas memenuhi ruangan.
915Please respect copyright.PENANAiKmWwU7Wie
“Suara bagus. Lebih keras!” bentak Marco sambil mempercepat pompa dildo. Suara basah *slurp… slurp… plok… plok* semakin keras.
915Please respect copyright.PENANALiOHd8hQUf
“Aaahh! memekku penuh! analku bergetar! Aku… aku pelacur… pelacur murahan!” Elena berteriak di antara desahan. Air liurnya menetes dari sudut bibir karena mulutnya terus terbuka.
915Please respect copyright.PENANACXRj5xoqVI
Lia mendekat, memasang gag ball ke mulut Elena. Bola karet besar ditekan masuk, mengunci lidahnya. Hanya desahan teredam yang bisa keluar sekarang. “Ini supaya kau fokus pada sensasi tubuhmu,” kata Lia sambil menampar pelan payudara Elena. *Plak! Plak!*
915Please respect copyright.PENANAAY63MAhZVZ
Marco menarik dildo keluar, lalu menggantinya dengan fucking machine. Mesin besar dengan dildo tebal dipasang di depan memek Elena. Marco mengatur sudut dan kedalaman, lalu menyalakannya di kecepatan sedang.
915Please respect copyright.PENANAhRPw8FGBpg
*Thrust… thrust… thrust…*
915Please respect copyright.PENANAi8tGDVIqjc
Mesin itu memompa tanpa henti, dildo masuk keluar memek Elena dengan ritme mesin. Setiap dorongan dalam membuat tubuh Elena bergoyang di suspension. Plug di anal terus bergetar, menciptakan tekanan ganda yang tak tertahankan. kristorisElena berdenyut gila, menggesek udara setiap kali mesin mendorong.
915Please respect copyright.PENANAmX3mqVFXQE
Air mata mengalir deras di pipi Elena. Kakinya gemetar tak terkendali, perut bawahnya naik turun mengikuti ritme mesin. Sensasi panas gesekan, dingin pelumas, penuh meregang, dan getaran berdenyut bercampur jadi satu gelombang kenikmatan menyakitkan.
915Please respect copyright.PENANAYZnytx8WzA
Marco dan Lia menonton sambil sesekali menampar pantat atau memilin puting Elena. “Lihat bagaimana memeknya mengisap dildo mesin. Ia sudah mulai menikmati,” kata Marco puas.
915Please respect copyright.PENANAu8GxQo59BP
Setelah hampir empat puluh menit di fucking machine, Elena sudah berada di ambang gila. Tubuhnya berkeringat deras, rambut hitam panjang menempel di kulit putihnya. Marco menghentikan mesin, melepas gag ball.
915Please respect copyright.PENANAdUWQUubZpS
“Mohon… izinkan aku keluar… please Tuan…” pinta Elena dengan suara parau.
915Please respect copyright.PENANAUBXoS6DVPB
“Belum. Sekarang analmu yang utama.”
915Please respect copyright.PENANAblXqcno3lQ
Marco melepas plug getar, anal Elena yang sudah longgar menganga sedikit. Ia memasukkan kontolnya sendiri yang sudah keras maksimal ke anal Elena dengan satu dorongan kuat.
915Please respect copyright.PENANASzkQ6GBMjX
“Aaahhhhh!” jerit Elena panjang. Rasa panas hidup, tebal, dan dalam di anal membuatnya mengejang. Marco memompa keras di anal, tangannya meraih ke depan dan memainkan kristorisElena dengan kasar.
915Please respect copyright.PENANAsyWP6LpSNE
Sensasi penuh di dua lubang sekaligus membuat Elena hilang kendali. Marco mempercepat, suara tamparan kulit *plak plak plak* keras memenuhi ruangan. Keringat mereka bercampur, bau seks pekat menyergap.
915Please respect copyright.PENANAVktqMiY90f
“Katakan kau ingin sperma di dalam anal!” perintah Marco.
915Please respect copyright.PENANAnManbnZxIl
“Aku ingin… sperma Tuan di analku! Isi aku! Jadikan aku pelacur sungguhan!” Elena berteriak, suaranya pecah.
915Please respect copyright.PENANA1nfNvfK83z
Marco mendengus kasar, memompa beberapa kali terakhir sebelum menyemburkan sperma panasnya dalam-dalam ke anal Elena. Cairan kental itu memenuhi bagian dalam, membuat perut bawah Elena terasa penuh dan hangat. Beberapa tetes sperma bocor keluar saat Marco menarik kontolnya.
915Please respect copyright.PENANACK5ZQYJzXY
Tapi training belum selesai. Marco memasang kembali anal plug sedang untuk “menahan sperma di dalam”, lalu menyalakan fucking machine lagi di memek Elena dengan kecepatan lebih tinggi.
915Please respect copyright.PENANAldYSRWf850
Elena mencapai orgasme pertama yang hebat. Tubuhnya kejang hebat di suspension, memeknya berdenyut kuat menggenggam dildo mesin, cairan orgasme orgasmenya menyembur keluar berkali-kali, membasahi lantai. Kakinya gemetar tak terkendali, air mata mengalir deras, mulutnya mengeluarkan desahan panjang yang tak beraturan. Gelombang kenikmatan datang bertubi-tubi, membuat pikirannya kosong total.
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah915Please respect copyright.PENANAOsi5Iq2GIL
915Please respect copyright.PENANAhgrjvmmjW8
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah915Please respect copyright.PENANABHZStnuHTR
915Please respect copyright.PENANAkq1eh7nMsX


