Merisa menutup pintu kamarnya pelan, tubuhnya terasa berat setelah seharian mengurus toko dan menghadapi drama dengan Layra tadi siang.
345Please respect copyright.PENANAL2rbTx8tNo
345Please respect copyright.PENANAntFkrXxF7d
Ia melepas dress yang dikenakannya, berdiri di depan cermin hanya dengan bra dan celana dalam.
345Please respect copyright.PENANA2qr2LTkeqa
Bayangan wajah Hardian dan Layra masih mengganggu, tapi kali ini ada sedikit kelegaan.
345Please respect copyright.PENANAdeksuCvMZN
Sebab pamannya berjanji akan mengurus semuanya.
345Please respect copyright.PENANAmFH6KLFRDi
Di lantai bawah, Rianti selesai membersihkan diri di kamar mandi tamu.
345Please respect copyright.PENANA1o2cTPJBl9
345Please respect copyright.PENANAefvjqyzHke
Ia mengenakan daster longgar yang tipis, rambutnya masih agak basah. Pikirannya melayang ke sesi panas tadi sore dengan Dirwan.
345Please respect copyright.PENANADsSMKEabbv
Tubuhnya masih terasa sensitif, setiap gerakan mengingatkannya pada sentuhan pria itu.
345Please respect copyright.PENANARqI13jYFI2
345Please respect copyright.PENANAr5S83hZQvS
Ia tersenyum kecil sambil menyentuh perutnya, merasakan sisa kehangatan di dalam sana.
345Please respect copyright.PENANAyKnC1GevOl
345Please respect copyright.PENANAzq4i4kJUR8
Singkat cerita.
345Please respect copyright.PENANAfMm9xdInGn
345Please respect copyright.PENANAGVXH9ahhfz
Malam pun mulai larut. Dita sudah tertidur di kamarnya setelah mandi dan makan malam ringan bersama yang lain.
345Please respect copyright.PENANAS1PtqBf8fR
Rumah terasa sepi, hanya ada suara AC dan sesekali kendaraan lewat di luar.
345Please respect copyright.PENANAkMR9SGH1BE
Merisa turun ke lantai bawah untuk minum air. Ia melihat Mamanya. Rianti, duduk di sofa ruang keluarga, menonton TV dengan volume rendah.
345Please respect copyright.PENANAPUXHI346WN
“Ma, belum tidur?” tanya Merisa sambil menuang air dingin.
345Please respect copyright.PENANAGQNZ2p19Bv
Rianti menoleh, senyumnya lembut seperti biasa. “Belum, Mama belum ngantuk. Duduk sini dulu, cerita hari ini gimana.”
345Please respect copyright.PENANAbb2r3pwpPq
Merisa mendekat, duduk di sebelah ibu tirinya. Mereka berbincang pelan tentang toko, pekerjaan, dan sedikit tentang pertemuan keluarga kemarin.
345Please respect copyright.PENANAZ9lbALiOVK
345Please respect copyright.PENANAPWBODPk51s
Merisa tidak menceritakan detail konfrontasi dengan Layra di toko, ia tidak ingin Mama nya khawatir lebih dalam.
345Please respect copyright.PENANAJBk7FJvoUh
345Please respect copyright.PENANAAjHUkgeuIH
Bu Rianti mendengarkan sambil sesekali mengelus lengan Merisa, naluri keibuannya selalu muncul di saat seperti ini.
345Please respect copyright.PENANA11ZB0o4Acb
Tak lama, ponsel Merisa bergetar. Tertera nomor tak dikenal disana. Ia sejenak ragu-ragu mengangkat, tapi akhirnya menjawab.
345Please respect copyright.PENANALLA7bnh8on
Suara di seberang adalah pengacara yang disebutkan Dirwan. Mereka membahas langkah awal perceraian, dokumen yang dibutuhkan, dan jadwal pertemuan besok.
345Please respect copyright.PENANAVToVUhTOBp
345Please respect copyright.PENANAq4yaFYaqhn
Merisa mendengarkan dengan jantung berdegup kencang. Ini nyata.
345Please respect copyright.PENANAjdFDeQMq5Q
345Please respect copyright.PENANA6AMrcY8UMa
Bu Rianti memperhatikan ekspresi putrinya berubah. Setelah telepon itu ditutup, ia bertanya pelan,
345Please respect copyright.PENANA2LDrweEAOB
“Itu soal perceraian ya?”
345Please respect copyright.PENANAcxGwF14nXE
Merisa mengangguk. “Paman sudah mulainya. Besok aku ketemu pengacara.”
345Please respect copyright.PENANAT6ZMgCmpHM
345Please respect copyright.PENANAgo4iJdU0bS
Rianti memeluknya singkat. “Apapun keputusanmu, Mama dukung. Kamu pantas dapat yang lebih baik.”
345Please respect copyright.PENANAtXeO9T7kmh
345Please respect copyright.PENANAeilMnfwE1i
Malam itu Merisa tidur dengan pikiran campur aduk. Sementara di tempat lain, Dirwan berada di ruang kerjanya yang gelap.
345Please respect copyright.PENANAgyTxPd49CP
Layar laptop menampilkan laporan dari anak buahnya.
345Please respect copyright.PENANAAdWsibe2td
Pengawasan terhadap keluarga Kusuma berjalan ketat. Ia juga memantau gerak-gerik Hardian dan Layra.
345Please respect copyright.PENANAknjzSN4RVv
Senyum tipis muncul di wajahnya saat membaca laporan bahwa Layra mendatangi toko Merisa tadi.
345Please respect copyright.PENANA0KfLVlgmFa
“Berani sekali dia.” gumamnya.
345Please respect copyright.PENANAfZQjHtdor7
345Please respect copyright.PENANAwALLJr46Su
Keesokan paginya.
345Please respect copyright.PENANAdDIIguDaoj
Rutinitas rumah berjalan seperti biasa. Dita berangkat sekolah lebih awal karena ada kegiatan ekstrakurikuler.
345Please respect copyright.PENANADeVwryWtS4
Merisa bersiap untuk bertemu pengacara. Bu Rianti membantu menyiapkan sarapan, tapi matanya sesekali melirik jam.
345Please respect copyright.PENANA3gqFFdOaJ3
Dia mengingat jika Dirwan bilang mungkin mampir lagi hari ini.
345Please respect copyright.PENANA2nEBbrHry3
Merisa berangkat dengan mobilnya. Di perjalanan, ia menerima pesan dari Dirwan.
345Please respect copyright.PENANAxxjUuTzKCN
“Paman tunggu di kafe dekat kantor pengacara. Kita bicara dulu.”
345Please respect copyright.PENANA1x78IewIKV
Hati Merisa hangat. Kehadiran pamannya selama ini seperti benteng yang tak terduga.
345Please respect copyright.PENANAcFmFy3qaFN
345Please respect copyright.PENANAQIk5Sp5yPU
Sesampainya di kafe, Dirwan sudah duduk di pojok dengan setelan jas rapi.
345Please respect copyright.PENANAuxlf919pIb
Wajahnya tenang, tapi aura ketegasan dan wibawanya terasa. Mereka berbincang tentang strategi perceraian.
345Please respect copyright.PENANAQnxfux3MFe
345Please respect copyright.PENANAiqAdDFzYds
Dirwan menjelaskan bahwa bukti perselingkuhan Hardian sudah lengkap, termasuk saksi dan rekaman.
345Please respect copyright.PENANAD4hvxXhOPS
Merisa mendengarkan tanpa banyak bicara, ia hanya mengangguk sesekali.
345Please respect copyright.PENANA934wBF74xz
345Please respect copyright.PENANAcCYuVbs6SD
“Risa, kamu tidak perlu takut. Semua urusan hukum dan bisnis sudah paman atur,” kata Dirwan sambil menatapnya dalam.
345Please respect copyright.PENANAVPn2wBPgf5
Tatapan itu membuat Merisa sedikit gelisah, tapi ia merasa aman. Ia merasa jantungnya berdegup kencang saat melihat dia kontak mata dengan pamannya.
345Please respect copyright.PENANAX8qckqVa0e
345Please respect copyright.PENANA00UOa5Di8i
Setelah pertemuan dengan pengacara yang berjalan lancar, Merisa pulang dengan perasaan lebih ringan.
345Please respect copyright.PENANA1UXWXIPJWT
345Please respect copyright.PENANAcSaB4Sm2ow
Sementara itu, di rumah, Bu Rianti sedang membersihkan kamar utama.
345Please respect copyright.PENANAdvXpsNiXSf
Tak lama ponselnya bergetar. Pesan dari Dirwan. “Aku datang sore ini. Siapkan seperti kemarin.”
345Please respect copyright.PENANArjBIdRBJYE
345Please respect copyright.PENANA0CbSRY64id
Bu Rianti tersipu. Ia segera menyiapkan kamar, mengganti seprai, menyalakan aromaterapi, dan memilih lingerie hitam yang lebih seksi dari kemarin.
345Please respect copyright.PENANAAoKcfl4Z2e
Tubuhnya sudah mulai bereaksi hanya dengan membayangkan sentuhan Dirwan.
345Please respect copyright.PENANAaExSoQigQs
345Please respect copyright.PENANAzqV4lSP9x8
Sore menjelang. Dirwan tiba tepat saat Merisa sedang mandi di lantai atas.
345Please respect copyright.PENANACpwSIAVGKy
Bu Rianti menyambutnya di pintu dengan daster tipis yang hampir transparan.
345Please respect copyright.PENANA4gvZX2SxYw
Tanpa banyak kata, Dirwan menariknya masuk dan mengunci pintu. Mereka langsung berciuman panas di ruang tamu.
345Please respect copyright.PENANAIzTRQQVQRQ
Tangan Dirwan menyusup ke dalam daster, meremas payudara Rianti yang sudah mengeras putingnya.
345Please respect copyright.PENANAatWJza3d52
345Please respect copyright.PENANAnHWiHbq9Cp
“Uhh… mas, pelan dulu… Merisa di atas,” desah Rianti di sela ciuman, tapi pinggulnya justru mendesak ke depan.
345Please respect copyright.PENANAP9zvx6s8Je
345Please respect copyright.PENANAbSIXLmeXSn
Dirwan tidak menjawab dengan kata. Ia mengangkat Rianti ke meja makan, membuka lebar pahanya, dan langsung menunduk.
345Please respect copyright.PENANA2Mg3gs2mBe
345Please respect copyright.PENANATAzk0aIjz2
Lidahnya menjilati celah basah itu dengan rakus. Bu Rianti menutup mulutnya sendiri agar tak berteriak.
345Please respect copyright.PENANASulf8gXECp
“Aahh… sshh… enak mas…” Tubuhnya menggeliat, cairan sudah mengalir deras.
345Please respect copyright.PENANAAW1KVCQYFz
Mereka pindah ke kamar tamu lantai bawah agar lebih aman.
345Please respect copyright.PENANA9MHyIqSmxV
Kelanjutanya bisa kalian temukan di lin!k bawah 👇👇 ini
https://bit.ly/42zj3qJ345Please respect copyright.PENANArWOIsSeHoS


