Malam itu setelah makan malam bersama, Merisa duduk di teras belakang rumah sambil menatap langit yang gelap.
830Please respect copyright.PENANAs5GhOIdnkL
830Please respect copyright.PENANAduC7t7nMBU
Pikirannya masih berkeliaran. Proses perceraian mulai berjalan, tapi tekanan dari keluarga Hardian masih ada.
830Please respect copyright.PENANAyDPUAbuRWH
Tiba-tiba ponselnya bergetar. Pesan masuk dari Dirwan.
830Please respect copyright.PENANADRucnSVtMJ
“Besok malam paman ajak kamu dinner. Hanya kita berdua. Ada yang perlu dibahas soal perceraian dan masa depanmu. Jangan tolak ya, Risa.”
830Please respect copyright.PENANABpq4gvgRe2
830Please respect copyright.PENANAshJUET2r4z
Merisa membaca pesan itu berkali-kali. Hatinya berdebar aneh. Ia tahu seharusnya ini hanya urusan keluarga, tapi entah kenapa ia merasa gugup.
830Please respect copyright.PENANAjuUzcgihVO
Akhirnya ia balas secara singkat: “Baik paman, terima kasih.”
830Please respect copyright.PENANAYartP7zUIU
****
830Please respect copyright.PENANAIauF5q5TM9
Keesokan harinya berjalan seperti biasa. Merisa mengurus toko, Rianti di rumah, sedangkan Dita sekolah.
830Please respect copyright.PENANAbsuRX6j7Fn
830Please respect copyright.PENANAiGFipEFOYI
Dirwan sibuk dengan urusan bisnisnya yang gelap. Saat sore menjelang, Dirwan mengirim sopirnya menjemput Merisa tepat pukul tujuh malam.
830Please respect copyright.PENANAfAhyaUr5Mt
830Please respect copyright.PENANAbvEXv9B8hz
Merisa memilih dress hitam sederhana tapi elegan yang menonjolkan lekuk tubuhnya.
830Please respect copyright.PENANAdVpEw9Hh7o
Rambutnya terurai, make up tipis. Saat tiba di kafe privat yang Dirwan pilih, tempat itu benar-benar eksklusif.
830Please respect copyright.PENANAa6chBpL8wR
Hanya ada beberapa meja di area tertutup dengan pencahayaan redup, musik jazz pelan, dan privasi yang sempurna.
830Please respect copyright.PENANAmXGu1DwHly
Tidak ada pengunjung lain di ruangan mereka.
830Please respect copyright.PENANAm7spAwZ9cZ
Dirwan sudah menunggu dengan setelan jas hitam yang membuatnya terlihat semakin gagah.
830Please respect copyright.PENANAzHd9iTkH9M
Brewoknya rapi, tatapan tajam. Ia berdiri menyambut Merisa dengan senyum lembut.
830Please respect copyright.PENANAMW4Ra8TlRC
“Kamu cantik sekali malam ini, Risa,” pujinya tulus sambil menarik kursi untuk Merisa.
830Please respect copyright.PENANAHPTWAptxmL
Merisa tersipu, duduk dengan anggun. “Terima kasih paman. Tempatnya bagus.”
830Please respect copyright.PENANAm63nOojp7r
Mereka mulai dengan hidangan pembuka. Obrolan ringan tentang perceraian, bukti yang sudah dikumpulkan, dan rencana masa depan Merisa setelah bebas dari Hardian.
830Please respect copyright.PENANAn7S58fz35Z
Dirwan berbicara tenang, tangannya sesekali menyentuh punggung tangan Merisa saat menenangkannya.
830Please respect copyright.PENANAZR6izY7s3C
Sentuhan itu terasa hangat, membuat Merisa semakin gelisah.
830Please respect copyright.PENANAItMfQfUCIz
Untuk menghilangkan ketegangan, Dirwan memesan wine terbaik. Awalnya hanya satu gelas untuk mereka minum.
830Please respect copyright.PENANA7btcbyUKy9
Tapi obrolan mereka semakin lama semakin dalam, Merisa mulai menuang sendiri gelas kedua, ketiga.
830Please respect copyright.PENANA2ZrofFyRge
Dirwan melihat itu pun ikut serta minum, meski ia lebih menahan diri.
830Please respect copyright.PENANAX1hDLz4WIV
“Paman… aku capek banget menghadapi semua ini,” ucap Merisa setelah gelas keempat.
830Please respect copyright.PENANAxve9pGxHDo
Pipinya sudah merona merah, matanya agak berkaca-kaca.
830Please respect copyright.PENANAJf0F6qtQYy
“Lima tahun aku bertahan, tapi akhirnya seperti ini…”
830Please respect copyright.PENANArYAulPHXh7
Dirwan menuang lagi untuk Merisa, dengan suaranya lembut.
830Please respect copyright.PENANAftjDsBv3g5
“Kamu kuat, Risa. Paman selalu ada di sampingmu. Minum saja malam ini, biar lega pikiran mu sedikit lega.”
830Please respect copyright.PENANAg61bw8GVjQ
Merisa tertawa kecil, dia sudah mulai terlihat mabuk. Ia menyandarkan kepala sebentar di bahu Dirwan saat pria itu duduk lebih dekat.
830Please respect copyright.PENANAFDfzXSAVA2
Aroma cologne Dirwan membuat kepalanya pusing sedikit.
830Please respect copyright.PENANA4LAJF334oR
“Paman baik sekali… kenapa Hardian tidak seperti paman ya…”
830Please respect copyright.PENANAyrfuipiGQp
Dirwan tersenyum tipis, tangannya mengelus rambut Merisa pelan. Mereka terus minum dengan cara pelan.
830Please respect copyright.PENANAB7g02p4xcO
830Please respect copyright.PENANADkdRLwgUrN
Dirwan juga mulai merasakan efek alkohol, tapi ia masih sadar. Merisa semakin terbuka, tertawa lebih lepas, tubuhnya sesekali menyandar ke Dirwan.
830Please respect copyright.PENANA9ZDGLZCmgV
Tatapan mereka semakin lama semakin intens.
830Please respect copyright.PENANAQiF8PYU24T
Saat hidangan utama selesai, Merisa sudah sangat mabuk cukup berat, Ia memegang lengan Dirwan erat.
830Please respect copyright.PENANAoM3JGlZPE5
830Please respect copyright.PENANAweBnylyR8e
“Paman… aku pusing… tapi ini membuat ku tenang… hangat…”
830Please respect copyright.PENANAEn7CNRXRNt
Dirwan memanggil pelayan. “Pesan satu kamar VIP di lantai atas. Sekarang juga.”
830Please respect copyright.PENANASLHJFUoPAI
830Please respect copyright.PENANAbI19RWMzx5
Tak lama kemudian, mereka berdua pun naik ke kamar privat yang mewah.
830Please respect copyright.PENANADAaVPzHsmk
Kamar itu luas, ada ranjang king size, sofa, dan pencahayaan romantis. Begitu pintu tertutup, Merisa yang mabuk langsung memeluk pinggang Dirwan.
830Please respect copyright.PENANA0pqjC4govK
830Please respect copyright.PENANAZJlcA0wp0d
“Paman… jangan tinggalin aku ya…” bisiknya, wajahnya tersembunyi di dada bidang pria itu.
830Please respect copyright.PENANAQNu6MDIUJS
Dirwan mengangkat dagu Merisa. Tatapan mereka bertemu. Kedua yang sudah mabuk akibat Alkohol menambah ketegangan di antara keduanya.
830Please respect copyright.PENANAhJFD41pPa1
830Please respect copyright.PENANAklySiP5p61
Secara tiba-tiba Dirwan mencium bibir Merisa pelan dulu, lalu semakin dalam.
830Please respect copyright.PENANA32zhob0bTf
Merisa membalas meski sedikit terlihat ragu-ragu, tangannya mencengkeram jas Dirwan.
830Please respect copyright.PENANAe7SlfnGcR2
“Hmm… paman…” desah Merisa di sela ciuman mereka.
830Please respect copyright.PENANAlxYjZnCdbB
Dirwan melepas jasnya, lalu mengangkat Merisa ke ranjang. Ia menindih tubuh wanita itu dengan lembut.
830Please respect copyright.PENANA1taZt5l3iY
830Please respect copyright.PENANAUX4YJu4L7C
Tangan besarnya menyusup ke dalam dress, meremas paha mulus Merisa.
830Please respect copyright.PENANAV3W6HCimow
830Please respect copyright.PENANA5Dg8LJvg92
“Risa… kamu cantik… paman sudah lama ingin melindungimu seperti ini,” bisik Dirwan serak.
830Please respect copyright.PENANACgWKM4cIgm
830Please respect copyright.PENANAk9BAK8lfyu
Merisa mabuk dan bergairah. Ia menarik leher Dirwan, menciumnya lebih liar.
830Please respect copyright.PENANA07NChbAB3y
“Sentuh aku paman… aku ingin lupa semuanya malam ini…”
830Please respect copyright.PENANAWiX6R5Jzu6
Dirwan membuka resleting dress Merisa, menurunkannya hingga pinggang.
830Please respect copyright.PENANAOkokJQNbQz
Bra hitam Merisa terlihat, payudaranya yang kencang naik turun karena napasnya tersengal.
830Please respect copyright.PENANAEZiDnTNw32
830Please respect copyright.PENANAinnPH1tXhX
Dirwan menunduk, mencium leher Merisa, lalu turun ke belahan dada.
830Please respect copyright.PENANAuxzvhrcwXx
“Aahh… paman… ughh…” Merisa mendesah.
830Please respect copyright.PENANAdVYgEdWBkv
Tangannya meremas rambut Dirwan.
Dirwan melepas bra itu, menghisap puting kiri Merisa dengan rakus sambil meremas payudara kanannya.
830Please respect copyright.PENANAl6HTiEU34K
830Please respect copyright.PENANALtkiJrYFrf
Lidahnya berputar di sekitar puting yang mengeras itu.
830Please respect copyright.PENANA4ygc8PZMdS
830Please respect copyright.PENANADJ2Th0bV54
Warna cukup menggoda. Ukurannya pun lumayan besar sebanding dengan milik bu Rianti.
830Please respect copyright.PENANAweZODCGQ35
Kelanjutannya bisa kalian dapatkan melalui lin!k dibawah 👇👇 ini
https://bit.ly/42zj3qJ830Please respect copyright.PENANAWAy4kIqQoJ


