Malam itu setelah makan malam bersama, Merisa duduk di teras belakang rumah sambil menatap langit yang gelap.
396Please respect copyright.PENANAAMTIxxy0eg
396Please respect copyright.PENANA4oO47s7Dtv
Pikirannya masih berkeliaran. Proses perceraian mulai berjalan, tapi tekanan dari keluarga Hardian masih ada.
396Please respect copyright.PENANAvbUEHs8Aet
Tiba-tiba ponselnya bergetar. Pesan masuk dari Dirwan.
396Please respect copyright.PENANALevavMuSVy
“Besok malam paman ajak kamu dinner. Hanya kita berdua. Ada yang perlu dibahas soal perceraian dan masa depanmu. Jangan tolak ya, Risa.”
396Please respect copyright.PENANAtaxjSuDItF
396Please respect copyright.PENANA5iNr8bbrJQ
Merisa membaca pesan itu berkali-kali. Hatinya berdebar aneh. Ia tahu seharusnya ini hanya urusan keluarga, tapi entah kenapa ia merasa gugup.
396Please respect copyright.PENANAXbCslRNcxJ
Akhirnya ia balas secara singkat: “Baik paman, terima kasih.”
396Please respect copyright.PENANAYKgKXy6HhT
****
396Please respect copyright.PENANA8vjV1mto0H
Keesokan harinya berjalan seperti biasa. Merisa mengurus toko, Rianti di rumah, sedangkan Dita sekolah.
396Please respect copyright.PENANAtthcoLe4h0
396Please respect copyright.PENANAm0CFjoEc2m
Dirwan sibuk dengan urusan bisnisnya yang gelap. Saat sore menjelang, Dirwan mengirim sopirnya menjemput Merisa tepat pukul tujuh malam.
396Please respect copyright.PENANA464Pf9KBPU
396Please respect copyright.PENANAvCVpHPLr30
Merisa memilih dress hitam sederhana tapi elegan yang menonjolkan lekuk tubuhnya.
396Please respect copyright.PENANA2N26Jhnx86
Rambutnya terurai, make up tipis. Saat tiba di kafe privat yang Dirwan pilih, tempat itu benar-benar eksklusif.
396Please respect copyright.PENANAJAC0yd5TTc
Hanya ada beberapa meja di area tertutup dengan pencahayaan redup, musik jazz pelan, dan privasi yang sempurna.
396Please respect copyright.PENANAR0yNV54xFt
Tidak ada pengunjung lain di ruangan mereka.
396Please respect copyright.PENANAcPkovDDFAh
Dirwan sudah menunggu dengan setelan jas hitam yang membuatnya terlihat semakin gagah.
396Please respect copyright.PENANAaVp5KNPfcb
Brewoknya rapi, tatapan tajam. Ia berdiri menyambut Merisa dengan senyum lembut.
396Please respect copyright.PENANAkjKJIHQTQV
“Kamu cantik sekali malam ini, Risa,” pujinya tulus sambil menarik kursi untuk Merisa.
396Please respect copyright.PENANARMvrh1Jm3u
Merisa tersipu, duduk dengan anggun. “Terima kasih paman. Tempatnya bagus.”
396Please respect copyright.PENANALhBipHQyyv
Mereka mulai dengan hidangan pembuka. Obrolan ringan tentang perceraian, bukti yang sudah dikumpulkan, dan rencana masa depan Merisa setelah bebas dari Hardian.
396Please respect copyright.PENANAevHuqRLWoC
Dirwan berbicara tenang, tangannya sesekali menyentuh punggung tangan Merisa saat menenangkannya.
396Please respect copyright.PENANAhyLMkWyBvJ
Sentuhan itu terasa hangat, membuat Merisa semakin gelisah.
396Please respect copyright.PENANAx6dB5qkIXs
Untuk menghilangkan ketegangan, Dirwan memesan wine terbaik. Awalnya hanya satu gelas untuk mereka minum.
396Please respect copyright.PENANANJvo4pK4Rh
Tapi obrolan mereka semakin lama semakin dalam, Merisa mulai menuang sendiri gelas kedua, ketiga.
396Please respect copyright.PENANAo14kmfvoPl
Dirwan melihat itu pun ikut serta minum, meski ia lebih menahan diri.
396Please respect copyright.PENANAWaQAgxM72u
“Paman… aku capek banget menghadapi semua ini,” ucap Merisa setelah gelas keempat.
396Please respect copyright.PENANAKTF3hkWx2a
Pipinya sudah merona merah, matanya agak berkaca-kaca.
396Please respect copyright.PENANAwxVcdbP9mY
“Lima tahun aku bertahan, tapi akhirnya seperti ini…”
396Please respect copyright.PENANA9vN2fnd93v
Dirwan menuang lagi untuk Merisa, dengan suaranya lembut.
396Please respect copyright.PENANAvZbaZZJsZ3
“Kamu kuat, Risa. Paman selalu ada di sampingmu. Minum saja malam ini, biar lega pikiran mu sedikit lega.”
396Please respect copyright.PENANAeQdnRHzMZZ
Merisa tertawa kecil, dia sudah mulai terlihat mabuk. Ia menyandarkan kepala sebentar di bahu Dirwan saat pria itu duduk lebih dekat.
396Please respect copyright.PENANAUJJnYEL6OD
Aroma cologne Dirwan membuat kepalanya pusing sedikit.
396Please respect copyright.PENANArNHxuvKlNM
“Paman baik sekali… kenapa Hardian tidak seperti paman ya…”
396Please respect copyright.PENANA7ku3V4TzzE
Dirwan tersenyum tipis, tangannya mengelus rambut Merisa pelan. Mereka terus minum dengan cara pelan.
396Please respect copyright.PENANAgUyXK3c8JL
396Please respect copyright.PENANAMgYY6oGP9B
Dirwan juga mulai merasakan efek alkohol, tapi ia masih sadar. Merisa semakin terbuka, tertawa lebih lepas, tubuhnya sesekali menyandar ke Dirwan.
396Please respect copyright.PENANAdnbQeKhgPY
Tatapan mereka semakin lama semakin intens.
396Please respect copyright.PENANAq1HHRYHed8
Saat hidangan utama selesai, Merisa sudah sangat mabuk cukup berat, Ia memegang lengan Dirwan erat.
396Please respect copyright.PENANAD7HUUiwjmP
396Please respect copyright.PENANA1jNbc5Xopa
“Paman… aku pusing… tapi ini membuat ku tenang… hangat…”
396Please respect copyright.PENANAcbF027vxn5
Dirwan memanggil pelayan. “Pesan satu kamar VIP di lantai atas. Sekarang juga.”
396Please respect copyright.PENANA8Nj53cbnyP
396Please respect copyright.PENANAhJNe4nSv3F
Tak lama kemudian, mereka berdua pun naik ke kamar privat yang mewah.
396Please respect copyright.PENANAYAmyaW7aCK
Kamar itu luas, ada ranjang king size, sofa, dan pencahayaan romantis. Begitu pintu tertutup, Merisa yang mabuk langsung memeluk pinggang Dirwan.
396Please respect copyright.PENANA9nEfNQHaRN
396Please respect copyright.PENANAj8mMpKdU5I
“Paman… jangan tinggalin aku ya…” bisiknya, wajahnya tersembunyi di dada bidang pria itu.
396Please respect copyright.PENANAhKcA5PCXim
Dirwan mengangkat dagu Merisa. Tatapan mereka bertemu. Kedua yang sudah mabuk akibat Alkohol menambah ketegangan di antara keduanya.
396Please respect copyright.PENANAwXSwXWw4Ta
396Please respect copyright.PENANAkBa1DDIC0p
Secara tiba-tiba Dirwan mencium bibir Merisa pelan dulu, lalu semakin dalam.
396Please respect copyright.PENANAsHX1jBrmWf
Merisa membalas meski sedikit terlihat ragu-ragu, tangannya mencengkeram jas Dirwan.
396Please respect copyright.PENANAUOHusqCIV7
“Hmm… paman…” desah Merisa di sela ciuman mereka.
396Please respect copyright.PENANAYCkGSc7utq
Dirwan melepas jasnya, lalu mengangkat Merisa ke ranjang. Ia menindih tubuh wanita itu dengan lembut.
396Please respect copyright.PENANAdyiDIYkk1h
396Please respect copyright.PENANAvR96VXQTIx
Tangan besarnya menyusup ke dalam dress, meremas paha mulus Merisa.
396Please respect copyright.PENANAu5GpVKoHZb
396Please respect copyright.PENANA095RjO5FPn
“Risa… kamu cantik… paman sudah lama ingin melindungimu seperti ini,” bisik Dirwan serak.
396Please respect copyright.PENANAh2A0dDjrZb
396Please respect copyright.PENANA0jCb1nqDOZ
Merisa mabuk dan bergairah. Ia menarik leher Dirwan, menciumnya lebih liar.
396Please respect copyright.PENANAJWWCv381Oq
“Sentuh aku paman… aku ingin lupa semuanya malam ini…”
396Please respect copyright.PENANAmOSc3Ey5si
Dirwan membuka resleting dress Merisa, menurunkannya hingga pinggang.
396Please respect copyright.PENANA64Gx3HETdg
Bra hitam Merisa terlihat, payudaranya yang kencang naik turun karena napasnya tersengal.
396Please respect copyright.PENANAsyQz4L8x0d
396Please respect copyright.PENANAqjljytXD5Z
Dirwan menunduk, mencium leher Merisa, lalu turun ke belahan dada.
396Please respect copyright.PENANAhr266sFvzv
“Aahh… paman… ughh…” Merisa mendesah.
396Please respect copyright.PENANAfwjXfrxeQk
Tangannya meremas rambut Dirwan.
Dirwan melepas bra itu, menghisap puting kiri Merisa dengan rakus sambil meremas payudara kanannya.
396Please respect copyright.PENANAgc87ncDR6w
396Please respect copyright.PENANAzH3vPYZjmN
Lidahnya berputar di sekitar puting yang mengeras itu.
396Please respect copyright.PENANATlpbaRpWFX
396Please respect copyright.PENANAS1RgmLU6cc
Warna cukup menggoda. Ukurannya pun lumayan besar sebanding dengan milik bu Rianti.
396Please respect copyright.PENANAxNPPkakGbZ
Kelanjutannya bisa kalian dapatkan melalui lin!k dibawah 👇👇 ini
https://bit.ly/42zj3qJ396Please respect copyright.PENANAQ0FkNJr4y4


