Begitu hari semakin sore, Dirwan terbangun dari tidurnya setelah melakukan percintaan cukup lama tadi.
Dia menoleh ke kanan, bu Rianti sudah tidak ada disebelahnya. tanda jika wanita itu sudah lebih dulu bangun.
Lalu Dirwan pun beranjak dari atas ranjang, dalam kondisi masih tanpa busana.
“Hmm.. lumyan. sepertinya rencana untuk besok akan aku mulai. ” gumamnya sambil melihat layar ponsel.
Dia pun bergegas ke kamar mandi, disana Dirwan langsung mandi membersihkan sisa-sisa percintaannya tadi.
Setelah beberapa saat, Dirwan keluar mengenakan handuk kimono.
Lalu Dirwan memakai celananya beserta bajunya. Setelah itu dia merapikan diri dan melangkah keluar kamar.
Sesampainya dibawah, Dirwan langsung di sapa oleh bu Rianti dengan senyuman manisnya.
“Hey mas, akhirnya kamu turun juga. ” ucap bu Rianti duduk di sofa.
“Bagaimana? Apakah anak-anak sudah pulang? “ tanya Dirwan.
Bu Rianti tersenyum genit, “Mas masih pengen yaa. ”
Dirwan tersenyum lalu duduk di sebelah bu Rianti, wanita cantik itu yang hanya mengenakan handuk menoleh ke arah pria itu yang telah memberikannya tadi kepuasan luar biasa.
“Mana ada, yang ada kamu tuh masih pengen kan. ”
Dirwan mencolek hidung bu Rianti, wanita itu tersenyum sambil tertwa pelan.
“Hihi.. tahu aja, sebenarnya mereka belum pulang mungkin sebentar lagi. apa mas mau melakukan nya lagi? ” tanya bu Rianti.
Dirwan menggeleng pelan, “Tidak, takutnya mereka datang bisa bahaya nanti. lagi pula pembantu mu ada disini kan. ”
“Tenang aja, hanya kita berdua di rumah ini. ”
Tangan nakal bu Rianti mulai bergerak dari dada Dirwan sampai kebawah. Saat menyentuh pangkalan tempat bersemayamnya tongkat perkasa Dirwan.
“Tapi aku baru siap mandi. Sayang,“ ucap Dirwan menghentikan gerakan tangan bu Rianti.
Bu Rianti menoleh, “Tidak masalah, biar aku saja yang mengambil permainan. mas duduk manis aja. ”
Dirwan menghela nafas, mau tak mau dia pun harus mengikuti perkataan wanita itu. Ia juga sebenarnya masih menginginkannya hanya saja dia agak malas karena sudah melakukan tadi.
Kedua tangan bu Rianti menarik resleting celana Dirwan lalu ia menarik keluar tongkat perkasa pria itu.
“Sungguh indah, aku benar-benar tidak menduga jika milik mu se gagah ini mas.“
Dirwan hanya tersenyum. Menanggapi ucapan dan pujian bu Rianti.
Wanita itu pun segera mengocok secara perlahan-lahan penis Dirwan yang sudah berdiri tegak menonjolkan urat-urat kekarnya.
“Boleh kah aku menghisapnya mas? “ tanya bu Rianti menatap Dirwan penuh harap.
Dirwan mengangguk pelan, “Lakukan sesuka mu. ”
Bu Rianti tersenyum sumringah, dia pun berdiri lalu berjongkok antara kedua paha Dirwan.
Mulut bu Rianti terbuka lalu ia mengisap ujung penis Dirwan membuat pria itu mendesah pelan.
“Aahhh.“
Bu Rianti tersenyum melihat ekspresi Dirwan. Ia pun mulai menggerakkan kepalanya maju-mundur mengisap sapruh penis Dirwan.
“Slok Slok Uhmm Ahhh Sruph Spruh. ”
“Aahhh.. teruskan sayang. yahh begitu! ” desah Dirwan merasakan sepongan bu Rianti sangat nikmat luar biasa.
Dalam sekejap saja penis Dirwan sudah basah akibat air liur bu Rianti.
Sekali-kali bu Rianti melepaskan sepongannya lalu mengulangi lagi, begitu terus di lakukan sampai bu Rianti merasakan rahangnya mulai pegel.
“Ahh. milik mu memang hebat mas, sampai rahang ku penggel begini tapi dia masih belum keluar juga.”
“Tapi tidak masalah, aku akan menaklukkan nya dengan milik andalan ku.”
Bu Rianti naik ke pangkuan Dirwan, lalu ia menarik ke atas handuknya. Memperlihatkan jika dia hanya mengenakan cd saja.
Tangan bu Rianti menarik penis Dirwan lalu mengarahkannya ke liang vagina miliknya.
Disana sudah cukup basah. Dirwan dapat merasakan hangatnya bibir vagina bu Rianti.
“Tolong di dorong mas. ” ucap lirih bu Rianti
“Hmm.“
Dirwan pun memegang penisnya lalu mendorong tubuh bu Rianti kebawah, secara perlahan-lahan penis Dirwan tertelan oleh vagina bu Rianti.
“Oughh, lebih dalam mas Aahh. ” desah bu Rianti merasakan vaginanya panuh disisi oleh benda keras itu.
985Please respect copyright.PENANAKB6MHdZDcX
(Kelanjutan dari kisah cerita ini bisa kalian kunjungi ke lin!k bawah 👇ini
https://bit.ly/42zj3qJ
985Please respect copyright.PENANANi0FOXPnIc
985Please respect copyright.PENANAj3p9WLyAnd


