Bab 2: Penyiksaan Pertama
1523Please respect copyright.PENANAAZUXheLlpN
Reyhan masih menahan kepala kontolnya di ambang masuk memek Nadia yang berdenyut kencang. Gadis itu menangis tersedu, tubuh mungilnya gemetar di atas sofa empuk villa. Cahaya lampu redup membuat kulit putih mulusnya bersinar seperti porselen, kontras dengan wajahnya yang basah air mata. “Kak… cukup… aku takut,” bisiknya dengan suara pecah.
1523Please respect copyright.PENANAJiKYE5kq8n
Reyhan tersenyum dingin. Ia menarik pinggul Nadia lebih dekat, lalu mendorong masuk dengan satu gerakan kuat. kontol tebal 19 cm itu membelah dinding memek pink yang rapat sekaligus. “Aaaahhh!!” jerit Nadia panjang. Rasa meregang yang menyakitkan bercampur sensasi penuh membuat matanya membelalak. Ia merasa seperti tubuhnya terbelah dua. Dinding dalamnya yang sensitif dipaksa meregang maksimal, berdenyut hebat menggenggam kontol Reyhan.
1523Please respect copyright.PENANAZheSrGwjDP
“Ketat banget, sialan,” erang Reyhan sambil mulai bergerak. Setiap hantaman menghasilkan suara basah *plok plok plok* yang memalukan. Cairan Nadia sudah banjir, membasahi pangkal kontol Reyhan dan menetes ke sofa. Reyhan memegang pinggul lebar Nadia dengan kuat, jari-jarinya meninggalkan bekas merah di kulit putih itu.
1523Please respect copyright.PENANAqprAlYFTio
Dika, Farel, dan Bagas tidak tinggal diam. Mereka menarik baju Nadia hingga robek. Payudara C-cup yang kencang melompat keluar, puting merah mudanya sudah mengeras sempurna. Bagas langsung menunduk, mengisap satu puting dengan rakus sambil menggigit pelan. Sensasi sakit tajam membuat Nadia melengkungkan punggung. “Ahh! Sakit… lepas!”
1523Please respect copyright.PENANA2LoDPxF3O4
Farel memegang kedua tangan Nadia dan mengikatnya ke atas kepala menggunakan ikat pinggang. Reyhan terus menghantam tanpa ampun, setiap hantaman dalam menyentuh titik paling sensitif di dalam memek Nadia. Obat perangsang membuat setiap gesekan terasa ribuan kali lipat lebih kuat.
1523Please respect copyright.PENANAfNKvnMRDLt
Tiba-tiba Reyhan menarik keluar sepenuhnya. Nadia menggeleng frustrasi, pinggulnya bergerak sendiri mencari. “Jangan berhenti… please…” gumamnya tanpa sadar.
1523Please respect copyright.PENANAkLiJWbeVsS
Reyhan tertawa keras. “Lihat? Sudah minta sendiri.” Ia membalik tubuh Nadia hingga tengkurap, lalu menarik pinggulnya ke atas seperti anjing. Tanpa aba-aba, kontolnya masuk lagi dari belakang, lebih dalam kali ini. Posisi ini membuat kepala kontolnya menekan dinding belakang memek Nadia dengan kuat.
1523Please respect copyright.PENANAPay6TWbOFK
“Aaahhh! Terlalu dalam!” Nadia menjerit. Air matanya mengalir deras ke sofa. Kakinya gemetar hebat, jari kakinya menekuk kaku. Reyhan menampar pantatnya keras. *Plak! Plak! Plak!* Bekas merah telapak tangan muncul jelas di kulit putih halus itu.
1523Please respect copyright.PENANAp3rPhLstXT
Dika yang tidak sabar mendekat. Ia membuka celananya, memperlihatkan kontol terbesar di antara mereka — 21 cm dengan ketebalan mengerikan. Ia memaksa kepala kontol itu ke mulut Nadia. “Hisap, slut kecil.”
1523Please respect copyright.PENANATH1EhOcRJA
Nadia tersedak. Bau maskulin kuat dan rasa asin memenuhi mulutnya. Dika mendorong masuk hingga tenggorokan, membuat Nadia muntah-muntah kecil. Air liurnya menetes deras. Sementara itu Reyhan terus menghantam dari belakang tanpa henti. Ritme dua kontol di mulut dan memek membuat otak Nadia kosong.
1523Please respect copyright.PENANAsBbr5yYHz0
Sensasi panas, penuh, dan sakit bercampur kenikmatan aneh yang semakin kuat. Tubuhnya yang sangat responsif mulai mencapai puncak pertama. memeknya berdenyut kuat, dinding dalamnya menggenggam kontol Reyhan seperti ingin memerahnya.
1523Please respect copyright.PENANANppdHEcWub
“Dia mau keluar, bro!” seru Reyhan sambil mempercepat. Ia menampar pantat Nadia lagi dan lagi. *Plak plak plak!*
1523Please respect copyright.PENANAMDr49Lf1ok
Nadia menjerit di sekitar kontol Dika. Tubuhnya kejang hebat. Semburan cairan panas menyembur keluar dari memeknya, membasahi paha Reyhan dan lantai. Squirting pertama dalam hidupnya. Kakinya benar-benar lemas, air mata mengalir tanpa henti. Kenikmatan itu begitu intens hingga ia merasa hampir pingsan.
1523Please respect copyright.PENANAGgyxErQs9v
Reyhan tidak berhenti. Ia terus menghantam di tengah squirting Nadia, membuat cairan muncrat semakin banyak. Akhirnya ia mengerang dan menyemburkan sperma panasnya jauh ke dalam memek Nadia. Creampie pertama. Nadia merasakan denyutan kuat, cairan kental panas memenuhi rahimnya. Perutnya terasa penuh dan hangat.
1523Please respect copyright.PENANAq8ZXqUs2H3
Reyhan menarik keluar. sperma putih kental langsung menetes dari memek Nadia yang merah membengkak. “Giliran lo, Dik,” katanya sambil tertawa.
1523Please respect copyright.PENANAHiGW0SG6lG
Dika membalik Nadia lagi ke posisi telentang. Ia mengangkat kedua kaki gadis itu ke bahunya, lalu memasukkan kontol raksasanya dengan satu hantaman brutal. “Aaaarghhh!!” jerit Nadia pecah. Rasa robek dan penuh ekstrem membuatnya menangis keras. kontol Dika jauh lebih besar, meregang memek Nadia hingga batas maksimal. Ia bisa merasakan setiap urat kontol itu di dalam tubuhnya.
1523Please respect copyright.PENANA2cXRLYT7oq
Dika menghantam seperti binatang. Setiap hantaman membuat payudara Nadia bergoyang liar. Farel dan Bagas bergantian memasukkan kontol mereka ke mulut Nadia, deepthroat bergantian sambil merekam dengan ponsel. Suara tenggorokan Nadia yang tersedak *glug glug glug* bercampur suara hantaman basah dari bawah.
1523Please respect copyright.PENANA6zTPSbxPab
Bagas mengambil anal plug kecil dari laci villa. Ia melumasi lubang anal Nadia dengan cairan licin, lalu mendorong plug itu masuk perlahan. “Ini biar lo merasa lebih penuh, sayang.”
1523Please respect copyright.PENANA7hr5j8abBF
Sensasi penuh ganda di memek dan anal membuat Nadia gila. Tubuhnya kejang lagi. Orgasme kedua datang lebih kuat. Ia squirting lagi, cairan panas menyembur mengenai perut Dika. Dika tertawa kasar dan terus menghantam hingga ia juga menyemburkan sperma tebalnya dalam-dalam.
1523Please respect copyright.PENANA3EvS74SjQj
Farel menggantikan. Ia lebih sadis secara psikologis. Ia membalut mata Nadia dengan kain hitam (blindfold), membuat gadis itu semakin tak berdaya. Hanya bisa merasakan sentuhan, suara, dan bau tubuh mereka. Farel memasukkan kontolnya yang panjang sambil berbisik kotor, “Lo sekarang milik kami, Nadia. Setiap malam lo harus melayani kontol kami. Kalau tidak, video ini akan disebar ke seluruh kampus.”
1523Please respect copyright.PENANA85BYbhrRfP
Nadia menangis di balik blindfold. Tapi tubuhnya mengkhianati. memeknya semakin basah, berdenyut menyambut setiap hantaman Farel. Bagas di samping memainkan puting Nadia dengan jari dan mulut, sesekali mencubit keras. Sensasi dingin dari es batu yang tiba-tiba ditempelkan ke puting membuat Nadia menjerit. Panas-dingin bergantian, sakit-kenikmatan bercampur aduk.
1523Please respect copyright.PENANAfVDIdXZ25L
Mereka bergantian selama hampir dua jam. Nadia kehilangan hitungan orgasme. Tubuhnya sudah lemas total, kakinya gemetar tak terkendali, memek dan analnya merah membengkak, penuh sperma kental yang menetes terus-menerus. Perutnya terasa kembung karena creampie berulang. Setiap kali salah satu dari mereka menyembur di dalam, ia merasakan denyutan panas dan penuh yang anehnya membuatnya semakin ketagihan.
1523Please respect copyright.PENANAYlrgcVZdZ7
Di ronde terakhir, mereka meletakkan Nadia di tengah karpet. Reyhan duduk di sofa sambil memegang kepala Nadia, memaksanya menghisap kontolnya yang sudah kotor campur sperma dan cairan Nadia sendiri. Dika dan Farel melakukan double penetration pertama. Dika di memek, Farel di anal setelah plug dicabut. Sensasi dua kontol sekaligus membuat Nadia hampir pingsan karena kenikmatan ekstrem.
1523Please respect copyright.PENANAdCUUAhIY02
“Aaaahhh… penuh… robek… enak… ahh!” erangnya tanpa kendali. Air matanya membasahi kain blindfold. Tubuhnya kejang hebat, squirting lagi dan lagi hingga karpet basah.
1523Please respect copyright.PENANAh8tNzQWWpG
Bagas menyemburkan spermanya ke wajah dan payudara Nadia. Bau sperma maskulin memenuhi hidungnya. Reyhan akhirnya menyemburkan ronde keduanya ke dalam mulut Nadia. Gadis itu tersedak, sebagian sperma menetes dari sudut bibirnya.
1523Please respect copyright.PENANAHze1tLQI6T
Mereka meninggalkan Nadia tergeletak di lantai, tubuh penuh bekas tamparan, gigitan, sperma, dan cairannya sendiri. memek dan analnya masih berdenyut pelan, mengeluarkan campuran cairan putih kental.
1523Please respect copyright.PENANAQD1dkR8Jyx
Reyhan berlutut, membuka blindfold Nadia. Ia menunjukkan video rekaman panjang di ponsel. “Ini baru awal, Nad. Besok malam lo harus datang lagi ke kosan kami. Kalau tidak, seluruh kampus akan tahu betapa mesumnya putri polos ini.”
1523Please respect copyright.PENANAnZbj5vAsAR
Nadia menatap layar dengan mata kosong. Di video itu, ia melihat dirinya sendiri menjerit kenikmatan, memohon, squirting berulang. Malu yang dalam menusuk hatinya. Tapi di balik itu, ada getaran aneh di perutnya. Tubuhnya masih menginginkan lebih.
1523Please respect copyright.PENANAlam6A6s2yk
Ia menangis pelan sambil mengangguk lemah. “Aku… akan datang…”
1523Please respect copyright.PENANAy1NeTbWP5d
Reyhan mengusap rambutnya dengan lembut yang palsu. “Bagus. Selamat datang di dunia baru, slut kecil kami.”
1523Please respect copyright.PENANALx3rqGskYQ
Malam itu, Nadia dibawa pulang dengan mobil Reyhan. Di kursi belakang, ia meringkuk, merasakan sperma masih menetes pelan dari dalam tubuhnya. Pikirannya kacau antara trauma berat dan benih ketagihan yang mulai tumbuh. Tubuhnya yang sangat responsif telah membuka pintu gelap yang tak bisa ditutup lagi.
1523Please respect copyright.PENANAcAUhZsSyCI


